Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
159. BODOH


__ADS_3

" aku mau pulang. " ucap tiara.


" tidak bisa. "


" kenapa. " Tia


" kita sudah menikah. "


" lalu. "


" dirimu harus tinggal bersamaku. "


" aku tidak mau. "


" kau harus mau. "


" ada syaratnya. "


" katakan. "


" iiihhhh kau menyebalkan. aku baru pertama kali bertemu lelaki yang sangat irit bicara sepertimu. "


...............


" syarat ku, pertama aku mau tidur terpisah, kedua jangan pernah melarang ku dengan semua kegiatanku, ketiga jangan pernah menyentuh ku tanpa izin dariku. "


" untuk yang pertama dan kedua aku masih bisa setuju, tapi untuk yang ketiga aku setuju tapi tidak janji. "


" apa mana bisa begitu. "


" bisa. "


" mengapa. "


" aku suamimu. "


" terserah. "


" ayo kita pergi melihat kamar kita. "


" kamar kita apa kau lupa dengan syarat pertama. "


" haih baik lah kamarmu. "


segera tristan membawa tiara kedalam kamar yang sebelumnya memang sudah menjadi kamar tristan.


" ini kamarnya. "


tiara di buat nyaman dengan kamarnya karena kamarnya begitu luas rapi sejuk dan yang menjadi favorit tiara adalah wangi. ya kamar tristan wangi seperti wangi yang melekat di tubuh tristan hanya saja tiara tidak sadar.


" apa kau suka. "


" ya. "


" bagus. "


" eh lalu kau tidur di mana. "


" di kamar ini lah. "


" tidak boleh aku mau terpisah. "


" ya kita tidur terpisah di kamar yang sama. "


" bagaimana bisa. " bodoh tiara.


" hah dirimu di kasur aku di sofa. "


" eh. "


" kenapa bukankah aku masih tetap dalam aturanmu. "


" terserah. " ketua tiara yang seperti orang bodoh saja diperdaya tristan. sedang tristan tersenyum iblis.


" boleh aku bertanya. " ucap tristan.


" ya. "

__ADS_1


" sampai kapan kita akan tidur terpisah. "


" pertanyaan macam apa itu. sampai aku jatuh cinta padamu. "


" setuju. "


" eh. kau setuju. "


" ya. "


" kau pikir mudah menaklukkan aku. " sinis tiara tapi masih dengan muka lucu dan lugunya


" mudah. "


" terlalu percaya diri. "


" lihat saja nanti. " ucap tristan meninggalkan tiara sendiri di kamar keluar entah kemana.


" dasar pria aneh eh tapi tampan. ih apa sih dia pikir aku sama dengan wanita lainnya hahahaha. tapi siapa sebenarnya dia mengapa aku tidak mengenalnya bahkan dia tidak ada dalam jajaran orang kaya dan orang orang berpengaruh di kota suzan ini. hah dia sangat misterius sekali. aku harus berhati hati kedepannya. tapi anehnya aku mengapa seperti orang bodoh di depannya. apa karena dia bukan ancaman untu ku. aduuuhhh..... ini sungguh merepotkan aku lebih baik mandi saja. "


" eh tapi aku pakai baju apa. hah sudah lah pakai baju dia saja dulu. eh lupa handuk. aku tidak mau kejadian di novel novel menimpa diriku. bukankah itu sebuah ke untungan untuknya melihat tubuhku. hahaha tak akan pernah ku beri kesempatan untuk mu melihat tubuhku." ucap tiara penuh dengan seringai dan kemudian mendengus.


lima belas menit kemudian tristan masuk kedalam kamarnya melihat tiara tidak ada. tristan mencoba ke arah kamar mandi rupanya benar tiara sedang di sana.


" tiara apa kau di dalam. "


" ya. " jawab tiara. " eh bagai mana dia bisa tau namaku. " gumam tiara.


" hey bagai mana kau tau namaku. "


" hanya sebuah nama itu mudah untuk. " ucap tristan tersenyum. " dia bodoh bukankah di bajunya sudah tertulis namanya. " gumam tristan.


