
Di luar tiara dan hana baru saja tiba. hana segera mengikuti tiara yang sudah keluar dari dalam mobilnya. tiara melihat sekitarnya hanya menggeleng.
" sepertinya mereka sangat bersemangat. " ucap tiara.
" ya nona. "
" sudah ayo segera masuk saja kurasa mereka masih belum selesai. "
" baik nona. "
tiara dan hana mulai masuk di dalam sangat kacau mayat tergeletak di mana saja darah menggenang di lantai beberapa kali juga bertemu dengan penggali makam yang sedang memeriksa setiap tempat.
tiara terus berjalan hingga tiba di depan pintu dimana di dalam ruangan di balik pintu han, erika, Sintia, dan iris bertarung habis habisan. sebenarnya keempatnya bisa mengalahkan musuh dengan mudah tapi karena mereka baru saja pulih dari luka luka latihan mereka sedikit lebih lama dalam menghabisi musuh jadi beberapa kali mereka berempat terkena serangan tapi tidak fatal. tiara segera masuk ke dalam di ikuti hana.
tiara melihat pertarungan yang semakin lama semakin tidak imbang karena kemampuan keempat orangnya di tekan oleh luka luka yang sebelumnya mulai terbuka lagi.
" hana bantu mereka aku akan membantu han. "
" baik nona. " ucap hana selalu patuh terhadap tiara.
hana segera berjalan biasa saja menuju tempat han di mana han sangat sengit memberikan perlawanan pada lawannya. saat itu tiba tiba saja han yang sedang bertarung terkena serangan yang membuatnya mundur 10 langkah.
" uhhhh kuat sekali.... " ucap han.
" han... " panggil tiara lembut.
sontak han terkejut dan rasa berat di hatinya sirna seketika emosinya mereda ketitik normal lagi.
" nona. " ucap han melihat ke arah sumber suara
" kau terlihat sangat kacau han. "
" hehehe aku terlalu asik bermain nona. "
" lihat ada satu orang lagi datang. oh apa kau majikan dari orang orang ini. " ucap orang tua pada tiara
" ya mereka semua orang ku. "
__ADS_1
" lalu sekarang apa kau yang akan melawan ku. "
" ya tentu. " ucap tiara kemudian melihat ke arah han.
" pergi dan bantu yang lainnya han biarkan lelaki usang ini aku yang menyelesaikannya. "
" sesuai permintaanmu nona. " han segera pergi bergabung dengan yang lainnya
" kau begitu masih muda tapi memiliki orang hebat yang sangat setia pada mu aku rasa jika hanya latar belakangmu yang kuat mereka tidak akan kuat aku rasa kau memiliki sesuatu yang bisa membuat mereka kuat apa aku benar. "
................)
" kau sombong sekali gadis kecil. aku akan membuat mu menyesal karena sudah menghinaku dan sekarang mengabaikan ku. "
" kau itu sudah tua mengapa banyak bicara lebih baik diam dan mulai lah bertarung aku sudah malas melihat mu. " ucap tiara
ucapan tiara sudah melampaui batas kesabarannya. orang tua itu seger melesat ke arah tiara dengan menyiapkan serangan.
serangan pertama berupa pukulan arah wajah melalui samping yang mana jika terkena makan bagian pelipis akan terluka. tapi tidak tiara sedikit memundurkan wajahnya sehingga pukulan itu mengenai udara kosong.
tapi pukulan itu tiba tiba berubah menjadi tapak yang dengan cepat mengenai dada tiara sehingga membuat tiara mundur kemudian memuntahkan darah menandakan luka dalam yang parah.
serangan terakhir dari orang itu berhasil membuat tiara sampai terlempar menabrak tembok kemudian tergeletak begitu saja di lantai.
" kau begitu lemah ingin melawanku bahkan aku hanya menggunakan separuh dari kecepatan ku. "
sedangkan erika yang melihat itu hanya berseru. " kau terlalu percaya diri dengan kemampuanmu kau baru saja membangunkan kemarahan singgah. untuk selanjutnya berhati hati lah. "
tiara yang tak bergerak kemudian menunjukkan pergerakan. kini tiara sudah di kuasai Queen. tubuhnya yang terkapar di lantai perlahan bangkit untuk berdiri seakan tidak terjadi apa apa tau mengalami luka Queen bersikap membersihkan bajunya kemudian melihat ke arah orang tua itu dengan senyuman mematikan. "
" tidak mungkin bagai mana bisa seperti itu aku sudah memukul seluruh titik lumpuh mu bagai mana kau masih bisa bergerak bahkan berdiri. " ucap si tua
" oh apa itu terlihat luar biasa bagiku itu biasa saja karena teknik mu sudah aku selesaikan di umurku yang masih 15 tahun. "
" tidak mungkin...... siapa kau sebenarnya. "
" hahaha aku seorang hakim yang mendapatkan tugas untuk menghakimi orang seperti mu. "
__ADS_1
" kau tidak akan ku biarkan. " segera si tua itu menggunakan seluruh kekuatannya karena musuhnya kali ini bukanlah manusia biasa atau petarung biasa saja.
" ayo datang ke sini temui malaikat maut mu atau aku yang datang ke sana membawakan pesan malaikat maut untuk mu. " ucap Queen dingin dengan seringai mengerikan.
" kau meremehkan ku gadis sialan. matilah. " segera serangan datang ke arah Queen dengan sangat cepat dan berat.
tapi sayang kecepatan orang tua itu sangat lambat di mata Queen jadi Queen sangat mudah menahan menangkis nya setiap serangan yang di lakukan si tua.
stelah tiga puluh menit si tua melompat mundur dari Queen untuk menjaga jarak dari tiara dia melakukan itu karena sudah di ambang batasnya.
" kau masih kuat pak tua. ayo datang lagi padaku bukankah dirimu begitu percaya diri tadi. "
" bocah ini tidak biasa aku sudah menggunakan semua teknik ku tapi dia bisa menahan semuanya. bagai mana ini jika aku maju lagi...... "
belum juga selesai berpikir tiara sudah bergerak melakukan serangan sebuah pukulan lurus yang sangat cepat dan sangat padat orang tua yang sudah terlambat mencoba menahan dengan dua tangannya.
alhasil tangannya menjadi kebas dan Mati rasa. Queen tidak melakukan serangan lagi dia malah tersenyum jahat pada si tua.
" bagai mana pak tua apa kau sudah tau tempatmu sekarang. "
" kau tidak boleh membunuhku karena itu akan menjadi bencana untukmu. "
" oh.... apa aku harus takut dengan itu. aku bahkan tidak takut dengan orang kuat di belakangmu bahkan jika sekarang dirimu memintanya datang aku masih memiliki waktu yang banyak menunggunya. "
" kau sombong. "
" ya aku sombong karena memiliki kemampuan. sedangkan kau apa yang kau sombong kan kau sombong karena membawa nama organisasi mu itu kan. "
" kau..... "
" sudah aku sudah bosan denganmu lebih baik kau mati saja. "
" jangan jangan bunuh aku. "
" sudah terlambat. " Queen meng hilang dari tempatnya dan segera tiba dengan sebuah pukulan yang langsung mengenai ulu hati si tua.
itu terus berlanjut selama tiga menit tanpa ada perlawanan dari si tua karena kecepatan tiara sudah tidak bisa di ikuti matanya.
__ADS_1
setelah cukup lama Queen memberi pukulan terakhir yang membuat orang tua itu menembus dinding yang keras akibat kerasnya pukulan dari Queen.