
Suasana di rumah catering Mahalini sedang sangat sibuk, dengan berbagai pesanan yang biasa di kerjakan masing-masing pekerja.
Ada yang sedang sibuk dengan panggangan kue, memasak nasi, bikin lauk-pauk, mengupas buah, dan ada juga yang mem packing yang sudah matang, agar bisa segera di antarkan ke orang pemesan.
''Pesanan Bu Ida sudah siap nggak?'' tanya Zarine yang terus berkeliling, menanyakan makanan yang sudah siap di antar.
''Sudah kak, ini sedang di ikat biar tidak tertukar dengan lain nya,'' jawab salah satu yang sedang mengepak pesanan.
''Baiklah, kalian lebih semangat lagi oke??'' teriak Zarine memberi semangat kepada semua pekerja di sana.
''Semangat!!'' jawab nya dengan lantang.
Semua pegawai tertawa terbahak bahak ketika merasa dirinya konyol. ''Konyol banget kita ya, ngikutin arahan dari kak Zarine, apalagi dia sedang di landa asmara cinta yang sedang berapi api di dalam hatinya, lah aku berapi api apa coba,'' gumam nya.
''Hush, jangan berisik, nanti oawang kedengy lagi, apalagi pembela kita tidak datang ke sini, selama 40 hari, bahkan mungkin bisa sampai dia bulan,'' balas teman kerja nya yang juga berada di bagian pengemasan.
''Sudahlah, jangan pikirkan apa yang sedang di rasakan oleh kak Zarine, kalau kita semua tidak mau menggigit jari kita, karena di landa api cemburu dengan keromantaisan mereka berdua,'' putus Santi yang sudah mengetahui hubungan dirinya dengan laki-laki yang sekarang bekerja di dapur sebagai seorang koki.
''Sudah sudah, lebih baik kita kerja kerja dan kerja, ngumpulin uang buat nikah bulan depan?'' senandung Santi yang langsung di tanggapi dengan sungguhan oleh beberapa teman kerja nya.
''Woyy, lho beneran mau nikah bulan depan!'' teriak salah satu teman kerja nya, yang berada di bagian pengupasan bahan makanan.
''Ech, jangan ngada ngada lho ya, tadi aku cuma nyanyi saja kok, bukan beneran? kalau misal nikah bulan depan, harus nikah dengan siapa, masak sama kucing sich,'' jawab nya yang juga sedikit keras.
''Lagian lho bersenandung aneh aneh,''
''Huuu uuu,'' sorak teman lain nya yang juga ikut menyoraki Santi.
''Kak Zarine, semua nya pada bercanda!!'' teriak Santi yang membalas para teman nya.
''Ech enak saja, kami bekerja ya, bukan cuma ngomong kayak kamu itu?'' sahut nya.
''Iya benar, kamu yang suka main main, apalah pura pura ikut kak Zarine keluar lagi, padahal mau ngecengin Fu'ad thu,'' balas dengan meledek Santi kembali.
__ADS_1
Terpojok sudah si Santi yang sedari tadi hanya mengocwh dan bersenandung ngo jelas, hanya bisa kicep, karena nggak tau mau menjawab apa kepada tan teman nya, sedangkan yang mereka tuduhkan banyak benar nya.
''Tuch, si Ibu tukang ceramah langsung kicep kan?'' seru teman nya yang suka jailin Santi dan teman lain nya.
''Apa sich kamu itu, kalau ngomong suka bener saja,'' jawab Santi dengan pasrah.
Mereka semua pada tertawa bersama, karena di rumah catering Mahalini pegawai nya tidak harus bersikap lembut dan malu, semua para pegawai di rumah catering Mahalini sifat nya amburadul ketika sedang berkumpul semua, lain ketika sedang berada di luar dengan penampilan yang lemah lembut.
Zarine menghampiri teman teman kerja nya yang masih berisik di dapur luas nya, ''Hey, kalian bisa diam sebentar nggak, ada tamu di luar sedang ingin memesan makanan untuk besok sore,'' seru nya dengan tegas.
Semua pegawai langsung menutup mulut nya dengan rapat, dan orang tersebut tak di sangka sudah mengikuti Zarine masuk ke area dapur rumah catering Mahalini.
''Kenapa kalian sekarang menjadi diam seperti itu, apa klain semua takut kepada ku, karena itu kalian tidak membuka suara lagi,'' tukas nya dengan melipat kedua tangan nya.
''Nggak nyangka ya, berada di sini sangat menyenangkan, apalagi pegawai nya jago dalam bercanda dengan para teman teman nya, pantas saja Mahalini sangat betah berada di rumah catering nya, dari pada di buruk kedua orang tuanya,'' ucap nya dengan panjang lebar.
''Maaf Nyonya, kenapa anda bisa tau tentang Nona Mahalini kami?'' tanya Zarine yang penasaran.
