Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 47


__ADS_3

malam hari masih di pukul sepuluh malam tiara dan erika kini sudah siap untuk berangkat.


PAKAIAN TIARA



PAKAIAN ERIKA



" erika apa sudah siap untuk berangkat. " tanya tiara


" em aku siap nona. " jawab erika


" malam ini kita harus lebih kejam karena mereka merupakan kelompok pembunuh bayaran yang sudah terbiasa membunuh. "


" sesuai perintah mu nona. "


" bagus ayo segera berangkat karena mereka berada sedikit jauh dari pusat kota. "


" baik nona. tapi boleh kah aku bertanya nona. "


" apakah kau ingin bertanya dari mana aku tau erika. bukankah pertanyaan itu yang ingin kau tanyakan dari kemarin. "


" ah sudah ketahuan rupanya maafkan aku nona. "


"tak perlu tau dari mana aku tau yang pasti aku memiliki satu kemampuan khusus. kurasa itu sudah cukup menjelaskan semuanya. "


" ah benar nona semuanya sudah jelas sekarang aku mengerti. "


" em. "


setelah itu tak ada lagi pembicaraan lagi tiara seperti biasa melihat kearah luar jendela sambil bersenandung, sesekali menunjukkan arah pada erika untuk di lalui.


...****************...


di tempat lain kini Santiago dan pasukannya tengah bersiap untuk melakukan penyergapan pada erick. Santiago sangat merasa kesal dan marah akibat kejadian siang tadi.


" kalian semua dengarkan baik baik sisakan satu nafas untukku ketika menghajar si keparat itu. "


" baik bos. "


" bos apakah kita akan langsung menyergap ke rumahnya. "


" tidak kita akan melakukannya di jalan Ks saja karena di sana jalan yang sepi dan jarang di lalui orang. "


" oh begitu bos baiklah kami akan melakukannya.


" bagus bagus. kuharap kalian semua mampu menumbangkan raksasa ini karena dari sejarahnya dia belum sana sekali kalah dalam pertarungan tangan kosong dan senjata. "


" wah rupanya dia berkemampuan bos. "


" ya itu dulu tapi kurasa umurnya sudah membuatnya tak sebebas dulu dalam bertarung apa lagi kalian yang berjumlah 50 orang. "


" haha tenang saja bos akan kami buat dia' seperti bola sepak. "


" ya. "


...****************...


erika dan tiara masih membelah jalanan untuk tiba di markas pembunuh bayaran itu.


ketika tiara melalui jalan Ks matanya melihat ada sekelompok orang tengah memegang senjata dan sedang berdiskusi.


" erika apa kau melihatnya. "

__ADS_1


" ya nona aku melihatnya. "


" sepertinya akan terjadi sesuatu malam ini di jalan sepi ini. "


" benar sekali nona. apa tidak sebaiknya kita brantas saja mereka nona. "


" tidak biarkan saja jika tiba waktunya mungkin mereka akan bertemu kita. lebih baik sekarang kita lanjutkan saja. "


" baik nona sesuai perintah mu. "


kemudian mobil terus melaju jarak sudah semakin mendekat tak lama lagi tiara dan erika akan segera tiba di tempat dimana markas pembunuh bayaran berada.


waktu terus berlalu hingga 30 menit kemudian tiara sudah sampai di lokasi. mereka berdua masih belum turun dari mobil sehingga membuat beberapa orang yang merupakan salah satu dari anggota pembunuh bayaran menghampiri mobil.


" hey turun dari mobil katakan tujuan kalian datang ke sini. di sini bukan tempat umum yang bisa parkir sembarangan. "


erika masih menunggu tiara. tangannya sudah begitu gatal ingin membungkam mulut orang yang sudah berani berkata kasar.


" erika ayo sudah saatnya kita keluar dan ratakan tempat ini. kuharap dirimu semaksimal mungkin jangan sampai terluka apa lagi terbunuh. "


" baik nona. "


tiara keluar dengan tangan memegang pisau tanpa aba aba tiara langsung menusuk orang yang berbicara tadi.


kawannya yang melihat kejadian itu ingin berteriak tapi erika menembakkan peluru tepat mengenai kepala orang itu.


" ayo erika. "


" baik nona. "


keduanya mendekat kearah pintu untuk memasuki bagian dalam markas. tetapi sesampainya di dalam rupanya sepi tanpa ada satu orangpun yang terlihat.


" nona sepertinya kosong. "


" bukan kosong tapi perlu di panggil agar mau keluar. "


" mudah buatlah keributan makan mereka akan keluar. "


Tiara segera menembakkan senjatanya secara acak ke segala arah hingga menghabiskan slot pertama dari amunisinya.


di dalam satu ruangan yang cukup besar terdiri dari beberapa orang yang merupakan petinggi petinggi dari markas organisasi pembunuh. mereka semua mendengar suara keributan yang di lakukan tiara segera siaga dan bersiap.


" sial siapa yang berani membuat keributan di tempatku. kalian semua bawa anak buah kalian bunuh orang yang sudah membuat keributan itu. " ucap seorang lelaki yang sedang merokok dan sedang menikmati permainan seorang wanita yang duduk di pangkuannya. di merupakan ketua dari organisasi pembunuh.


