Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab. 11 Mulai bekerja


__ADS_3

''Ini dia ruangan Paman ku, ayo masuk!!'' Naira menarik tangan Mahalini untuk segera masuk ke ruangan Paman nya.


Pak Luwis yang melihat pintu ruangan nya ada yang membuka langsung mengernyit kan dahinya, karena dia melihat sang ponakan yang sudah masuk dengan mencekal tangan sahabat nya.


''Naira, biasakan mengetuk pintu dulu sebelum masuk,''


''Maaf Paman, lupa?'' balas Naira pelan.


Mahalini membungkukkan badan nya untuk rasa hormat nya kepada atasan nya, ''Maaf Pak, atas kelancangan kami berdua,'' kata Mahalini dengan lembut.


''Nggak apa apa, ponakan ku memang seperti itu setiap kali datang ke kantor ini, silahkan duduk,'' kata Pak Luwis ramah. Mahalini mengangguk pelan.


''Setelah saya lihat CV kamu, kamu di terima di perusaha'an ini, dan besok adalah hati penyambutan CEO baru di perusaha'an ini, jadi semua karyawan di sini sedikit sibuk, terutama office girls dan juga office boy,'' Pak Luwis terlihat menjelaskan kepada Mahalini sebelum memanggil office boy yang akan mengantar Mahalini ke tempat kerjanya, serta apa saja yang akan ia kerjakan selama menjadi office girls di perusaha'an Bagaskara Grub.


Pak Luwis memanggil seorang office boy yang bernama Vero Shakario. ''Vero, ke ruangan ku sekarang juga,'' Pak Luwis pun menutup panggilan telfon nya secara sepihak setelah mengatakan itu kepada bawahan nya.


Vero yang di panggil Punde segera beranjak pergi dari tempat yang sedang ia bersihkan.


Tok tok tok


''Masuk,'' suara berat menyuruh Vero untuk masuk ke dalam ruangan nya.


''Ada yang bisa saya bantu Pak,'' tanya Vero sopan.


''Kamu bawa Mahalini ke tempat kerjanya sekarang, dan jangan lupa di ajari juga, apa yang akan dia kerjakan selama bekerja di perusaha'an ini,'' jawab Pak Luwis yang di angguki Vero secara cepat.


''Baik Pak,'' Ucapnya singkat. ''Ayo ikut saya Mahalini,'' ajak Vero kepada Mahalini yang sudah beranjak dari tempat nya.


''Naira, kamu langsung ke kampus kan?'' tanya Mahalini sebelum pergi mengikuti Vero untuk memulai pekerja'an nya.

__ADS_1


''Iya, setelah dari dunia aku langsung ke kampus, kamu jangan khawatirkan aku oke,'' balas Naira, ''Lagian aku juga sering main ke sini juga kok,'' tambah nya lagi dengan seringaian tipis di bibir ranum nya.


''Baiklah, aku kerja dulu ya,'' pamit Mahalini kepada sahabat nya yang sudah baik kepadanya selama ini.


''Oke, semangat bekerja nya, emmuachh?'' Naira dengan spontan langsung mencium pipi Mahalini yang membuat orang yang di cium membelalakkan matanya, karena kaget dengan tingkah sang sahabat.


Mungkin Vero dan Pak Luwis yang melihat tingkah keduanya jengah.


Mahalini mulai berjalan mengikuti langkah Vero, namun sebelum mulai bekerja? Vero menyuruh Mahalini untuk ganti baju seperti yang lain nya.


''Kamu ganti baju dulu di sana, aku tunggu kamu di sini,'' ucap Vero dengan wajah datar nya.


Mahalini hanya mengangguk dan berjalan ke arah yang di tunjuk oleh Vero barusan. Mahalini mengambil seragam yang di berikan oleh seorang wanita paruh yang kebetulan ada di sana.


''Kamu pekerja baru,'' tanya nya setelah memberikan baju kepada Mahalini.


''Iya benar Bu, mohon bantuan nya?'' jawab Mahalini dengan sopan.


''Maaf kak kalau lama,'' Ucap Mahalini ketika melihat Vero duduk termenung di kursi seraya menghadap ke arah jendela.


