
satu orang berbalik melihat ke arah teriakan han beberapa saat kemudian.
" siapa kalian apa kalian bagian dari orang orang ini. "
" aku, oh kami, tidak bukan kami bukan salah satu dari orang itu kami hanya sedang lewat saja. " ucap han santai
" jika begitu pergilah sebelum nasib buruk mendatangi kalian. "
" kami tidak berminat pergi tapi bisakah aku bergabung dengan dua orang itu, sepertinya menarik. "
" sialan apa kau mencoba menantang kami kalian selesaikan mereka dengan cepat. "
segera sepuluh orang bergerak ke arah han dan tiara berada mereka terlihat garang dengan badan yang kekar serta senjata yang mereka pegang.
" han berapa orang dari mereka yang bisa kau lawan. "
" eh aku pikir nona yang akan melawan mereka. kurasa aku mampu melawan tiga orang dari mereka dengan kondisi ku saat ini nona. "
" baik lah ambil pisau di mobil kau di belakangku menjadi bagian pencabutan nyawa apa bisa. "
" hahaha tentu bisa nona. " segera han mengambil pisau di dalam mobil sesuai dengan perintah tiara.
tiara turun dari mobilnya. kemudian berjalan dengan santai dan bersenandung. di belakangnya han sedang menyesap rokoknya dan pisau di tangan sebelahnya.
tiara dan sepuluh orang itu semakin dekat terus dekat hingga tak butuh waktu lama lagi tiara beraksi. menangkis menendang meninju semuanya di lakukan tiara.
" haaap... kau orang pertama yang mati jleb jleb.... jras.....
hahaha kau orang kedua rupanya ucapkan selamat tinggal pada dunia ini craaaaas.....
eeeet mau kemana kau orang ketiga yang harus mati kali ini jleeb.... jleeb.... jleeb...
kau orang keempat yang datang maka matilah sekarang craas....
kau orang kelima sekarang apa kau tidak tau siapa orang yang kau lawan. jleeb..... matilah
bodoh mengapa datang padaku maka kau harus mati menjadi yang ke enam craas.....
jleeb.... ups maaaf mengapa kau memakan pisau ku maka kau menjadi no 7 yang harus mati
hey kau yang ke 8 craaas.....
kau yang ke 9 jleeeb.....
kau yang terakhir matilah dengan tenang. "
kesepuluh orang yang menyerang tiara dan han mati hanya menyisakan sekitar 15 orang yang masih mengeroyok dua orang. "
" kalian semuanya sepuluh orang itu sudah mati apa tidak ada lagi yang mau datang. " han
mendengar apa yang di katakan han pertarungan berat sebelah itu berhenti, semuanya kemudian melihat ke arah 10 orang yang sudah tergeletak dengan genangan darah.
" apa bagai mana bisa. "
" ini ini tidak mungkin. "
" siapa sebenarnya dua orang ini. "
" tersisa kalian saja jadi ayo cepat kita selesaikan saja. " tiara dengan suara lembut dan imutnya
" sialan ayo kita habisi dulu orang itu baru kita bunuh dua orang ini. "
segera 15 orang datang menerangi ke arah tiara.
" han berikan pisau itu padaku, aku akan menyelesaikan mereka dengan cepat. "
" baik nona. " menyerahkan pisau
__ADS_1
segera saja tiara bertukar dengan Queen.
kini waktu seperti melambat di mata Queen lambat sangat lambat Queen berlari ke arah lima belas orang itu kemudian menyayat leher mereka satu persatu setelah itu Queen yang telah selesai menyayat semua leher segera kembali ke tempat semula dalam posisi baru menerima pisau dari han.
tak lama kelimabelas orang yang sedan berlari menyerang tiara dan han langsung tersungkur jatuh bersimbah darah yang keluar dari leher mereka.
" han ada apa dengan mereka mengapa mereka sudah mati aku belum bergerak. "
" entah lah nona aku juga tidak melakukan apa apa. " han sudah tau jika nona nya yang melakukan itu karena han sudah pernah melihatnya sekali.
" ya sudah aku kembalikan pisau ini padamu ayo kita kembali saja. mereka sudah mati. "
" baik nona. "
tiara dan han pun berbalik untuk pergi tapi salah satu dari dua orang itu memanggilnya membuat tiara berhenti kemudian berbalik.
" hey hey tunggu. "
" ya ada apa. "
" terimakasih sudah menolong kami. "
" ya hanya kebetulan saja. " ucap tiara kemudian berbalik.
" eh tunggu. " menghentikan tiara dengan mencekal tangan tiara.
sontak tiara berbalik dan melihat ke arah tangan yang di pegang. orang itu yang merasa telah berbuat kesalahan segera melepaskan pegangan tangannya pada tangan tiara. kemudian tiara pun melihat kearah orang itu dengan dingin memancarkan aura membunuh yang kuat.
