Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 26


__ADS_3

kini erika dan iris baru saja tiba di rumah keduanya bersama memasuki rumah. ketika baru saja melangkah ingin duduk di sofa dikejutkan dengan suara tiara yang berbicara menyebut nama erika dan iris.


" oh kalian berdua sudah kembali bagai mana apa sudah mendapatkan apa yang di cari. "


" eh nona, iya kami sudah mendapatkannya nona. " jawab iris yang terkejut sat dirinya sudah hampir menyentuh sofa segera saja kembali tegap begitu pula iris


" lalu di mana aku tak melihat belanjaan kalian. " tanya tiara yang penasaran


" itu kami memintanya untuk dikirim saja nona karena barang yang kami beli cukup banyak. " erika


" benar nona. "


" oh baik lah." lalu tiara menuju halaman belakang untuk melihat pekerjaan set latihan yang tiara buat.


" Oh ya erika, bisakah dirimu buatkan minuman sebelum dirimu istirahat, antar lah ke halaman belakang aku di sana. " pinta tiara kepada erika.


" tentu nona, akan segera ku buatkan. "


" ya " setelah itu tiara meninggalkan ruang tamu menuju ke halaman belakang. erika pun sama dia pergi menuju dapur untuk menyiapkan permintaan tiara. sedangkan untuk iris dia memutuskan kembali ke kamarnya untuk membuat rancangan tata letak komputernya nanti


di halaman belakang kini tiara duduk di kursi memperhatikan proses pembangunan set latihan yang sudah tampak sedikit terlihat bentuknya.


terlihat begitu sibuk setiap orang mengerjakan sesuai dengan kemampuannya. bahkan 3 orang yang menemui tiara terlihat begitu sibuk pula memberikan arahan agar tak terjadi kesalahan.


tak lama erika menghampiri tiara dengan membawa segelas minuman.


" nona minumannya. " ucap erika


" oh ya terimakasih sudah membuatkannya. "


" ya, tidak masalah nona. apa masih ada yang nona butuhkan biar aku ambilkan. " tawar erika


" tidak aku tak membutuhkan apa pun lagi, dirimu bisa kembali jika ingin atau duduk di sini menemaniku. " ucap tiara begitu ringan dan lembut

__ADS_1


" ah baik lah nona lebih baik aku temani saja nona. "


" ya duduk lah. "


kemudian erika pun duduk di kursi samping tiara dia juga melihat kearah yang di lihat oleh tiara. setelah cukup lama melihat ke arah yang sama tiba tiba saja terbersit di pikirannya untuk bertanya kepada tiara untuk apa pembangunan yang sedang di bangun.


" nona maaf aku ingin tau, sebenarnya apa yang nona bangun dan untuk apa. "


tiara tidak segera menjawab dia tersenyum kemudian menyesap minumannya. setelah itu barulah tiara menjawab.


" itu merupakan set latihan. untuk orang berlatih memperkuat dirinya."


" tapi siapa yang akan berlatih nona, apakah nona merancang itu untuk nona sendiri. " penasaran erika


" aku tak membutuhkan set latihan itu. tapi itu di buat untuk setiap orang yang mengikuti ku karena aku tak ingin orang yang ikut denganku mudah ditindas dan di permainkan. apa lagi merepotkan ku dengan harus menolong mereka jika berhadapan dengan musuh. "


" apakah termasuk diriku han dan iris nona. "


" tentu saja. "


" baiklah sekarang buktikan itu padaku aku ingin melihatnya. "


" tapi nona aku tidak bisa melawan mu. "


" apa kah dirimu akan membantah ku erika jika begitu kau bisa kembali saja pada kak tara. "


" tidak tidak nona baik baiklah aku bersedia. "


" bagus ayo tunjukkan hasil latihan mu selama ini padaku kuharap tak mengecewakan. "


" baik nona. "


setelah itu keduanya saling berhadapan. erika sudah me masang kuda kuda siap bertarung, Tiara bersikap biasa saja.

