Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 91


__ADS_3

" datang lah aku akan serius kali ini. "


segera tendangan ketua itu di tahan oleh Queen dengan satu tangannya dengan mudah. menimbulkan hembusan angin yang cukup kuat serta lantai pijakan Queen retak membuat sebuah cekungan beberapa cm.


" ayo lagi. " ucap tiara.


setelah itu ketua itu melancarkan pukulan tapi kembali lagi di tahan dengan satu tangan lagi dengan mudah. tidak sampai di situ saja si ketua terus memberikan serangan dengan bertubi-tubi pada Queen. tapi Queen selalu bisa menahannya dengan mudah.


karena pukulannya tidak berhasil menyentuh Queen si ketua itu meningkatkan kecepatan serangannya hingga ke batas maksimal kecepatannya. tapi masih saja Queen dengan mudahnya menahan serangan itu.


hingga tiba di titik sang ketua itu memperpanjang jarak dirinya dengan tiara untuk bernafas karena ketua itu kini sudah benar benar mencapai batasnya keringat sudah membanjirinya nafas sudah tidak lagi teratur.


" ayo mengapa berhenti apa kau sudah kelelahan dimana dirimu yang kuat tadi ayo datang. "


tapi ketua itu tidak menjawab dia hanya sedang berpikir siapa musuhnya kali ini yang di hadapinya bahkan dirinya seperti bukan apa apa untuk Queen.


" baik sekarang biarkan aku yang datang pada mu tapi jika aku yang datang saat itu lah kematian mu di tentukan. " gertak Queen untuk memunculkan rasa takut di hati ketua itu.


tanpa menunggu lama Queen maju menyerang si ketua itu. si ketua yang memang masih kelelahan berusaha menangkis serang dari Queen tapi ketika pukulan itu sampai rasa sakit itu terasa di tangan yang menangkis serangan Queen. Queen juga tidak hanya melakukan serangan itu saja tapi terus memberikan serangan serangan lainnya pada si ke tua


ketua itu mulai merubah wajahnya karena dia sudah mulai merasakan sakit dari serangan Queen. juga tidak semua yang bisa di tahan olehnya ada banyak sekali serangan yang berhasil menembusnya hingga serangan ga penutup dari Queen tepat mengejar ulu hati dari si ketua hingga membuatnya terdorong sampai ke dinding dan memuntahkan darah dari mulut nya.


wajahnya mulai memucat kerutan kerutan di wajahnya sangat tampak jika sob ketua sedang melawan rasa sakitnya. tiara juga tidak memberi jeda terlalu lama untuk si ketua dia kembali menyerang kembali. dengan penuh energi karena Queen sudah tidak ingin berlama lama lagi.


Si ketua yang sudah ke datangan serangan dari Queen mencoba menghindar tapi memang pada dasarnya Queen memiliki kecepatan ketua itu tidak bisa menghindar pikulan itu dengan telak memukul wajah ke tua itu hingga tenggelam ke dinding yang kokoh tapi itu hanya serangan pembuka tiara. serangan selanjutnya tiara terus mengincar bagian ulu hati dari si ke tua itu pukulan dan tendangan yang di tempatkan dalam satu titik oleh oleh queen itu membuat rasa sakit nyang amat teramat sakit hingga menimbulkan cidera serius.


serangan satu titik itu berakhir dengan tendangan keras dan tajam tepat di ulu hati si ke tua membuat ke tua itu mundur membentur dinding kemudian terjatuh ke lantai memegangi bagain ulu hatinya dan berteriak keras kesakitan.


" mengapa kau begitu lemah sekarang ayo bangkit keluarkan semua yang kau miliki, di mana kesombongan mu. aku sudah menunjukan kemampuanku di atas kesombongan ku tadi pada mu. "


" sialan kau gadis bodoh sialan. akan ku bunuh kau. " berusaha berdiri tapi selalu saja terjatuh dan memuntahkan darah serta rasa sakit yang teramat sakit di ulu hatinya ketika bergerak.


" mengapa kau mengatakan kematian padaku yang sudah jelas jika dirimu yang akan mati. "


" ayo bunuh ayo bunuh jika kau bisa. "


" hahahaha aku memiliki 1001 cara untuk membunuh mu tapi mengapa kau sudah meminta untuk mati. "


" sialan matilah. "

__ADS_1


door..... door..... door... si ketua menembak kepada Queen.


