
" bagai mana apa kalian melihat dua wanita yang di foto. "
" Maaf tuan sepertinya dua wanita itu membeli tiket padaku beberapa menit yang lalu dan aku meminta nya menunggu di kursi tunggu di ujung sana. "
" benarkah. Terima kasih. ayo cepat. "
segera erick dan letto pergi begitu saja berlari meninggalkan tempat pembelian tiket berlari kearah yang di tunjukkan oleg penjaga Teller tiket.
" letto minta seseorang untuk melihat CCTV cepat kurasa dua wanita itu sudah melihatku tadi dan mereka sudah lari mungkin. "
" baik ketua. "segera letto meminta seseorang melakukannya
tak lama seseorang orang menghubungi letto untuk segera keruangan kontrol karena mereka menemukan dua wanita itu.
" ke tua mereka menemukannya dan memintaku ke ruang kontrol untuk memastikan. "
" segeralah dan cepat hubungi aku di mana posisi mereka. "
" baik ketua. "
tak lama letto sudah tiba di ruang kontrol.
" bagai mana. " letto
" lihat dan pastikan. "
" ya ini benar wanita itu segera minta seseorang ke sana. " letto segera menghubungi erick
" ketua mereka ada di luar bandara kurasa mereka ingin meninggalkan bandara. "
" terimakasih. " segera saja eric lari keluar bandara
sedangkan dua wanita itu masih terus berusaha melarikan diri.
" sial aku lupa jika bandara memiliki kamera aku rasa mereka sudah menemukan kita. "
" ah bagai mana ini. "
" tenang jangan panik tetap jalan lurus saja. "
dua wanita itu terus berjalan ketika sudah jauh dua wanita itu berjalan sedikit cepat kearah pintu parkiran untuk pengalihan.
mereka kemudian pergi ke sebuah sudut yang tak ada orang.
" ayo ganti pakaian cepat dan lepaskan semua dandanan kita yang sekarang. "
" baik. "
keduanya segera berganti pakaian biasa. dengan baju kaos dan celana levis panjang kemudian jaket kemudian kaca mata dan mengikat rambut mereka.
" apa sudah selesai. "
" sudah. "
" tinggalkan saja koper ini kita bawa uang saja.
" baik. "
" kita berpencar dan akan bertemu di halte busway dalam sepuluh menit. kau terus lah berjalan keluar aku akan masuk kembali dan keluar melalui pintu lain. ingat bergeraklah biasa saja dan jangan panik. "
" baik aku mengerti. "
" ingat ini demi hidup kita. "
" ya.."
__ADS_1
keduanya pun kembali berjalan tapi kini masing masing sesuai dengan rencananya.
erick masih terus mencari dan menajamkan matanya begitu pun yang lainnya mereka mencari dengan sangat teliti.
hingga tak sadar erick menabrak seorang wanita yang berjalan kearah masuk bandara.
" oh maafkan aku nona aku tak sengaja. "
" ya tak apa " jawab singkat wanita itu tersenyum kemudian pergi dari sana menghilang di antara kerumunan orang
" aku begitu di buat sibuk dengan kasus ini hingga menghilangkan fokus ku. " kemudian erick lanjut mencari.
...****************...
" bagai mana kak tara apa ada yang bisa tiara bantu untuk kak tara. " tanya tiara
" tidak ada hal yang menyulitkan jadi tak perlu tiara. aku datang sesuai dengan permintaanmu, memintaku berkunjung. "
" oh begitu rupanya. "
" tapi tiara apa dirimu sudah mendengar kabar bahwa Herman kini di tangkap oleh polisi, dan juga sudah membuat heboh media sosial. "
" ah benarkah kak, aku tidak terlalu sering melihat media sosial. jadi aku tidak tau. "
" begitu rupanya. dan satu hal lagi salah satu organisasi dunia bawah semalam di bantai habis dan kini polisi sedang mencari pelakunya. "
" wah sungguh berita yang besar. "
" ya , tapi polisi mengalami kesulitan karena tidak adanya batang bukti dan petunjuk yang bisa mengarahkan pada pelaku. "
" sepertinya itu akan sulit kak. "
" entahlah aku juga tak tau. "
kemudian keduanya terus berbincang bincang membahas banyak hal. hingga tara memutuskan untuk pergi karena harus bekerja.
...----------------...
Kembali dengan Herman setibanya di kantor polisi dia di sambut oleh pihak pihak yang selalu mendukungnya
" kalian semua di sini. " terkejut Herman.
