
sekitar tengah malam dini hari tiara sudah berada di ruang tamu bersama erika, han, iris, dan sintia.
" nona kemana kita malam ini. " han.
" tempat kerja iris yang lama. "
" apa nona ingin memberantas mereka sekarang. " iris
" ya jika terlalu lama akan banyak orang yang mati sia sia. "
" benar juga. "
" iris memang kau bekerja apa. " sintia
" itu sebuah perusahaan tapi di balik semua itu perusahaan itu juga mendistribusikan organ dalam yang di ambil dari para pekerja di sana. "
" wah sebuah cara cepat kaya tapi dengan cara yang kejam. " han
" baik kita bahas itu kapan saja sekarang kita berangkat saja karena hari sudah larut. "
" baik nona. "
" apa kalian sudah siapkan semuanya. "
" sudah nona. " serempak
" lalu iris. "
" bisa aku atasi di mana saja nona. "
" hana kau kali ini yang pantau CCTV. "
" eh baik nona. "
" ada satu hal lagi yang perlu kalian tau sepertinya kemampuan bertarung kita tidak akan banyak di gunakan nantinya jadi ku harap kemampuan senjata kalian sudah di tingkatkan malam ini aku tidak mau ada kesalahan dan kematian diantara kalian apa kalian mengerti. "
" kami mengerti nona. "
" bagus ayo berangkat sekarang. "
setelah semua di jelaskan dan di siapkan semua orang berangkat menggunakan dua mobil mobil pertama hanya erika dan tiara saja mobil ke dua han iris dan sintia.
di dalam mobil yang di kemudikan han.
" iris bagai mana kau nanti. " tanya han
" maksud mu han. "
" kau tau iris nona dalam membunuh setiap musuhnya tidak dengan cara biasa apa kau akan sanggup nanti melihat kematian. "
" iris kau mungkin akan pingsan nanti. "
" kalian terlalu meremehkan ku aku ini senjata rahasia nona jadi hanya urusan melihat kematian yang sadis tidak ada masalah bagiku karena dalam dunia yang aku ciptakan aku sudah menjadi seorang psycopat. "
" benarkah ya tentu saja. "
" aku penasaran dengan dunia mu itu jika ada kesempatan boleh aku mencoba. "
__ADS_1
" boleh. "
" aku juga. " sintia
" ya. kau juga. "
di mobil yang di kemudikan erika.
" nona bagai mana dengan iris, ini baru pertama kali baginya. "
" ya lalu apa ada masalah dengan itu. "
" nona apa nanti iris akan mampu melihat kematian seorang yang di bunuh secara kejam. "
" kau saja yang tidak tau erika, iris itu menurutku lebih kejam dari kalian semuanya, tapi dia tidak menunjukkan dia hanya menunjukkan sikap tenang konyol dan lain sebagainya. aku sudah jadikan iris senjata rahasia. "
" apa...... benarkah nona. "
" kau tidak akan tau jika hanya aku yang berbicara coba saja nanti lihatlah bagai mana iris membunuh. "
" aku jadi penasaran nona. "
" selepas ini aku akan membawa kalian untuk adu tanding satu lawan satu. "
" wah ini pasti akan sangat menyenangkan. "
tak lama mobil sudah tiba di gedung perusahaan tempat iris bekerja dulu. "
" hah tempat ini masih sama. dulu aku hampir mati tapi kali ini aku kan hidup untuk kematian semua orang di sini. " iris
" malam ini tidak ada rencana bunuh semua orang yang terhubung ratakan dan bersih. " tiara
" kami mengerti nona. "
-) penampilan han
-) penampilan iris
-) penampilan sintia
-) penampilan erika
-) tiara
" siapa kalian apa kalian tidak tau jika di sini kawasan terlarang. " ucap salah seorang dari dua orang penjaga mereka menggunakan jas rapi. yang melihat kelompok tiara mendekat ke arah mereka.
" lalu sekarang apa kalian ingat aku. " ucap iris yang datang dari belakang.
__ADS_1
" kau kau masih hidup di mana kau selama ini bersembunyi. " ucap penjaga 1
" tapi bagus juga kau datang kami bisa langsung membunuhmu malam ini. " ucap penjaga 2
" benar benar sekali. " ucap penjaga satu.
