Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 87.


__ADS_3

Tuan Sagara mencari koki untuk di tempat kan di tempat catering putri nya, itu semua adalah perminta'an dari isto nya, agar putri nya di carikan sebuah tempat untuk usaha barunya, lagipula menurut Mami Amora, usaha yang di lakukan oleh putri nya banyak peminat nya, sedangkan kue kue ada juga yang akan di bikin dia tempat baru nya, dan juga yang di kerjakan di rumah Devano.


''Tuan butuh koki berapa,'' tanya nya dengan ramah.


''Kalau bisa, carikan aku 3 koki handal, agar putri ku tidak terlalu lelah, tugas mereka hanya memasak saja, sedangkan untuk paking ada seseorang yang sudah aku tunjuk,'' jawab nya kepada sang asisten.


''Baiklah Tuan, saya akan mencatikan koki seperti yang anda mau,''


Tuan Sagara mengangguk dan mengibaskan jari nya, agar sang asisten pergi dari ruangan nya.


''Apapun akan aku lakukan buat kamu sayang, ini semua untuk menebus rasa bersalah kami berdua, karena sudah tidak ikut membesarkan kamu,'' gumam nya dengan menatap foto keluarga yang memang sengaja di pajang di meja kerja Tuan Sagara.


Di sisi lain Mahalini sedang ada kelas di kampus nya, jadi semua pekerja'an membuat kue ia limpahkan semua nya kepada Bibi dan Mbak Mbak di rumah Mama Clara.


''Lini,'' teriak salah satu teman nya yang berlari menghampiri Mahalini.


Mahalini menghentikan langkah nya dan menatap wajah teman nya yang masih mengatur nafas nya, karena sedari tadi dia berlari dari parkiran setelah melihat Mahalini berjalan di Koridor kampus.


''Kenapa kamu berlarian sich,'' tanya Mahalini mengernyit dahi nya.


''Aku hanya ingin mengobrol dengan kamu saja,'' jawab nya, dia masih mengatur nafas nya yang tersengal sengal.


''Kalau cuma masalah mengobrol saja, kita bisa mengobrol di kantin atau di kelas kan?'' kata Mahalini, yang kemudian melangkah pergi meninggalkan teman nya di koridor kampusnya.

__ADS_1


''Ini sangat penting Mahalini, ini masalah hidup dan matiku juga,'' seru nya, membuat Mahalini kembali menghentikan langkah nya lagi.


''Apa sich, nggak jelas banget deh,'' sahut Mahalini.


Teman nya hanya mengikuti Mahalini sampai ke dalam kelas nya, dia juga sudah duduk di kursi nya.


''Lini, beri aku pekerja'an, aku tau kamu sekarang sudah banyak karyawan nya, tapi tolong, beri aku pekerja'an ya,'' mohon nya dengan mengagumkan kedua tangan di dada nya.


''Apa'an sich? bukan nya kamu sudah bekerja di sebuah cafe, lalu kenapa kamu minta pekerja'an lagi,''


''Lini beri aku pekerja'an ya,'' pinta nya lagi.


''Dengerin, usahaku hanya di kue kue saja, dan itu akan sangat membosankan kan buat kamu, karena tidak bisa cuci mata dengan melihat laki tampan seperti yang kamu inginkan selama ini kan?'' cetus nya, membuat sang teman yang sedang meminta di beri pekerja'an mengernyit dahinya.


''Kok bisa kamu jadi pengangguran, bukan nya kemarin kamu bilang bekerja di sebuah cafe,'' alis Mahalini mengkerut.


''Iya, tapi aku di pecat dengan tidak hormat, karena ada yang meng fitnah aku di sana, jadi bos besar tidak mau mendengarkan penjelasan ku dulu, dan langsung di pecat begitu saja, tanpa pesangon pula,'' ceritanya, membuat hati Mahalini terenyuh mendengar nya.


''Sudah, jangan pikirkan itu lagi, memang nya berapa kontrakan mu, dan kenapa sampai nunggak sich,'' Tanya Mahalini setengah menyelidik.


''Setiap aku gajian selalu aku kirim ke kampung, karena bokap ku harus berobat, jadi aku tidak sempat sisihkan untuk bayar kontrakan,''


''Ya Allah, berapa? tapi- aku tidak punya uang cash, bagaimana kalau aku tranfer saja,'' kata Mahalini.

__ADS_1


''Aku tidak memiliki nomor rekening,'' balas nya dengan nada lirih.


''Aduh gimana dong, atau gini saja? nanti pulang nya kamu bareng aku saja bagaimana,''


''Tapi kamu pasti di jemput suami kamu kan?''


''Tidak apa apa kok, suami ku tidak akan memangsa mu, dia bukan hewan buas yang perlu di takuti,'' gumam nya dengan meyakinkan teman nya.


Setelah selesai mengobrol Mahalini menghubungi suaminya, dia meminta di ambilin uang cash sebelum dia datang menjemput nya.


Devano hanya menurut apa yang di perintahkan oleh istri nya, tanpa bertanya buat apa uang cash tersebut. Tapi Devano yakin istri nya tidak akan berbuat yang macam macam.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 🙏💕🙏💕🙏💕🙏💕.

__ADS_1


__ADS_2