
Rumah catering Mahalini saat itu sangat ramai dengan keberada'an Khalid dan juga Khanza, beserta anak anak para pekerja di sana.
Semuanya nampak sangat akrab dengan satu saa lain, layak nya saudara sendiri tanpa harus membanding bandingkan antara kaya dan juga miskin.
Malam pun tiba dan semua para pekerja pada pulang ke rumah masing masing dengan perasa'an yang gembira dan bercampur aduk, karena sang Bos yang begitu baik kpada mereka semuanya, Mahalini begitu baik kepada semua orang yang bekerja kepada nya, meskipun Mahalini sudah kaya, dia tidak semena mena kepada semua orang di tempat kerja nya.
''Bu, Bunda sangat baik sama kita semua ya, selain kita di beri uang saku, beliau juga memberi kita makanan dan juga camilan sebanyak ini,'' ucap Dito di perjalanan pulang ke rumah nya.
''Kamu benar Nak, Bunda Mahalini sanga baik kepada semua nya, jadi kita harus mengingat dengan baik semua kebaikan Bunda Mahalini kepada kamu, sewaktu waktu Bunda kamu berada di dalam kesulitan, kamu harus segera membantunya, kamu mengerti kan,'' jawab sang Ibu yang mengingatkan putra nya.
''Iya Bu, aku akan selalu mengingat pesan Ibu,'' balas nya dengan senyuman tulus nya.
Dito adalah seorang anak yang di tinggal mati oleh ayah nya, ketika dia masih sangat kecil, dan selama Ibunya Dito bekerja di rumah catering Mahalini, sekolah Dito di biayai oleh Mahalini dan Devano.
'Aku akan selalu mengingat pesan Ibu, karena selama ini Bundalah yang membiayai sekolah ku, aku harus menjadi orang yang sukses kelak, agar aku bisa bahagiain Ibu dan juga Bunda,'' biaik nya di dalam hati.
...****************...
Di kediaman Tuan Sagara.
Kehebohan malam itu membuat Mahalini dan Devano bingung, karena semua keluarga besar tengah berkumpul, di tambah lagi dengan keberada'an saudara jauh nya yang juga tiba tiba datang ke rumah sang Papi.
''Assalamua'laikum,'' ucap Mahalini ketika masuk ke dalam rumah sang Papi.
''Waalaikum salam,'' jawab semua orang yang hampir bersamaan.
__ADS_1
''Tumben rame banget di sini, ada acara apakah,'' tanya Mahalini ketika sang Mami datang menghampirinya.
''Tidak ada acara apapun kok sayang, kita hanya kumpul kumpull saja kok, lagian kita semua sudah pada kangen dengan satu sama lain nya,'' jawab nya masih mencoba merahasiakan kepada Mahalini.
Mahalini yang emang bodo amat, dia juga tidak banyak tanya lagi kepada sang Mami, Mahalini malah memilih menyapa semua saudara nya yang tengah mengobrol di ruang keluarga yang sudah di sulap sedemikian rapi, beda dari pagi ketika dirinya keluar dari rumah dari Mami Amora.
''Sayang kamu begitu cantik dengan baju seperti ini, jadi tante mau berpakaian seperti ini dech,'' ucap nya dengan mengelus pipi chubby Mahalini.
''Alhamdulillah, terima kasih tante? Semoga secepatnya menyusul ya,'' sahutnya dengan senyuman manis di bibir nya
''Amiin, doa'akan yang terbaik ya sayang, semoga secepatnya mendapatkan hidayah dari sang pencipta,'' balas nya.
Semua saudara nya sangat sayang dengan Mahalini, karena sikap rendah hatinya dan juga selalu tau hal apa yang harus di lakukan ketika di depan para saudara dari Papi dan juga saudara sang Mami.
''Harus ya kalian semua tau, kalau semua baju baju yang di desain Lini sangat populer di kalangan atas dan juga di kalangan menengah, lagi pula semua nya seua baju baju Lini kualitas nya oke semua. Tapi kenapa Lini malah menjual ke orang orang menengah ke bawah juga,'' tanya sang sepupu yang baru tau ketika dirinya mendatangi toko toko yang sudah bekerja sama dengan Mahalini.
''Tapi apa kamu tidak rugi dengan semua yang kamu katakan barusan itu,'' tanya sang tante yang sudah penasaran sejak Mahalini menceritakan tadi.
''Alhamdulillah tidak tante, bersyukur sekali semua nya mendapatkan untung seseuai yang di rencanakan, karena rezeki sudah ada yang ngatur, kita hanya bisa menjalani semua nya dengan ikhlas dan juga sabar, karena semua nya akan di balas dengan setimpal oleh Allah SWT.'' Mahalini tidak pernah berpikiran untung dan rugi, karena semua nya sudah ada yang mengatur, dan kita tinggal menikmati hasil di kemudian hari.
''Sudah nggak usah ngobrol terus, kita sekarang sedang membuat acara suprise buat Linii, tapi kalian malah terus mengintrogasi dia, bagaimana sich,'' seru Mama Clara dengan membawa kue dan beberapa kado.
''Maksud Mama apa?'' tanya Mahalini dengan wajh terkejut nya, padahal hari ulang tahun nya sudah lewat, apalagi yang akan di rayain malam ini, pikir nya dengan mengernyitkan kening nya.
''Sayang, malam ini anniversarry kamu sama Devano lho,'' jawab Mami Amora mengingatkan putrinya.
__ADS_1
''Haaa,'' Mahalini membungkam mulut nya, karena dia sendiri lupa dengan hari jadi nya dengan sang suami.
''Maafin Lini ya Mas? Lini lupa,'' Mahalini merasa bersalah kepada suami nya, karena dia tidak menyiapan kado.
''Tidak apa apa kok sayang, anak anak kita sudah memberikan hadiah kepada ku kok,'' balas nya dengan menangkup pipi chubby Mahalini.
''Yeeee, Bunda sama Ayah kok malu malu sich, cepat cium dong Ayah,'' seru si kembar dengan seruan yang sama oleh saudara saudara yang juga ikutan hadir di malam kejutan mereka berdua.
Riuh tepuk tangan menggema di rumah besar Tuan Sagara, akhirnya mereka semua merayakan hari jadi dengan senang dan gembira, di tambah lagi dengan semua keluarga besar dari Tuan Sagara dan Mami Amora.
Canda tawa dan pertengkaran memang selalu menghiasi di dalam rumah, apalagi dengan saudara yang tidak suka dengan kita, iri dengki mungkin adalah hal yang lumrah dan di miliki oleh setiap orang, tapi dengan bertakwa dan selalu bersyukur kita bisa menghilangkan rasa iri tersebut, dan di gantikan dengan hati yang bersih.
Kita tidak harus selalu iri kepada saudara kita yang sudah di katakan mampu, dan bisa di bilang kaya. Kita hanya boleh meminta kepada Allah SWT, agar kita selalu di cukupkan dan
Bisa bersikap rendah hati.
NB; Maaf ya kak, kalau misalkan ada kata kata yang nggak di sukai atau berkenan di hati kakak sekalian, ma...aaff banget kak, Abang, terima kasih🙏🙏.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.
Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.