
" apa sekarang kau gadis kecil yang akan melawanku. aku belum berhasil melewati pelayanmu mengapa kau sudah memintanya berhenti. "
" waktu belajarnya sudah cukup jika berlebihan itu bisa membuatnya rusak. " ucap Queen yang masih dalam posisi yang sama
" hahahaha kau selamat anak muda untuk sementara tunggulah sebentar aku akan membunuh tuan mu ini baru kau. "
Queen kemudian membuka matanya kemudian bangkit dari duduk meditasi nya. suasana sudah mulai berubah susana dingin sepi mencekam mulai menyelimuti tempat itu waktu seperti melambat.
pak tua itu mulai merasa perasaan tak enak di hatinya instingnya mengatakan ini salah dia telah salah harusnya dia tidak melakukan ini sebelumnya. tubuhnya merasakan hawa dingin yang mencekam itu perasaan merinding menyelimuti tubuhnya.
" datang lah pak tua aku sudah siap atau aku yang akan datang. " ucap Queen begitu dingin
" kau kau siapa sebenarnya. "
" apa kau bertanya tentang aku bukan sudah kukatakan di awal. "
" kau bukan manusia biasa apa sebenarnya kau. "
" apa kau sedang mengigau pak tua sebegitu takutnya kah kau dengan ke matian. " ucap Queen
" ayo datang lah ke sini dengan seluruh kekuatanmu yang kau sembunyikan itu datanglah. apa kau tidak melihat sosok malaikat di belakang ku ini dia sudah lama menunggu mu. "
" apa kau gila bocah hah apa kau gila. "
" baik lah aku yang akan datang. " Queen melangkah mendekati pak tua itu.
" bagai mana ini aku merasakan bahaya yang besar, tapi aku tak bisa lari kemanapun sepertinya tempat ini terlalu sempit untuk aku lari dan bersembunyi, Tuhan aku memang berdosa tapi siapa sebenarnya lawan ku kali ini. " suara hati pak tua itu.
yang tanpa sadar dirinya terus mundur ketika tiara mendekat. " kau kau menjauh lah dariku sebelum aku marah padamu kau akan menyesal jika aku marah. " dengan rasa tak menentu pak tua itu berusaha menggertak Queen
" pak tua apa kau tak sadar sudah berapa jauh kau mundur apa kau begitu takut padaku atau sosok yang ada di belakang ku ini. " Queen membuat ilusi karena saat ini musuhnya tengah kacau balau pikirannya
setelah Queen mengatakan itu Queen menjentikkan jarinya sekali.
clak....... segera pak tua itu melihat sosok tinggi besar memegang tongkat dengan sabit di ujungnya.
" *apa kau orang yang selanjutnya ayo datang lah padaku. " ucap sosok besar di belakang tiara yang merupakan sebuah ilusi perusak pikiran
" kau kau pergi aku tidak ingin mati pergi kau. "
" kematian tidak bisa di hindarkan waktumu sudah habis aku datang untuk menjemputmu. "
" tidak tidak lepaskan aku lepas kan aku aku tidak mau mati. "
sosok itu terus mendekati pak tua itu sedang Queen sedang diam melihat pak tua itu yang begitu ketakutan*.
Queen sejak awal han bertarung dengan pak tua itu sudah mulai menciptakan ilusi dan mengaturnya untuk di tempatkan di pikiran orang itu jadi queen membuat suasana yang berbeda untuk mengacaukan pikiran si tua itu sehingga Queen bisa menempatkan ilusi dalam pikiran pak tua itu dan itu sudah berhasil.
saat ini Queen sedang menghampiri han yang sedang terduduk Queen tau sebenarnya han terluka tapi tidak menunjukkannya pada pak tua itu
" bagai mana han apa kau baik baik saja. "
" aku baik nona hanya luka sedikit. "
bhuuuuuaaaah....... setelah mengatakan itu han segera menyemburkan darah dari mulutnya han sudah tak bisa menahannya lagi.
__ADS_1
" bukanlah pakaianmu biarkan aku mengobatinya. "
" baik nona. " han tidak membantah segera melepaskan bajunya.
tiara segera melakukan akupuntur pada han dengan cara tak biasa tiara mengisi jarum dengan energi sehingga mempercepat proses penyembuhan luka dalam yang di deritanya.
setelah menunggu 30 menit akhirnya selesai tiara melepaskan kembali jarum jarum di tubuh han.