" Herman kau bajingan keparat yang tak tau berterimakasih kau sudah memaksa kami dengan mengancam kami untuk melindungi mu dan sekarang kau juga bawa bawa kami dalam masalahmu. "
" tunggu tunggu aku tidak tau apa yang terjadi aku baru saja bangun dari tidurku dan langsung di bawa kesini. "
" terserah kau saja Herman yang pasti kita semua sekarang sudah dipastikan di penjara dan dirimu sudah pasti akan di penjara seumur hidup atau mati. "
" kurang ajar siapa yang berani menghukum ku aku ingin lihat orang nya siapa. "
plaaak...... suara tamparan keras.
" kau penjahat sialan masih berani berbicara besar jika dulu mungkin kau bisa sekarang kau hanya sampah yang di tinggalkan. sungguh menjijikkan. "
" kau kau berani memukul ku akan ku buat kau menyesal seumur hidup ingatlah. berikan hak ku untuk menghubungi seseorang atas kasus ini. "
" kenapa aku harus takut kenapa kau hanya sampah sekarang. oh kau mau menghubungi seseorang silahkan silahkan ini kuberikan padamu hubungi lah siapa saja. "
" sombong tunggulah. "
" bajingan apa mereka lupa siapa aku akan ku buat mereka mati menyesal nanti bajingan bajingan. "
Herman melakukan panggilan tapi nomer yang di hubungi tidak bisa, terus mencoba hingga dia menjadi bahan tertawaan para petugas di sana dan orang orang yang terkait dengannya hanya menggeleng atas kebodohannya.
" hey kau apa kau menghubungi seseorang yang memiliki pangkat itu saat ini mungkin dia sedang bernasib sama denganmu jadi percuma saja. "
__ADS_1
" diam sialan mulut busuk mu itu menggangguku. " marah dan kesal Herman
petugas itu mendekat kemudian menampar Herman dengan keras lagi
plak.....
" catat ini sebagai melawan kepada petugas dan mencoba melarikan diri dengan alasan melakukan panggilan. "
" siap pak. "
" kurang ajar apa begini cara kerja kalian. "
" bukan kah itu cara kerjamu dulu aku hanya mengikuti. "
" bajingan akan ku bunuh kau. "
" catat juga ini pelaku melakukan ancaman pembunuhan pada petugas. "
" siap pak. "
semua petugas di sana seperi sedang mempermainkan Herman karena sudah sejak lama mereka ingin meringkusnya tapi selalu di lindungi.
" sekarang duduk lah dan berikan keterangan seperti yang lainnya. "
" kau pikir aku mau. "
petugas tak ambil pusing dia langsung menendang keras perut Herman.
" kau harus mau. " bugh..... suara tendangan.
" karena ini bukan rumahmu sampah. " ucap petugas
kemudian petugas itu penarik rambut Herman membawanya untuk duduk memberikan keterangan.
" duduk dan patuh lah agar kau tetap baik baik saja. " mendorong Herman yang di tarik rambutnya untuk duduk.
" kalian kalian tunggulah. "
" ya ya ya kami akan menunggu. "
" sekarang lihat lah televisi itu setelah itu lihatlah berkas itu. barulah kau bicara seperti dulu lagi. " ucap petugas menyalakan televisi dan melempar berkas ke meja.
Herman terkejut ketika melihat televisi. melihat dirinya yang melakukan adegan dewasa dengan wanita melihat seluruh isi pesan di ponselnya mendengarkan panggilan telepon nya serta rekaman medisnya pun ada. kini dia tau jika dirinya memang tersudut.
setelah itu Herman mulai melihat berkas berkas yang ada di meja dia tambah terkejut dan tak percaya. semuanya begitu lengkap mulai dari nama, alamat, pekerjaan, bahkan jabatan orang orang yang terkait dengan herman.
" oh ya pihak kami mengambil ponselmu dan sepertinya itu terus berdering cobalah lihat siapa. " ucap petugas menyerahkan ponsel Herman
Herman segera melihat rupanya dari pihak bank yang sudah menghubungi nya. Herman segera menghubungi kembali pihak bank
" selamat siang tuan Herman. kami sudah menghubungi anda beberapa kali untuk memberi tahu kan, bahwa transfer yang bapak minta kemarin sudah selesai. "
" apa transfer kapan aku bahkan tak menghubungi siapapun dari pihak bank. "
" tidak aku tidak melakukan itu. "
" kami hanya melakukan tugas kami selebihnya kami tidak mengetahuinya sekianbinformasi yang bisa kami sampaikan selamat siang. "
" tunggu... tunggu... hey tunggu. "tapi panggilan sudah terputus.
" pak pak aku mohon izinkan aku untuk ke bank dirimu boleh ikut dan memborgol ku. " mohon Herman
" wah lihat dia begitu sopan sekarang. " semua petugas tertawa
" pak ku mohon. "
__ADS_1
" tak perlu mencari alasan kami sudah mengecek ponselmu dan memang benar dirimu yang meminta pihak bank untuk mentranfer seluruh uangmu ke akun bank mu yang baru lihatlah. "