Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 30


__ADS_3

" nona. " ucap han


tiara melihat ke arah orang yang menembak dan tersenyum. satu orang lagi datang untuk mati.


" aku baik baik saja han. apa kau bisa menembak mengapa tak ada satupun yang mengenai ku. " ejek Queen yang sedari awal sudah menyadari kedatangan orang itu. Queen segera menggunakan energinya memperlambat waktu dan ketika orang itu menembakan peluru Queen sudah berpindah dan ketika peluru itu sudah lewat Queen kembali ke posisi sebelumnya.


" dasar wanita bajingan apa kau sadar siapa yang kau bunuh dia ayahku. dia ayah yang sudah membuang aku dan ibuku karena wanita lain kau tak layak membunuhnya harusnya aku yang membunuh dia agar ibuku tenang di sana. " ucap seorang wanita cantik dengan pakaian gaun malam panjang yang ada belahan di pinggir hingga paha bagian bawah.


" apa salahku dia datang untuk membunuhku jadi ku bunuh dia terlebih dahulu jika menanti dirimu maka aku yang akan mati dan dirimu masih belum tentu dapat membunuhnya. "


" dia............. mmmmm...... 'door..... " lagi lagi wanita itu menembakkan pistolnya


sama dengan sebelumnya Queen seakan tembus peluru sehingga peluru tak mengenainya. " kemari dan serahkan pistol itu padaku akan ku ajarkan cara menembak kau sungguh bodoh datang hanya dengan tubuh tanpa ada kemampuan. itu namanya bunuh diri. "


bukan menjawab tapi malah menembak secara membabi buta ke arah Queen. han yang melihat itu segera berlari menghalangi peluru. benar saja dari 6 peluru yang di keluarkan salah satunya mengenai bahu kiri dari han.


ctak..... ctak..... ctak...... ctak.... suara pelatuk pistol kerena sudah kehabisan peluru


" nona apa dirimu baik baik saja apakah ada peluru yang mengenai mu nona. " ucap han mengabaikan rasa sakit di bahu kirinya


" apa yang kau lakukan apa kau bodoh itu peluru bukan bola mengapa kau menghalanginya. " marah tiara yang melihat kebodohan dari han menghadang peluru dengan tubuhnya sendiri


" itu aku minta maaf nona sungguh aku minta maaf aku hanya khawatir saja jadi instingku mengatakan jika aku harus bergerak. "


jelas han


" tapi itu tindakan bodoh yang bisa membunuhmu. "


" asalkan nona tak apa aku sudah tak apa. luka ini sungguh tak berpengaruh pada ku nona. "


" hey berhentilah pistol mu sudah kehabisan peluru dan kau sudah melukai orang ku kau harus bertanggung jawab atas itu. "


" aku tak peduli kau harus mati karena kau sudah membunuh orang yang sangat ingin ku bunuh dengan tanganku sendiri. " wanita itu melemparkan pistolnya ke sembarang tempat kemudian mengambil pisau di balik baju di pahanya segera berlari lurus untuk menusuk tiara.


ketika pisau itu hampir mencapai tiara han dengan tangan kosong menghalangi pisau itu sehingga pisau itu tembus di telapak tangan han.


" han. " ucap tiara


tapi han tak menjawab dia begitu geram dengan wanita yang sudah mengacungkan pistol pada tiara.

__ADS_1


han kemudian menampar wanita itu hingga tersungkur dan melepaskan pisau yang tertancap di tangannya.


kemudian han berjongkok di hadapan wanita itu dan mencabut pisau di tangannya tepat di hadapan wanita itu.


" apa kau wanita bodoh. kau ingin membunuh nona ku tanpa membunuhku. kau terlalu naif orang yang paling ingin kau bunuh sudah di bunuh oleh nona ku dan harusnya itu bisa meringankan beban mu dan kau bisa hidup terus. apa kau berniat mati di sini tanpa hasil apa apa. " bentak han yang sudah begitu geram dengan wanita yang menurutnya terlalu bodoh.


