
Setelah 15 menit tiara sudah mengumpulkan lebih dari 30 batu. pengawal kenzie yang melihat tiara yang memilih krikil hanya geleng geleng kepala.
kenzie memutuskan membeli satu batu untuk dirinya.
" tiara ayo aku sudah memilih batu yang ini. "
" eh kakek aku rasa itu batu biasa saja mengapa kakek tidak mengambil yang di pojok itu saja aku rasa itu lebih baik. "
" oh benarkah baiklah mungkin keberuntungan mu sangat baik aku juga akn mengambil yang di pojok itu. "
" pasti beruntung kakek aku begitu imut dan cantik pasti keberuntungan suka padaku. "
" hahahaha. " semua tertawa mendengar tiara. tiara kemudian membuat wajah malu dengan menundukkan kepalanya.
" kakek aku malu ditertawakan apakah aku salah mengatakan itu. "
" tidak itu tidak salah tapi itu sangat lucu jika dirimu yang mengatakannya. yasudah aku akan membayar ini dulu. "
" aku juga kek lihat aku sudah mengumpulkan banyak batu. "
" tiara untuk apa batu itu. "
" tidak ada aku hanya suka saja pada batu itu kek. " polos sekali
" tapi itu terlalu banyak jika hanya satu atau dua aku tidak masalah. "
" tidak apa kek aku punya uang. "
" hah ya sudah terserah dirimu saja. " pasrah kenzie.
" berapa semua milikku ini. " ucap kenzie pada pemilik toko.
" 200.000 ribu saja tuan. "
" em ini. " menyerahkan kartu
" baik tunggu sebentar tuan. "
tak lama pemilik toko kembali lagi lalu mengembalikan kartu itu pada kenzie karena proses pembayarannya sudah selesai.
" paman milikku juga. "
" eh baik baik.
em..... bagai mana jika 5000$ saja. " ucap pemilik toko masih melihat ke arah kenzie takut kenzie tak setuju
" boleh paman aku transfer saja paman. "
" ya silahkan ini scan saja di sini. "
" baik. "
__ADS_1
tak lama untuk proses pembayaran sudah selesai batu tiara di kemas menjadi dua kantong dan di bantu pengawal kenzie untuk membawakannya.
" tiara ayo kembali dulu aku lihat barang mu sudah banyak. "
" baik kek aku ikut saja. "
setelah di putuskan akhirnya tiara dan kenzie kembali dulu tidak melanjutkan berkeliling. tiara juga memutuskan untuk kembali bersama han esok hari saja karena masih penasaran.
singkat waktu kini tiara dan kenzie sudah keluar dari pasar dan sekarang sedang memasukkan batu kedalam bagasi mobil milik tiara.
" paman terimakasih sudah membantuku. " ucap tiara pada pengawal kenzie.
" sama sama nona tidak masalah. "
" kakek terimakasih karena aku bisa ikut denganmu sehingga perjalananku mudah tanpa ada kesulitan. "
" ya bukan masalah yang besar lain kali bawalah orang bersamamu. "
" baik kakek. "
" ya sudah aku pergi dulu hati hatilah di jalan. "
" baik kek. "
akhirnya keduanya berpisah kenzie pergi bersama pengawalnya tiara masih tidak segera masuk ke mobil tapi masih melihat sekitar.
ternyata ada seorang anak kecil sedang menangis menghampiri satu orang ke orang lainnya. seperti sedang memohon pertolongan tapi bukannya di tolong malah ada yang tega mendorongnya.
tiara tidak menghampiri untuk menolong anak itu tiara terus melihatnya saja. anak itu masih terus melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.
