Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 105


__ADS_3

" erika apa yang kau katakan mana mungkin paman melakukan itu paman begitu menyayangimu. "


" benar kak amel ayah begitu menyayangi kakak mengapa kakak begitu. "


" kakak sepertinya amel memerlukan istirahat setelah terbangun dari komanya dia berbicara sembarangan tapi karena aku pamannya dan aku menyayanginya jadi aku tidak mempermasalahkan. "


" paman mungkin paman bisa mengelak tentang masalah roti yang sengaja di racun tapi apa paman masih bisa mengelak dengan kata kata paman yang sering mengatakan menguasai keluarga aku sudah sering mendengar paman mengatakan itu bersama anak paman tapi saat itu aku tidak peduli tapi sekarang ini sudah tidak bisa di biarkan aku takut paman nantinya akan melakukannya pada ayah. "


" amel apa yang coba kau katakan aku sudah bersikap baik selama ini padamu tapi apa balasan mu. kakak aku tidak akan tinggal tolong beritahu amel agar menjaga kata katanya. "


" tunggu adik jangan pergi jika kau menginginkan kekuasaan akan aku berikan padamu aku akan keluar dari rumah ini bagai mana. "


" kakak apa........ "


" ide bagus paman mengapa baru sekarang tidak sedari dulu saja. " ucap anak paman amelia kegirangan hingga tidak menjaga kata katanya.


" ayah cepat Terima bukan kah kita sudah menantikan ini cukup lama. "


" anak bodoh apa yang coba kau katakan. " memukul sangat anak dengan keras. akibat pukulan itu sang anak mulai sadar jika dia sudah berkata bodoh.


" kakak jangan dengarkan dia, dia anak bodoh yang hanya tau menghabiskan uang, kakak bisa terus menjadi kepala keluarga aku tidak ingin. "


" paman itu aku hanya bodoh tak perlu di ambil hati. "


" ya mulai hari ini aku bukan keluarga kalian dan kalian bukan keluargaku. "


" kakak apa yang dirimu katakan mengapa kau memutuskan tali persaudaraan hanya karena omongan yang tidak ada bukti. "


" sudah lah tak perlu bukti untuk itu dari sikap dan cara kalian beberapa tahun ini dan hari ini aku sudah melihat kalian juga bersikap seperti menghalang halangi pengobatan amel. "


" aku sudah putuskan kalian bukan lagi anggota keluarga Arga mulai hari ini kalian hanya orang luar. "


" hahaha baik lah karena sudah sampai di sini jadi tak perlu lagi ada yang di tutup tutupi ya aku memang ingin menguasai keluarga aku juga sudah meracuni amel aku juga yang sudah meracuni kakak ipar semua aku lakukan untuk menjadi kepala keluarga hahahaha. sekarang apa lagi. "


" dasar tidak tau rasa berterima kasih kalian tangkap dan bawa mereka. "


tapi keempat orang itu hanya diam saja tidak mendengarkan perintah dari ayah amel.


" hahaha mereka berempat adalah orang ku mereka hanya akan mendengarkan ku saja jadi lebih baik kalian mati semuanya. " ucap paman amel kemudian menodongkan senjata di ikuti oleh anaknya dan juga 4 orang lainnya.


" kau bajingan tengik. kau tidak akan pernah bisa membunuh ku dan keluargaku sialan. "


" hahaha kau masih saja tidak sadar siapa yang akan menyelamatkanmu apa dua orang wanita itu atau dokter bodoh ini apa mereka lebih cepat dari pistol ku ini. "


tiara yang sudah bosan dengan drama ini dia ingin segera pergi dari tempat itu jadi dengan gerakan sangat cepat tiara melempar jarum pada paman dan anaknya juga pada orang yang mengikutinya. tindakan tiara ini tidak di sadari oleh yang lainnya.


" baik lah kalian selesaikan ini sendiri aku tidak ikut campur lagi dan kalian para sampah kalian terlalu bau busuk jika di biarkan terlalu lama jadi aku sudah memberikan kalian racun yang sama yang kalian berikan pada amelia jadi selamat menikmati. " ucap tiar tenang


" apa kenapa kalian semua bingung kenapa tidak bisa bergerak aku sudah menutup saraf gerak kalian dengan jarum yang sudah aku isi racun itu jadi selama aku tidak melepaskan jarum itu kalian tidak akan bisa bergerak. " ucap tiara menjelaskan pada paman amelia dan orang lain yang ikut bersamanya

__ADS_1


" apa sejak kapan mengapa aku tidak menyadarinya. sepertinya dua orang ini bukan lah orang pada umumnya sudah dua kali aku di buat terkejud dan tak menduga. untung saja keluarga ini tidak berbuat kesalahan yang fatal hah. " suara hati ayah amelia