" ma ma ma maaf maafkan aku aku hanya ingin tau aku berbicara dengan siapa. "
" kuharap kau jangan mengulanginya lagi jika tidak tanganmu akan terpisah dari tubuhmu. " han
tiara berbalik tanpa bicara lagi suasana hatinya kini sedang tidak baik. han segera menyusulnya.
" nona maafkan aku sungguh aku menyesal melakukan itu. " teriaknya pada tiara tapi sayang tiara tidak menanggapinya tiara terus masuk ke dalam mobilnya
" sabarlah tuan muda yang terpenting dirimu sudah meminta maaf. "
" bodoh bodoh bodoh..... jo cari tau siapa dia secepatnya. "
" baik tuan muda secepatnya aku akan mendapatkannya. "
" ya. oh ya jo apa kau mungkin mengetahui tujuan mereka. "
" dari perkataan mereka menginginkan tuan muda arlan meninggal bisa di simpulkan jika ada orang yang tak menyukai tuan muda yang sedang menaiki puncak dalam bisnis. "
" hah baru saja ku teguk manisnya madu nyawa pun sudah jadi taruhannya. sepertinya aku harus mengurangi aktifitas di luar ku. "
" tenang saja tuan muda aku selalu bersamamu jadi aman. "
" aman aman mata mu kita hampir saja mati jika tidak datang dan di tolong oleh mereka. "
" hehehe maaf tuan muda. "
" ya sudah ayo kembali secepatnya ke rumah aku khawatir akan ada yang lainnya lagi. "
" siap tuan muda. "
tiara masih diam dengan menyandarkan kepalanya kemudian memejamkan matanya.
" fokuslah mengemudi han, tak perlu pikirkan hal lain. "
" ba baik nona. " ucap han terkejut karena tiara tau jika dirinya mengkhawatirkan tiara.
mobil melaju kembali ke arah kota suzan karena tiara meminta han untuk kembali ke kota suzan saja.
sepanjang perjalanan han tidak berbicara apa apa lagi karena dirinya sudah tak berani melihat suasana masih di penuhi aura aneh yang membuat siapun merinding jika ada di dekat tiara.
__ADS_1
" han kurasa sudah tidak ada lagi yang menarik ayo kita pulang saja, kita akan keluar malam nanti saja. "
" baik nona. " ucap han
segera membanting setir untuk kejalan arah pulang.
" han apa dalam seminggu lukamu sudah pulih atau masih belum. "
" jika seminggu aku sudah sepenuhnya nona. "
" baguslah aku hanya ingin segera pergi ke tempat yang kau katakan itu. "
" mengapa tidak nanti malam saja nona. "
" tidak. "
" baik lah nona. "
setelah lama dalam perjalanan kini tiara dan han sudah tiba di rumah. tiara segera keluar dari dalam mobil di ikuti han.
" han mintalah Sintia atau erika membersihkan mobil itu. "
" baik nona" tapi dalam pikiran han bertanya tanya mengapa bukan dirinya saja.
seakan tiara tau isi pikiran han tiara memberikan jawaban pada han.
" Oh ya han jika dirimu yang membersihkan mobil apa luka di tanganmu itu akan baik baik saja terkena air sabun. "
" eh ya nona aku mengerti. "
segera tiara pergi meninggalkan han sendirian saja. tiara segera pergi ke dapur mencuci tangannya kemudian pergi menuju kamar erick dan jesica.
di depan pintu kamar.
" permisi apa aku boleh masuk. "
" ya silahkan tidak apa. " jwaban dari dalam terdengar suara dari jesica
tiara masuk saja kedalam kamar setelah mendapatkan izin untuk masuk kedalam.
" sore semuanya, aku datang hanya memastikan keadaan mu paman erick. "
" oh sepertinya aku sudah baik baik saja terimakasih sudah menolongku dan merawatku. "
" ya tak masalah paman baguslah jika dirimu sudah baik baik saja. "
" ya. oh silahkan duduk maaf aku lupa untuk itu. "
" tak masalah paman. " tiara segera duduk.
" jesica apa dirimu tidak kuliah. "
" tidak aku izin hari ini untuk menjaga ayah saja. "
" emm ya itu juga bagus bisa membantu perkembangan kesehatan ayahmu jika keluarganya yang menjaga. " ucap tiara.
" oh ya jesica bisakah aku meminta bantuanmu. "
" ya katakan saja selama aku bisa aku pasti akan lakukan. "
" bisakah dirimu memasak untuk hari ini erika dan Sintia sepertinya sibuk dengan pekerjaannya. sedangkan aku aku masih kurang berpengalaman. "
" tentu tentu saja aku akan segera ke dapur untuk memasak. " segera jesica pergi menuju dapur
" maaf sekali aku merepotkan mu. "
" tidak sungguh aku tidak merasa repot duduk lah saja dirimu bisa mengobrol dahulu bersama ayah. "
__ADS_1
" em. "
jesica pun pergi dari kamar menyisakan tiara dan erick