Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 40


__ADS_3

selang beberapa menit menunggu erika keluar dari dalam markas tersebut menghampiri tiara yang sedang menunggunya.


" nona maaf sudah membuatmu menunggu. " ucap erika tulus


" ya tak apa.... apakah dirimu sudah menyelesaikan pekerjaanmu. "


" ya nona, aku sudah mengambil memori beserta hardisk nya, agar tak ada sesuatu di kemudian hari. "


" bagus ayo pergi. "


" eh tapi nona di mana senjata yang nona katakan. " tanya erika yang bingung karena tidak melihat satu senjata pun.


" aku sudah memasukkan semua nya kedalam mobil. " jelas tiara biasa saja.


" benarkah nona bagaimana bisa. " tak percaya erika.


" erika apakah kau mempertanyakan ku. " ketus tiara


" tidak nona aku tidak berani maaf maafkan aku nona. " menyesal erika.


"ya sudah ayo cepat pergi kau saja yang mengemudi tapi hubungi iris untuk mengecek apakah daerah sini masih ada cctv. "


" baik nona. " segera saja erika menghubungi iris sesuai dengan apa yang di katakan oleh tiara.


" iris nona memberikan perintah untuk segera meretas semua CCTV di sepanjang jalan Hz yang merekam mobil nona lenyapkan secara permanen tanpa bisa di buka kembali. "


" baik akan segera ku lakukan. "


" ya sudah. " segera saja panggilan itu pun terputus.


" nona iris segera melakukannya. "


" ya sudah ayo kembali saja kurasa malam ini sampai di sini dahulu besok kita pergi ketempat diana markas pembunuh bayaran yang di danai oleh Herman. " kelas tiara


" apa aku boleh ikut kembali nona. " tanya erika bersemangat


" apa kau begitu menyukainya hingga kau ingin ikut kembali. "


" aku hanya ingin saja nona karena melakukan itu bersamamu memiliki sensasi tersendiri. " jelas erika jujur


" ya baiklah siapkan saja dirimu. "


" baik nona sesuai perintahmu. "


mobil masih melaju di jalanan membelah udara dingin. tiara menyenderkan kepalanya dan memejamkan matanya menikmati perjalanan.


erika begitu fokus menyetir agar mobil tetap stabil sehingga tidak mengganggu tiara yang erika tidak ketahui sedang tidur atau hanya sedang memejamkan matanya.


di tempat iris berada kini dia di sibukkan dengan tugas dari tiara dia begitu benar benar teliti agar tidak terjadi kesalahan.


"sebenarnya nona melakukan apa di sekitaran jalan Hz hingga harus menghapus setiap CCTV yang merekam mobilnya. "


pikiran hati iris berbicara tapi jari dan otaknya bekerja matanya begitu fokus dan tajam melihat monitor.

__ADS_1


" akhirnya selesai juga lumayan tugas kedua hari ini dari nona setelah beberapa jam yang lalu telah membuat kehebohan dunia dengan si Herman dan kelakuannya itu. "


" kapan nona dan erika akan kembali ini sudah hampir pagi. "


sedangkan han yang terbangun dari tidurnya segera melihat jam. " apa nona belum kembali ya ini sudah hampir pagi. "


" lebih baik aku temui iris saja mungkin dia mengetahui nona sudah kembali atau tidak. "


segera han keluar dari kamarnya untuk memastikan apakah tiara sudah pulang atau tidak.


tapi belum juga bertemu dengan iris han berpapasan dengan Sintia sedang membawa segelas air dari dapur.


" eh Sintia sudah bangun rupanya. sedang apa ini masih pagi sekali. "


" iya kak han aku terbangun dan merasa haus jadi aku mengambil air untuk diriku sendiri. "


" oh seperti itu rupanya. apakah kau mengetahui nona sudah kembali atau belum. "


" tidak kak han aku tidak mengetahuinya. "


" oh ya sudah jika begitu, aku akan menemui iris saja untuk menanyakannya. "


" oh bolehkah aku ikut, kurasa untuk tidur kembali terlalu tanggung. "


" ya boleh saja ayo. "


Sintia dan han berjalan ketempat iris mereka berdua tau jika iris tak mungkin ada dikamar dia akan berada di ruang bawah tanah bersama komputernya.


tapi han terhenti berjalan karena mendengar ada mobil yang datang. dan yakin jika itu pasti tiar. han segera berbalik menuju pintu keluar di ikuti Sintia di belakangnya.