" dokter li, amelia, tuan Arga aku akan kembali. "


" terimakasih sudah membantu keluarga ku apa yang bisa aku berikan sebagai balasan atas semua yang telah nona lakukan. "


" mudah teruslah menjadi baik jangan sombong dan 1 hal yang terpenting bantulah siapapun yang membutuhkan. "


" baik baik aku mendengarkannya nona. "


"bagus lah jika begitu. "


" tapi bagai mana dengan mereka. "


" mereka mereka akan jadi manusia yang hidup segan matipun tak mau setelah aku mencabut jarumnya. " setelah itu tiara mulai berjalan ke arah paman amelia dan yang lainnya kemudian mencabut jarum yang ada pada mereka. setelah mencabut jarumnya satu persatu mulai berjatuhan tak berdaya tergeletak di lantai.


" sudah tugasku juga sudah selesai jadi aku akan pergi sekarang ayo erika. "


" terimakasih nona jika suatu hari memerlukan bantuan kami dan datang ke rumah ini kami akan menyambut nona dan menerima nona di sini. "


" ya kuharap jika waktu itu datang kalian tidak keberatan. " balas tiara


" tidak akan pernah nona tidak akan. "


" baik laba. " ucap tiara


" dokter li jika kau memerlukan bantuan ku lagi hubungi saja aku. "


" oh baik lah nona aku mengerti. "


tiara pun pergi dari kedian Arga, sedangkan dokter li masih di sana untuk mengecek keadaan amelia.


" dokter li di mana dirimu bertemu dengannya. "


" hah itu aku bertemu saat aku mengalami kecelakan kemari bersama cucuku dan dialah yang menolongku dan cucuku dengan kemampuan medisnya. "


" sebuah berkah bisa mengenal orang sehebat dia dan juga baik hati. "


" ya orang yang tidak menjual kemampuannya untuk memperkaya diri dengan memeras orang lain. "


" benar sekali dokter li. aku juga minta maaf atas kejadian tadi. "


" hah sudah lupakan itu juga karena dua orang ini. "


" hah ya sangat di sayangkan sekali mereka begitu di butakan oleh kekuasaan. "


" lalu tuan Arga akan melakukan apa pada mereka. "


" mudah tunggu saja kematian mereka semua akan selesai. "

__ADS_1


" ah begitu rupanya. "


kemudian seorang gadis datang. dengan wajah yang begitu cantik.


" ayah. "


" amel mengapa tidak istirahat. "


" aku merasa baik jadi aku putuskan untuk keluar dari kamar badanku sudah kaku semua setelah sekian lama. "


" ah tapi. "


" tuan Arga nona amel sudah sangat sehat jadi tidak masalah aku sudah melakukan pemeriksaan. " li suan


" jadi seperti itu baik lah. " ucap ayah amel


" tapi ayah bagai mana dengan paman dan yang lainnya. "


" amelia tidak memiliki paman lagi mereka bukan keluarga kita lagi. " ucap tuan Arga


" biarkan mereka tinggal di rumah belakang sja untuk menunggu kematian setelah itu bukan lagi masalah kita. "


" em baik lah ayah aku mengerti. "


" tuan Arga aku harus kembali ke rumah sakit karena ini sudah sangat siang aku masih ada pasien yang harus di tangani. "


" baik baik dokter li aku tidak akan menahan lagi mari biar ku antar sampai ke luar. "


" jika begitu aku akan merepotkan tuan Arga. "


setelah mengantarkan dokter li dan dokter li juga sudah pergi saat ini amelia dan ayahnya tengah berada di ruang keluarga.


" ayah apa ayah mengenai siapa orang yang menyelamatkan aku. "


"ayah juga baru mengenalnya hari ini itu pun karena dokter li yang membawanya. "


" em sepeti itu ayah. "


" amel ayah sangat senang kamu sudah kembali seperti dulu ayah sangat frustasi saat melihat mu tidak berdaya di tempat tidur rasanya dunia ayah ada yang hilang. "


" sekarang tenang lah ayah amel sudah kembali ayah tak perlu khawatir lagi. sekarang ayo kita cukur jenggot dan kumis ayah dulu setelah itu rapikan rambut ayah karena itu bisa menghilangkan karisma ayah. "


" hah ya baiklah kau sangat mirip dengan ibumu ayah hanya bisa mengiakan saja tanpa bisa menolaknya. "


" tunggu dan duduk lah di sini ayah amel akan segera kembali. "


" ya baik lah. "


semenjak kematian istrinya, amelia lah yang menggantikan untuk merawat kepala keluarga Arga amel sangat sama dengan mendiang istrinya dari wajah dan sifatnya. itulah mengapa tuan Arga begitu menyayangi nya dan tidak ingin kehilangannya.

__ADS_1


__ADS_2