
Di rumah sakit sang Dokter sedang menunggu kedatangan Mahalini dan keluarga nya, yang dari kemarin sudah membuat janji, untuk memeriksakan kandungan Mahal ini, karena kehamilan Mahal ini seperti tidak wajar pikir Mama Clara sang mertua.
''Maaf Dokter, kami telat? di jalan sangat macet dan juga kami harus berdebat dulu dengan menantu kami, karena dia tidak mau di USG,'' ucap nya ketika sudah berada di depan sang Dokter Laila.
''Tidak apa apa Nyonya, saya juga sejak tadi masih banyak pasien, jadi kalau Nyonya datang dari tadi mungkin pasien saya masih harus menunggu antrian nya lagi,'' sahut nya dengan mengulas senyum, sang Dokter juga sangat bersyukur karena keluarga Bhaskara telat datang nya, jadi Dokter Laila bisa melanjutkan pasien yang sejak tadi pagi sudah menunggu nya.
Mama Clara membalas senyuman sang Dokter, dan juga berpamitan kepada nya, untuk memanggil putrinya yang sudah duduk menunggu di depan ruangan.
Sejatinya Mahalini tidak ingin mengetahui jenis kelamin anak nya yang masih berada di dalam kandungan nya, makanya sedati ia hamil hanya di periksa biasa tidak melakukan USG sama sekali, dan sekarang kedua Mama nya memaksa Mahalini untuk memeriksakan kehamilan nya, karena perut besar Mahalini yang membuat kedua Mama dan juga Maminya merasa khawatir dengan putri tersayang nya.
''Ya Allah, semoga Mama dan Mami tidak merasa kecewa dengan calon anak hamba ya Allah,'' bathin Mahalini sambil mengelus perut besar nya.
''Kamu yang tenang ya sayang, apapun calon cucu Mami, Mami akan senang dengan itu semua,'' Mami Amora menepuk punggung putrinya, agar sang putri merasa tenang, dan tidak memikirkan yang lain lain nya.
''Mami, tapi Lini takut membuat kalian kecewa,'' ucap nya dengan lirih.
''Sudah sayang, kamu tidak akan pernah kecewa dengan jenis kelamin cucu kita, iya kan jeng'' kata Mama Clara yang sudah berada di samping sang menantu. ''Kita masuk sekarang, kita hanya ingin tau saja? ada berapa cucu Mama di dalam sini, karena perut kamu yang sangat besar sayang,'' lanjut nya lagi dengan menggandeng tangan Mahalini.
Mahalini hanya bisa pasrah dengan kedua Mama nya, yang terus memaksa agar dirinya mau melakukan USG.
''Assalamu'alaikum Dokter,'' ucap Mahalini dan kedua Mama nya ketika masuk ke dalam ruangan Dokter Laila.
''Waalaikum salam, mari silahkan masuk Nyonya dan juga Nona Lini,'' sang dokter mempersilahkan ketiga nya dengan sopan. ''Akhirnya Nona Lini mau juga di USG, sedari kemarin sudah kami minta untuk melakukan USG, tapi beliau selalu menolak dengan ingin memberikan kejutan kepada keluarganya,'' tambah lagi dengan senyum manis nya.
__ADS_1
''Iya Dokter, saya kira akan membuat kejutan buat nenek nenek nya, tapi nenek nenek nya sudah tidak sabar ingin mengetahui calon cucu nya,'' sahut Mahalini dengan membalas senyuman sang dokter.
''Begini Dokter, kami hanya sedikit khawatir saja dengan kandungan menantu saya saja, soal nya perut nya sangat besar, tidak seperti orang hamil lain nya, yang perut nya tidak akan sebesar ini, apalagi ini masih 7 bulan? tapi perut nya seperti sudah lebih dari 7 bulan saja,'' sambung Mama Clara dengan memitong ucapan Mahalini.