" emmm. " Sintia mengangguk setuju


kembali pada tiara dan erika yang baru saja tiba. tiara yang memejamkan matanya segera membuka matanya kemudian membuka pintu mobilnya tak lupa mengambil pedang milik si bos itu untuk di bawa ke kamarnya.


setelah keluar tiara di sambut oleh han dan Sintia dengan wajah sedikit terkejut melihat penampilan tiara yang penuh darah dan pedang yang di pegang nya.


" nona. " ucap serempak Sintia dan han


" ya. " singkat tiara.


" han tolong pindahkan barang barang di mobil secepatnya biarkan erika yang mengantarmu ke tempatnya. " jelas tiara


" Sintia bantulah bersihkan mobil setelah ini. dan memasak lah jika sempat. " tiara kepada Sintia.


" erika jangan lupa bersihkan dua pedang tadi dan kembalikan pada tempatnya. "


" baik nona. "serempak mereka bertiga erika, han, dan Sintia.


" nona sudah datang rupanya. aku sudah menyelesaikan tugas yang nona berikan. " iris berlari dari ruangan yang setelah mengetahui kedatangan tiara melalui CCTV yang terpasang di rumah


" oh iris ya bagus. karena dirimu datang bantulah han. " perintah tiara


" siap aku mengerti nona. " iris dengan senang hati mengiyakan perintah tiara

__ADS_1


" baiklah aku akan ke kamar. " tiara pun pergi setelah mengatakan itu.


setelah kepergian tiara han dan iris yang begitu penasaran segera menanyakan pada erika.


" erika dari mana saja dirimu dan nona. " iris


" ya erika katakan pada kami. " han


" aku baru saja membersihkan sarang kecoa yang menimbulkan penyakit di sekitaran jalan Hz. " jelas erika


" jadi apa kau sudah melihat bagai mana nona melakukan pembersihan. " han


" ya aku sudah melihatnya. " erika


"tapi ayo sekarang kita selesaikan dahulu apa yang sudah nona perintahkan. " erika


" baiklah ayo, tapi barang apa yang harus di pindahkan. " tanya iris


erika tak menjawab pertatanyaan dari iris dia hanya membuka pintu mobil. ketika pintu terbuka itu membuat iris han dan Sintia terkejut.


" what...... Is this real...... " ucap iris


" aku tak percaya nona bisa mendapatkan barang sebanyak dan sebagus ini. " han


" kak erika dari manakah semua ini. " Sintia


"sudah sudah terkejutnya ayo sekarang bagai mana cara membawanya agar cepat, Sintia ini semua di dapat dari sarang para kecoak. "


" ya bagai mana caranya jika kita membawa dengan cara biasa maka akan memakan waktu dan tenaga. " ucap han


" tunggu sepertinya aku tau. kalian berdua ayo ikut aku. " erika


" kemana. " iris


" sudah ikuti saja dia yang paling mengenal tempat ini. " han


" Sintia tolong bawa mobil itu ke garasi kami akan menemuimu di sana. " erika


" ya baik lah kak erika. " Sintia


ternyata erika membawa han dan iris ke ruangan tempat penyimpanan senjata. han dan iris yang tak pernah tau sungguh terkejut karena selain ruang bawah tanah rumah ini juga memiliki ruang senjata.


" wah hebat..... tapi mengapa masih kosong. " ucap han.


" iya mengapa kosong. " iris


" kalian terlalu banyak bertanya. sekarang gunakan saja kereta dorong itu untuk mengangkut senjatanya ke dalam. " erika


" yayaya baik lah. sepertinya kau semakin galak saja erika. " iris sedangkan han hanya geleng geleng kepala saja


erika tak menjawab dia segera menuju ke ujung tembok kemudian mengeluarkan sebuah kartu pada mekanisme yang menempel di dinding.


tak lama pintu terbuka dan itu langsung menembus ke garasi. Sintia sendiri terkejut ketika mendengar suara mekanisme pintu berpikir sesuatu terjadi.

__ADS_1


tetapi setelah melihat erika keluar dari balik tembok yang terbuka itu Sintia kembali tenang dari keterkejutannya


segera setelah itu semuanya sibuk bekerja memindahkan senjata sejata itu kedalam ruangan senjata. Sintia yang tak mau ketinggalan dia juga ikut membantu yang lainnya terutama han.


__ADS_2