Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB78


__ADS_3

tiara dan han segera mendekat ketempat yang di maksud oleh orang tua itu setibanya di sana rupanya ada dua penjaga di pintu.


"sedang apa kalian di sini apa kalian tersesat. " ucap salah seorang dari penjaga


" tidak aku memang sengaja datang ke tempat ini. "


" apa kau tau tempat ini. "


" ya aku tau ini tempat markas serigala kegelapan bertempat. dari sekelompok orang yang baru saja aku bunuh karena memaksaku ke sini. "


" apa...... kalian berani anggota kelompok kami apa kalian sudah bosan untuk hidup. "


" bukan aku tapi kau. "


craaas...... tiara dengan telak menebas leher penjaga itu. sedang penjaga satunya yang terkejut segera mati di tangan han dengan melempar pisau tepat mengenai jantung orang itu.


" lemparan yang bagus han. "


" terimakasih nona masih pemula. "


" ayo masuk sepertinya kita akan melakukan pembantaian untuk yang ke duakalinya. "


" ayo nona aku siap. "


segera han dan tiara masuk kedalam setibanya di dalam pemandangan yang sangat mengerikan terlihat sekitar dua puluh tempat tidur pasien kini tengah terbaring orang yang sudah memucat ada juga yang sudah mati ada juga yang baru saja di bedah mereka di biarkan begitu saja tanpa perawatan medis.


semakin kedalam semakin miris yang di lihat tiara. hingga tiara tiba di tempat sepertinya ruang operasi. diana dari dalamnya mengalir darah yang melewati celah pintu. sekitar 4 orang seperti tengah melakukan operasi. tiara terus melihat itu betapa tidak berperasaan nya orang orang ini. korbannya hanya di bius total kemudian di ambil organnya setelah itu di jahit dah di tinggalkan begitu saja


tiara yang tidak tahan melihatnya segera menerobos masuk ke ruang operasi itu. hal itu mengejutkan para dokter.


" siapa kau sedang apa kau di sini. pergi sana. "


" aku datang untuk mencabut nyawa kalian semua, dasar hewan. " tiara tanpa aba aba bergerak dengan menikam mereka satu persatu.


" mengapa kalian mati begitu cepat seharusnya aku menyiksa kalian terlebih dahulu. "


" nona mereka datang. " ucap han mengingatkan tiara


" bagus. " ucap tiara


segerombolan orang datang dengan membawa berbagai senjata dari tajam, tumpul, hingga sejenis linggis.


" tak lama keluar seorang dari kerumunan. "


" siapa kau mengapa membuat kekacauan di rumahku. "


" siapa aku tidak penting. tapi yang pasti kalian semua akan mati sekarang. "


semua orang yang ada di sana saling melihat satu sama lainnya cukup lama kemudian tertawa bersama ketika mendengar apa yang di katakan tiara.

__ADS_1


" hahaha apa kau bodoh bocah kau tidak lihat ada di mana dan kau siapa. dengan lantangnya ingin membunuh kami. dasar bocah tengik. "


" apa kau tidak percaya akan ku buktikan sekarang dengan hanya satu kataku kalian semua termasuk kau akan menjadi patung tidak bisa bergerak lagi. "


" hahahhaa kau membual bocah lebih baik kau mati saja. "


" oh baik lah. " ucap tiara.


" PATUNG "


kemudian semua orang di sana berubah mematung mereka hanya bisa menggerakkan matanya dan berbicara.


" gadis tengik apa yang kau lakukan kembalikan kami seperti semula jika tidak kau benar benar akan mati. "


" mengapa kau berkata kematian sementara kau sendiri tidak bisa berbuat apa apa untuk menyelamatkan hidupmu. "


" sialan ayo lepas kan kita satu lawan satu jika kau berani. "


" orang sepertimu tidak perlu cara yang adil untuk di bunuh. "


" sialan kau awas saja jika aku terbebas. "


tapi sayang tiara tidak memperdulikannya


kemudian tiara pergi ke ruang operasi mengambil suntikan dan obat peningkatan adrenalin. setelah selesai tiara keluar lagi menemui orang yang bisa di katakan keturunan dari kelompok ini.


kemudian tiara menyerahkan suntikan pada han. meminta han menyuntikkan suntikan itu pada si bos.


" baik nona. " han segera mendekat tanpa basa basi han menyuntikkan apa yang di berikan tiara tepat di lehernya.