''Nyonya jangan khawatir ya, saya juga sempat mengira seperti itu, tapi Nona Lini tidak pernah mau kalau di ajak USG, saya kira di dalam perut Nona Mahalini ada 2 bayi, jadi perut nya akan besar seperti ini,'' jawab Dokter Laila dengan ramah. ''Tapi saya juga tidak bisa menebak begitu saja Nyonya, lebih baik kita lakukan USG saja, agar lebih nyata dan juga tidak penasaran lagi, dengan perut besar Nina Lini ini,''
''Mari Nona,'' ajak sang Dokter, membuat lamunan Mahalini, ketika Dokter Laila mengatakan anak nya kembar, tapi Mahalini tidak bisa yakin secepat itu, dia tidak ingin kecewa ketika melihat calin anak nya hanya ada satu saja di dalam rahim nya.
Mahalini di bawa ke brankar dan berbatung di atas nya, di bantu oleh sang perawat yang bertugas membantu Dokter Laila di ruangan nya.
''Maaf Nyonya,'' sang perawat menyingkap baju Mahalini ke atas, dan menutupi kakinya yang terbalut dengan leging panjang di tutupi selimut tipis, tak lama kemudian sang perawat mengoleskan gel ke atas perut Mahalini, dan Mahalini mengerjap kaget, karena terasa dingin.
''Dingin ya Nona,'' kata sang dokter dengan senyum tipis di bibir ranum nya, ''Nona Lini kan tidak pernah melakukan pemeriksaan seperti ini kan? jadi mungkin beliau terkejut dengan sensasi dingin dari gel tersebut,''
Mahalini tersenyum kikuk, karena dia sangat malu dengan keterkejutan nya barusan.
''Apa kita akan melihat jenis kelamin bayinya,'' tanya kepada ketiga nya yang tengah menutup mulut nya, karena terkejut dengan penuturan sang dokter.
''Sayang, apa kamu mau tau jenis kelamin kedua nya,'' tanya Mama Clara dengan mata yang mulai berkaca kaca, karena saking senang nya, Mama Clara tidak menyangka kalau dirinya akan mendapatkan dua cucu sekaligus.
''Apa Mama dan Mami siap, untuk mengetahui jenis kelamin cucu nya?'' tanya Mahalini sendu, batin nya berkecamuk ketika harapan kedua orang tuanya tidak sesuai dengan kenyataan nya.
''Sangat siap sayang? apa kamu tidak keberatan kami mengetahui jenis kelamin anak kamu?'' tanya Mami Amora yang bingung akan bertanya seperti apa, karena dirinya takut membuat sang putri malah sedih dengan pernyata'an yang akan di sampaikan sang dokter.
__ADS_1
''Baiklah Dokter, Mama dan Mami ingin mengetahui jenis kelamin anak saya,'' jawab nya kemudian.
Sang Dokter mengangguk paham, lalu sang dokter pun menggerakkan alat yang ia pegang, mencari jenis kelamin sang bayi, ''Alhamdulillah, Allah memberikan Nyonya sepasang cucu,'' seru sang dokter ketika menemukan titik kelamin sang bayi.
Mahalini menutup matanya dan juga telinga nya, dia tidak ingin mendengar ucapan sang dokter.
''Alhamdulillah ya Allah,'' ucap Mama Clara bersyukur karena sudah di berikan cucu sepasang, yang artinya cucu nya laki-laki dan juga perempuan.
''Sayang, kamu akan memiliki sepasang bayi,'' seru Mami Amora dengan mengambil tangan Mahalini yang menutupi telinganya.
''A...Apa, Mami tidak sedang berbohong kan kepada Lini, Mami tau kan Lini tidak suka di bohongi, agar Lini tidak merasa tertekan,'' balas nya dengan meneteskan air mata nya.
''Tidak sayang, kamu akan memiliki bayi sepasang, yang artinya cucu Mami perempuan dan laki-laki,'' ujar Mami Amora yang sangat senang mendengar, bahwa dia akan memiliki cucu kembar.
Mahalini menatap dokter Laila yang langsung di angguki oleh nya, ''Yang di katanya Nyonya Amora benar Nona, bayi yang Anda kandung ada sepasang?'' balas nya dengan tersenyum renyah.
Mahalini menutup mulut nya masih tidak percaya, Mahalini masih menganggap itu semua hanya sebuah mimpi saja. Dia mencoba memejamkan matanya sejenak, dan membuka nya kembali setelah sang perawat mengusap perut Mahalini dengan tisu, dan kembali menutup baju Mahalini.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.