
Devano sudah menunggu Mahalini di depan gerbang kampus nya, dan seperti yang sudah Mahalini minta sebelum nya, suaminya sudah membawa uang yang akan Lini berikan kepada teman di kampus nya.
''Mas,'' sapa Mahalini yang sudah berdiri di luar mobil, bersama teman baik nya.
''Sudah lama nunggu nya,'' tanya Mahalini menyambut tangan suaminya.
''Tidak, aku juga baru sampai kok. Oiya, ini uang yang kamu minta tadi,'' Devano memberikan sejumlah uang yang di minta sang istri.
''Terima kasih Mas,'' ucap nya sumringah. Devano tidak menjawab ucapan istri nya, dia hanya menjawab dengan anggukan saja.
''Nich uang nya, semoga bapak kamu cepat sembuh ya,'' Mahay menyerahkan semua uang yang ia pegang kepada teman dekat nya.
''Tapi Lini, aku tidak bisa mengganti dengan cepat uang kamu ini, lebih baik kamu beri aku pekerja'an saja dech,'' tolak nya dengan mendorong tangan Mahalini yang sedang memegang uang tersebut.
''Sudah, lebih baik kamu terima saja uang ini, agar Bapak kamu segera mendapatkan perawatan yang layak,'' ujar Mahalini kembali menyodorkan uang nya kepada teman dekat nya.
__ADS_1
''Memang ayah nya kenapa sayang?'' Devano menyela ucapa istri nya.
''Bapak dia sedang sakit parah Mas, dan dia juga baru di pecat dari cafe tempat dia bekerja, jadi aku ingin membantu dia, makanya aku meminta uang cash kepada Mas Vano tadi,'' jelas nya dengan nada sedih nya.
''Di mana ayah kamu di rawat sekarang,'' tanya nya tanpa mau menatap ke arah teman Mahalini.
''Di rumah sakit X Tuan,'' jawab nya dengan menuntut kepala nya.
Devano merogoh ponsel nya dan segera menghubungi rumah sakit tempat Ayah Zarine di rawat.
-''Hallo Tuan,'' sapa seseorang yang sedang di hubungi oleh Devano.
''Kamu tidak usah memikirkan uang biaya rumah sakit lagi, aku sudah mengurus nya, dan ambillah uang itu untuk keperluan kamu.'' tukas nya dengan nada datar.
''Tapi Tuan, ba-bagaimana aku mengganti nya,'' tanya nya dengan gugup, Zy sudah tidak tau berapa yang harus ia bayar kepada suami Mahalini saat ini.
__ADS_1
''Kalau kamu berniat menggantinya, kamu bisa datang ke rumah catering RISTY, bekerja lah di sana,'' jawab nya, Mahalini bingung dengan ucapan Devano.
''Rumah catering? milik siapa Mas,'' tanya Mahalini berikut nya.
''Rumah catering itu milik mu sayang, dan teman kamu bisa menjadi admin di sana, sekaligus membantu para karyawan di sana juga,'' balas nya dengan menatap wajah istri nya yang masih dalam kebingungan.
''Zarine bisa mulai bekerja besok, karena besok di sana akan mengadakan acara syukuran kecil kecilan, dan akan sangat sibuk juga besok, bagaimana,'' tanya Devano keadaan Zarine.
''Siap Tuan, besok saya akan datang ke sana,'' jawab Zarine dengan semangat dan juga senang. ''Terima kasih Tuan, terima kasih Lini,'' tambah nya dengan mata yang sudah berkaca kaca.
''Sudah lah, tidak usah seperti itu kepada ku, kita ini kan teman? dan seorang teman memang harus saling tolong menolong,'' balas nya dengan mengelus punggung Zarine.
''Sayang, kita pulang sekarang, Papi Sagara dan Mami Amora sudah menunggu kita di rumah saat ini,'' kata Devano menatap ke arah Mahalini yang masih betah di luar mobil.
''Kalau gitu aku pulang dulu ya, aku tunggu besok di rumah catering,'' ucap Mahalini menepuk punggung Zarine, dan melangkah pergi menuju pintu mobil di sebelah nya.
__ADS_1
Zarine mengangguk dan juga melambaikan tangan, saat mobil Mahalini sudah melaju pergi.
''Kamu sangat baik Lini, semoga kamu di jauhkan dari orang orang yang ingin mencelakai kamu, dan semoga kamu selalu di limpahkan rezeki nya, Amiin,'' humam nya setelah kepergian Mahalini bersama suaminya, hanya meninggalkan Zarine yang diam mematunh dengan uang 3 juta di tangan nya.