
tak lama kini tiara sudah sampai di rumah sakit terbesar di kota suzan rumah sakit ini merupakan pusat medis dari kota suzan semuanya lengkap di sini dan semuanya sudah menggunakan tekhnologi super canggih.
" mari nona nona tara sudah memberitahuku kamarnya. "
" em. ayo. "
segera tiara dan erika pergi ke kamar yang sudah di tempati oleh ibu angkat tara. tiara yang berjalan memperhatikan sekitarnya dengan seksama.
" tempat yang berkelas dan berkualitas apa semua yang berobat di sini akan sembuh. hah. " hati tiara.
" nona di sini kamarnya. silahkan masuk nona. "
" ya. " tiara segera masuk ke dalam kamar di ikuti erika di belakangnya.
" selamat sian kak tara. semat siang tante. "
" oh tiara sudah datang ayo kesini maaf aku merepotkan mu. " tara
" apa yang kak tara katakan. "
" nona tara, nyonya. " erika.
" oh erika rupanya sudah lama sekali tidak berkunjung ke rumah. Dan ini.. "
" namaku tiara tante aku saudara kak tara. "
" saudara. "
" itu ma tiara sudah seperti saudara jadi kami memutuskan untuk jadi saudara saja. "
" oh begitu rupanya siapa namanya tadi. "
" tiara tante. "
" nama yang cantik sama seperti orangnya teruslah seperti ini jadilah saudara walau tanpa ada ikatan darah. "
" iya tante. bagai mana ke adaan tante. "
" ya seperti ini lah tiara tinggal menunggu untuk mati saja. "
" ma.... " ucap tara lirih
" tidak tidak hehehe aku sudah merasa baik baik saja. " ucap mama angkat tara menyembunyikan kesedihannya.
" tante boleh aku memeriksa tante. " tiara memecah suasana canggung
" eh apa tiara dokter. "
" bukan tante tapi tiara sedikit banyak mengerti dunia medis dan pengobatan. "
" ah begitu rupanya ya silahkan saja tiara. aku itu sudah pasrah saja aku tidak ingin membebani tara karena penyakit ku. "
" ma... " tara semakin sedih
" juga terimakasih sudah meluangkan waktu mu untuk menjenguk bahkan memeriksaku. "
tapi tiara hanya tersenyum mendengarkan ucapan dari ibu angkat tara.
" tante akan sembuh jika aku yang mengobati ini sangatlah mudah dan tidak sulit hanya kangker. "
" tiara terlalu menghiburku. "
" ma...." semakin menjadi menangis
" tante jika tante sudah tidak memiliki keinginan untuk sembuh sehebat apapun rumah sakit maupun dokter yang kak tara datangi tante tidak akan pernah sembuh. "
" kita tidak tinggal di dunia sulap atau dunia supranatural dengan kemampuan magic kita sedang berada di dunia nyata jika berobat dalam sekali berobat langsung sembuh maka tidak akan ada orang yang sakit bertahun tahun tante. "
__ADS_1
" tante benar tidak ingin memberatkan kak tara. tante bisa katakan itu mungkin nanti saat sudah benar benar di ujung tanduk tapi sekarang tante masih bisa sembuh mengapa harus menyerah setidaknya jadikan kak tara sebagai semangat tante untuk sembuh mengingat kak tara yang begitu sayang kepada tante. "
" lihat tiara sejak 10 tahun lalu tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari siapapun tapi tiara masih mau menjalani hidup ini hingga akhirnya tiara bertemu kak tara dan yang lainnya. "
" jadi buatlah kemauan untuk sembuh pada diri tante. " ucap tiara yang lugas dengan pembawaan tenang tapi mengena tepat di hati ibu angkat tara menangis menyesal sedangkan tara sendiri sudah bengkak matanya karena terlalu dalam menangis.
" tara tara maafkan mama nak maafkan mama telah menyakitimu mama salah sayang. "
" tidak ma ..... mama tidak salah. "
" tidak sayang mama sungguh tidak tau diri sungguh jika mama sembuh mama akan selalu berusaha membuatmu bahagia kita akan bahagia sayang. "
" mama pasti sembuh tara percaya itu. "
" em mama harus sembuh untukmu sayang mama harus sembuh. "
" tiara bantu aku untuk sembuh aku sangat ingin sembuh aku masih ingin lebih lama bersama anakku. "
" tentu saja tante. "
" erika tunggulah di luar awasi pintu halangi siapa saja yang akan masuk buatlah alasan apapun. " ucap tiara
" baik nona. " segera erika pergi melakukan apa yang di perintahkan tiara.
