Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 115


__ADS_3

" Paman maaf aku harus mengamputasi kedua kaki mu. ini semua demi anak mu yang begitu menyayangimu. "


tak lama anak itu kembali dengan membawa satu kantong plastik besar untuk membawa semua belanjaan yang tiara minta.


" kakak aku sudah membeli semuanya. "


" bagus aku hanya minta kepadamu sekarang tunggulah di luar saja. "


" apa aku tidak bisa membantu mu. "


" tidak. "


" tapi apa yang akan kakak lakukan. "


" memotong kedua kaki ayahmu. "


" apa...... "


" ya jika itu tidak segera di potong ayah mu akan meninggal, bagai mana. "


" aku sebenarnya tidak masalah untuk keselamatan ayah. tapi aku yakin ayah pasti sedih jika tau kakinya di potong. dalam kondisi seperti sekarang pun dia begitu sedih karena tidak bisa berbuat apa apa sebagai kepala keluarga. tak jarang ayah meminta ibu untuk meninggalkannya sendiri bahkan memaki ibu agar mau pergi. "


" ya aku mengerti tapi jika tidak di lakukan ayahmu akan mati. "


" baik lah kak lakukan saja suatu hari ayah pasti akan sadar jika kami begitu tulus menyayanginya dalam keadaan seperti apa pun. "


" bagus anak baik. "


" tapi apa kakak seorang dokter mengapa kakak ingin mengamputasi kaki ayah. "


" aku bukan dokter aku seorang ahli medis. "


" apa dokter dan ahli medis tidak sama. "


" mereka sama, sama sama untuk menyelamatkan hanya saja jika dokter memiliki surat resmi sedangkan aku tidak. "


" baik lah aku akan coba memahaminya walau aku tidak mengerti. "


" kak aku akan di luar jika ada sesuatu segera panggil saja. "


" ya. "


setelah kepergian anak itu tiara mulai mempersiapkan dirinya untuk melakukan operasi tiara mulai mensterilkan sekitar dengan energinya kemudian mengambil beberapa jarum untuk menutup syaraf yang menghantarkan rasa sakit ke otak istilahnya bius. setelah selesai tiara mulai memotong kaki dari anak itu dengan energi yang di buat sangat tajam.


sehingga kedua kaki orang itu terpotong dengan rapi tiara segera menusukkan jarum untuk menghentikan pendarahan. setelah selesai tiara mulai merawat luka dari sisa amputasi nya.


sekitar satu jam akhirnya semua proses sudah selesai. semuanya berjalan dengan baik. tiara mulai membersihkan tempat itu mulai dari mengganti tempat tidurnya kemudian udara di sekitar menghilangkan bau busuk.


setelah selesai tiara membawa potongan kaki dan bekas tempat tidurnya ke luar.


" kakak apa sudah selesai. "


" ya.... masuk lah dahulu aku harus menguburkan kaki ayahmu agar tidak menjadi penyakit. "


" ah baik lah kak. "

__ADS_1


" em"


anak itu segera masuk segera sangat terkejut karena rumahnya sudah tak lagi bau udara di dalam rumahnya begitu sejuk dan bersih seperti sangat asri.


tiara di tempat di mana dia menggali tanah sebelumnya melemparkan potongan kaki dan kain bekas serta tempat tidur milik orang itu kedalam lubang. setelah itu tiara mulai menutupi lubang itu kembali.


tapi baru saja tiara selesai dan akan kembali untuk merawat ibu dari anak itu ponselnya berbunyi. tiara segera melihat ponselnya rupanya dari lauren. "


" ya kak ana ada apa...... "


" nona aku sedang kesulitan mecari seseorang yang mau mencoba obat yang kami buat aku sudah pergi ke rumah sakit tapi semuanya menolak ajakan ku. "


" waktu yang tepat aku sudah mendapatkan satu orang . kau bisa uji kan obat itu pada orang ini sebagai bukti bahwa obatnya bekerja sangat baik. "


" benarkah nona di mana aku bisa menemuinya. "


" mintalah iris melacak ponselku saja itu akan lebih mudah dari pada aku menjelaskan. "


" baik nona. "


panggilan pun terputus tiara tersenyum menggelengkan kepala.


