Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 73


__ADS_3

pagi hari setelah sarapan tiara kini sedang berada di halaman belakang bersama tiga orang penanggung jawab pembangunan set latihan dan dengan seluruh pekerjanya.


" nona ini hasilnya kami sudah bekerja secara maksimal dan melakukan yang terbaik yang kami bisa. "


" terimakasih untuk itu kalian sungguh baik sekalian. kalian semuanya aku ucapkan terimakasih atas kerja keras kalian semuanya. "


semua orang menjawab dengan ramah ucapan terimakasih dari tiara mereka semua merasakan kehangatan dari kebaikan dan keramahan tiara.


" nona apa nona puas. "


" ya aku sangat puas kalian sungguh luar biasa. "


" terimakasih nona. "


" tapi aku minta pada kalian tolong lah lupakan semua apa yang kalian ingat dalam pekerjaan di sini jangan sampai ada yang kedua di luar sana bahkan jika hanya mirip makan kalian bertiga lah yang akan aku cari. "


" tidak akan nona kami tidak akan pernah menerima pekerjaan seperti ini lagi hanya sekali ini saja kami bekerja seperti ini dan itu hanya pada nona. kalian semuanya jangan pernah membawa apa pun yang selama ini kita kerjakan di sini ke dunia luar. apa kalian bisa. "


" ya. " jawab semua orang. "


" baik terimakasih kuharap kedepannya jika aku membutuhkan kalian kalian masih mau bekerja lagi untuk ku. "


" jaka itu nona kami akan selalu siap. "


" sekali lagi terimakasih. "


" sama sama nona. "


" oh ya apa erika sudah menyelesaikan semuanya untuk kalian. "


" sudah nona sudah nona begitu murah hati dengan memberikan kami begitu berlebih sungguh sebenarnya kami merasa tidak enak menerimanya. "


" kalian berlebihan menilai ku, Terima saja itu kerja keras kalian aku tidak suka penolakan. "


" baik nona baik kami akan menerimanya. "


" em... ya sudah aku masih ada sesuatu yang harus ku lakukan jadi akan aku tinggal dahulu kalian. "


" oh silahkan nona kami juga tidak akan lama kami juga akan pergi kami di sini semua hanya memastikan kepuasan nona saja. "


" oh. ya sudah sampai jumpa lagi di lain waktu. "


" baik nona. "


tiara pun pergi dari lokasi set pelatihan setelah melihatnya tiara menilai itu sungguh sempurna sesuai dengan apa yang ada di bayangannya. tiara juga memuji semua orang karena telah bekerja keras untuk menyelesaikan pembangunan set latihan.


waktu terus berputar hingga tiba waktu sore hari tiara membawa semua orang yang tinggal bersamanya. erika, iris, han, Sintia. ketempat set latihan. untuk mencobanya dan mulai berlatih di sana.


" ayo kalian semuanya lihat lah aku yang pertama kali akan melakukannya kalian akan mencoba nya dan berlatih di sini ke depannya. " jelas tiara.


" di sini ada tiga set pelatihan setiap setnya terdiri dari 10 pelatihan. perhatikan set pertama. " tiara mulai bergerak lincah dan cepat.


" kemudian set kedua perhatikan. " pelatihan yang keras dan sulit tiara melaluinya seperti sedang menari.

__ADS_1


" kemudian set 3 kuharap kalian sangat teliti dan perhatikan dengan sangat baik. "


segera tiara bergerak untuk melewati set ke tiga


dalam kurun waktu hanya dalam satu menit tiara sudah selesai melewati seluruh setelah latihan.


" jadi kalian semuanya akan berlatih di sini sampai selesai dan berhasil melewati Ini semuanya. " ucap tiara


" kemudian satu hal lagi kalian harus benar benar menggunakan tubuh kalian tanpa bantuan apapun. " ucap tiara


" apa kalian mengerti. "


" han ini juga menjadi tugasmu untuk melatih 30 orang yang berada di bawahmu sekarang. "


" kami mengerti nina. "


" aku mengerti nona. "


" bagus silahkan siapa yang akan mencobanya dahulu. "


" biarkan aku terlebih dahulu nona. " erika


" ya silahkan erika. "


Amerika segera meju dan berdiri tegap mengisi paru parunya dengan oksigen kemudian menyebarkan ke seluruh tubuhnya setelah itu di keluarkan secara perlahan. itu di lakukan untuk membawa tubuhnya agar tenang dan rileks.


setelah selesai dan siap erika segera bergerak maju tapi baru saja melewati pelatihan pertama erika sudah di pukul jatuh di pelatihan keduanya di set 1.


semuanya melihat dan di buat terkejut karena meliajta tiara yang sebelumnya begitu mudah tapi ketika melihat erika yang langsung di buat jatuh sungguh tidak biasa.


" baik nona" erika


kini iris yang maju untuk yang kedua bembawan diri yang tenang menunjukkan sikap yang diam diam mematikan.