" kak tara ayo bantu aku sekarang lepaskan semua pakaian tante. "
" em. "
" tante aku akan melakukan aku pun turut selama lima belas menit tante juga harus melepaskannya pakaian tante. "
" ya lakukan lah apapun itu selama aku sembuh aku bersedia. "
" ayo kak. "
setelah melepaskan semua pakaiannya tiara segera memulai proses akupuntur nya sekitar dua puluh jarum sudah di tusukkan di beberapa titik.
" sudah tinggal tunggu 2 menit saja baru bisa melepas jarumnya. "
" terimakasih tiara. " tara
" sama sama kak sudahlah tante juga keluargaku. lebih baik sekarang aku menuliskan resep untuk tante saja. "
" ya ya silahkan. "
di luar kini erika sedang berhadapan dengan dokter dan beberapa asisten yang mengikutinya di belakang.
" tunggu. "ucap erika.
" ya ada apa. "
" maaf aku sedang menjalankan tugas dari nona tara untuk menahan siapapun untuk masuk sementara karena nona sedang membahas hal penting bersama nyonya dan tamunya. "
" tapi ini sudah jam pemeriksaan pasien. "
" tapi aku hanya menjalankan perintah. "
" apa kau tau akibat dari yang nona mu lakukan. "
" jika pemeriksaan ini terlambat dan si pasien mengalami masalah nantinya maka kami akan sulit menolongnya. "
" tapi tetap tidak bisa maaf. "
" kalian dengarlah bukan aku yang tidak ingi tapi pihak pasien lah yang menghalangi ku. sekarang ayo pergi. "
tapi sebelum pergi tiara keluar bersama tara dari dalam kamar dan sudah melihat dokter itu akan pergi.
" erika. "
__ADS_1
" nona sudah selesai. "
" ya. apa mereka akan masuk tadi. "
" benar nona tapi mereka memutuskan untuk pergi tidak mau menunggu. "
" ya sudah biarkan saja. "
" tiara sepertinya dia dokter muda di sini sebelumnya mama tidak di tangani olehnya. "
" ya sudah biasa karena sudah menjadi dokter di usia muda membuatnya merasa hebat. aku tidak terkejut kak tara. "
" ah benar juga yang kamu katakan tira. "
" em ya sudah kak tara jangan lupa resep yang aku berikan pada mu harus di minum secara rutin. jika itu di lakukan dalam 3 bulan tante akan sembuh. "
" baik tiara aku akan mendengarkan semua apa yang kamu katakan. "
" jika seperti itu aku akan kembali kak jika ada sesuatu segeralah hubungi aku ataupun erika. "
" ya. hati hati lah di jalan. "
" em........
ayo erika. "
" ya nona......
nona tara aku permisi. "
" ya pergilah. baik baik lah dirimu bersama tiara. "
" baik nona. "
erika segera menyusul tiara yang sudah berjalan terlebih dahulu di depan.
" erika kita tidak terburu buru jadi tak perlu menggunakan lift gunakan eskalator saja untuk turun. "
" baik nona. "
erika mengikuti tiara yang seperti terlihat ke kanak-kanakan yang selalu merasa kepo dengan sesuatu hal yang menurutnya menarik.
erika hanya bisa ikut saja dengan kebingungan mengapa gadis yang terlihat begitu polos dan manja serta lugu. bisa sangat berbahaya.
" jika orang melihat ini maka nona akan di jadikan bahan bullyan yang sangat sempurna tapi jika mereka tau siapa nona dan orang orang di belakangnya pasti mereka akan membungkukkan tubuhnya setiap kali bertemu. "
bruuuuk.......
aaauuu.....
rupanya tiara di tabrak oleh lelaki paruh baya yang sedang memainkan ponselnya tanpa memperhatikan jalan.
" gadis sialan apa kau buta hingga menabrak ku. "
" nona apa dirimu baik baik saja. "erika segera sigap menghampiri tiara kemudian akan bergerak untuk memberikan peringatan pada orang yang sudah menabrak tiara dan masih membentak nya tapi itu tidak di lakukan nya karena tiara menahannya
dengan wajah sedih yang sangat sempurna dan kerutan kulit yang menunjukkan sedang menahan rasa sakit sungguh sangat sempurna.
" maaf paman tapi paman yang menabrak ku karena paman sedang bermain ponsel tanpa melihat jalan. "
" gadis bodoh kau masih menyalahkan ku jelas jelas kau yang menabrak ku. "
" sudah nona kita pergi saja. "
" ya pergilah dasar gadis sialan. " lelaki itu kemudian berjalan menaiki eskalator untuk turun ke lantai dasar
tiara yang melihat itu tersenyum jahat tiara dengan sengaja membuat pijakan kaki lelaki itu tidak stabil sehingga keseimbangannya hilang dan jatuh menggelinding dari eskalator sampai ke lantai dasar. semua orang pun mulai ramai melihatnya.
__ADS_1