Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 129


__ADS_3

" nah tiara ini lah tempat berlatih, di sana itu cucu ke tiga ku dia itu cucu dari anak ke dua ku yang sudah meninggal dua tahun lalu.


untuk cucu kedua ku saat ini sedang bersekolah dan untuk yang pertama dia sedang sakit terbaring di tempat tidur. "


" sakit mengapa tidak di obati kek. "


" bukan tidak di obati hanya saja tidak ada yang bisa mengobatinya dia terluka saat dalam melakukan pelatihan ke naikan tingkat dan dia melakukan sendiri tanpa ada aku hingga satu kesalahan terjadi dan hingga saat ini cucuku yang pertama itu tidak pernah bangun lagi. "


" kasihan sekali bisakah aku melihatnya kek. "


" ayo akan ku antar ke kamarnya aku juga sudah lama tidak melihatnya karena setiap kali aku melihatnya kesedihanku tidak bisa di bendung. "


" aku urungkan saja kek jika itu membuat kakek sedih. "


" sudah tak apa lagi pula aku juga ingin melihatnya sekarang. "


" em baik lah aku ikuti kakek saja jika begitu. "


akhirnya kini tiara dan hana sudah sampai di kamar yang sangat luas juga sejuk dan rapi tepat di atas tempat tidur terbaring wanita cantik tampak seperti sedang tertidur. dilihat nya bisa di pastikan walau dia tidak sadar seseorang dengan telaten merawatnya sehingga tidak terlihat jika dia sakit.


" ini cucuku dia bernama Vika seperti yang kalian lihat dia tampak seperti sedang tidur itu karena ibunya setiap hari akan selalu merawatnya. "


" hmm cukup parah tapi masih bisa di obati. " gumam tiara yang masih bisa di dengar oleh ken yang memang seorang praktisi beladiri yang mana indranya sangat tajam.


" maksudmu tiara. "


" eh kakek mendengarnya. " ucap tiara terkejut yang di buat buat. hana yang melihat itu hanya tersenyum dalam hatinya tiara ini terlalu murni jika di lihat secara kasat mata dan terlalu dalam untuk di lihat secara mendalam.


" aku mendengarnya tiara. apa maksud mu dengan masih bisa di sembuhkan. "


" oh cucu kakek ini masih bisa di sembuhkan. "


" haih tiara jangan menghiburku begitu sudah banyak orang yang tapi semuanya menyerah karena tidak memiliki kemampuan. "


" aku berkata apa adanya kek cucu kakek benar benar bisa sembuh bahkan aku sendiri bisa mengobatinya. "


" tiara jangan terlalu jauh. "


" yasudah jika kakek tidak percaya. "


" bukan begitu tiara aku sudah banyak berharap untuk kesembuhan cucuku tapi pada akhirnya itu pupus. "


" ya aku mengerti kek ya sudah tak perlu di lanjutkan kembali ayo aku juga harus kembali masih ada sesuatu yang harus aku lakukan. "


" ha ya ayo maaf kan aku tiara. "


" tak apa kek aku mengerti. "

__ADS_1


" em terimakasih mari biar aku antar sampai pintu. "


" baik terimakasih kek. "


kembali ke rumah di mana pertarungan han erika saat ini sudah mencapai puncaknya yang mana serangan mereka sama sama mengenai mereka berdua yang membuat keduanya jatuh terlempar dan terbaring di tanah. hana dan erika sama sama memuntahkan darah dari mulutnya.


setelah cukup lama berbaring erika mulai berusaha bangkit lagi tubuh nya sudah gemetar rasa lelah dan sakit sangat terasa tapi jiwa petarungnya masih memaksa dirinya untuk bertarung lagi.


sama halnya dengan han yang juga tertatih tatih untuk berdiri beberapa kali dirinya terjatuh lagi setelah hampir berdiri. erika yang sudah berusaha dengan keras untuk bisa berdiri kini sudah hampir sempurna kedua tangannya masih menopang tubuhnya dengan memegang lututnya.


han juga kini sudah berdiri dengan semua ke mampuannya kepalanya benar benar sakit tapi masih bisa di tahan dan berdiri.


" han aku masih ingin bertarung. " dengan suara pelan dan darah yang keluar dari mulutnya


" kau wanita gia kau bahkan tidak bisa berdiri dengan sempurna ingin bertarung. " ucap han dengan tegas walau sebenarnya pandangannya sudah mulai kabur dan tidak jelas.


" haha apa kau takut aku pukuli han. "


" tidak ada rasa takut padaku majulah jika kau masih memiliki kemampuan. "


" kau meremehkan ku han. bersiap lah aku datang. " dengan tertatih tatih berjalan selangkah demi selangkah mendekat ke arah han


" ya datanglah wanita gila. " ucap han tanpa berniat untuk maju karena pandangan nya kini benar benar gelap.


