Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 106.


__ADS_3

Semua nya sudah siap, dan Mahalini bersama Mama Clara sudah menuju ke kantor Devano, sedangkan Mami Amora dan juga Tuan Sagara, juga sudah berangkatenuju ke kantor menantu nya, mereka berdua tidak terlalu tau, acara apa yang sedang di lakukan di kantor Devano, sehingga dia berdua harus datang.


📩- ''Mami sudah di perjalanan sayang,'' isi chat Mami Amora kepada putri nya.


📤-'' Lini juga sudah di jalan kok Mi, paling sebentar lagi sampai kok,'' balas nya dengan cepat.


''Siapa sayang?'' tanya Mama Clara.


''Mami Ma, beliau bilang sudah ada di jalan saat ini,'' jawab nya dengan memasukkan ponsel nya ke dalam tas selepang nya.


Siang ini Mahalini memakai gamis berwarna mint, dengan hijab warna putih, kecantikan Mahalini menguar dengan pakaian tertutup nya, di tambah lagi dengan polesan make up tipis, agar wajah nya terlihat lebih fresh.


''Kamu sangat cantik dengan baju itu sayang, pas di tubuh kamu juga,'' ouji Mama Clara kepada sang menantu.


''MasyaAllah, terima kasih Ma pujian nya, jadi malu dech?'' jawab nya dengan gaya centil nya.


''Mama juga akan terlihat lebih cantik lagi kalau pakek hijab nya,'' ucap nya dengan memakai kan hijab yang di pegang oleh Mama mertua nya.


''Entar saja dech sayang, Mama masih gerah kalau di pakai sekarang,'' jawab nya dengan mengalungkan hijab nya ke leher putih nya.


Mahalini mengangguk, Mahalini juga tidak memaksa mertua nya, agar dia juga ikutan memakai gamis siang ini, tapi beliau sendiri yang punya usul, dengan memakai gamis di acara syukuran di kantor Devano putra nya.


''Yang bantuin nurunin semuanya siapa sayang,'' tanya Mama Clara tiba-tiba, dia mengingat kalau semua OB di sana masih repot menyiapkan tempat di kantor Devano.


''Ada Pak Djarot, Lintang, Agus dan juga Zarine Ma, Mama tenang saja dech, semua nya akan beres secara bersama'an,'' celetuk nya dengan santai.


''Kumat deh,'' kata Mama Clara, mengingat menantunya senang dengan celetukan celetukan aneh nya.


''Ya kan sudah lama tidak minum obat Ma, jadi penyakit kumat? sesuai apa yang di katakan Mama tadi,'' balas dengan kekehan kecil.


''Kamu nich bisa saja dech, selalu begitu? sekarang kurangi berkata yang aneh aneh, atau semua itu akan di tiri oleh anak nya entar,'' kata Mama Clara mengingat kan.


''Tapi kan Lini sudah mengurangi kebiasaan lama Lini juga Ma, masak iya Lini juga harus meninggalkan kebiasa'an yang ini juga sich,'' rengek nya.


''Memang nya kamu sudah meninggalkan apa saja, sedangkan ucapan kamu selalu nyeleneh dan selalu begitu dengan Mama,'' Mama Clara pura pura marah kepada Mahalini.

__ADS_1


''Yang Lini tinggalkan adalah memanjat pohon, berlari, dan guling guling, itu saja sich untuk saat ini, tapi Lini juga tidak janji kalau nanti anak Lini sudah brojol, Lini bakalan terus berhenti atau enggak,'' sambung nya dengan menurunkan kakinya.


Karena tanpa terasa mobil yang mereka tumpanhi sudah terparkir rapi di depan loby kantor.


Seorang satpam menyapa Mama Clara dan juga Mahalini, dia sedikit membungkukkan badan nya, ketika Mahalini dan Mama Clara ingin masuk ke dalam kantor Devano, yang tak lain adalah suami Mahalini.


''Assalamu'alaikum Pak?'' sapa Mahalini kepada sang satpam dengan sangat ramah.


''Waalaikum salam Nona,'' jawab nya tak ramah nya dari Mahalini.


''Sehat kan Pak?'' tanya Mahalini dengan lembut.


''Alhamdulillah sehat Nona, Nona sendiri bagaimana? sehat,'' sang satpam kembali menjawab pertanyaan sang istri presdir nya.


''Alhamdulillah sehat Pak, seperti yang Bapak lihat sekarang, sehat, bugar dan tambah gemuk juga pastinya, iya kan Ma,'' sahut nya dengan meminta persetujuan Mama mertua nya.


''Nona tidak gemuk kok, malah semakin cantik,'' puji nya, Mama Clara hanya tersenyum melihat keramahan menantunya kepada satpam di kantor putra nya.