" sudah kenakan kembali baju mu ayo kita kembali. "
" baik nona. "
setelah selesai han penasaran dengan pak tua yang terus berteriak dan ketakutan semenjak tiara mengatakan akan datang padanya.
" nona lalu bagai mana dengan orang itu. "
" tinggalkan saja jika dia selamat dia hanya akan gila untuk selamanya tapi jika tidak dia akan mati dalam waktu tiga hari. "
" apa yang terjadi pada dia nona. "
" aku hanya menyiksa jiwanya saja. "
" apa itu mengerikan nona. "
" coba kau tanya saja pada dia makan kau akan tau han. "
" eh tidak nona ayo jika ingin pergi nona. "
" em. "
berkeliling cukup lama tiara kembali di buat tertarik dengan sesuatu di sebuah lapak yang di jaga oleh wanita tua yang juga memiliki kemampuan tidak biasa.
" aku ingin belati kembar ini. "
" ya. "
" berapa harga yang harus aku bayar. "
" berapa uang yang kau miliki. "
" han. "
han yang mengerti segera mengeluarkan uangnya. nenek tua itu segera mengulurkan tangannya mengambil dua lembar dari uang yang han keluarkan.
" ambillah barang mana yang kau suka dan lekas lah pergi dari tempatku. "
" baik terimakasih. " ucap tiara.
" oh ya berhentilah berlatih jurus yang tidak lengkap agar luka tenaga dalam musik tidak bertambah parah permisi. "
perempuan tua itu terkejut mendengar perkataan tiara. pasalnya apa yang di katakan tiara benar dirinya tengah terluka selama beberapa bulan semenjak berlatih sebuah jurus yang di dapatnya dari seseorang yang dekat dengannya tapi telah mati.
" tunggu bagai mana kau tau. "
" karena aku tau. " singkat tiara melanjutkan perjalanannya.
wanita tua itu di buat penasaran dengan sosok tiara dia bertanya tanya siapa gadis kecil di depannya barusan. tapi sayang tiara sudah pergi dari tempat itu begitu saja
__ADS_1
sesampainya di ujung pasar gelap tiara dan han secara tiba tiba di cegah oleh beberapa orang.
" kalian ikut aku. "
" siapa. " tanya tiara
" ya kalian siapa lagi. "
" oh aku tidak mengenalmu lalu mengapa aku harus ikut dengan mu. "
" apa kau ingin mati ha...... "
" ayo cepat ikut saja. "
" mati baru saja orang yang mengatakan kematian sudah mati sekarang datang lagi. "
" hah banyak bicara. " orang itu ingin meraih lengan tiara tapi han yang melihat gerakan itu melakukan tendangan sangat keras hingga membuat orang itu terlempar dan tak sadarkan diri di lantai.
" jangan sembarangan jika tidak ingin bernasib sepertinya. "
" kau telah memukul bos.. ayo semua nya habisi dia. " semua orang yang ikut dalam kelompok itu mulai maju menyerang.
" nona. " ucap han.
" ya baik lah kau saja yang atasi cepatlah. "
han yang mendapatkan persetujuan dari tiara memberikan senyum jahat. segera han maju membantai kelompok itu. han yang seperti sedang bersenang senang terus saja membunuh mereka satu persatu dengan cara yang kejam.
" hahahha aku bahagia ayo kalian maju sini datang lah pada ayah. " hahahaha. han seperti orang gila.
tiara yang melihat tak bisa untuk tidak tersenyum mendengar han yang menggertak musuhnya dengan cara konyol. tiara hanya bisa geleng geleng kepala saja.
tak butuh waktu lama semua orang dalam kelompok itu kini sudah mati semuanya han mengelap pisaunya pada baju salah satu mayat.
" nona sudah selesai. "
" ya bagus.. "
" kalian kalian telah membunuh kelompok serigala kegelapan kalian tidak akan pernah bisa keluar lagi dari sini. " ucap seorang pria tua tanpa mengenakan baju menunjukkan tubuh kurus yang memprihatinkan
" benarkah. beri tau aku di mana markas mereka akan aku datangi mereka dan mengatakan semuanya. " tiara
" apa kau gila kau hanya berdua saja apa kau ingin mengantar nyawamu. "
" tidak. katakan saja di mana tempat mereka. "
" baik lah akan ku antar kalian. karena tempat mereka cukup sulit. "
" ya terimakasih
lama berjalan melewati beberapa blok akhirnya orang tua itu berhenti.
" di sana mereka berada. aku hanya sampai di sini saja aku tak berani lagi lebih dekat. "
" baik lah terimakasih. "
" ya. "
__ADS_1