Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
Bab 78.


__ADS_3

Almira hanya mengangguk dengan ucapan Hanafi, laki-laki yang baru beberapa hari ini menjadi teman nya, membuat Almira mau merubah sikap keras kepala nya, dan juga dia mulai mengikuti arahan dari semua ucapan Hanafi kepada nya.


''Sebenarnya aku tidak yakin, Mahalini akan memafkan aku kak, karena aku juga terlalu kejam sama dia selama ini,'' ucap nya dengan lembut, lalu Almira menundukkan kepala nya karena malu dengan laki-laki di samping nya.


''Mari kita coba, dan aku sendiri yang akan mengantarkan kamu ke rumah Mahalini,'' jawab Hanafi dengan nada yang begitu lembut, sehingga Almira terbuai dengan semua apa yang di ucapkan nya.


''Tapi??'' ucapan Almira menggantung, membuat Hanafi mengerutkan kening nya.


''Mira tidak tau rumah Mahalini kak,'' lanjut nya lagi, Hanafi yang mendengar terlonjak kaget di buat nya. Ucapan Almira begitu membingungkan bagi Hanafi yang masih belum tau swluk beluk keluarga Almira yang terlalu rumit baginya. Tapi Hanafi berjanji akan merubah Almira menjadi wanita yang lebih baik lagi dari sebelumnya.


''Kak Hanafi pasti sedang bertanya-tanya kan, kenapa aku tidak tau Mahalini tinggal di mana sekarang, karena beberapa bulan yang lalu Farel adekku yang membawa kabur Mahalini pergi dari rumah, karena dia sudah tidak tahan melihat Mahalini yang selalu di siksa dan juga di hina, aku dan Mama lah yang selalu memperlakukan Mahalini seperti seorang pembantu,'' tambah nya lagi, agar Hanafi sedikit lebih mengerti kenapa Mahalini bisa tidak tinggal di rumah Almira.


''Terlalu rumit keluarga kamu ya,'' sahut nya dengan mengernyitkan dahinya.


''Ya begitu lah Kak, kehidupan kamu sebelum nya tidak ada akur nya,'' ungkap nya dengan mimik wajah yang mulai menyedih. ''Tapi aku tau Mahalini bekerja di mana?'' lanjut nya membuat senyum di bibir Hanafi mengembang.


''Sebaiknya kita tanya ke tempat kerja nya saja, di mana Mahalini tinggal saat ini,'' sambung dengan wajah sumringah, seperti hal nya mendapatkan jackpot.


''Baiklah,'' jawab nya dengan pasrah.


Selesai jam pelajaran di kampus nya, Almira segera menuju ke tempat kerja Mahalini, dengan mengendarai mobilnya Almira di antar oleh Hanafi ke sana.


Hanya butuh waktu yang yidak lama Almira dan Hanafi sudah sampai di tempat kerja Mahalini, Almira segera berjalan menuju meja resepsionis untuk bertanya Mahalini.


''Maaf Mbak, numpang tanya? Mahalini masih bekerja di sini,'' tanya nya dengan ramah, tapi sang penjaga resepsionis menjawab dengan ketus, karena dia masih kesal ketika mengingat kemarin Almira yang semena mena kepada Mahalini dan dialah yang kena imbas nya.

__ADS_1


''Mau ngapain lagi kamu bertemu dengan Lini! belum puas kamu kemarin bikin ulah di kantor ini,'' jawab nya ketus, Almira hanya bisa memaklumi sikap resepsionis di depan nya, karena mungkin Almira juga salah sudah membuat sang resepsionis kena SP beberapa bulan lalu, karena ernah termakan hasutan Almira.


''Maaf Mbak, kami hanya ingin mengetahui keada'an Mahalini saja, apa dia baik baik saja, soalnya tadi aku ke rumah nya tidak ada,'' potong Hanafi dengan sedikit berbohong dengan mengatakan sudah datang ke rumah Mahalini.


''Mahalini sudah berhenti satu kantor ini satu bulan lalu, jadi aku tidak tau kabar Mahalini lagi,'' balas nya dengan nada dingin.


''Terima kasih Mbak,'' Ucap Hanafi dengan mengajak Almira pergi dari kantor Devano.


