Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 147


__ADS_3

" tiara tidak bisakah lebih lama lagi menunggu sampai rara sadar. " ucap Linda yang mencoba menahan kepergian tiara setelah selesai makan siang.


" itu sebenarnya bisa ma, tapi tiara masih harus melakukan sesuatu yang penting. " alasan tiara.


" sudah jangan di tahan lagi ma, mungkin tiara memang harus menyelesaikan urusannya. " ucap torez


" ya sudah sayang sering sering lah datang ke sini mulai hari ini rumah ini juga rumah tiara. "


" baik ma. " balas tiara.


" ya sudah nak pergilah baik baik di jalan."


" yasudah ma, pa, kakek tiara pamit. "


" ya...... " ucap mereka bersama.


tiara pun pergi mengemudikan mobilnya ke arah jalan pulang karena sudah tak ada lagi yang harus tiara datangi atau singgahi.


" tak di sangka sangka aku mendapatkan keluarga baru walau bukan sedarah aku rasa mereka baik. " ucap tiara berbicara pada dirinya sendiri.


" aku rasa mereka tulus padamu tiara. " Queen


" ya semoga saja. " balas tiara.


" tapi jika sampai ada niat buruk sedikitpun aku akan melupakan semua ke baikan mereka padamu. " Queen.


" ya. " singkat tiara


sekitar setengah jam berjalan tiara melihat sesuatu yang rasanya tiara sangat akrab dan kenal jadi tiara memutuskan untuk mendekat dan memastikan.


" hey Gadis cantik mau kita bantu. " pemuda 1


" aku rasa kau dalam kesulitan. " pemuda 2


" siapa kalian pergi aku sudah menghubungi ayahku dia akan datang sebentar lagi. "


" oh sebelum dia datang bagai mana kalau kita temani. " pemuda 3


" tidak perlu, sana pergi jangan mendekat. "


" kami baik tidak jahat apa lagi orang secantik dirimu. " mencoba menyentuh tapi di tepis.


" hey jangan pernah menyentuh ku. pergi sana jika tidak ayahku aka memberikan kalian pelajaran yang sangat keras. "


" ayah mu masih lama jadi sebelum dia datang kita sudah selesai menemani mu. " pemuda 1


" kurang ajar jangan menyentuh ku pergi sana. " terpojok di mobil


" jesica....... hey menjauh darinya dan lepaskan tangan kotor kalian dari tubuhnya. "


" tiara."


" wah ada tambahan satu lagi. " pemuda 3


" dia sepertinya lebih liar. " pemuda 2

__ADS_1


" kemari lah kau akan mendapatkan giliranmu setelah kami selesai menemaninya. " pemuda 1


" kalian yang meminta ku datang jangan menyesalinya. " ucap tiara mendekat dengan senyuman iblis.


" tiara jangan pergilah. "


tapi tiara tidak mendengarkan jesica dia terus mendekat menunjukkan senyuman sedangkan tiga pemuda yang mengunci jesica di mobil merasa senang karena ada satu lagi yang bisa mereka gunakan untuk bermain.


tapi hal yang tak di sangka ketika tiara sudah tiba dan salah satu dari pemuda itu akan menyentuh tiara. tiara menangkap tangan pemuda itu sebelum pemuda itu berhasil menyentuh. tiara lalu melihatnya dangan senyuman membuat pemuda itu mulai merasakan ngeri melihat tiara.


tiara yang menangkap tangan pemuda itu langsung memberikan tendangan perut yang sangat cepat membuat si pemuda meringkuk kesakitan dan memuntahkan isi perutnya.


ahhkkkkk..... ueeeek......


" sialan kau berani melawan, ayo tangkap dia buat dia meminta ampun pada kita. " ucap pemuda yang sudah mengunci jesica di mobil kemudian.


" banar ayo. "


keduanya segera datang pada tiara melupakan jesica. hal itu membuat jesica panik takut tiara mengalami nasib buruk karena menolongnya.


tapi saat itu tepat di depan mata jesica tiara memukul dua orang itu dana membuat dua pemuda itu merintih kesakitan berguling guling di aspal.


" jesica ayo naik mobilku saja. "


jesica segera berlari mendekati tiara setelah sadar dari keterkejutannya.


