Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 86


__ADS_3

mendengar penjelasan tiara sangat ibu sungguh tidak percaya anaknya begitu parah. orang orang di sekitar mereka bergunjing tentang kebenaran yang di katakan tiara.


" lalu lalu bagai mana apa anakku masih bisa selamat. "


" jika menunggu ambulan anak nyonya akan meninggal dalam perjalanan. tapi jika nyonya mempercayakan penangan medis padaku aku akan membuatnya bisa di selamatkan. "


" lakukan lakukan tapi tolong selamatkan anakku tolong. "


" baik sekarang aku meminta sesuatu untuk alas kepalanya. "


" ini ini mantelku apa bis. "


" em. " angguk tiara


setelah itu tiara mulai menjelaskan cara yang akan dia gunakan dan gejala gejala yang akan di timbulkan dalam penanganannya.


" nyonya dengarkan aku dengan baik. aku akan melakukan perawatan secara tradisional karena di sini tak ada peralatan medis lain yang bisa membantuku. "


" ya. "


" aku akan menggunakan jarum aku pun turut sekarang. aku akan menghentikan pendarahan di bagian kepalanya terlebih dahulu, kemudian mencoba mengeluarkan darah yang menggenangi otaknya melalui hidungnya. apa nyonya mengerti. "


" ya ya aku mengerti. "


" baik sekarang siapkan sesuatu untuk membersihkan darah yang akan keluar dari hidungnya. "


" baik. " segera semua orang memberikan tisu dan kain untuk membantu si ibu itu.


" aku akan memulainya. bisa bantu aku untuk melepas bajunya jika menggunakan gunting atau sejenisnya lebih baik mengurangi guncangan pada si korban. "


" aku ada cutter apa bisa. " kata salah seorang di sana.


" bisa. " ucap tiara


tak lama orang itu kembali setelah sejenak pergi untuk mengambil cutter nya di mobil. tanpa menunggu tiara di bantu sang ibu mulai membuka baju anak itu. setelah terbuka benar rupanya ada lebam yang sudah mulai membiru di bagian dada si anak, menandakan ada cidera di bagian dadanya.


tiara memulai akupuntur nya pada si korban ada sekitar 7 jarum di bagian kepala kemudian belasan jarum di tubuhnya. sesuatu dengan apa yang di katakan tiara darah mulai keluar dari hidung si korban. sekitar tiga menit kemudian tiara mulai melepaskan semua jarum yang ada pada korban.


" nyonya aku sudah selesai. anak nyonya sudah tidak kritis lagi. karena tidak adanya peralatan medis yang bisa aku gunakan aku hanya bisa mempertahankan keadaan stabilnya ini selama dua jam ke depan jadi dia harus segera di operasi untuk memulihkan keadaannya. juga dia akan mengalami lupa ingatan selama satu minggu setelah dia terbangun. apa nyonya mengerti dengan apang aku katakan. " jelas dan tanya tiara pada si ibu.


" ya ya ya aku mengerti. "


" ya sudah aku pergi dahulu semoga jika ada waktu kita akan berjumpa kembali. "


" ah ya ya terimakasih banyak jika kita berjumpa kembali aku akan membalas ke baikan mu. "


" jangan pikirkan itu. aku hanya menggunakan kemampuanku untuk menolong bukan untuk balasan. "


" tapi aku berhutang nyawa. "

__ADS_1


" jangan jadikan itu hutang tapi jadikan itu berkah Tuhan. "


" kau sungguh baik, sekali lagi terimakasih


" ya. " jawab tiara


" ayo iris kita pergi. "


" baik nona. " jawab iris.


" pak terimakasih kami akan melanjutkan perjalanan kami. "


" yaya terimakasih juga sudah membantu kami. ayo biarkan aku mengantarmu sampai ke ujung sehingga tidak ada masalah yang timbul dari petugas di sana. "


" baik lah aku akan merepotkan. "


kemudian tiara dan iris di antar oleh petugas hingga di ujung jalan yang di tutup. singkatnya kini tiara dan iris tengah memutari jalanan pusat kota suzan.


