Derita Anak Angkat

Derita Anak Angkat
bab 160.


__ADS_3

''Hati hati kalau bicara, nanti dia malah nangis lagi,'' omel Devano kepada kakak ipar nya yang super nyebelin itu, wanita yang dulu pernah menggoda nya, tapi gagal. Dan tidak di sangka malah mendapatkan adek nya sebagai nyonya Devano Bhaskara.


''Yang di katakan Devano benar sayang, adek kamu baru tersenyum setelah kemarin menangis setiap hari, entah apa yang dia tangisi? padahal keluarga nya juga sudah menjenguk semua nya,'' jawab Mama Clara, takut nya Almira malah salah faham dengan perkata'an Devano, dan membuat Almira menjadi sakit hati kepada Mahalini adek nya.


''Mungkin baby blus kali tante, tapi aku benar-benar tidak tau semua itu, kemarin ketika aku datang kemari dia senang senang bae, dia juga tersenyum senang,'' tambah Almira lagi.


''Memang di hadapan semua keluarga nya terlihat kuat, namun di belakang? dia hanya bisa menangis di dalam kamar nya,'' kata Mama Clara menjelaskan kepada kakak menantu nya.


''Bagaimana kalau aku nanya sama adek Mahalini tante? siapa tau dia mau berbagi dengan aku, yang sebagai kakak nya, lha kok aku jadi kepo seperti ini sich,'' ungkap nya yang sudah tidak sabaran, Almira ingin beranjak dari duduk nya, namun di tahan oleh Hanafi.


''Jangan? nanti adek kamu malah tambah sedih lagi, biarkan saja seperti itu, tanpa kamu harus tau apa yang terjadi sama adek mu itu,'' larang nya dengan tetap memegang lengan wanita nya.


''Mira hanya akan bertanya seputaran kelahiran dan juga kehamilan saja kok Mas, tidak akan bertanya yang melenceng dari itu semua, aku juga harus banyak nanya nanya perihal kehamilan, karena besok besok? aku juga akan merasakan hamil juga kan?'' mohon Almira dengan menangkupkan kedua tangan di depan dada nya.


Kalau sudah seperti itu, Hanafi tidak bisa berkutik, dia hanya bisa menuruti perminta'an wanita nya saja.


''Baiklah, tapi kamu harus ingat, jaga mood Ibu baru nya,'' pesan nya dengan melepaskan tangan Almira.


''Terima kasih Mas ku,'' ucap nya dengan sok cute di depan Hanafi.


''Hadeh, yang sudah mulai kena penyakit bucin, apa apa selalu berlagak sok cute, paflfahal bar bar,'' seru Devano, membuat Almira yang sudah hampir sampai di dapur menoleh ke belakang, dengan tangan seperti akan menghajar seseorang saja.


Mahalini yang bagus mau beranjak dari tempat duduk nya di tahan oleh Almira.

__ADS_1


''Tetap di sana, biar kakak saja yang tarok piring kotor nya ke dalam,'' ucap nya dengan mendudukkan kembali sangat adek ke kursi yang ia tempati barusan.


Mahalini yang tau, kakak nya ada yang mau di tanyakan kepada nya, melalui raut wajah sang kakak.


''Ada apa kak, apa ada yang kakak tutup tutupi dari Mahalini selama ini,'' Mahalini langsung menebak apa yang ada di pikiran sang kakak.


''Iya dek, sebentar aku tidak enak mengatakan semua nya kepada kamu, tapi apa boleh buat kamu juga harus tau kalau Papa dan juga Mama sudah resmi bercerai sebelum kamu lahiran kemarin,''


Jendarrr


Bagai di sambar petir di sore hari, Mahalini mencoba menahan tangis nya tapi gagal, air mata yang biasa tahan sejak mendengar penjelasan dari Almira, nafas Mahalini sudah terasa sangat sesak. dia menutup mulut nya agar suara tangisan nya tidak di dengar semua orang yang sedang berkumpul di ruang tengah nya, ''Jadi... yang Mama Agnes katakan sama aku semua nya benar kak, dan itu semua gara-gara aku?'' semakin deras air matanya yang menggunakan sungai di pipi chubby nya.


''Jadi kamu sudah tau dek, dan kapan Mama menghubungi kamu?'' tanya Almira dengan gugup.


''Sekarang aku tanya sama kamu, jawab dengan jujur? kapan Mama menghibur kamu dek?!''


''Minggu lalu, sebelum aku lahir kak,'' jawab nya datar, Mahalini menghapus air matanya dengan punggung tangan nya, agar suaminya tidak mengetahui kalau dirinya tengah menangis.


''Sekarang jelaskan sama kakak, apa karena telfon Mama kamu bisa kontraksi dan menyebabkan kamu seperti itu?'' tanya Almira memegang pundak sang adek.


Mahalini mengangguk pelan, dia juga sudah pasrah kalau kakak nya akan mengomeli nya juga.


''Kakak marahi saja aku yang tidak tau diri ini, aku sudah mengambil kasih sayang Ayah selama ini, tapi aku tidak berniat seperti itu kak,'' ucap nya panjang lebar.

__ADS_1


''Semua nya bukan salah kamu dek, jadi jangan terpengaruh oleh kata kata Mama ya, asal kamu tau saja, selama ini Mama sudah memakan uang kuliah aku dan juga Farel, sedangkan kepada Papa, Mama selalu minta jatah lebih dengan dalih ada acara di kampus Almira dan juga Farel, tapi semua uang itu ia berikan kepada selingkuhan nya, bukan kepada ku dan juga Farel dek. Dia hanya mencari pembela'an saja, agar di mata orang kamu lah yang jelek dan juga angkuh,'' cerita Almira dengan panjang lebar.


''Terua bagaimana keada'an Papa setelah sahabat bercerai dengan Mama, apa beliau sedih atau sebaliknya, karena yang aku lihat saat ini, tidak adabraut wajah yang menampakkan kalau Papa sedih karena perceraian nya dengan Mama,'' Mahalini bertanya dengan setengah menyelidik.


''Itu semua sudah menjadi keputusan Papa sendiri, kami berdua hanya tau ketika surat cerai nya sudah keluar dari kantor pengadilan Agama,'' balas Almira, dia sudah berjanji akan menjelaskan semuanya kepada Mahalini, karena ulah Mama nya, membuat Mahalini dalam bahaya dan harus segera melakukan operasi cesar, untuk menyelamatkan nyawa nya, entah apa yang di ingin Mama saat ini, sehingga mempunyai pikiran sepicik itu, pikir Almira yang masih terus menatap wajah Mahalini adek angkat nya.


Tanpa sepengetahuan mereka berdua, Devano sudah mendengarkan semua nya, mulai dari awal hingga akhir, tangan Devano terkepal erat, sehingga membuat kuku memutih.


''Sekarang aku tau apa yang di alami istriku selama ini, tapi kenapa orang suruhan aku masih belum memberikan kabar tentang wanita brensek itu,'' gumam Devano pelanggan, sehingga tidak ada yang mendengar, hanya dirinya saja yang mendengar gumaman nya.


Devano segera menjauh ketika melihat Almira kakak ipar nya, membawa istri nya ke ruang tengah nya untuk berkumpul bersama keluarga nya.


.


.


.


BERSAMBUNG


Terima kasih buat yang sudah mampir dan selalu dukung karya receh Almahyra.


Jangan lupa like, komen dan favorit kan ya kak, Terima kasih 😘💕😘💕😘💕😘💕.

__ADS_1


__ADS_2