" siap ketua. " ucap para petinggi


markas itu sendiri terdiri dari dua lantai yang mana lantai satu adalah ruangan luas tanpa sekat. sedangkan lantai dua merupakan kamar kamar . dari lantai satu bisa melihat ke lantai dua dan dari lantai dua bisa melihat ke lantai satu.


kalian bisa kan bayangin tempat yang author jelasin. author udah coba cari gambar untuk visual tapi gak ada yang pas.


" Saudara ke empat kelima dan enam kalian atasi bagian bawah secepatnya. aku dan saudara kedua dan ketiga akan mempertahankan lantai dua jika pertahanan lantai satu gagal. "


" baik kami mengerti saudara pertama. "


" bagus berhati hatilah jika keadaan sudah tak memungkinkan segera bergabung kembali. "


" baik saudara pertama. "


segera saja sekitar 250 orang sudah berdiri di lantai satu untuk menghadapi tiara mereka terbagi menjadi tiga sesuai dengan petinggi yang mereka ikuti.


" rupanya hanya dua gadis yang amatiran mencoba menggertak kami dengan senjata. ada maksud apa datang ke tempat ini dengan keributan. " saudara ke enam


" apa kalian tidak tau kami adalah para pembunuh bayaran. " saudara ke empat


" ya apa kalian sedang mengantarkan nyawa kalian pada kami. " saudara ke lima

__ADS_1


" aku datang karena aku ingin. aku juga tau siapa kalian. dan aku datang bukan untuk mengantar nyawa tapi aku datang untuk mencabut nyawa, jadi apa sudah jelas. "


" hahahahaha. " suara gelak tawa semua orang yang mendengar pernyataan tiara yang menurut mereka konyol


" kalian terlalu meremehkan aku, sudah banyak yang mati kerena meremehkan ku. " ucap tiara


" erika pegang ini dan bunuh siapa saja yang datang menyerang mu tapi jika mereka menyerang ku jangan pernah ikut campur. " ucap tiara menyerahkan dua senjata laras panjangnya. kemudian menggunakan pedang yang di dapat sebelumnya.


" baik nona aku mengerti. " segera erika mundur dan bersikap siaga dengan senjatanya


" kalian majulah kalahkan aku baru dia. " ucap Queen yang sudah bertukar dengan tiara.


" hahaha sepertinya orang orang saudara keempat cukup untuk melawan gadis ini. " saudara ke lima


" ya kurasa begitu. " saudara ke enam


" serahkan saja padaku. " saudara ke empat


kemudian saudara ke empat meminta sepuluh orang terbaiknya untuk maju melawan Queen.


" kalian majulah buat dia memohon dengan cepat. "


" siapa ketua. "


" hey apa maksud kalian dengan sepuluh orang mengapa tidak kalian semuanya aku terburu buru harus pergi dari sini. "


" sial apa kau mencoba menghina kami. para saudara sekalian ayo maju semuanya buat dia menyesali kata katanya. " saudara ke enam.


" kalian semuanya maju. "


segera semua anak buah mereka menyerang ke arah Queen dengan brutal. Queen hanya tersenyum mengerikan jiwa psychopath nya mulai memanas. " kalian matilah. "


segera saja pertarungan itu pecah Queen seperti tidak mengalami kesulitan untuk melawan orang orang yang datang kepadanya.


10......... 20............30........... 40........ dalam 3 menit Queen sudah membunuh 40 orang dengan sangat kejam.


" ayo maju maju antar kan nyawa kalian padaku. " ucap Queen


seperti minyak tanah yang di lempar api orang orang itu semakin menggila menyerang Queen.


tapi Queen seperti bermain main melawan mereka, Queen tak menunjukkan raut wajah marah lelah atau frustasi dia hanya seperti senang dan riang.


70....... 80........90.........100.......


pembantaian itu terus berlanjut walau darah dan bagian bagian tubuh berserakan di mana mana.


" sepertinya kita perlu bergabung bersama kakak pertama rupanya gadis kecil ini memiliki kemampuan yang tidak biasa. " saudara ke lima


" benar sekali saudara kelima. " saudara keempat


" ya dia benar benar memiliki kemampuan. "


segera saja para petinggi yang ada di lantai satu memutuskan bergabung.


" kalian yang tersisa ayo kita bergabung saja dengan yang lainnya di lantai dua. "


di lain sisi di lantai dua saudara ke tiga yang memantau pertarungan di lantai satu sungguh tak percaya jika tidak melihatnya sendiri.


" aku harus segera memberi tau saudara pertama. "saudara ketiga itu segera menemui saudara pertamanya yang kini tengah bersenang senang dengan dua wanitanya


" saudara pertama ini gawat sepertinya di lantai satu sudah tidak dapat lagi bertahan. " saudara ketiga


" benarkah siapa orang itu sebenarnya. "


" dia hanya dua orang wanita saudara pertama. "

__ADS_1


" ya sudah ayo segera bersiap. "


__ADS_2