" sialan apa yang kau suntikan padaku hah. "


" tenang kau tidak akan mati karenanya. " ucap tiara


" han lepas kan bajunya. "


" baik nona. " segera han membuka baju orang itu dengan pisau.


" sudah nona. "


" ya sudah apa yang kau tunggu operasi saja dia agar dia biasa tau rasanya operasi tanpa obat. " ucap tiara


" hahaha. baik lah nona memang ini cita citaku sedari dahulu. " ucap han tampak bahagia


" lepas lepas kan aku akan ku berikan seluruh uangku pada kalian asal kalian melepaskan ku. " ucap bos


" apa kau melihat kami kekurangan uang. " ucap tiara.


" kau. " tapi bos itu sudah melihat han yang membawa pisau bedah jadi tak sempat meneruskan kata katanya pada tiara.

__ADS_1


" kau kau jangan mendekat lagi aku akan memberikan seluruh uangku padamu jika kau membunuh dia dan melepas kan aku. "


" em boleh saja tapi di mana uangnya. "


" ada ada di kantorku akan segera ku ambilkan jika aku terbebas. "


" tapi kau tak akan pernah terbebas karena kau orang yang ke sekian kalinya. "


" jangan jangan jangan mendekat aaaaaaaaaaaaaaa........ sakit sekali. "


tapi han tak menghiraukan nya han mulai menyayat bagian perut si bos dengan perlahan dan berulang ulang hingga lukanya menjadi semakin dalam.


tidak sampai di sana han juga mulai membuat garis lurus dari dada hingga perut. si bos tidak ada henti hentinya berteriak kesakitan juga memohon.


tapi han masih dengan aktifitasnya membuat seluruh bagian tubuh si bos itu dengan kejam dilakukan secara perlahan dan di ulang ulang


sedangkan yang lain melihat itu mulai panik ketakutan bahkan mulai ada yang kencing di celana mereka benar benar menyesal sekarang tapi mereka benar benar tidak bisa bergerak dan berbuat apa apa.


mereka semua mulai riuh memohon untuk di lepas kan bahakan mereka bersedia menyerahkan hidup mereka untuk melayani tiara tapi sayang seribu kali sayang amarah tiara sudah men daging sudah tak mungkin menjadi darah lagi.


sedangkan si bos masih dalam operasi yang di lakukan han darah sudah memenuhi tubuhnya luka juga sudah memenuhi tubuhnya juga tapi si bos itu masih sadar walau rasa sakit itu sudah melebihi batasnya.


suara bos itu semakin lirih memohon untuk berhenti dan meminta han untuk lekas membunuhnya saja. tapi han seperti sangat senang dan menikmati penyiksaan itu.


" han kau tidak berbakat dalam operasi mengapa lukanya semakin memburuk. "


" hehehe aku masih belajar nona. tapi tenang saja nona masih banyak yang akan aku jadikan latihan pasti nantinya aku akan menjadi ahli. "


" ya lakukan saja. " tapi yang mereka tidak ketahui tiara kembali menciptakan udara tajam yang di letakkan tepat di setiap urat nadi mereka.


" PUTUS " ucap tiara


setelah kata itu keluar seluruh urat nadi semua orang dari kelompok itu terputus darah mengalir dengan deras mereka hanya berteriak tanpa bisa melakukan apapun rasa sakit juga sudah menembus otak mereka itu benar benar sakit. suara tangis pilu teriakan semakin terdengar sendu.


" han ayo pergi biarkan saja mereka kau selesaikan orang ini dengan cepat saja. "


" baik nona. "


han tanpa basa basi segera menyayat leher bos itu sehingga memunculkan suara khas yang membuat merinding.


" sudah nona. "


" ayo tinggalkan tempat ini kita sudah terlalu lama di sini. "


" baik nona. " han selalu patuh tanpa membantah perintah tiara.


kini han sudah keluar dari dalam markas memutuskan untuk pulang saja karena tiara dan han juga sudah sampai di ujung dari pasar gelap.


singkat waktu kini tiara sudah tiba di pintu keluar dari pasar gelap tempat di mana sebelumnya tiara masuk setelah keluar dari pintu itu mereka berdua langsung menuju mobil untuk segera pergi

__ADS_1


setelah keluar dari parkiran bawah tanah rupanya matahari sudah bersinar ketika tiara melihat jam di ponselnya ternyata sudah pukul 7 pagi.


__ADS_2