" tiara apa dirimu baik baik saja. "


" aku baik sudah sekarang kamu ke mobil terlebih dahulu aku akan memberikan mereka pelajaran sebentar. "


" sudah jika hanya di biarkan mereka tidak akan jera dan akan melakukan hal ini lagi pada orang lain. "


" oh baik lah hati hati aku menunggu di mobil. "


" ya. "


jesica pergi meninggalkan tiara dan tiara menunggu sampai jesica memasuki mobil setelah tiara melihat jesica sudah memasuki mobil tiara segera mengeluarkan tiga jarum.


tak butuh waktu lama tiara kembali ke mobil meninggalkan tiga pemuda itu yang masih tergeletak di aspal.


" tiara apa yang kamu lakukan pada tiga orang itu. "


" tidak ada aku hanya membuat mereka jera. dan akan menyesal sehingga berhenti untuk mengulangi pelecehan. "


" tapi mengapa mereka tidak bergerak. "


" itu efek sementara saja mereka akan segera sadar lagi. "


" oh. "


tak lama tiga pemuda itu mulai bereaksi mereka duduk melihat sekitarnya kemudian saling menatap satu sama lainnya. dan hal menjijikkan segera terjadi ketiganya mulai bergulat.


" tiara ini sangat menjijikkan. "


" ya sudah ayo pergi mobilmu biarkan seseorang yang menanganinya. "

__ADS_1


" ya baik lah. "


tiara membuat ketiganya saling bergulat untuk mendapatkan kepuasan dan setelah mereka puas makan milik mereka tidak akan pernah lagu bisa tegang karena tiara mengatur syaraf dari milik mereka menjadi lemah dan tak bisa lagi bergulat untuk selama nya.


" kenapa dirimu berhenti di tepi jalan sepi jesika. "


" itu bukan sengaja aku untuk berhenti. itu di sebabkan karena ban mobil ku bocor. "


" apa dirimu tidak memeriksanya sebelum bepergian. "


" aku sudah mengeceknya bahakan ayah juga mengeceknya semua baik baik saja. "


" hah ya sudah mungkin memang sudah harus terjadi. "


" ya. apa kabarmu tiara. "


" baik. bagai mana denganmu dan paman erick. "


" aku baik. ayah juga baik, ayah juga sudah resmi keluar dari kesatuan. "


" syukurlah jika semuanya baik. lalu apa yang paman lakukan sekarang. "


" hah ayah masih mencoba mencari pekerjaan jika tidak ada ayah akan mencoba berkebun. "


" oh.. seperti itu."


" ya. "


" em jesica mengapa dirimu lama tidak berkunjung ke rumah. "


" itu aku sibuk dengan urusan kuliah dan aku baru saja bebas hari ini. "


" oh begitu rupanya. sering seringlah berkunjung pintu rumah selalu terbuka untuk mu. "


" ya aku akan berkunjung setelah ini. "


" bagus. " ucap tiara


" lalu sekarang kita kemana. " lanjut tiara


sedangkan di rumah jesica erick yang baru saja kembali mencari pekerjaan duduk di sofa dan melihat ponsel jesica ada di meja.


" kebiasaan dia selalu melupakan ponselnya bagai mana jika terjadi sesuatu. seperti aku perlu untuk lebih mengingatkannya lagi. " ucap erick.


" sudah dua hari aku mencari pekerjaan tapi sangat sulit. mereka menolak dengan alasan karena


" em aku rasa kita ke kafe dulu untuk sekedar menghilangkan haus. kejadian tadi masih membuatku takut. "


" baik ayo kita ke cafe. "


sedangkan erick yang baru saja kembali ke rumah dan duduk di ruang tamu merasakan sesuatu yang mengganjal di tempatnya duduk segera Eric melihatnya.


" ponsel jesica tertinggal dasar anak ceroboh bagaimana jika terjadi sesuatu dan dia tidak bisa menghubungi siapa pun. " ucap erick


" sudah dua hari aku mencoba mencari pekerjaan mengapa sangat sulit sekali. "

__ADS_1


" aku rasa memang harus berkebun sembari menunggu sampai mendapatkan pekerjaan jika hanya berdiam diri di rumah itu bukanlah kebiasaanku. "


__ADS_2