" bisakah kakak membantu ku ibu dan ayah ku sakit di rumah tolong lah mereka. aku bersedia melakukan apa saja asal kakak mau menolong orang tuaku. bahkan jika kakak menjual ku juga tak apa tapi tolong lah kedua orang tuaku. "
" kenapa dengan orang tua mu dan apa yang bisa aku bantu. "
" orang tuaku sakit kak awalnya ayah ku yang sakit tapi tiba tiba ibuku juga sakit badannya begitu panas tapi ibu menggigil kedinginan. "
" yasudah ayo kita ke sana untuk melihatnya. "
" ah apa kakak akan membantu orang tuaku. "
" ya selama aku mampu aku akan membantunya. "
" baik terimakasih kak ayo rumahku di ujung sana dekat jembatan. "
" ayo kita jalan kaki saja. "
" ayo kak. "
tiara dan anak itu kemudian jalan ketempat yang di tunjuk anak itu. cukup lama berjalan kini tiara sudah tiba di rumah yang lebih tepat di sebut gubuk. di mana di setiap sisinya berlubang ada beberapa yang sudah di tambal dengan koran dan kardus.
tiara yang sudah tiba segera akan masuk kedalam rumah tak lupa juga membuka maskernya yang menutupi sebagian wajahnya.
__ADS_1
" kak jangan di lepas mungkin kakak tidak akan sanggup dengan bau dari penyakit ayahku kak. "
" tak apa aku juga ahli medis jadi aku harus terbiasa dalam kondisi apa pun. "
" tapi lebih baiknya kakak gunakan saja masker itu. "
" ah baik lah terserah dirimu saja. " pasrah tiara
sebenarnya tiar sudah mencium bau busuk, amis darah sejak 50 m dari rumah jadi tiara tidak terkejut ketika sudah dekat dan masuk ke dalam rumah.
" ini ibu kak ayah ku di sana. "
" ya. bisakah sekarang dirimu membantu ku. belilah makanan dan minuman di luar. jangan ragu belilah. "
" lalu kakak. "
" sudah ikuti saja kata kataku. "
" baik lah kak. "
" ini uangnya. " serah tiara pada anak itu.
segera anak itu pergi karena berpikir jika tiara lapar. tiara kemudian memeriksa sang ibu dari anak itu.
" hanya kelelahan saja dan sudah mencapai batas dari daya tahan laparnya. tidak ada penyakit yang serius padanya. lebih baik aku lihat suaminya saja. "
tiara segera melihat suami dari sang ibu dimana sang suami berada di balik tirai kain. tiara segera menyingkap kain penghalang itu untuk melihat kondisi dari suami ibu itu.
alangkah mirisnya sang suami tergeletak tak berdaya di atas kasur seadanya di tutupi kain dari kaki sampai pusar sedangkan kain yang menutupi bagian kakinya sudah begitu basah bau busuk bercampur darah sangat menyengat menyeruak menembus masuk kedalam hidung.
tiara menyingkap kain yang menjadi selimut itu. ketiak tersingkap sungguh sekali pun ahli medis sehebat apapun akan terkena mental melihat kaki yang sudah membusuk kasur yang sudah digenangi darah yang keluar dari luka busuk di kakinya. beberapa ulat berjalan bebas keluar dari sela sela daging busuk di kakinya.
" *penyakit yang sangat parah orang ini terlalu berlebihan tekanan gula darahnya sehingga menimbulkan penyakit diabetes akut di mana sang penderita tidak boleh terluka jika terluka akan menjadi borok yang sangat mengerikan. jika aku panggil dokter hebat sekalipun mereka akan angkat tangan di awal saat melihat ini. "
" aku harus melakukan amputasi kedua kakinya jika tidak ini tidak akan pernah selesai juga penyakit ini harus segera di atasi. "
tak lama kemudian anak itu kembali*
" kak aku kembali. "
" oh ya. kembalilah keluar belikan aku semua yang tertulis di kertas itu. "
" ah apa kakak akan melakukan pengobatan di sini. "
" ya jika di rumah sakit mereka akan menolak ayah mu. "
" ah baik lah kak aku akan segera kembali. "
" ya. "
selagi menunggu anak itu tiara keluar dari rumah itu kemudian mulai menggali tanah dengan energi yang di kumpulkan nya setelah selesai menggali tanah tiara kembali lagi masuk ke dalam rumah menghampiri si ibu yang masih belum tiara tangani.
__ADS_1
" aku tau dirimu masih sadar hanya saja dirimu sudah tidak sanggup. dengarkan aku baik baik aku harus melakukan amputasi pada kedua kaki suami mu jika terus di biarkan seluruh tubuh suamimu akan membusuk juga kasihan suamimu yang harus kesakitan karena kakinya. "
ucapan tiara menjelaskan kemudian pergi ke tempat si suami ibu berada.