
Almira dan juga Hanafi tengah bersiap untuk datang ke rumah catering RISTY.
Almira sedari dulu memang sedang mencari keberada'an Mahalini, sebenarnya mereka berdua sudah mengetahui alamat rumah Mahalini, tapi mereka berdua takut dengan kedua satpam yang pernah menghentikan keduanya, ketika mereka sedang mendatangi kediaman Devano.
''Kamu sudah yakin, kalau adeknkamu akan ada di sana sekarang,'' tanya Hanafi dengan menatap wajah Almira.
''Insya Allah saja kak, Mira juga tidak tau benar, kalau Lini bakalan ada di sana sekarang, tapi? mau bagaimana lagi,'' jawab nya pasrah.
Hanafi hanya mengangguk dan melajukan kendara'an nya menuju ke alamat yang sudah di dapat oleh Almira sebelum nya.
Hanafi merasa sangat kasian dengan Almira, dia sangat frustasi dengan sifat Mama nya yang tak pernah berubah selama ini.
''alami tidak boleh memikirkan hal hal yang akan membuat kamu sakit hati lagi, kamu harus pikirkan? kalau Mahalini memafkan kamu dengan segenap jiwa dan raga, karena aku yakin Mahalini adalah orang yang sangat baik,'' tukas nya dengan memutar kemudi mobil nya.
''Entahlah Kak, tapi aku belum yakin dengan semua nya, karena kesalahan ku sama Mahalini sangat fatal dan tidak akan bisa di maafkan begitu saja oleh nya, aku akan terima kok, kalau misalkan dia meminta ku untuk bersujud sekalipun, asal aku mendapatkan maaf darinya,'' ungkapan dengan perasa'an sedih nya.
__ADS_1
Hanafi hanya bisa menghela nafas panjang nya, 'Aku sangat yakin kalau Mahalini tidak sejahat itu sama kamu Mira,' gumam nya di dalam hati.
Tak lama kemudian, mobil mereka sudah memasuki rumah catering RISTY.
Hanafi memarkirkan mobil nya, setelah memasuki gerbang di depan rumah catering tersebut.
Kedua nya turun dari mobil, sejenak Almira menghentikan langkah nya, dan menatap spanduk yang bertuliskan rumah catering RISTY, Hanafi menggenggam tangan Almira, menyalurkan kekuatan sehingga Almira mau menghadapi nya dengan hati yang lapang, dan juga ikhlas.
''Permisi pak, apa Mbak Mahalini ada di sini,'' tanya Hanafi kepada salah satu satpam yang berjaga di depan pintu masuk.
''Aku Hanafi dan ini Almira, kami berdua ingin bertemu dengan Mbak Mahalini,'' jawab nya dengan memperkenalkan dirinya dan juga Almira kepada sang satpam.
Setelah mendengar nama Hanafi dan juga Almira, salah satu dari satpam tersebut melangkah pergi menuju ruangan yang ada di dalam, di mana Mahalini sedang duduk dudk dengan mengecek beberapa pesanan yang baru masuk.
Tok tok tok
__ADS_1
Pintu di ketik dari luar, membuat Mahalini mendongakkan kepala nya dengan menjawab kata masuk.
''Masuk,'' ucap nya, dan tak berapa lama sang satpam sudah berjalan menghampiri Mahalini.
''Maaf neng, di luar ada dua orang yang mencari neng Mahalini,'' sahut nya dengan sedikit membungkuk hormat.
''Kalau boleh tau siapa Pak, bukan kah di luar ada Zerine,'' jawab nya dengan ramah.
''Tapi kedua orang itu ingin bertemu dengan anda neng, mereka masih menunggu di luar,''
''Nama mereka siapa Pak?'' tanya Mahalini yang sudah mengerutkan kening nya.
'Siapa orang itu,' gumam Mahalini pelan.
''Mereka Almira dan juga Hanafi neng, kalau memang neng Mahalini tidak mau bertemu dengan mereka, Bapak akan suruh mereka pergi,'' tukas nya, dan ingin pergi dari ruangan Mahalini.
__ADS_1
''Suruh mereka masuk saja Pak, Almira kakak angkat ku,'' ujar Mahalini menghentikan langkah satpam tersebut.