" iris kita berhenti di toko itu aku rasa toko itu baru saja buka aku penasaran dengan apa yang di jualnya. "


" baik nona. "


setibanya di depan toko tiara masih tidak segera masuk tiara masih memperhatikan dari luar toko itu.


" iris dari desain bangunan toko ini bernuansa jaman kuno mungkin toko ini menjual atau membeli barang barang kuno. "


" ya sudah tak perlu berlama lama lagi ayo langsung masuk saja. "


" ya nona. "


iris dan tiara kemudian masuk ke dalam toko tampak masih sepi. hanya ada iris dan tiara yang baru saja masuk. kemudian di sambut oleh seorang wanita cantik dengan pakaian tradisional.


" selamat datang di toko kami mari biar aku bantu. "


" ya. jika boleh tau toko apa ini. " tiara


" oh nona muda ini toko barang barang antik dari peninggalan Kekaisaran maupun kerajaan di sini kami tidak hanya menjual tapi juga membeli. "


" oh begitu rupanya. bolehkah aku melihat lihat terlebih dahulu. "


" silahkan nona muda. "


tiara berkeliling melihat lihat semua barang yang ada di tempat itu. hampir semua benda yang ada di tempat itu memiliki aura kuno dari yang lemah sampai ada yang terkuat.


" apa pedang itu juga di jual. "


" oh pedang itu hanya hiasan dinding saja nona karena pedang itu tidak memiliki ujung keluarga kami menyebutnya pedang patah nona. "


" oh apa kah aku bisa memiliki pedang itu. "

__ADS_1


" tapi apakah nona muda benar menginginkan pedang rusak itu. "


" ya aku suka menurutku itu unik dengan ujung nya yang patah. "


" baik lah karena nona sangat suka nona bisa memilikinya sebentar akan aku ambilkan. "


" ya baik lah. " ucap tiara


tak butuh waktu lama pelayan itu datang kembali dengan membawa pedang patah itu pada tiara.


" silahkan nona ini pedangnya. "


" terimakasih maaf aku merepotkan mu. "


" aku malah senang karena nona menyukai barang yang ada di sini itu menandakan bahwa toko ini masih memiliki harapan kedepannya. "


" oh seperti itu. ya sudah tolong bungkus ini lalu berapa harga yang harus ku bayar untuk pedang itu. "


" uhg harga ya bagai mana jika nona saja yang berikan harga saja aku merasa tidak pantas memberikan harga pada pedang yang sudah rusak. "


" ya sudah bisa aku minta no rekening mu akan aku transfer saja. "


" tentu saja nona silahkan ini. "


setelah tiara mendapatkan no rekening dari toko itu segera mentransfer uang untuk membayar pedang yang sudah di belinya.


" apa harga itu sudah pas. " tanya tiara


" eh apa nona benar benar serius membeli pedang rusak ini dengan harga 1 juta. ini sudah terlalu banyak menurutku nona muda. "


" lya sudah itu berarti cukup dan tidak ada masalah dengan harganya. "


" baik baik nona, tunggulah sebentar akan ku bungkus pedang ini untuk mu nona, cobalah berkeliling lagi mungkin ada sesuatu yang lain yang nona sukai. "


" ya baik lah. "


" aku tinggal dahulu untuk mengemas barang ini. "


" em. "


setelah itu hanya tinggal iris dan tiara di tempat itu.


" iris apa kau tidak menyukai apa pun di sini. "


" aku lebih tertarik dengan komputer dan program nona dari pada barang kuno seperti ini. "


" ya sudah ayo kita berkeliling lagi aku rasa masih ada hal lain yang menarik bisa di jumpai. "


" ya baik ayo nona. "

__ADS_1


__ADS_2