Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
185. Airin Saquela Queen


__ADS_3

tristan yang sudah memasuki ruangan dengan menerobos pintu ruangan persalinan itu berdiri dengan nafas yang memburu. bukan karena kelelahan atau pertarungan tapi dia begitu bersemangat setelah sekian lama.


di dalam ruangan itu waktu seakan terhenti semuanya terkunci dan mematung hanya tiara dan tristan yang tidak terjebak dalam penghentian waktu itu keduanya sama sama tersenyum


" kau kembali sayang setelah sekian lama. " tiara


" bukan sudah aku katakan aku tidak akan pernah meninggalkanmu seorang diri. "


" em...... terimakasih sudah kembali aku sangat merindukanmu.


lihatlah anak kita dia selalu menemaniku semenjak dirimu pergi. . . . "


" dia juga datang menjemput ku untuk pulang. "


tiara kemudian menjentikkan jarinya dan waktu seketika berjalan normal lagi. tristan masih di posisinya di depan pintu.


" tristan..... tristan apa itu dirimu nak. " ibu tristan tampak terkejut dan nanar di matanya terlihat jelas.


" ibu ini aku tristan....!!


benara ibu aku sudah kembali....!!! "


" tristan..... " ibu tristan segera berlari ke arah tristan dan memeluknya lekat lekat karena luka hatinya kini benar benar terobati selama sembilan bulan lamanya menampung rasa sakit itu agar tidak muncul di permukaan.


"ibu... " ucap tristan yang memiliki kerinduan juga pada sangat ibu.


setelah cukup lama berpelukan akhirnya pelukan itu melonggar dan terlepas ibu tristan berbicara lembut pada tristan.


" temui lah istrimu dia lah yang selama ini sangat bersedih sejak kepergianmu. " ucap Ibu tristan lembut.


tristan sendiri tidak membantah dengan langkah kaki yang lebar tristan berjalan mendekati tiara. tiara yang melihat tristan mendekat menunjukkan senyuman yang indah senyuman ke bahagian dan tanpa sepengetahuan ya air mata yang bening itu sudah mengalir membasahi pipinya.


" sayang mengapa menangis. " ucap tristan yang sudah berada di dekat tiara kemudian kedua tangan dinginnya menyentuh wajah tiara kemudian mengusap air mata itu.


" aku sudah pulang jangan ada lagi air mata. " kembali tristan berucap.


" tristan.... " ucap tiara memeluk tristan dan membenamkan wajahnya di dada bidang tristan tempat yang selama ini sudah lama hilang tempat di mana dirinya selalu merasakan nyaman.


lama mereka berpelukan tristan tidak juga melepaskan pelukan itu karena dirinya mengerti betapa terlukanya istrinya selama ini jadi tristan membiarkan tiara yang melepaskan pelukan itu tristan terus membelai rambut panjang tiara.


hingga tiara melepaskan pelukan itu lalu tiara menatap lekat wajah tristan. tangannya secara reflek menyentuh luka pada pipi tristan yang kini sudah menjadi bekas mengusapnya halus kemudian menatap ke arah dalam mata tristan.

__ADS_1


" jangan pergi lagi setidaknya bawalah aku ketika dirimu pergi. jangan tambah luka lagi pada dirimu hatiku sungguh sakit melihatnya. " ucap tiara yang begitu dalam melihat mata tristan


" aku tidak akan pergi lagi dan aku akan selalu membawamu kemanapun ketika aku akan pergi mulai hari ini. " ucap tristan tersenyum yang mana rambutnya seperti sedang di rapihkan oleh tangan lembut tiara.


" by the way.... apa bekas luka ini tampak buruk terlihat. " lanjut tristan


" tidak itu tampak keren dan dirimu semakin berkharisma saja aku semakin terpesona denganmu. " ucap tiara jujur.


" baguslah jika istriku suka. " ucap tristan.


ibu tristan yang sudah menggendong seorang anak bayi cantik yang mana sudah di bersihkan dan sudah di balut dengan kain mendekat ke arah ke duanya memecah pembicaraan keduanya.


" lihat lah apa kalian sudah melupakan seseorang. " ucap Ibu tristan tersenyum


sontak saja tristan terkejut dan melihat kerah ibunya yang menggendong bayi yang tampak begitu cantik dan bersih itu.


