
di rumah saat itu tiara tengah berdua saja dengan tristan yang masih belum berangkat bekerja.
" jadi bagai mana tristan apa aku boleh mengajari anak kita. " tanya tiara yang sedang bergelayut manja di pangkuan tristan.
" ya setelah aku pikirkan tidak ada salahnya mengajari anak kita. tapi apakah aman sayang aku takut terjadi sesuatu yang buruk padanya. " ucap tristan menyetujui permintaan tiara.
" aman sayang aku akan mengawasinya secara terus menerus sehingga tidak ada kesalahan. " jelas tiara.
" ya sudah lakukan yang terbaik saja untuk anak kita. " ucap tristan
" em pasti sayang. " balas tiara.
" eh ibu bawa airin ke mana sih sayang hari ini. " tanya tristan.
" ibu bilang mau jalan jalan setelah itu beli buku katanya buku airin yang ke maring udah abis di baca semuanya. " balas tiara
" anak itu entah bagai mana cara membaca dan mempelajari buku buku nya itu sampai bisa secepat itu. " heran tristan dengan kelebihan yang di miliki airin.
" entah lah sayang aku juga tak habis pikir. " balas tiara menyandarkan kepalanya di pundak tristan.
" hah aku rasa di butuh seorang adik sekarang sayang.
bagaimana jika kita buatkan adik untuknya. " ucap tristan begitu terbuka tanpa ada yang di tahan tahan.
" tristan ih...... "
" ada apa sayang bukankah sudah satu minggu kita libur apa palang merahmu masih tidak selesai. "
" itu sebenarnya kemarin aku sudah selesai. " balas tiara sedikit gugup dan malu.
" nah ya sudah apa lagi yang kita tunggu mumpung airin belum pulang kita bikinkan adik aja. "
tiara yang sedikit malu hanya mengangguk bagaimana pun tristan adalah suaminya dan juga tristan selalu berhasil membuatnya terpuaskan.
tristan sudah mendapat persetujuan segera membawa tiara ke kamarnya kamar khusus yang mana hanya bisa di akses tiara dan tristan.
setibanya di kamar tiara segera menjentikkan jarinya dan secara tiba tiba semua lilin di sana menyala dan lampu menjadi redup.
" dirimu begitu cantik sayang. " bisik tristan di telinga tiara membuat tiara menggila.
Tiara tidak menjawab dia hanya mengeluh kenikmatan saja yang dibuat oleh tristan. sebuah kain yang melekat di tubuh tiara dikoyak oleh tristan hingga tidak meninggalkan apapun yang melekat di tubuh tiara.
dan seterusnya cukup di bayangin aja author rasa tidak perlu di jelaskan untuk itu karena pihak novel toon melarang keras. kita lanjut ngebahas airin aja yang sedang jalan jalan.
" nenek lihat airin mau main yang itu. " ucap airin menunjuk permainan rollercoaster.
" eh apa airin berani sayang. " ucap linda
" berani nek pasti seru main itu. " ucap airin.
" ya sudah ayo main itu. " setuju linda.
__ADS_1
mereka berdua sedang berada di wahana permainan yang terdiri dari berbagai wahana permainan saat tdi dalam perjalanan airin melihatnya dan meminta linda ibu tristan untuk datang melihatnya.
ini merupakan permainan permainan pertama setelah mereka berdua sampai di zona permainan
dari kejauhan terlihat seseorang dengan tatapan tahan terus memperhatikan ke duanya sosoknya seperti tidak terlihat karena orang itu terus saja di tabrak orang yang berlalu lalang dan orang yang menabrak nya baru sadar jika ada orang di depan mereka atau di jalan yang di lalui oleh mereka.
" tuan aku menemukan anak dari orang itu. saat ini dia sedang bersama seseorang yang berkemampuan tinggi. " ucap orang itu berbicara tanpa ada alat komunikasi yang di pegangnya.
jauh di kedalaman pasar gelap darwin yang mendengar laporan itu menunjukkan senyuman jahatnya. kemudian mengatakan kepada orangnya untuk menangkap anak tiara itu.
" bagus tangkap dia jika ada kesempatan dan bawa kepadaku. "
" baik tuan. " ucap orang itu mematuhi perkataan darwin.
setelah mengatakan itu dia bergerak tanpa arah dengan tatapan masih sesekali melihat ke arah airin yang masih dalam wahana permainan. tak lama berjalan sosoknya hilang tanpa terlihat lagi.
di lain sisi airin yang sedang bermain dalam tawanya matanya melirik ke salah satu arah dan menunjukkan seringai menakutkan.
setalah selesai di wahana permainan itu airin segera turun dan mengajak linda untuk melihat wahana lainnya. berkeliling cukup lama airin mengatakan ingin pipis pada linda.
" nenek aku ingin pipis. " ucap airin dengan wajah lucunya.
" oh ya sudah ayo ke kamar mandi, nenek antar sayang. " ucap linda.
airin hanya mengangguk saja, di zona permainan memang tersedia kamar mandi yang di khususkan untuk pengunjung.