" hahaha mengapa kau menyembunyikan mainan anak anak itu di balik baju mu. itu sangat lah lambat di mataku. lihat bahkan peluru itu tidak menembus bajuku dia sudah hancur. ini lah sejati nya tubuh besi yang kau agung agungkan itu. " ucap Queen


" kau kau memilikinya juha. tapi tapi mengapa kau tidak menggunakan tadi saat melawanku mengapa kau melakukan itu apa kau mencoba menghinaku. "


" hahaha kau tau pada akhirnya ya aku sedang menghinamu, karena kau dengan kekuatan kecilmu berlagak sombong di hadapanku. sekarang lihat kau sudah tinggal selangkah lagi untuk mati dan wajahmu itu akan ada di bawah kakiku. "


" yo bunuh saja aku. "


"mengapa kau sudah ingin mati sekarang. matilah sebentar lagi ayo bertarung. oh aku melupakannya sesuatu kau tidak akan pernah bangkit lagi jika kau banyak bergerak hatimu akan rusak dan kau akan mati. " jelas tiara jujur


" kau kau sialan gadis busuk. " ketua itu berusaha bangkit dan memaksa menahan rasa sakit ketika ketua itu sudah berdiri dengan menyandar pada dinding. ketua itu tersenyum karena berhasil berdiri walau harus kesakitan


tapi hal yang di katakan Queen benar terjadi ketua itu memuntahkan darah dari mulutnya lebih banyak dari sebelumnya di bagian ulu hatinya terasa sakit yang sangat sakit seperti ada yang meremasnya dari dalam wajahnya memucat.


tubuh yang sudah susah payah untuk berdiri kini tumbang seperti pohon mulutnya terus mengeluarkan darah tubuhnya mengeras dan kejang kejang hingga beberapa saat tak bergerak lagi.


" nona. " ucap sintia mendekat ke arah tiara di ikuti oleh erika.


" dia sudah mati. "


" nona apa dirimu baik baik saja. " tanya sintia


" itu.... "


" sudahlah aku baik baik saja ayo pergi aku tadi hanya bermain main saja dengannya aku hanya ingin membuatnya terbang setelah tinggi aku hempaskan bukankah itu lebih menyakitkan dua kali lipat dari pada di pukul. "


" nona dirimu memang paling bisa membuat seseorang selalu jatuh hingga ke dasar. "


"hahaha itu karena aku suka menjatuhkan orang yang sombong dan sok di hadapanmu. "


" benar sekali nona aku juga akan sama denganmu dalam menghadapi musuh. "


" ya boleh saja jika kemampuan kalian sudah benar benar sempurna. "


" baik nona. "


" erika berikan jaket mu aku rasa bajuku sudah tidak yaman untuk di kenakan. " tiara segera melepas bajunya di tempat tanpa menunggu apa pun

__ADS_1


sintia yang mengira tiara akan kembali ke mobil terlebih dahulu terkejut melihat tiara yang membuka bajunya secara langsung tanpa penghalang sedikitpun.


" eh nona. " sintia


" ada apa sintia bukankah hanya kita bertiga saja jadi tak ada masalah kecuali. "


" eh nona tidak tidak aku masih normal dan aku benar benar wanita. itu aku hanya tidak ingin para orang mati ini melihat tubuh nona. "


" sintia apa kau sedang merancau mana ada seperti itu mereka sudah mati jadi tidak mungkin. " erika


" eh itu kak. "


" sudah sini jaketnya nanti tubuhku ini bisa mengundang orang mati ini bangkit kembali. "


" nona dirimu menggodaku. "


semuanya pun tertawa setelah itu tiara meminta belati satu lagi pada erika


" serahkan belati mu erika. " dengan suara rendah sehingga hanya erika dan sintia yang mendengar.


erika tanpa banyak bertanya segera menyerahkan belati nya pada tiara. tiara yang menerima belati itu segera menuju ke arah ketua yang sedang tergeletak itu. kemudian menendang tubuh ketua itu untuk membaliknya.


" sudah ku katakan sebelumnya ke matian mu akan ada di bawah telapak kaki ku. " ucap tiara meletakkan kakinya tepat di wajah ketua itu dengan sedikit hentakan setelah cukup lama tiara semakin menekannya kemudian tanpa ada aba aba tiara menyayat dalam leher ketua itu. membuat ketua yang sebelumnya di katakan mati bereaksi dengan tangan memegangi lehernya.


sedang tiara yang sudah melindungi tubuhnya dengan energi sehingga darah tidak mengenainya lagi.


" nona bukan kah dia sudah mati lalu bagai mana dia hidup kembali. " sintia


" aku juga tidak tau cara apa yang di gunakan nya untuk berpura pura mati. "


" lalu bagai mana nona tau jika orang itu kembali hidup. "


" sudut mataku tidak sengaja menangkap gerakan pada jarinya tadi. "


" lalu apa dia sudah mati nona . "


" apa kau meragukan orang yang sudah terpotong lehernya masih akan hidup sintia. " ucap tiara santai sedang erika tercengang dengan pertanyaan bodoh erika.


" eh itu itu aku hanya. "

__ADS_1


" sudah ayo pergi saja. "


" baik nona. "


__ADS_2