Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
163. BENANG MERAH


__ADS_3

setelah tiara puas tiara mengajak black untuk pergi saja. sedangkan si tuan muda itu sudah berderai air mata berharap seseorang ada yang menolongnya. sudah beberapa kali dia muntah dan itu harus di telan kembali jika tidak black akan memukulnya begitu keras.


" black ayo pergi. aku sudah bosan di sini. "


" baik nona.....


tapi bagai mana dengannya nona. "


" biarkan saja dia bisa pulang sendiri atau ada seorang yang akan memungutnya nanti. "


" oh aku mengerti, baik lah mari silahkan nona. " ucap black mempersilahkan tiara


setibanya di mobil tiara yang duduk di kursi belakang segera meraih pi selnya dan menghubungi iris.


" iris. "


" ya nona.... akhirnya dirimu menghubungi. "


" apa hana tidak menceritakan semuanya. "


" sudah nona. tapi hana beberapa kali bolak balik ketempat nona tidak bertemu nona pelayan di sana mengatakan bahwa nona dan tuan sedang keluar jadi hana memintaku untuk mencari tau keberadaan nona. " ucap iris yang kini sedang memangku Sintia yang melingkarkan tangannya di leher iris.


" sudah sekarang dengarkan aku carilah keluarga yang bernama silva hancurkan dia sampai ke akarnya apa kau mengerti iris. "


" mengerti nona itu mudah aku sudah mengunci nama itu dalam 3 hari mereka akan hilang dari daftar orang kaya dan berpengaruh. "


" bagus. apa kau bersama Sintia. "


" ya nona. "


" berikan ponsel mu padanya. "


" baik nona. " iris segera menyerahkan ponselnya pada Sintia.


" nona ingin bicara denganmu. "


" apa.....


cepat cepat..... " ucap Sinta panik. "


" ya nona ini aku Sintia. "


" turun sekarang dari pangkuan iris. kau memberikan keuntungan pada seorang yang belum menjadi suami mu apa kau bodoh sintia. "


" eh. "


" ya aku bisa melihat dengan jelas. jadi turun jangan lakukan itu lagi. "


Sintia dengan panik segera turun dari pangkuan iris. iris yang juga mendengar sangat panik di buatnya iris bertanya tanya bagai mana nona nya tau jika dia sedang bermesraan dengan Sintia sedang di ruang komputer tak ada CCTV.


" dengar jika kalian sangat ingin segera menikah saja. jangan sampai melakukan itu di luar nikah aku sendiri yang akan menghabisi kalian. "


" kakakami mengerti nona. "


" bagus......


sekarang katakan dengan jujur apa kau sudah melakukan nya dengan iris. "


" rencana saja nona.... eh bukan hanya hampir saja. tidak maksudku belum nona. "


" bagus ingat jika itu terjadi aku tidak akan memandang kalian siapa di sisiku. "

__ADS_1


" kami akan selalu ingat nona. "


panggilan pun terputus karena tiara memutuskannya sedangkan iris dan Sintia sudah merinding dan berkeringat mereka langsung terbayang bagai mana tiara membunuh.


" sayang lebih baik kita menikah saja. " iris


" ya ayo kita urus sekarang di balai nikah. "


" ayo aku sudah tak tahan. "


" hah kau sangat mesum sekali iris. "


" itu tidak masalah karena itu hanya untuk mu saja sayang. " ucap iris membuat Sintia berbunga bunga.


keduanya segera pergi menuju balai nikah untuk meresmikan hubungan suami istri mereka.


sedangkan di mobil black di buat merinding mendengar pembicaraan tiara dia bertanya tanya siapa sebenarnya tiara bisa menghancurkan keluarga silva dengan hanya satu panggilan. karena yang black tau keluarga silva merupakan keluarga urutan no 5 dari keluarga berpengaruh. walau keluarga silva tidak akan berani melawan tuan mudanya tapi akan sulit juga bagi tuan mudanya untuk menghancurkan keluarga silva.


" black. "


" ah eh iya iya iiiiiiya nona. " black terkejut dan juga takut tiba tiba saja tiara memanggil namanya.


" ada apa denganmu. "


" ti... ti.. ti... dak nona aku ti tidak apa apa.... "


" lupakan kejadian hari ini dan jangan katakan apapun pada tristan. apa kau bisa. "


" bibibisa nona. " tenggorokan black seperti di cekik sangat sulit sekali untuk melontarkan kata kata.