" aku... aku... aku hanya hanya terlalu membenci orang itu dia dia begitu kejam pada ku dan ibu ku dia mengusir kami saat ibuku sedang sakit. dan ibu ku mati kerena dia harus bekerja keras untuk ku. "


" maka kini semua sudah usai kau bisa bebas tanpa beban karena orang itu sudah mati. "


" han ayo pergi dari tempat ini tinggalkan saja dia. aku tak mau mengurusi orang ini. "


" baik nona. " kemudian berdiri dari jongkoknya menuju meja mengambil koper yang berisi berkas dan semua kunci termasuk kunci kasino.


" ini sudah menjadi milik kita nona jadi harus di bawa." ucap han melucu walau sedang kesakitan


" kau masih ingat itu han, it's up to you. ayo pergi sudah hampir pagi. "


" ok siap nona. " ucap han seakan tidak kesakitan


setelah itu tiara dan han mulai meninggalkan kasino itu dan meninggalkan gadis itu juga di sana. han mengemudikan mobil dengan kecepatan stabil.


han yang mendengar itu malah menjawab dengan bercanda.


" nona dirimu tenang saja aku masih baik akan ku antar dirimu dengan selamat sampai di rumah. "


" apa kau yakin han. ".


" tentu saja nona ku yakin. "


ciiiiiiiiiiiit......... suara dencitan ban karena mengerem mendadak.


rupanya di depan mobil tiara ada mobil yang memotong laju mobil tiara secara mendadak.


dari mobil itu keluar wanita yang tadi di kasino dangan ******* ***** tangannya dan wajah menunduk mendekat ke arah kemudi.


" apa yang coba kau........ "


" bolehkah aku ikut denganmu aku sudah tak memiliki apa pun lagi. " wanita itu memotong ucapan han.

__ADS_1


" apa kau sadar dengan yang kau ucapkan kau baru saja berbuat bodoh dan kau juga hampir membahayakan dirimu dan nona ku dengan berhenti didepan mobil ini dan sekarang kau ingin ikut. "


" maafkan aku aku sudah salah kumohon. "


" sudah lah han bawa saja tapi bakar dahulu mobil itu jika dia ingin ikut. "


" baik nona. bagai mana apa kau masih ingin ikut. "


" tentu saja. " segera han turun dari mobilnya dan menuju mobil milik wanita itu.


" sudah ayo sekarang kem bali. " ucap han


segera mobil itu melaju lagi untuk pulang. wanita itu duduk di samping han. dengan wajah menunduk. Sedangkan tiara dia menyandarkan kepalanya kemudian menutup matanya.


kecepatan yang sedang membuat perjalanan cukup mekanik waktu untuk tiba di rumah. han masih terlihat santai walau keringat dingin sudah membasahinya bahkan wajahnya sudah pucat.


" apa apa kau baik baik saja. jika boleh biarkan aku yang menyetir untuk menggantikan mu. " ucap wanita itu tiba tiba


" hey rupanya kau mengkhawatirkan ku tapi tak perlu sebentar lagi kita sudah tiba dan jangan berisik nona sedang istirahat. "


" tapi tapi... "


sssstttttt. suara han menghentikannya


tak butuh waktu lama benar apa yang di katakan han kini mobil sudah tiba di rumah dan waktu sudah menunjukkan pukul 05.15. han akan segera turun untuk membukakan pintu jika tiara sudah terbangun tapi tiara menghentikannya


" tak perlu han biarkan aku lakukan sendiri. " ucap tiara walau sedang terpejam


" ah baik nona maaf karena sudah mengganggu waktu istirahat mu. "


tiara tak menjawab dia keluar dari mobil dan di luar sudah ada erika dan iris yang menunggu kedatangan tiara.


" nona. " ucap erika dan iris dan hanya diangguki oleh tiara.


" nona apa semuanya baik baik saja.... " erika


" ya aku baik hanya masalah kecil saja. "


" han kau kau kenapa seperti ini apakah terjadi sesuatu padamu. "

__ADS_1


" bisakah ku jelaskan nanti. " setelah itu han jatuh dan tak sadarkan diri wanita yang mengikuti han di belakang berusaha menangkap han tapi pada dasarnya kekuatan seorang wanita normal tak mampu menahan berat badan seorang lelaki.


__ADS_2