" kebetulan ini sungguh sangat keterlaluan aku tidak menduganya ini terlalu mustahil terjadi. aku sekedar jalan jalan setelah itu ingin kembali tapi tidak segera masuk ke mobil malah masih melihat sekitar, kemudian bertemu seorang anak, mengobati orang tuanya, dan erika mencari seorang yang bisa untuk menguji obatnya. dan itu orang yang aku tolong hari ini. " suara hati tiara.


setibanya di rumah gadis itu tiara segera masuk kedalam kemudian mulai merawat ibu anak itu. anak itu yang melihat tiara kembali sangat enang. tiara sendiri mulai merawat ibu itu dengan menusukkan jarum di beberapa titik setelah membuka pakaian dari ibu itu kemudian menyalurkan energi murni kedalam tubuh ibu itu melalui jarum agar ibu itu memiliki energi untuk bangun.


satu menit kemudian tiara menghentikan perawatan kemudian melepaskan setiap jarum yang di tusukkan pada ibu itu tak lama setelah itu sang ibu segera terbangun melihat ke arah tiara sejenak kemudian pada anaknya.


" ibu sudah sadar. kakak ini lah yang membantu kita."


" aku tidak butuh balasan apa pun jadi tak perlu di pikirkan. "


" ah nona muda sangat baik maaf juga rumah ini sangat buruk dan bau aku masih belum mampu untuk mengobati penyakit suamiku. "


" aku rasa tidak ada bau apa pun di sini. " ucap tiara.


" tidak apa nona aku mengerti nona merasa tidak nyaman untuk mengatakannya. "


" tapi aku benar benar tidak mencium bau apa pun apa kau mencium bau. " ucap tiara kemudian bertanya pada si anak. "


" tidak aku tidak mencium bau apa pun. "


" eh apa ada yang salah tapi benar juga. "


" aku sudah mengobati suamimu. dan aku juga sudah mengamputasi kakinya. "


" apa mengobati, mengamputasi. benarkah eh tapi tadi aku juga mendengar seorang mengatakan itu. "


" ya itu aku yang mengatakannya. "


" benarkah. "


" ibu benar, apa yang di katakan kaka ini benar lihat kondisi ayah sudah sedikit membaik juga tidak ada lagi bau. "


" ah ini terlalu sulit untuk di percaya tapi ini terlalu nyata untuk tidak percaya. "

__ADS_1


" sudah sekarang lebih baik kalian makan terlebih dahulu. sebentar lagi akan ada seseorang yang akan datang dan akan menawarkan pengobatan gratis jadi aku harap Terima saja. "


" benarkah tapi apakah ada orang semacam itu memberikan pengobatan gratis. "


" begini sebenarnya orang itu memiliki perusahaan obat dan perusahaan itu menemukan obat yang bisa menyembuhkan penyakit seperti yang di derita suami mu. aku sudah melihatnya jika obat ini sangat baik jadi aku mengambil kesempatan ini untuk suamimu bagai mana apa bisa di Terima. "


" ah aku percaya saja pada nona muda karena nona sudah menolong keluarga kami jadi tak perlu ragu. "


" bagus aku akan pergi sebentar untuk membeli pakaian untuk kalian agar lebih nyaman saat keluar nanti. aku akan meninggalkan ponselku di sini karena orang itu akan datang dan mengetahui tempat ini dari ponselku jadi aku tinggalkan di sini. "


" ah baik lah jika begitu. tapi pakaian apakah perlu untuk sampai membeli. "


" itu sebenarnya tidak perlu tapi itu hanya karena aku ingin saja. "


" baik lah kami tak memiliki kemampuan untuk menolak jadi kami hanya bisa menerimanya. "


" bagus tunggulah. "


di mobil dalam perjalanan lauren dan iris.


" iris lacak ponsel nona untuk mengetahui keberadaan nya. "


" mudah saja tunggulah sebentar. "iris mulai memainkan ponselnya tak lama iris sudah selesai.


" sudah di temukan. "


" di mana. "


" di kota dufan. "


" apa dufan jauh sekali. "


" entah lah. "


" ya sudah ayo jalan sekarang agar tidak sampai petang di sana. "


" karena aku yang menyetir berpegangan lah dengan baik. "


" maksud mu. "


tapi iris tidak menjawab dia langsung tancap gas. lauren yang tidak siap segera tersentak ke belakang.


" iris apa kau ingin bunuh diri mengapa sampai seperti ini. "


" kau meminta cepat. "


" ya aku tau tapi kita akan mati jika seperti ini. "


" aku tidak masalah jika mati bersamamu yang sudah mendapatkan ciuman pertamaku. "


" iris jika kau mau mati matilah sendiri aku masih ingin membangun keluarga. "


" mengapa tidak denganku saja di surga. "


" berhenti lah iris itu tidak berpengaruh padaku fokuslah menyetir. "

__ADS_1


iris tersenyum kemudian menambahkan kecepatan lauren di buat sangat takut terkadang sampai menutup matanya


__ADS_2