''Santi diam dulu, biar aku yang nanya, lebih baik kamu kerja saja sanah,'' usir Zarine dengan mendoring pelan bahu teman nya.
''Aku bukan kenal lagi dengan Mahalini, karena aku adalah saudara sepupu Devano, jadi? banyak tau tentang dia,'' jawab nya membuat Santi terperanjat kaget dengan penuturan wanita cantik di depan nya.
''Kok aku baru tau ya, kalau ternyata Tuan Muda memiliki saudara sepupu yang cantik seperti Nyonya ini,'' gumam nya dengan mengerutkan alis nya.
''Saya juga baru datang kemarin, setelah mendapatkan telah dari tante, yang mengatakan kalau Mahalini sudah melahirkan kedua bayinya, jadi hanya hari ini saja aku bisa jalan jalan untuk sekedar melihat rumah catering Mahalini, ternyata-tidak terlalu buruk. Kokinya juga di ambil dari koki yang handal, pantas saja usaha nya semakin maju, apalah di dukung dengan kekocakan kalian semua,'' ungkap nya dengan senyuman tipis yang menghiasi bibir nya.
''Lanjutkan saja pekerja'an kalian, maaf ya kalau sudah mengganggu waktu kalian semuanya,'' pamit nya dengan beranjak pergi menuju ruang tamu yang sudah di sediakan oleh istri dari sepupu nya.
''Maaf Nona, apa pesanan nya tidak jadi?'' tanya Zarine dengan sedikit takut, mengingat dia adalah saudara sepupu dari Tuan nya.
''Kenapa harus batal sich shayy, lanjut dong? aku akan mengadakan acara kecil kecilan dua hari lagi, lebih tepat nya lusa. Lusa aku akan mengadakan pengajian di rumah baru aku yang berada tak jauh dari rumah catering ini, tadi aku sempat bingung alamat ini di mana, wch nggak nyangka hanya terletak di beberapa meter saja dari rumah yang aku beli kemarin,'' jawab nya.
''Jadi pesanan nya deal ya Non?'' tanya nya lagi, memastikan kembali.
__ADS_1
''Tambah kue lagi,''
''Kalau boleh tau, Nona mau kue yang seperti apa ya?'' tanya Zarine dengan mengeluarkan gambar kue yang di buat di rumah catering Mahalini.
''Aku tidak tau mau kue apa, yang pasti kue nya harus enak dari biasa nya, dulu aku pernah beli kue coklat, tapi rasanya bukan coklat? tapi pait,'' ujar nya dengan menatap satu satu gamby kue di depan nya.
''Kalau boleh aku kasih saran sich, kue ini yang paling the best di rumah catering ini, yang lain nya juga enak dan di jamin tidak akan pahit, karena semua resep kue kue itu dari Nona Mahalini sendiri, bukan dari orang lain.'' sambung Zarine dengan menunjuk salah satu yang paling laris di rumah catering tempat ia bekerja, selama rumah catering ini di buka, kue itu yang paling di gandrungi oleh semua costumer, jadi para teman nya hanya bikin itu saja, karena memang pesanan costumer.
''Baiklah, berikan aku kue ini 100 pics, dan nasi nya yang ini juga seratus, ini 30 uangnya mau di tranfer atau cash nich?'' tanya nya.
''Biasa nya kami mengambil uang DP dulu Nona, buat jaga jaga orang tersebut akan membatalkan secara sepihak ketika semua pesanan sudah siap di antarkan?'' jelas Zarine, tapi alhamdulillah di tempat ia bekerja sekarang, tidak ada yang kembali ataupun membatalkan pesanan nya, kalau memang mereka sayang dengan usaha dia dan juga sayang dengan nyawanya, tau kan? Tuan Sagara kalau sudah marah kepada seseorang.
''Apa ada orang yang seberani itu di tempat kalian ini?'' tanya saudara sepupu Devano.
''Alhamdulillah tidak Nona, mungkin mereka masih sangat sayang dengan nyawanya, makanya merey semua tidak ada yang berani pesan fiktif,''
''Bagus lah, jadi aku tenang hidup di sini, kalau tidak aku akan yang sengsara berada di kota ini,'' cetus nya. Ya saudara sepupu Devano memang di tugaskan uy mencari seseorang yang sedang membuat onar di kehidupan istri nya, bisa di bilang saudara Devano itu akan menjadi bodyguard Mahalini nantinya.
''Kalau gitu aku pamit, masih banyak yang harus aku persiapkan uy acara lusa, jangan sampai lupa pesanan ku, awasa saja kalau sampai lupa?'' saudara Devano sedikit mengancam karya Mahalini, membuat Zarine bergidik ngeri menghadapi wanita garangndi depan nya.
''Kok aku jadi merinding seperti ini ya, serem banget bawa'an nya,'' gumam nya pelan, setelah kepergian Gracia.
.
.
.
BERSAMBUNG
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.
__ADS_1