__ADS_1


"mulailah erika aku sudah siap"


erika segera melakukan serangan pukulan tepat ke arah wajah tiara mundur dan menghindar erika yang pukulannya gagal di kombinasikan dengan tendangan tapi masih gagal kemudian erika mulai menyerang dengan pukulan beruntun kepada tiara. tiara hanya menangkis terkadang juga hanya menghindar membiarkan pukulan erika menghantam udara kosong.


erika sangat bingung mengapa pukulannya sama sekali tidak dapat menyentuh tiara dia sudah banyak melakukan kombinasi pukulan dai padukan dengan tendangan.


erika yang masih terus menyerang melakukan tendangan melayang ke arah tiara tiara yang melihatnya sera meraih kaki erika lalu menariknya. hingga membuat erika jatuh dengan keras.


" erika apa dirimu sedang bermain main apa kau merasa kasihan atau tak nyaman kepadaku. "


" itu tidak benar nona aku sudah menyerang mu dengan berbagai serangan dan kombinasi tapi masih saja gagal awalnya iya aku merasa tak nyaman tapi ketika nona bisa menghindar dan menangkis serangan ku aku terpancing untuk serius. " jelas erika.


" jadi dirimu percuma berlatih selama bertahun tahun selamat ini jika hanya begitu kemampuanmu. " kemudian tiara duduk kembali di kursinya kemudian menyesap minumannya seperti tidak melakukan apa pun. tapi berbeda dengan erika yang nafasnya sudah mulai cepat dan berat seperti sudah berlari jauh.


kemudian erika menyusul tiara untuk duduk kembali di kursi.


" nona tampak baik dan tak kelelahan sekali bahkan seperti tidak melakukan apapun, sebenarnya seberapa hebat nona tiara ini mengapa terpendam begitu dalam. " erika berbicara sendiri di dalam hatinya.


" minum lah tak apa jangan menahan nahan. " ucap tiara kemudian menyodorkan minuman yang di pegang nya kepada erika.


erika yang melihat itu menjadi serba salah jika dia menerima apakah dirinya tidak keterlaluan meminum minuman milik majikannya tapi jika di tolak dia juga salah karena membantah majikannya.


" ambillah aku memberikannya untukmu. atau dirimu merasa jijik karena ini bekas ku. " ucap tiara


erika yang mendengar itu segera meraih gelas minuman itu kemudian meminumnya hingga menyisakan sedikit. " tidak nona aku tidak merasa jijik. " lalu meletakkan kembali di meja.


" hemmmm.. erika apa dirimu memiliki keluarga atau seseorang yang dekat denganmu. " tanya tiara


" itu aku tak memiliki keluarga nona dan orang terdekat ku adalah nona tara saja. " jelas erika jujur


tiara tak langsung menjawab memberi jeda sejenak. " lalu di mana keluargamu. " tanya tiara.


" aku tidak tau nona dahulu ibu panti mengatakan padaku jika aku di titipkan oleh sepasang suami istri kepada ibu panti, suami istri itu mengatakan jika mereka ingin ke kota untuk mengadu nasib, jika mereka berhasil nanti mereka akan kembali mengambil ku lagi. tapi hingga aku memutuskan untuk keluar dari panti tidak ada yang menjemput ku.

__ADS_1


aku mulai bekerja untuk diriku sendiri dan jika ada lebih aku berikan pada panti aku bekerja serabutan dari menjadi tukang cuci piring di cafe hingga menjadi pelayan. tapi yang namanya pekerjaan ada saja yang tak suka jadi aku memutuskan berhenti mencari pekerjaan lain.


hingga suatu malam mengalami kejadian dimana aku di bawa ke suatu tempat oleh seseorang untuk di perkosa. aku yang tak rela terus melawan hingga berhasil lolos dan lari dari tempat itu dan di temukan oleh nona tara di jalanan. "


__ADS_2