" nenek tunggu di sini. " ucap airin setelah tiba di toilet.
" nenek airin sudah besar jadi airin sudah bisa sendiri sekarang. " ucap polos airin.
" aih ya sudah nenek tunggu saja di sini.
hati hati ya sayang awas licin. " linda menyetujui permintaan airin karena linda sadar airin ini berbeda dari anak di usianya.
" baik nenek. " ucap airin kemudian memasuki toilet.
di dalam kebetulan sekali hanya airin saja dari deretan kamar mandi yang tersedia di dalam tampak lelaki yang sedang mengepel. lelaki itu memperhatikan arah kedatangan airin sampai airin memasuki ke salah satu toilet.
tak lama tiara keluar lagi dan melihat ke arah laki laki yang mengepel lantai yang mana orang itu masih senantiasa masih terus memandang airin.
" paman apa lantai itu begitu kotor sejak aku memasuki kita toilet ini dirimu terus saja mengepel di tempat yang sama. " tegur Airin
........... tapi tidak ada jawaban orang itu masih terus melihat airin.
" paman aku tau dirimu ingin menangkap ku bukan. " tebak airin bahwa orang itu sudah menandai airin untuk menjadi target.
jelas orang itu sedikit kaget karena niatnya
di ketahui oleh targetnya tapi dirinya tidak menunjukkan kekagetannya dia malah menunjukkan senyuman.
" kau sudah tau bocah jadi tidak perlu aku bergerak sembunyi sembunyi lagi untuk menangkap mu. " ucap lelaki itu melepaskan gagang pelan yang di pegangnya.
__ADS_1
" kau tau paman mungkin dirimu akan sedikit sulit menangkap ku. " peringatan dari airin tidak menunjukkan jika dirinya takut walau beda usia dan ukuran tubuh.
" hahaha hanya anak kecil apa sulitnya aku sudah terbiasa dengan itu. " ucap orang itu meremehkan dan segera bergerak ke arah airin.
airin yang melihat tindakan itu tersenyum bulatan hitam di matanya kian mengecil dan pandangannya memperhatikan orang itu bergerak sangat lambat ke arahnya.
" kesalahan fatal mengganggu orang yang tidak kau ketahui latar belakangnya. " ucap hati airin. tidak berdiam diri dia melesat ke arah orang itu dengan genggaman tangan imutnya itu memukul titik lumpuh dan peredaran darah dari orang itu setelah selesai airin kembali lagi ke tempatnya.
" berhenti paman. " ucap airin menghentikan langkah orang itu, dan orang itu pun berhenti melangkah.
" jangan maju lagi paman agar dirimu tidak lumpuh. " ucap airin.
" apa kau membual bocah....
apa kau takut.....
tenang saja kau tidak akan aku sakiti kau hanya di jadikan sandra dan jaminan untuk ibumu agar tuan lebih mudah membunuhnya. " ucap lelaki itu.
" aku beritahu dirimu paman tidak ada seorangpun yang bisa menyentuh mamaku selama aku ada. suatu hari nanti tuanmu itu akan aku datangi. " ucap airin.
" masa bodoh dengan semua itu yang penting sekarang aku akan menangkap mu. " ucap lelaki itu segera maju ke arah airin.
" datanglah. " ucap airin.
orang itu melangkah terus pada airin, airin sendiri tidak bergeming dari tempatnya. setelah lewat lima langkah kaki lelaki itu bergetar hebat dan tak lama jatuh ke lantai.
airin meng hampiri orang itu kemudian tanpa basa basi airin segera melakukan pukulan di beberapa titik di tubuh lelaki itu hingga lelaki itu seperti tidak bisa bernafas dia seperti sedang tersedak.
" haha tidak sia sia aku banyak membaca buku tentang medis selama ini. aku bisa melumpuhkan orang dewasa tanpa ada suara dan aku pastikan kau akan mati sebentar lagi. " ucap airin
airin menjauh lalu duduk di lantai kemudian berteriak minta tolong.
tolong.....
tolong.....
tolong......
ada orang mati......
linda yang sudah merasa terlalu lama menunggu memutuskan untuk kedalam menyusul tapi ketika baru saja sampai di pintu telinganya mendengar jika airin berteriak. segera saja linda bergegas ke dalam toilet disusul dua orang yang kebetulan juga akan memasuki toilet.
" airin sayang.... " linda segera memeluk anak itu.
" ada apa sayang siapa lelaki itu. " tanya linda pada airin.
" nenek airin tidak tau saat airin di dalam airin mendengar seseorang berbicara kemudian tak lama suara itu hilang. airin pikir orang itu sudah selesai dan pergi tapi selepas airin keluar sudah ada orang itu. " jelas airin mengarang cerita. karena ada orang lain di sana.
" hah syukurlah dirimu tidak apa sayang.
kita pergi saja dan laporkan pada petugas agar di tindak lanjuti. " ucap linda.
__ADS_1