
tak lama kemudian pemilik yang merangkap menjadi pelayan itu kembali dengan membawa bungkusan yang berisi pedang
" nona pedangmu sudah aku kemas dengan rapi, bagai mana apa ada sesuatu yang lain yang mungkin nona suka selain pedang ini. " menyerahkan pada tiara
" ada banyak benda yang menarik di sini tapi biarlah dulu cukup pedang ini untuk hari ini. " ucap tiara lembut dan ramah.
" baik lah jika seperti itu. "
" em baik. aku harus kembali sepertinya hari sudah mulai sore. "
" ya ya ya mari biarkan aku mengantar nona. "
" oh ya terimakasih. " ucap tiara yang mulai berjalan untuk keluarga di ikuti iris di belakangnya
" nona kembalilah lagi ke toko kami karena nona merupakan pelanggan pertamina makan kami akan memberikan diskon setiap pembelian nona muda.
" ya aku akan kembali lagi. terimakasih. "
tiara dan iris kemudian pergi mengendarai mobilnya kembali.
" nona kemarin kita. "
" pulang saja hari sudah mulai sore. "
" baik lah nona. " ucap iris
" tapi nona jika aku boleh tau mengapa nona membeli pedang yang sudah rusak itu. di rumah saja nona masih memiliki yang lebih baik dari pedang rusak itu. " ucap iris yang penasaran
" jika kau berpikir pedang ini rusak itu salah iris pedang ini memang di desain seperti patah agar tampak rusak. itu salah satu cara mengecoh musuh mu agar meremehkan mu. kemudian jika kau memiliki kemampuan merasakan aura kau pasti akan merasakan aura kematian yang sangat pekat pada pedang ini, itu menandakan sudah banyak nyawa yang hilang karena pedang ini. "
" kemudian bahan pedang ini sungguh sangat berkualitas di banding pedang pada jaman sekarang. sehingga mempengaruhi ketahanan pedang ini sendiri. setibanya di rumah kau bisa mencoba ketahanan dari pedang ini dengan mengadunya dengan pedang lainnya. "
" oh seperti itu rupanya nona. "
" em. "
lama dalam perjalanan kini tiara sudah tiba di rumah, tiara memberikan pedangnya pada iris untuk di simpan di ruang senjata.
" nona sudah kembali. " hana
" oh hana. ya aku sudah kembali, hana bisa buatkan aku minuman aku menunggunya di ruang tamu kita akan mengobrol sebentar.
" baik nona. "
" di mana yang lainnya. " menghentikan hana yang akan pergi
" untuk erika dan Sintia mereka mengatakan di halaman belakang nona. kalau han di ruangan berlatih dilantai dua nona. "
" oh baik lah. "
segera hana pergi setelahnya untuk membuat minuman. tepat saat itu iris masuk setelah memarkirkan mobil di garasi.
" iris. "
__ADS_1
" eh nona. ya nona. " jawab iris segera menghampiri tiara
" duduk lah di sini jika dirimu tidak memiliki sesuatu yang harus di kerjakan. "
" aku rasa tidak ada nona. aku duduk saja di sini nona. "
" em. jika kau ingin minum minta juga pada hana di dapur aku sudah meminta untuk diriku sendiri tadi. "
" oh jika begitu aku akan ke dapur nona. "
" ya. "
iris segera pergi ke dapur dengan semangat karena yang di dapur itu hana.
" hay hana. "
" ya iris. "
" uh kau tampak cantik sekali hana. "
" eh. " hana segera mengalihkan wajahnya ketempat lain untuk menghindari iris karena hana sangat malu
" hahahaha hana tolong buatkan minuman juga satu untukku. " iris puas karena berhasil menggoda hana yang mudah sekali baper iya baper.
" em. tunggulah. " jawab hana yang masih menyembunyikan wajahnya di balik rambut panjangnya.
