Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 100


__ADS_3

Li suan sungguh tidak menyangka jika dirinya yang sudah beberapa tahun merawat amelia dengan segenap ke mampuannya masih harus di todong pistol karena tidak bisa melakukan apa pun lagi.


" tuan tuan Arga apa anda sedang mengancam ku. " walau sudah takut tapi masih berusaha untuk tenang


" apa aku terlihat seperti itu dokter li. "


" tuan Arga jika kematian datang siapa yang dapat menolaknya. bahkan jika aku yang seorang dokter ini. "


" ya aku tau setidaknya kau juga pergi untuk menemani kematian itu. "


" baik sekarang bisakah tuan turunkan pistol itu aku akan coba yang terbaik untuk menyelamatkan nona amelia. "


" baik lakukan itu dengan benar agar cucumu itu tidak jadi sebatang kara tanpa ada orang yang mengasihinya. "


li suan sedikit kesal dengan ucapan dari paman amelia karena membawa bawa cucunya yang sudah jelas jelas menjadi kelemahan terbesarnya. tapi baru saja li suan akan memeriksanya dengan memegang alat medis yang melekat pada amelia sesuatu tak terduga terjadi. suara tanda jika pasien sudah sangat kritis berbunyi dan tubuh amelia mulai kejang kejang. li suan yang masih tidak melakukan apa pun mulai panik harus berbuat apa.


" dokter sialan apa yang kau lakukan pada keponakan ku apa kau berusaha membunuhnya. " ucap seseorang yang merupakan paman dari amelia.


" aku bahkan tidak melakukan apapun ini murni dari amelia sendiri mengapa tuan Arga terus memojokkan ku. "


" lihat kak dia masih mengelak. " ucap paman amelia kepada ayah dari amelia yang juga sudah campur aduk antara gelisah marah tidak tau harus berbuat apa.


" dokter li sebaiknya kau lakukan dengan benar jika tidak tanganku ini akan berbuat sesuatu yang tak terduga nanti. " ucap ayah amelia


" kakak mengapa masih percaya pada dokter ini lebih baik bawa saja amelia ke kota sun di sana tempat berkumpulnya para dokter dokter ahli yang sangat hebat. " ucap paman amelia


" diam lah biarkan dokter li suan memperbaikinya jika tidak aku sendiri yang akan membunuhnya. " ucap ayah dari amelia


" tuan besar Arga aku akan berusaha sebaik mungkin tapi mengapa aku seperti memang sengaja disudutkan untuk jadi kambing hitam di sini. " ucap li suan pada ayah amelia


" sudah lakukan saja yang terbaik sekarang sebelum terjadi sesuatu yang buruk. " ayah amelia.


" kau masih mengelak dokter li jika kau memang tak bisa melakukannya aku akan membunuhmu sekarang juga. " paman amelia


" baik baik akan aku lakukan semampuku. "


di bawah tekanan ancaman kematian dan cucunya li suan berusaha untuk sedikit menunda kematian amelia dan membuat amelia untuk melewati masa kritisnya


li suan mulai sibuk untuk menyiapkan perawatan dia yang memang seorang diri sangat sibuk apa lagi pasien yang sudah mengejang dan juga detektor terus berbunyi menandakan pasien sangat gawat.


sedangkan di rumah tiara baru saja selesai sarapan bersama dengan yang lainnya.


" aku akan keluar sekarang kalian berlatih lah dengan baik terutama hana. "


" baik nona. " ucap semuanya


" ya sudah aku pergi. "


" nona tidakkah diantara kami bisa menemani mu. " erika.


" tidak perlu aku saat ini ingin sendiri saja. "


" oh baik lah nona. "

__ADS_1


tapi suara dering ponsel milik tiara berbunyi menandakan ada sebuah panggilan masuk.


tiara yang akan pergi menjadi duduk kembali di kursinya. melihat siapa yang menghubunginya sepagi ini.


" nomor baru tanpa nama. " ucap tiara


" jika begitu biarkan aku saja yang menerimanya nona. " erika


" tidak perlu biarkan aku saja. " tiara, segera setelah itu tiara menerima panggilan itu.


di kediaman Arga


" tuan aku sudah tak bisa melakukan apapun lagi ini sudah di luar kemampuanku. "


" dokter li apa sudah tak ada harapan lagi. "


" tu..... "


" sudah lah kak akan ku bunuh dia saja agar kakak tidak mengotori tangan kakak. dan kakak sekarang lebih baik bawa amelia ke rumah sakit saja. "


" benar paman apa yang di katakan ayah. " anak dari paman amelia.