" nona biarkan aku yang kedua. "


" ya silahkan iris. "


berbeda dengan erika iris memejamkan matanya mengsugesti dirinya jika yang di depannya hanya sebuah game. setelah merasa tersugesti iris membuka matanya dan seluruh yang di lihatnya kini sudah berubah seperti di dalam game.


iris segera maju melewati pelatihan 1 pelatihan 2 pelatihan 3 pelatihan 4 tapi saat akan ke pelatihan ke 5 iris di buat terlempar sehingga membuat dirinya gagal.


iris segera bangkit. " nona aku akan mengulang yang kembali. "


" ya tapi bergantian lah biarkan yang lainnya selesai terlebih dahulu. "


" ah baik lah nona. " ucap iris


setelah itu han yang maju seperti seorang prajurit khusus wajahnya yang selalu terlihat serius membuat nya terlihat seperti seorang yang tak tersentuh tapi itu luarnya saja.


han juga melakukan hal yang berbeda otaknya seperti merekam tiara yang melewati rintangan segera memunculkan itu di hadapannya sebagai pemandu. yang lainnya bingung dengan apa yang di lakukan han yang sepertinya hanya diam saja tidak bergerak.


berbeda dengan tiara yang geleng geleng kepala melihat kecerdasan han dan daya ingatnya.

__ADS_1


han yang sudah melihat visual tiara di depannya segera mengikuti visual itu bergerak. pelatihan pertama pelatihan kedua pelatihan ketiga.... ....... ....... pelatihan ke sepuluh set pertama di lewatinya dengan sempurna dengan waktu yang sedikit lama dari tiara. kemudian han turun dengan menunjukkan wajah yang murung.


" kenapa tidak melanjutkan han. " tiara


" aku belum puas nona aku akan mengulangnya lagi. "


" oh yasudah. " ucap tiara


" Sintia tersisa dirimu ayo. "


" baik nona. "


Sintia juga memiliki caranya sendiri dia tak melakukan apapun dia hanya bersikap seperti sedang bertarung. Sintia seperti menghimpun kekuatan di tubuhnya dan menggunakan semangat serta kejeniusannya.


pelatihan 1 pelatihan 2 pelatihan 3 di pukul jatuh.


" sudah selesai semuanya sudah mencoba nya silahkan berlatih aku akan kembali dulu. "


" baik nona. "


Tiara pergi meninggalkan keempatnya. kini kembali lagi pada erika yang sudah lebih serius dari sebelumnya tidak mengangap pelatihan ini mudah lagi karena dirinya sudah sadar dia tidak lagi sama seperti tiara yang melewati pelatihan dengan mudah.


di percobaan keduanya erika berhasil sampai di pelatihan ke enam di susul dengan iris masih dengan cara yang sama dia berhasil naik satu tingkat ke tingkat pelatihan 7 kemudian han yang berhasil melewati set pertama tapi masih tidak melanjutkan ke set ke dua disusul Sintia yang juga berhasil melewati pelatihan hingga ke pelatihan ke enam.


keempatnya terus mengulang ngulangnya hingga tubuhereka benar benar terasa remuk dan lebam bahkan Sintia dannerika sampai memuntahkan darah karena terlalu sering mendapatkan benturan yang jika bertarung terlalu sering menerima pukulan sedangkan iris dia hanya penuh dengan lebam di tubuhnya.


untuk han sendiri dia hanya mengalami lebam di pipinya itupun di percobaan pertamanya tapi han selalu berhasil dalam percobaan hanya saja han terus mengulang gulangnya.


hingga yang lainnya berpikir jika han merasa tidak nyaman pada yang lainnya untuk melanjutkan ke set ke dua. setelah banyak kali percobaan semua nya memutuskan berhenti dan saling bertukar tehnik. dengan sengaja juga menyelipkan pertanyaan kepada han yang tidak melanjutkan ke set ke dua


" han mengapa kau terus mengulangbprlatihan di set pertama ini kami tidak apa kami semuanya senang melihat dirimu yang berhasil jadi tak perlu menunggu kami. " ucap erika.


" ya han kami tidak merasa iri sama sekali. " iris


" benar kak han aku saja merasa semakin terpacu untuk berhasil melihat dirimu yang berhasil. " sintia


" terimakasih semuanya tapi bukan itu semuanya yang membuatku terus mengulang di set pertama ini. "


" lalu apa kak han. " Sintia


" iya han tolong jelaskan. " iris


" em. " erika


" itu aku hanya ingin mengejar kecepatan nona saja. "


" apa.... " ucap mereka bertiga tak percaya.


" biasa aja kenapa. "


" apa kau gila han ingin mengejar kecepatan nona. " ucap iris


" ya apa itu salah. "

__ADS_1


" tidak tidak salah lalu apa kau tau berpa lama nona melewati set pertama ini. " erika


" ya. "


__ADS_2