''Nggak apa apa kok santai saja, duduklah? sambil aku jelasin apa yang akan kamu lakukan selain bersih bersih di sini,'' jawab Vero yang sudah mengubah posisi duduk nya menghadap ke arah Mahalini.


''Kamu sebagai office girls di lantai 20, di mana di sana adalah ruangan CEO kita, selain bersih bersih kamu juga harus bikin kopi untuk CEO. Beliau suka dengan kopi hitam yang tak terlalu manis, jadi jangan sampai kebanyakan ngasih gulanya,'' Vero mulai menjelaskan apa saja yang akan di lakukan Mahalini di kantor ini.


''Baik kak, adalagi yang harus Lini kerjakan selain itu,'' tanya Mahalini yang menurut dia pekerjaan nya terlalu sedikit, padahal semua lantai 20 harus di bersihkan semua nya, coba bayangin saja dech? ada beberapa ruangan di atas sana yang harus dia kerjakan bersama satu teman nya.


''Sudah itu saja, dan nanti kalau kamu tidak ada kegiatan? kamu bisa bantu kami untuk mengurus keperluan besok menyambut CEO baru kita,'' lanjut Vero membuat Mahalini bingung.


Karena Mahalini harus datang ke kampus nya untuk belajar, kalau dia tidak belajar otomatis dia sudah mengecewakan Papa dan juga Farel adiknya.

__ADS_1


''Kalau kamu sibuk, nggak apa apa kok, kamu pergi saja, kita bisa handle semua pekerja'an yang di sini, lagian di sini banyak karyawan juga,'' kata Vero yang melihat wajah bingung Mahalini di saat di tanya oleh nya.


''Sebenarnya nanti sore Lini harus pergi kuliah kak, ada pelajaran soalnya,'' jawab Mahalini merasa tak enak dengan seniornya.


''Nggak apa apa, aku bisa jelaskan kepada mereka, kalau kamu tidak bisa membantu karena harus belajar kan?'' sambung wanita paruh baya yang tadi memberi Mahalini baju.


''Bunda,'' panggil Vero dengan lembut dan mempersilahkan wanita tersebut duduk di kursi yang tadi ia duduki.


''Lebih baik kamu sekarang ke lantai atas, dan kerjakan sesuai arahan Vero barusan,'' ujar wanita paruh baya tersebut.


''Baik Bu, kak, saya permisi?'' pamit Mahalini seraya melangkah keluar dari ruangan OB, Mahalini menekan tombol lift untuk sampai di ruangan paling atas.


''Kamu ngapain di sini?'' tanya Devan tiba-tiba, ketika pintu lift belum terbuka.


''Saya kerja di sini kak?'' jawab Mahalini yang tak melihat wajah laki-laki yang ada di samping nya.


''Bukan nya kuliah, malah keluyuran,'' gumam Devan yang masuk ke dalam lift sebelah.


Mahalini hanya bisa mengelus dadanya karena ucapan seniornya di kampus, ''Nggak apa apa, kamu harus sabar Lini, kamu bisa dan kuat?'' gumamnya memberi semangat kepada dirinya sendiri.


Mahalini menapaki lantai 20 dan di sana sudah ada seorang gadis yang sedang menunggu kedatangan Mahalini sejak tadi, ''Kamu yang akan bantuin aku di lantai ini kan?'' tanya nya ketika melihat Mahalini berjalan menuju ke arah nya.


''Iya kak, maaf kalau telat,'' jawab Mahalini menundukkan kepalanya karena malu sudah di tunggu.


''Nggak apa apa kok, santai saja. Lagian kamu pasti masih harus diajarkan apa saja tugas kamu selama bekerja di sini kan?''


''Iya kak, saya juga harus bikin kopi buat CEO di lantai ini,'' balasnya takut takut.


''Iya, aku sudah tau, jadi kamu santai saja. Lagian tugas aku hanya sebagai bersih bersih saja di sini.

__ADS_1


Mahalini mengulas senyum karena teman kerja nya tidak judea seperti yang lain nya.


__ADS_2