Ketika erika sudah dekat dan akan melakukan pukulan kakinya tersandung dan itu berhasil membuat serangan gagal dan erika jatuh menimpa han. han juga yang pandangannya gelap tidak bisa melihat erika yang akan jatuh sehingga dirinya pun di timpa erika yang terjatuh.


" erika apa kau baik baik saja. " ucap han yang masih memiliki kesadaran dan merasakan jika ada yang menimpa dirinya.


" aku kesakitan han. "


" ah apa itu kau yang sedang menimpaku erika. " ucap han. tapi tidak di jawab.


" erika...... "


" erika. ..... "


" erika..... "


" apa kau baik baik saja erika. "


" sepertinya dia pingsan. hah dasar wanita gila yang keras kepala. " sabil mencoba mengembalikan pandangannya.


setelah beberapa saat pandangan han kembali walau masih kabur tapi han masih bisa melihat kecantikan erika yang sedikit ada lebam di pelipis sebelah kanannya.


" erika kau cantik juga jika di lihat dekat begini aku tidak percaya kau akan berbaring di atas ku seperti ini jika kau mendengarnya jantungku sungguh berdetak sangat kencang. tapi sebaiknya teruslah pingsan agar kau tidak mendengarnya karena aku tidak memiliki kemampuan untuk menghadapinya. ucap han yang lama ke lamaan matanya mulai redup dan kesadarannya pun hilang.


sedangkan pertarungan iris dan Sintia masih terus berlanjut. iris yang masih terus bertahan dari serangan yang di lakukan Sintia mencapai titik di mana iris melihat sebuah celah terbuka dari serangan sintia. iris pun membuat serangan telak ke arah perut sintia dengan tangannya pukulan yang keras yang di mana saat pukulan itu benar benar mengenai sintia membuat sintia memuntahkan darah.

__ADS_1


dan karena saking kuatnya pukulan itu membuat sintia mundur sangat jauh kemudian terjatuh ke tanah. iris yang melihat itu segera berlari untuk melihat keadaan sintia.


" sintia....... sintia...... sintia apa kau baik baik saja. " membaringkan kepala sintia di pangkuannya.


" sintia sadar lah bukan sudah kukatakan untuk menyerah mengapa kau begitu keras kepala lihat buka akhirnya kau terluka. " ucap iris yang panik.


sintia membuka matanya melihat iris yang panik dan menyadari jika dirinya sedang terbaring di pangkuan iris.


" iris. " ucap pelan sintia.


" sintia sintia kau sudah sadar teruslah sadar aku akan menghubungi nona. "


" iris. "


" ah ya katakan katakan apa ada yang bisa aku lakukan. "


" pukulanmu kali ini sangat sakit aku benar benar kesakitan dan tak bisa menahannya. "


" aku sudah katakan untuk berhenti tapi kau masih memaksa lihat lah dirimu sekarang. "


" iris boleh kah aku membalas pukulan mu itu sungguh aku sangat ingin membalasnya sekarang. "


" apa yang kau katakan sintia sekarang kau harus baik baik saja setelah itu kau boleh memukulku sepuasnya. "


" tidak iris aku ingin sekarang tolong lah. " ucap sintia yang sudah mulai lirih dan bergetar.


" baik baik lakukan ayo lakukan asal kau baik baik saja lakukan lah. "


" bersiap lah aku akan memukulmu. " dengan tangan yang gemetar dan juga terasa sangat berat untuk di angkat sintia berusaha keras agar bisa sampai hingga kurang lebih kurang satu telunjuk lagi untuk sampai sintia sudah tidak mampu lagi melanjutkan nya. tapi keinginan yang besar untuk membalas membuat sintia membuka jari telunjuknya yang mana jari itu tepat mengenai dahi dari iris.


setelah mengenai dahi iris tangan sintia jatuh seketika dan mulutnya memuntahkan darah yang banyak matanya mulai terpejam detak jantungnya berhenti.


seketika sekitar iris terasa sunyi ketika melihat sintia dia mematung lama iris merasa ada yang salah dengan ini dan dia merasa tidak mungkin.


" sintia.... " panggil iris pelan


" sintia....... "


" sintia sadar lah jangan bercanda. "


" sintia bangun. "


" sintia. " iris terus berusaha membangunkan sintia tapi tak berhasil


" sintia... sintia sintia bangun. jangan jangan mati maaf maaf maafkan aku karena terlalu keras memukulmu.. " ucap iris


" sintia............ " teriak iris sangat keras menitikkan air matanya

__ADS_1


__ADS_2