" benarkah bagai mana bisa apa ada seorang yang lebih hebat dari iris wah ini gawat untukku aku harus segera menanyakan ini pada iris apa programnya sudah bisa di tembus. "


" cepatlah waktu makan siang sudah tiba aku menunggu di meja makan. " ucap tristan pergi tanpa menunggu jawaban tiara


sedang tiara setelah lima belas menit kemudian keluar dari kamar mandi dengan handuk membalut tubuhnya tiara melihat sekitar. dia benar benar waspada karena tidak ingin memberikan keuntungan pada tristan.


" sepertinya dia tidak ada. " ucap tiara segera ke tempat lemari baju berada dan memilih baju.


" selain irit bicara dia juga irit warna. apa dia tidak bosan dengan hanya warna hitam dan putih ini. "


" dan lalu mengapa kau mengurusinya tira. " ucap Queen


" karena dia suamiku Queen. " jawab tiara.


" oh suami. "


" eh... kau menjebak ku rupanya ya Queen. " tiara langsung asal memilih baju karena sudah di buat malu dengan dirinya sendiri.


tiara mengambil kemeja putih yang teramat besar sehingga sampai menutup separuh paha dari tiara. dan memakai celana pendek milik tristan juga berwarna putih.


" sudah selesai. " ucap tiara melihat dirinya di cermin super besar.


tiara segera keluar setelah selesai menuju ruang makan.


" nona tuan muda sudah menunggu mari saya antar. " ucap seorang pelayan penuh dengan kesopanan.


" oh ya sudah tunjukkan jalannya. " ucap tiara


" baik mari nona. "


tiara segera mengikuti pelayan menuju ruang makan. " hah ini rumah apa lapangan sepak bola ya mengapa besar sekali jika orang lain pasti akan tersesat jika ke rumah ini. "


" nona di sana ruang makannya silahkan. "


" ya sudah terimakasih. "


" sama sama nona. "


tiara segera duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh tristan untuknya.


tiara masih tidak makan dia masih menunggu tristan karena tristan hanya diam saja. karena sudah terlalu lama akhirnya tiara membuka suara.


" apa kita masih menunggu seseorang. " tanya tiara.


" tidak. "

__ADS_1


" lau mengapa kita masih belum makan. "


" piringku belum kau isi. "


" bukankah kau bisa mengisinya sendiri mengapa harus aku yang mengisi. "


" kau istriku. "


" hah kau merepotkan sekali kau menikah denganku ingin menjadikan aku istri atau babu. "


" istri. "


" maka dari itu harusnya kau menjadikan istrimu seperti ratu. bukan babu. "


" benarkah. "


" tentu. "


" aku baru tau sejak kapan itu berubah. "


" hah bukan berubah tapi sudah sejak dulu. " ucap tiara yang sudah tertawa dalam hatinya.


" baik lah. kau ingin makan yang mana biar ku ambilkan. " ucap tristan.


" nah itu baru namanya suami. aku mau yang itu dan yang itu saja. "


tristan dengan telaten mengambilkan semua keinginan tiara tidak ada rasa berat di hatinya justru dia senang karenanya.


" masakan ini enak tapi masih lebih enak milik hana. "


" siapa hana. "


" dia orang ku. "


" oh. "


" what..... hanya oh saja. " ucap tiara tak percaya.


" ya..... "


" ya sudah terserah. "


tiara maka sampai selesai ta pa pembicaraan begitu pula tristan. hingga 10 menit kemudian makan siang pun sudah selesai.


" di mana aku bisa menemukan hana. " ucap tristan tiba tiba.


" untuk apa dirimu bertanya hana. "


" menjemputnya. "


" apa....... kau ingin menjemput hana untuk apa. "


" memasak untuk mu. "


" bukankah di sini sudah ada koki mengapa masih harus hana. "


" karena kau lebih suka masakan hana. "


" tidak perlu biarkan mereka menjalankan kehidupan mereka sendiri. "


" terserah. "


" tuan, nona di depan ada seorang yang sedang mencari nona. " ucap seorang pelayan.


" siapa. " ucap tristan.


" maaf tuan dia enggan menyebutkan namanya tapi dia mencari nona muda. "


"sudah biar aku temui dia. " ucap tiara.


" tidak bisa. "


" kenapa. "


" kau harus denganku jika ingin menemuinya. "


" ya baik lah. "

__ADS_1


__ADS_2