" aku datang buka untuk mati jadi aku tidak akan mati di sini kalian lah yang harus mati. " ucap iris kemudian berlari sangat cepat sehingga dua penjaga yang melihatnya terkejut
akibat terkejut melihat iris yang berlari cepat para penjaga itu terlambat beberapa detik untuk mengeluarkan senjata. sehingga saat senjata sudah siap salah satu tangan iris sudah menembus perut bagaian atas dari penjaga satu kemudian yang satunya lagi menaruh pistol di kepala penjaga kedua tanpa penunggu lama iris langsung menarik pelatuk pistolnya.
doorr..... kepala dari penjaga dua itu sudah berlubang cukup besar sedangkan untuk penjaga satunya masih dengan mata terbelalak dan rasa sakit karena tangan iris menembus kulit tubuhnya dengan tangan kosong.
dari mulutnya terus mengeluarkan darah sejenak melihat ke arah iris untuk memastikan apa dia orang yang sama dengan yang dulu.
iris tersenyum lembut pada orang itu dan orang itu bertambah membelalakkan matanya kemudian iris menarik kembali tangannya dengan keras. ketika tangannya keluar iris memegang sesuatu di tangannya.
" hati kalian terlalu kotor makan biarkan aku mengambilnya kemudian aku injak agar kalian tidak memiliki hati lagi. "
yang kemudian penjaga satu itu jatuh tergeletak di tanah begitu mengenaskan. setelah iris selesai berbicara.
yang lain melihat itu hanya tidak percaya dengan cara membunuh iris. kecuali tiara dia biasa saja.
" awal yang bagus ayo masuk mungkin di dalam kita bisa dapat lebih banyak. " ucap tiara. menyadarkan yang lainnya.
" baik nona. "
setelah itu semuanya masuk kedalam rupanya di dalam merupakan lorong panjang yang terdiri dari ruangan ruangan seperti kamar.
di dalam rupanya sudah di tunggu dengan orang yang sudah memegang senjata api berbagai macam.
iris yang baru saja membuka pintu langsung saja di sambut dengan peluru yang jika tidak cepat sudah di pastikan kepalanya sudah berlubang dan mati.
" tembakan yang bagus tapi sayang lambat. " ucap iris segera berlari menerjang ke depan dengan mengacungkan pistolnya ke arah musuh musuh yang di lihat.
han erika dan sinti tidak mau ketinggalan juga maju menerjang ke depan. sedang tiara berjalan santai di belakang tanpa melakukan apa apa.
" *sepertinya aku sudah menciptakan mesin pembunuh. aku bahkan tidak perlu repot turun tangan mereka ini memang berbeda apa Tuhan sengaja menyiapkan mereka untuk ku. "
" sepertinya mereka sangat bersemangat tiara. " Queen.
" ya aku rasa begitu. " tiara
" kau berhasil merubah mereka. " Queen
" aku hanya mendorongnya saja selebihnya terserah mereka. " tiara
" mereka seperti seorang pembantai yang haus darah. "
" hem...... ya bisa di katakan begitu*. "
suara tembakan masih terdengar tiara sudah tertinggal di belakang dengan yang lainnya tiara melihat setiap kamar yang ada di sana sepertinya kamar itu di gunakan untuk para penjaga di beberapa kamar ada wanita yang tergeletak tak berdaya di kasur tanpa busana ada juga yang organ kewanitaan mereka mengeluarkan darah ada juga yang tubuhnya penuh dengan luka cambukan ada juga yang di ikat di meja di kasur juga di kursi.
tapi tiara hanya melihat saja tidak berniat untuk datang menolong mereka tiara terus berjalan melewati setiap kamar dan melihatnya satu persatu.
" hah orang orang ini terlalu biadab mereka seperti hewan saja. " ucap tiara.
lama berjalan tiara selalu menemukan mayat mayat dari kelompok musuh. mereka mati dengan sangat mengenaskan. tiara juga tidak sungkan untuk melangkahi mereka. karena menurut tiara mereka hanya sampah yang lebih buruk dari sampah.
__ADS_1
di ujung rupanya han iris sintia dan erika sudah menunggu. mereka mengisi kembali amunisi mereka mengecek kembali senjata mereka.
" apa yang kalian tunggu mengapa tidak terus saja. " ucap tiara