''Ach, si Bapak bisa saja dech, bikin malu saja, tapi terima kasih lho Pak pujian nya,'' balas nya dengan kenarsisan nya. ''Lini ke atas dulu ya Pak, jangan genit genit di kantor,'' celetukan nya sebelum pergi meninggalkan sang satpam.


''Papa dengar apa kata satpam itu,'' bisik Mami Amora kepada Tuan Sagara.


Tuan Sagara mengangguk dan berkata, ''Memang putri kita selalu baik kepada semua orang Mi, Papi bangga memiliki dia,''


Mami Amora tersenyum sambil mengelus lengan Tuan Sagara.


...****************...


Acara syukuran di mulai dengan bacaan Basmalah, serta do'a do'a dan di tutup dengan baca'an Hamdalah.


Selepas acara tersebut Mahalini dan Devano mengucapkan terima kasih nya kepada semua karyawan di sana, berkat kerja mereka perusaha'an Devano semakin terkenal di belahan dunia.


Tak lupa semua karyawan nya mendapatkan nasi kotak yang sudah ia sediakan sebelum nya, semua nya berbahagia dengan acara tersebut, di tambah lagi penampilan Mahalini saat ini sudah berubah, yang dulu selalu berpakaian jeans dan juga kemeja kotak-kotak nya, sekarang dia sudah memakai baju panjang serta berhijab.


Teman teman Mahalini malu mau menyapa teman kerja nya dulu, sekarang Mahalini adalah istri dari presdir perusaha'an tempat mereka bekerja, jadi semua nya hanya menatap takjub kepada Mahalini.

__ADS_1


Di sana juga ada Almira dan Hanafi, Mahalini sengaja mengundang mereka berdua, sedangkan Farel tidak bisa hadir? karena sibuk dengan pekerja'an nya yang tidak mungkin di tinggalkan begitu saja.


''Kak Clarencia, kenapa tidak menyapy Lini sich, apa sudah tidak mau lagi berteman dengan Lini,'' sapa Mahalini ketika temn baiknya melangkajnpeegi, tanpa menyapa nya terlebih dulu.


''Maaf Nona, bukan maksud saya seperti itu,'' jawab Clarencia dengan takut. Semua orang dan juga keluarga Mahalini tengah menatap ke arah nya.


''Tidak usah sungkan seperti itu, panggil saja aku Lini seperti dulu kakak panggil, aku masih Lini yang dulu kok, dan tidak akan pernah berubah,'' tutur nya, dengan merangkul baju Clarencia.


Hanafi takjub melihat Mahalini yang selalu akrab dengan semua orang, dia selalu merendah dan berbaur dengan orang orang yang sudah baik kepada nya.


''Sifat seperti itulah yang di miliki adek mu selama ini, makanya dia selalu mendapatkan kasih sayang dari semua orang, termasuk karyawan suaminya sendiri,'' gumam Hanafi kepada Almira.


''Iya, yang di bilang kak Hanafi memang benar, Mahalini selalu bisa menempatkan diri di setiap hati orang orang, bahkan di hati semua orang,'' sahut nya dengan mengulas senyuman nya. ''Apalagi dia sekarang merubah penampilan nya, karena ijin dari suaminya juga, Mira juga mau berpakaian seperti itu, tapi takutnya Mira tidak istiqomah kak,'' tambah nya lagi.


''Pelan pelan kamu juga akan bisa merubah penampilan kamu kok, kamu yang sabar saja, Allah akan selalu memberikan yang terbaik buat hambanya yang selalu bersabar dan juga ikhlas,'' balas nya dengan membalas senyuman Almira.


Siang itu menjadi siang yang sangat menggembirakan semua karyawan di perusaha'an Devano.


Tuan Sagara dan Papa Devano hanya mengulas senyuman nya melihat anak dan menantunya selalu bersikap baik, meski dia sudah tidak selevel dengan para karyawan yang lain nya.


''Putri anda memang sangat tulus berteman dengan siapa saja Tuan, lihatlah, semua karyawan bahagia di samping Mahalini, aku juga sangat beruntung bisa mendapatkan seorang menantu yang baik seperti Mahalini,'' papar nya dengan bangga.


''Alhamdulillah Tuan, putri kamu selalu merendah dan tidak pernah meninggikan dirinya, meski dia sudah bergelimang dengan harta, saya juga sangat bersyukur sekali Tuan Setiawan mendidik putri kami dengan agama yang ta'at, dan sikap rendah hatinya,'' balas nya dengan secara tidak langsung mengucapkan terima kasih kepada Papa Setiawan, yang notabene nya membesarkan Mahalini.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.

__ADS_1


__ADS_2