Sang satpam yang bertugas berjaga mulai kepo dengan sepeninggal Almira dan juga Hanafi. ''Mau apa lagi tuh Mak Lampir, tumben dia bersikap sok ramah, apa dia jangan jangan cuma cari perhatian saja,'' tanya nya dengan memanggku dagunya di atas meja resepsionis.


''Entah lah, dia nanya kabar Mahalini? tapi aku kan nggak tau keberada'an Lini sekarang,'' balas nya yang langsung di angguki satpam dan juga teman yang lain yang juga menjaga meja resepsionis.


''Sudah lah, lebih baik kita kembali kerja lagi, jangan sampai CEO di perusa'an ini, sampai memecat kita dari kantor ini,'' ucap nya dengan menyuruh satpam yang sedang ngerumpi dengan nya.


Satpam tersebut hanya mendengus kesal, karena dia sudah di usir oleh rekan kerja nya yang lebih muda darinya.


Di sisi lain Hanafi masih mengajak Almira untuk mencari Mahalini, karena dia sudah tidak lagi bekerja di perusaha'an Devano, di mana Devano adalah laki-laki yang pernah ia kejar beberapa bulan lalu.


''Kita cari kemana lagi?'' tanya Almira yang masih menatap jalanan, karena sedari tadi mereka berdua sudah mengitari jalanan, tapi tidak menemukan Mahalini di jalanan tersebut.


''Adek dan Ayah kamu pasti tau keberada'an adek angkat kamu sekarang, kenapa kamu tidak tanya sama dia saja,'' Hanafi baru mengingat kalau Almira memiliki adek, dan dia pasti tau keberada'an Mahalini saat ini, karena adek nyalah yang membawa pergi Mahalini dulu dari rumah Almira.


''Aku coba tanya dia sekarang?'' jawab nya dengan merogoh ponsel di tas selempang nya, dan Almira segera mencari nomor ponsel Farel sang adek.


Satu panggilan terlewati, dua panggilan terlewati juga, Almira sudah putus asa karena panggilan nya sama sekali tidak mendapatkan respon dari sang adek.

__ADS_1


''Coba sekali lagi, siapa tahu dia sedang sibuk dengan pekerja'an nya, iya kan??'' Hanafi mencoba membesarkan hati Almira untuk menghubungi Farel kembali.


Almira mencoba sekali lagi dan akhirnya Farel mau mengangkat sambungan telfon nya.


-''Ada apa kakak menghubungi Farel!'' tanya Farel dengan datar.


-''Kakak hanya ingin tahu tempat tinggal Mahalini Farel, kamu kan tahu dia ada di mana sekarang? kasih tau kaka ya.'' mohon Almira dengan suara lirih nya. Sedangkan ponsel nya di loudspeaker oleh nya, agar laki-laki di samping nya bisa mendengar semua perkata'an dari Farel sang adek.


-''Buat apa lagi kakak tanya tempat tinggal kak Lini, dia sudah sangat bahaya di tempat lain, dan jangan harap aku akan memberi tahu keberada'an kak Lini sama kak Mira,'' balas nya dengan menahan amarah nya. Karena Farel sendiri sudah tau watak Almira sang kakak seperti apa kepada Mahalini kakak angkat nya, Farel tidak akan terima jika Kak Lini nya harus mendapatkan siksaan lagi? dari Kakak kandung nya.


-''Farel, kakak mohon? kasih tau kakak di mana tempat tinggal Mahalini sekarang, kakak hanya ingin meminta maaf saja sama Mahalini, kakak janji tidak akan berbuat yang macam macam lagi kepada nya,'' Almira memohon kepada sang adek yang masih kekeh tidak mau mengatakan di mana sang adek angkat kepada nya.


Hanafi hanya menarik nafas panjang dan menghembuskan secara perlahan ketika mendengar jawaban dari Farel? adek Almira.


'Mungkin Farel terlanjur sakit hati kepada Almira, makanya dia tidak mau memberitahu keberada'an sang kakak angkat kepada Almira, yang notabene nya kakak kandung nya.' gumam Hanafi di dalam hatinya.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 🙏💕🙏💕🙏💕🙏💕.


__ADS_2