" tunggu kalian tidak bisa membunuhku atau membawa amelia pergi keadaannya tidak stabil aku takut akan terjadi hal buruk padanya di jalan. juga mengapa aku yang hanya merawatnya juga harus di bunuh apa kalian tidak melihat kerjaku beberapa tahun ini untuk mempertahankan nona amelia untuk tetap hidup apa ini balasan kalian sekarang. "


" dokter sialan matilah...... "


" berhenti tidak ada yang akan mati hari ini jadi berhenti. "


" paman. "


" dokter li apa sudah tidak ada lagi yang bisa di lakukan untuk menyelamatkan anak ku ini aku sudah kehilangan istriku dan jika aku harus kehilangan amelia juga aku tidak tau harus bagaimana menjalankan hidupku. "


" tunggu tuan besar masih ada satu harapan aku memiliki seseorang yang mungkin bisa menyelamatkan nona amelia. "


" kau masih berusaha untuk menyelamatkan hidup mu dengan banyak alasan. " paman amelia


" kakak sudah jangan dengarkan dokter ini lebih baik kakak bawa saja amelia ke rumah sakit. "


" diam lah jangan semakin membuatku bingung. "


" tapi ka..... "


" diam aku katakan diam. " dingin suara ayah dari amelia mengubah atmosfir sekitarnya. seperti yang di ketahui ayah amelia adalah seorang praktisi beladiri yang sangat berbakat.


" dokter li segera hubungi orang itu harapan sekecil apapun aku menerimanya asalkan amelia tetap hidup. "


" baik baik tuan besar Arga. " segera saja li suan menghubungi tiara.


panggilan tersambung.....


" halo nona ini aku dokter li. "


" oh dokter li rupanya.

__ADS_1


ada apa.........


apa terjadi sesuatu pada isabel. ...... "


" tidak tidak nona isabel sangat baik setelah perawatan mu kemarin. tapi ini masalah yang lebih besar pasien yang aku katakan ke marin sedang kritis tolong lah bantu orang tua ini nona aku sudah tak tau harus melakukan apa lagi. tubuhnya sudah menolak pengobatan yang aku berikan bahkan alat medisnya pun sudah tak berpengaruh juga jika ini di biarkan dia akan mati nona. "


" apa begitu gawat keadaan pasiennya....


baik sekarang berikan aku alamatnya, secepatnya aku akan segera tiba tunggulah aku di depan. "


" baik baik nona. "


panggilan pun terputus li suan segera mengirimkan alamat dari kediaman Arga pada tiara.


" tuan Arga aku sudah menghubunginya dia bisa datang dana akan segera tiba aku akan menunggunya di luar. "


" ya pergilah kuharap orang itu bisa lebih cepat dan bisa menyelamatkan amelia. "


" baik baik tuan. "


segera li suan keluar untuk menunggu kedatangan tiara karena ini sudah sangat gawat.


di rumah tiara


" apa dokter li yang ke maring itu nona. " erika


" ya dia mengatakan pasien yang sudah sangat gawat dan dia sudah tidak bisa lagi mengatasinya. "


" em apa nona akan pergi untuk membantunya. "


" ya dia orang baik jadi lebih baik aku bantu saja. "


" apa aku boleh ikut nona. " erika


" ya aku memang berencana membawamu untuk menjadi asisten ku nanti. "


" baik nona apa kita berangkat sekarang. "


" ya. "


segera setelah itu erika bergegas sedang tiara kembali ke kamar untuk menyiapkan keperluannya yang akan di bawanya.


setelah semua siap tiara dan erika segera berangkat.


" erika ini alamatnya. " memperlihatkan alamatnya


" em baik lah nona. "


" melaju lah secepat mungkin erika karena aku rasa pasiennya sudah benar benar di ambang kematian. ucap tiara.


" baik aku mengerti nona. "jawab erika.


erika segera menginjak pedal gas. mobil membelah janan dengan kecepatan di atas rata rata dalam kota. erika juga yang sudah melalui hari harinya di set latihan yang di buat tiara sudah ada hasil yang bagus dari mulai ketenangan kecepatan dan mata yang tajam.

__ADS_1


__ADS_2