" ya. " jawab iris
" hana. " panggil iris
" hana. "
" ya. " masih tidak menoleh
" hana. "
" iya iris. " tapi masih tidak menoleh
" hana. "
" iya iris. " menoleh ke arah iris
hana yang menoleh melihat iris berjalan ke arahnya dengan wajah tampan yang penuh ketenangan mata yang terus memandang hana seperti anak panah yang menancap di hati. iris semakin dekat hana mencoba mundur sedikit tapi sudah tidak bisa lagi karena sudah mentok terpojok di meja.
setelah dekat dan sedikit menempel iris mendekatkan wajahnya ke wajah hana. hana yang melihat itu bingung pikirannya kosong hana memejamkan matanya sedikit membuka bibirnya yang basah dan begitu menggoda. iris juga semakin dekat nafas hangat dari iris semakin terasa menerpa wajah hana.
membuat hana semakin melayang dengan pikiran kosongnya tubuhnya seperti menegang bulu kuduk nya berdiri.
kemudian nafas itu mulai terasa di bagian leher hana, hana yang merasakan itu sedikit memiringkan kepalanya menunjukkan leher putih bersihnya yang memiliki wangi memikat
lama memejamkan mata hana merasa aneh karena tidak terjadi apapun dan hana secara perlahan membuka matanya yang ternyata iris tidak ada di hadapannya rupanya iris berdiri di sampingnya dengan penuh senyuman manis. hana masih bingung dengan apa yang terjadi memandang iris lekat.
" hana ada apa denganmu kau mengambil tempat yang salah seharusnya yang ini karena yang kau ambil adalah garam dan ini gula. " ucap iris
__ADS_1
" eh benarkah maaf maaf. " setelah terkejut hana segera menyembunyikan lagi wajahnya dia semakin malu dengan iris. mengapa dia bisa bersikap begitu tadi wajahnya sudah memerah.
" ya sudah aku kemabli ke ruang tamu saja sepertinya ke hadiran ku membuatmu tidak leluasa. " ucap iris.
" eh ya eh tidak eh itu anu itu tidak tidak. "
" hana apa kau baik baik saja. "
" ya aku baik, iris bisa tunggu di ruang tamu saja. "
" ya sudah jika begitu. "
iris pun kembali dengan penuh senyuman dan pemikiran. sedang hana du buat berfikir dengan keras berperang dengan hatinya
" *ada apa sebenarnya denganku ini mengapa aku menjadi seperti itu itu sungguh memalukan tapi mengapa itu hanya pada iris saja pada han aku baik baik saja hana sadar dan kembali lah. " isi pikiran hana
sedangkan iris yang ingin kembali masih berhenti sejenak memikirkan kejadian tadi.
" hana begitu cantik dan polos dia juga wangi jika bukan karena aku menjaga kehormatannya aku pasti sudah menerkamnya karena dia begitu menarik. apa lagi bibir dan leher itu sungguh jika bukan aku yang masih bisa menahannya maka aku yakin hal yang tidak di inginkan akan terjadi tadi. lain kali aku harus lebih biasa saja dalam menggoda hana. " kemudian iris melanjutkan jalan ke ruang tamu*
tak lama hana sudah datang ke ruang tamu tiara dan iris sudah sedikit mengobrol sebelum kedatangan hana.
" ini nona silahkan, iris silahkan. "
" ya terimakasih. " tiara
" terimakasih hana. "
"em."
" duduk lah hana, oh kau tidak membuat minuman untuk dirimu sendiri hana. " ucap tiara.
" terimakasih nona. aku sudah nona sebelum nona kembali tadi. "
" oh baik lah. ucapan tiara
" hana karena aku merasa kau memiliki kemampuan yang sama dengan iris aku ingin kau bekerja sama dengan iris. juga apa kau memiliki basis beladiri hana. "
" baik nona aku mengerti. tapi jika beladiri aku tidak memilikinya. "
" oh sama dengan iris sebelumnya jika begitu baiklah iris mulai sekarang tugasmu adalah mengajari hana sama dengan apa yang aku ajarkan padamu. "
" baik nona aku mengerti tapi bagai mana dengan hana apa dia bisa menerimanya. "
" han bagai mana apa kau mau dengan pengaturan yang aku buat. "
" jika itu yang terbaik aku Terima saja nona. "
" bagus. iris nanti bawalah hana untuk melengkapi semua kebutuhannya apapun itu. hana pergilah bersama iris nanti. "
" baik nona. " iris
" baik nona. " hana
__ADS_1
" ya sudah aku kembali ke kamar hana jangan lupa untuk memasak makan malam jika erika dan Sintia belum kembali. "
" ya baik nona