" anak kita..... " ucap tiara membuyarkan keterkejutan tristan.


tristan segera mengambil anak itu dari gendingan sangat ibu kemudian menggendongnya.


" hey.... anak daddy selamat datang di dunia ini. " ucap tristan mengecupnya.


anak itu seakan mengerti dan tau siapa yang bicara dan menggendongnya menunjukkan reaksi yang sangat lucu tapi begitu menawan bayi itu tersenyum kemudian menggeliat.


" em..... aku rasa anak kita sudah mengenalimu. " ucap tiara


kembali tristan mengecup bayi itu dengan lembut kembali juga bayi itu tersenyum seakan suka dengan perlakuan tristan. tiara yang melihat itu sangat bahagia


" mereka tampak begitu dekat walau terpisah begitu jauh anak ini memiliki sesuatu yang lain kelak setelah dewasa nanti. " ucap hati tiara.


" oke sayang apa dirimu ingin bersama mama ayo kita pergi ke mama tampaknya mama juga ingin bersama mu sayang. " ucap tristan.


langsung saja tiara menerima anak itu dengan lembut dan penuh senyuman.


" anak mama sayang.... " ucap tiara


si anak juga langsung bereaksi dengan menggeliat membuat posisi senyaman mungkin dalam gendongan tiara. bayi itu juga tersenyum cerah.


" pintar sekali anak mama. " ucap tiara kemudian mengecupnya.


" tristan..... " panggil tiara.

__ADS_1


" ya apa sayang. " jawab tristan.


" apa dirimu sudah memiliki nama untuk anak kita. " tanya tiara pada tristan.


" em.... nama ya....???


sebentar biarkan aku memikirkan sejenak. " ucap tristan tampak sedang berpikir.


" airin saquela Queen. " ucap tristan


" nama yang bagus. tapi mengapa tidak ada nama margamu pada anak kita. " tanya tiara sedikit bingung. Tapi tiara juga terkejut karena tristan menyertakan nama airin di mana nama itu hanya tiara buat ketika masih anak itu ada dalam dunia lain di mana tristan tidak pernah mengetahui nama itu. hanya tiara dan anak itu sendiri yang mengetahuinya.


" tidak aku tidak mau meletakkan marga apapun pada anak kita biarkan dia berdiri sendiri dengan namanya. kita hanya menuntun dan mendukung saja. " jelas tristan.


" hem.... ya baik lah aku rasa tidak ada masalah dengan itu. " jawab tiara


semenjak hari itu kebahagiaan selalu menyertai keluarga kecil itu. bayi mungil nanti cantik itu selalu saja membuat suasana menjadi hangat.


sudah satu minggu berlalu kini mereka sudah ada di rumah lebih tepatnya saat itu sudah malam hari. tristan baru saja masuk ke dalam kamar tampak melihat tiara yang sedang duduk di depan meja rias.


" apa airin sudah tidur sayang. " tanya tristan.


" sudah, baru saja.


ada apa.....??? " ucap tiara kemudian bertanya.


" ah itu aku rasa kita sudah lama tidak melakukan itu bisa kah kita melakukannya sekarang. " ucap tristan bertanya


" maksudmu...... " kembali tiara bertanya.


tristan tampa ada angin dan hujan langsung membawa tiara ke dalam gendongannya kemudian membawa tiara ke atas kasur. tentu saja tiara tidak diam dia sedikit memberontak dan bersuara.


" tristan apa yang coba dirimu lakukan. " tanya tiara yang sudah di letakkan dia atas kasur yang lembut dan dingin itu


" aku menginginkannya bisa kah kita lakukan sekarang. ini sudah lama kan. " ucap tristan dengan tatapan yang tentu saja tak bisa di tolak sekali pun itu tiara.


" tapi aku baru satu minggu tristan itu tidak bisa setidaknya selama sebulan sampai dara sisa kelahiran dalam rahimku bersih. " jelas tiara yang sebenarnya tak tega menolak tristan bagai mana pun tiara juga merasakan perasan tristan.


" jadi tak bisakah. " tanya tristan


" tidak bisa tristan ini demi ke baikan bersama

__ADS_1


" ucap tiara


" hah..... ya sudah. " tristan kemudian melepaskan tiara dengan wajah yang jelek.


__ADS_2