" bisa tidak. " sedikit dengan suara lebih tinggi dan di tekan


jedeeeeeerrrr..... suara kilat menyambar.


" eh. " ucap black terkejut. "apa kah langit menerima sumpah ku. "


" hah sepertinya akan turun hujan.


black kita pulang saja. " ucap tiara.


" baik nona. " masih gugup dan takut.


" tapi kita mampir dahulu di toko baju aku merasa tak nyaman jika di pondok mengenakan ini. "


" baik nona. "


singkatnya kini tiara baru sampai di pondok, langit juga mulai mendung.


" nona sudah sampai. "


" ya. " jawab tiara keluar dari mobil karena black membukakan pintu untuk tiara.


" apa tristan tidak akan pulang. "


" oh tua muda akan kembali nanti malam untuk menjemput nona. "


" ya sudah kau bisa kembali aku akan di pondok saja. "


" aku di sini saja nona karena seharian ini tugasku hanya untuk menemani nona kemana saja yang nona inginkan. "


" oh ya sudah aku masuk.

__ADS_1


dan jangan biarkan siapapun masuk tanpa izin dariku. "


" baik nona aku mengerti. "


tiara segera masuk kedalam pondok dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan di luar pondok mulai turun hujan.


setelah lima belas menit tiara baru saja keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk kemudian pergi mengambil baju yang baru saja di belinya dalam perjalanan pulang kembali ke pondok. Segera tiara mengenakannya dan duduk di jendela menikmati hujan dengan segelas minuman.



nb. hanya memperjelas visual tiara saja sedangkan latar belakang pemandangan adalah pantai bukan perkotaan.


" *tristan..... siapa sebenarnya lelaki ini mengapa aku harus terjerat benang merah dengannya.


tristan..... dia tampan dan juga sangat baik padaku bahkan permintaan asal asalan ku saja di turuti.


tristan.... selain tampan sifat irit bicara dan datarnya itu membuatku kesal.


tristan..... dimana dia sekarang sedang apa aku rindu.


entah sejak kapan hati ini merasakan sepi saat tau dirinya tak ada.


entah sejak kapan perasaan ini ingin selalu dekat dengannya.


entah mengapa aku merasa sangat senang walau dia sangat mengesalkan.


cinta apa aku jatuh cinta. apa cinta tak memandang siapa orangnya dia datang tiba tiba mengunci hatiku dengan satu nama.


di mana lagi letak tiara jika takdir dan cinta sudah berbicara. ingin menghindar tak bisa, ingin melawan apalah daya. hanya bisa Terima dan menikmati saja.


tristan ku harap kau orang yang pertama dan terakhir untukku. Dan aku mau menjadi yang terakhir untuk mu*."


tiara pergi dari jendela menuju kasurnya kemudian berbaring menutupi tubuhnya dengan selimut hanus dan hangat. membuat tiara terbuai dalam rasa kantuk hingga tertidur.


Tepat pukul tiga sore tiara baru saja bangun dari tidurnya wajahnya memerah dan bibirnya tersenyum seperti malu. tiara bermimpi liar bersama tristan. dan itu baru pertama kali semenjak dirinya beranjak dewasa.


" di dalam mimpi saja dia begitu tangguh apa lagi nyata. membuatku becek saja. " ucap tiara


kemudian tiara pergi ke jendela melihat apakah black masih menunggunya atau sudah pergi. tapi ternyata black masih di tempat yang sama saat awal tiara masuk.


" hah dia betah sekali di sana. " gumam tiara.


" black. " panggil tiara


" eh ya nona. " ter kejut black segera melihat ke arah suara.


" apa kau sudah makan. "


" belum nona aku tak berani meninggalkan tempatku. "


" kenapa. "


" selain ini perintah dari tuan muda aku juga takut nona membutuhkan ku saat aku pergi. "


" oh.... yasudah belilah makanan untukku dan untukmu. dan ingat milik ku cukup porsi kecil saja karena aku masih harus menghadiri pesta. "


" sesuai keinginan mu nona. "


tiara segera menutup jendela lagi setelah black setuju.


" aku harus segera ke kamar mandi sekarang ini tidak sehat jika di biarkan terlalu lama. " ucap tiara berjalan sedikit aneh karena tidak nyaman.

__ADS_1


__ADS_2