Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
160. hawai


__ADS_3

di luar hana sudah menjatuhkan lebih dari selusin orang yang mencoba menahannya untuk menemui tiara dan yang terakhir adalah jimy seorang yang merupakan praktisi beladiri tingkat master.


tapi itu tak membuat hana kesulitan karena saat ini jimy sudah dalam keadaan berlutut dan hana menguncinya agar tak bergerak lebih jauh lagi. hana bisa saja membunuhnya tapi hana tidak melakukannya.


" tunggu di sini. " ucap tristan pada tiara yang sudah akan ke luar.


" tapi harus aku yang keluar. "


" aku suamimu. "


" lalu. "


" patuh lah. "


" terserah. " kesal tiara


tristan keluar dari balik pintu untuk menemui hana yang masih berdiri dengan mengunci jimy


" hana.... ini akan berlangsung cepat. " pikir tiara. karena tiara tau sifat ana.


" kau siapa lepaskan jimy sekarang. " ucap tristan dingin walau dia terkejut seorang tristan bisa dikalahkan oleh seorang gadis.


hana segera memukul syaraf lumpuh tristan yang membuat tristan pingsan. " aku ingin bertemu nona. "


" kau siapa dan siapa nona yang kau maksud. "


" aku ingin bertemu nona. "


" kau mengabaikan ku.... "


" aku ingin bertemu nona. "


" tidak bis........ ahk.......... "


hana sudah memberikan tendangan perut pada tristan membuatnya terdorong hingga duduk memegangi perutnya.


" hana. "


" nona maaf aku lancang masih datang walau nona sudah melarang ku. tapi sumpahku untuk terus bersama nona tak bisa di abaikan itu aka menjadi beban untuk ku jika hanya melihat nona di bawa seorang tanpa perlawanan. "


" ya tak apa. " ucap tiara kemudian mendekat dan berbisik. " dia suamiku sekarang aku sudah menikah. "


sontak hana terkejut mendengarnya hana segera melihat ke arah tristan yang masih meringis kesakitan.


" tuan maafkan aku atas kelancanganku memukulmu tuan bisa menghukum ku sekarang. "


" sudah tak perlu itu pelajaran untuk nya di masa depan abaikan saja. " ucap tiara.


" bantu aku. " ucap tristan


" baik tuan. " ucap hana bersiap menolong tristan.


" bukan kau. "


" eh. "


" tapi dia. " ucap tristan menunjuk tiara.


" kenapa aku kau bisa bangun sendiri kan. "


" aku suamimu. "


" terus. "


" suamimu kesakitan dan kau hanya diam tak menolongnya. "


" itu deritamu bukan sudah ku katakan aku saja yang keluar tapi kau masih keras kepala. "


" cepat bantu aku atau. "


" atau apa. "


" aku akan melupakan kesepakatan kita dan aku akan mengambil hakku sebagai suami. "


" eh. apa kau tidak takut dengan hana. "


" dia tidak akan melakukan apapun padaku karena aku tidak menyakitimu aku hanya mengambil gak ku. "


" hana. "


" maaf nona. "


" hah. eit.... tapi aku bisa menendang lebih keras bahkan kau bisa mati. "


" mati di tangan istri sepertimu tidak akan ada penyesalan untuk ku. "


hah tiara di buat mati kutu tak memiliki pilihan lain selain menolong tristan.


" hana kau bisa kembali dulu sekarang katakan pada yang lainnya tak perlu memikirkan aku dan katakan semuanya pada mereka jika aku sudah menikah apa kau mengerti. "


" baik nona.


lalu apa nona tidak akan pernah kembali. "


" dalam beberapa hari aku akan kembali. "


" baik lah nona. aku permisi tuan aku permisi. "


" ya. " jawab tristan.

__ADS_1


tiara membantu tristan dengan memapahnya di bawa ke kamar tiara dengan sabar membawa tristan karena tristan selalu meringis kesakitan ketika bergerak yang berlebihan.


" apa aku berat. "


" tidak. "


" serius. "


" ya aku serius. " jawab tiara


" hanya kau seorang bahkan jika itu sepuluh seperti dirimu takkan menjadi beban apapun untuk ku. " ucap tiara di hatinya


" apa tadi itu hana. "


" ya itu hana. "


" dimana kau mendapatkannya. "


" dia datang sendri kepadaku. "


"berbaring dan istirahat lah. " ucap tiara yang membaringkan tristan dan akan pergi keluar meninggalkan tristan.


" tunggu. "


" apa lagi. "


" aku kesakitan. "


" ya lalu. "


" tak bisakah dirimu mengurangi rasa sakit ku setidaknya temani aku jika tak bisa. "


tiara yang melihat tristan berkeringat dan wajahnya pucat karena menahan sakit membuat hati tiara tergerak untuk menolongnya.


" hah... baik lah. "


tiara segera menyingkap selimut yang menutupi tristan kemudian membuka kancing baju tristan.


tristan yang di buka kancing bajunya sedikit salah paham tapi diam saja untuk melihat tindakan tiara selanjutnya.


tiba tiba tiara sudah memegang 5 jarum berwarna emas yang entah dari mana datangnya. tiara segera melakukan akupuntur pada tristan. tak perlu waktu lama dalam dua menit tristan sudah pulih seperti sedia kala.


" selain cantik dirimu bisa medis juga. " ucap tristan


tiara diam saja tidak menjawab karena dirinya sangat malas untuk meladeni tristan yang sangat irit bicara.


" terimakasih. " tristan.


" ya. "


" kata akan saja jika dirimu memiliki keinginan aku akan mewujudkan. "


" benarkah. "


" apa. "


" cerai dan membunuhmu. "


"eh." tiara terkejut hatinya mulai bergetar mendengar itu dari tristan.


" kenapa aku tak boleh meminta dua hal itu. "


" untuk cerai dirimu bisa membunuhku terlebih dahulu. untuk membunuhmu aku tak bisa karena aku sudah sangat mencintaimu. "


" lebay. "


" terserah. "


" aku ingin ke hawai."


tristan tanpa menjawab segera mengambil ponselnya.


" siap kan pesawat dalam satu jam kita akan terbang ke hawai. "


" baik tuan. " jawab seorang dari seberang.


" eh apa kau serius ucap tiara.


" tentu. "


" tapi aku hanya bercanda. "


" sudah ayo kita berangkat sekarang. "


" eh tapi pakaianku masih begini. "


" tak apa kau masih tampak cantik dan sexy. "


tristan turun dari tempat tidurnya kemudian menggendong tira membawa tiara keluar kamar.


" hey apa yang kau lakukan turunkan aku aku mau jalan sendiri. "


" diam lah. "


" tapi aku... "


" diam lah. "


" kau menyebalkan sebagai sebagai seorang lelaki. "

__ADS_1


tristan berganti sejenak kemudian menatap tiara lama. tatapan itu bertemu entah mengapa tiara merasakan takut dari tatapan itu dan seluruh tubuhnya merinding.


" maaf. " ucap tristan. "


" what dia perlu waktu yang lama hanya ingin mengatakan maaf dasar pria aneh. mengapa takdir mempertemukan aku dengan lelaki ini. " ucap kesal tiara.


" kau sangat buruk tidak seperti ayahku. "


" karena aku dan ayahmu orang yang berbeda jadi akan berbeda pula cara mencintai istrinya. "


" tapi ayahku sangat spesial. "


tristan kembali lagi berhenti di pintu mobil dia menatap lama tiara lagi. " ayah dan ibumu dulu saling mencintai jadi mereka bisa saling melengkapi sedangkan aku masih berusaha mendapatkan cintamu bagai mana kita akan melengkapinya. " ucap tristan kemudian meletakkan tiara di kursi sebelah kemudi. sedang tiara seperti cangkang kosong mendengar ucapan tristan.


hingga mobil berjalan oun tiara masih dalam mode diamnya jiwanya seperti hilang dari raganya. tristan juga tak mengganggu tristan terus mengemudi menuju bandara.


tepat sebelum satu jam kini tristan sudah ada di bandara. sedang tiara masih diam saja jadi mau tidak mau tristan menyadarkan tiara.


" tiara... tiara.... "


" maaf. " ucap tiara.


" untuk apa.....??? "


" aku masih belum bisa menjadi istri yang baik. "


" ya tak apa. "


" terimakasih. "


" apa dirimu sudah mulai mencintaiku. "


" tidak. "


" hah..... yasudah lupakan ayo kita ke pesawat. "


" eh.... tunggu..... "


" apa lagi.... "


" apa ini serius. "


" tentu saja. "


" kita ke hawai. "


" ya. "


" itu aku hanya asal bicara saja tadi. "


" lupakan. "


akhirnya tiara hanya mengikuti tristan saja. tiara di bawa menuju pesawat yang rupanya sudah siap terbang sudah ada pilot dan pramugari yang bersiaga.


" selamat datang tuan muda dan nona muda semoga penerbangan ini menyenangkan. " sambut sangat pramugari.


tristan hanya mengangguk tiara juga mengikuti tapi tiara disertai dengan senyum cerah pada pramugari.


di dalam pesawat.


" jangan tunjukkan senyumanmu pada orang lain selain diriku. "


" mengapa begitu. "


" apa dirimu tak sadar. "


" tidak. "


" hidung pilot itu sampai berdarah karena melihat senyummu. " bicara dengan datar


" benarkah. "


" ya. "


" tapi aku. "


" diam lah. "


" kau semakin hari mengapa semakin mengesalkan saja. jika begini terus kapan aku bisa jatuh cinta padamu yang ada aku muak jika bersamamu. " tiara sudah marah dan mengeluarkan semua isi hatinya karena selain irit bicara tristan juga sangat datar sekali hanya sesekali saja dia seperti serius.


tristan tak menjawab tapi malah mengecup kening tiara singkat.


" apa yang kau lakukan. "


" tidak ada. "


" kau melanggar sarat yang ketiga. "


" bagai mana bisa. "


" kau menyentuh ku baru saja. "


" tidak aku mengecup mu dan itu wajar di lakukan suami ketika istrinya merajuk. "


" itu sama saja. "


" benarkah. "


" ya. "

__ADS_1


" maaf. "


" terserah. " tiara semakin jengkel saja di buatnya. tapi tristan hanya tersenyum saja.


__ADS_2