
" ya tentu kita akan masuk kedalam. tapi tunggu ada apa dengan wajahmu itu aku lihat begitu memerah apa dirimu baik baik saja erika. "
" eh benar kah nona. apakah nona tidak merasakan sesuatu mendengar suara aneh dari dalam kamar ini. "
" tidak aku tidak merasakan apa pun. jadi bagai mana apakah dirimu akan masuk atau tidak. "
" aku akan ikut denganmu sampai akhir nona. "
" baik lah jadi ayo masuk sekarang. tapi bisakah kau pinjamkan satu pistol erika. "
" pistol ku sudah kehabisan amunisi nona. "
" oh baiklah jika begitu aku pinjam ini saja. " menunjuk pada senjata laras panjang.
" oh baik lah nona silahkan. " erika menyerahkan senjata yang di inginkan oleh Queen
" bukalah pintu itu sekarang. "
erika segera membuka pintu sesuai perintah dari Queen ketika di buka pemandangan pertama yang di lihat keduanya adalah adegan panas yang sungguh panas membuat erika juga terbawa panas.
sedangkan Queen biasa saja seperti tidak mengerti apa apa kemudian mengarahkan senjatanya ke langit langit dan menekan pelatuknya kurang lebih sepuluh peluru keluar dari senjata itu.
membuat adegan panas itu pun berhenti para wanita itu berteriak histeris kemudian masuk kedalam selimut menutupi tubuh telanjang mereka yang sudah berkeringat.
" maaf mengganggu permainan kalian aku datang untuk bertemu seseorang. "
" wanita siallan kau belum mati rupanya baiklah biarkan aku yang membunuh mu. bangkit dari tempatnya mengenakan handuk untuk menutupi area terlarangnya. berjalan kearah dinding mengambil sebuah pedang.
" karena kau suka berpedang makan akan ku ajari dirimu cara berpedang. " mengeluarkan pedangnya yang begitu indah dan mengerikan ketika melihat bilah yang terlihat sangat tajam.
Queen yang melihat pedang itu begitu berbinar bunar matanya menunjukkan ketertarikan untuk memiliki pedang itu.
" aku suka pedang itu maka itu harus jadi milikku. " ucap Queen.
" wanita bodoh matilah kau. " sudah tidak sabar lagi, langsung menyerang saja.
Queen segera mengambil energi dan mulai membungkus pedang milik musuhnya itu agar tidak rusak.
ketika pedang itu datang Queen manangkis dengan satu pedangnya. pedangnya dan pedang bos itu beradu hingga memercikkan api dan menghasilkan dentingan yang nyaring menunjukkan seberapa keras besi dari kedua pedang.
serangan pertama berhasil di tahan oleh Queen serangan ke du serangan ketiga keempat kelima keenam serangan ketuju berupa tebasan miring mengarah pada dada dari Queen.
__ADS_1
Queen segera saja melakukan pertahanan dengan pedangnya, tapi kali ini ketika kedua pedang beradu pedang milik Queen patah dan Queen terdorong mundur beberapa langkah.
" hahaha, rupanya kau sedikit berkemampuan wanita siallan. katakan padaku bagai mana kau ingin mati. "
" apa kau tidak sadar sedari tadi aku hanya bermain main saja jika aku ingin aku sudah membunuhmu sejak serangan pertama tadi. "
" omong besar, segearalah mati aku mual dengan mu. cuih....... " segera menyerang kembali.
Queen menggunakan pedang yang satunya lagi untuk bertahan tapi kali ini tidak hanya untuk bertahan saja Queen juga melakukan penyerangan.
ting... ting..... duk... buk..... ting.... ting.... hiaaaa...... ting..... duk...... ting...... ting...... suara pedang dan benturan serta pukulan
sang bos sudah memuntahkah darah dari mulutnya karena Queen. sedangkan Queen hanya ada bercak darah yang keluar dari sudut mulutnya akibat tendangan dari bos itu tepat mengenai perutnya.
Queen melakukan itu karena dia masih bermain main dengan musuhnya dia masih tidak ingin segera berakhir dia masih ingin melihat batasan musuhnya.
sedangkan erika berharap harap cemas ketika melihat darah keluar dari sudut mulut milik Queen.
" nona apa dirimu baik baik saja. " khawatir erika
" erika aku baik aku hanya bermain main dengannya tenanglah dan tetap di tempatmu jangan bergerak. "
" tapi nona. "
" baik nona aku mengerti. "
Di lain sisi, si bos yang sedang terengah engah dan duduk menyadar dengan satu kaki selonjor dan kaki satunya menopang tangan yang memegang pedang, tertawa mendengar percakapan antara Queen dan erika.
" apa dia gila dia mengatakan bermain main dia menahan beberapa serangan mematikan ku dan di juga menyerangku begitu sengit masih mengatakan bermain main lalu jika serius bagai mana. dia itu sebenarnya gadis atau seorang master yang menyamar. " pikiran sang bos
" hahahaha, rupanya kau memiliki peliharaan yang patuh ya. ayo selesaikan ini dalam satu serangan kita tentukan siapa yang akan mati kau wanita busuk atau aku. " kemudian si bos berdiri dan menopang tubuhnya dengan pedangnya sambil tersenyum dengan mulut yang penuh darah.
" kau katakan aku membual tapi dirimu sudah hampir sekarat dan sekarang ingin mati baik lah ayo. " Queen terlihat sangat santai tanpa beban apa pun
kemudian si bos bertiarak keras hingga darahnya keluar dari mulutnya. kemudian berlari kearah Queen dengan pedang lurus kedepan. Queen juga berlari dengan posisi pedang vertikal di atas kepalanya.
ketika keduanya sudah dekat tiba tiba saja si bos itu merubah pedangnya yang awalnya lurus kedepan berubah menjadi horizontal tepat di sampingnya. dan larinya yang awalnya kurus kini sedikit menyamping dari jalurnya
tiara yang tidak memperkirakan itu sedikit terkejut tapi karena instingnya yang tajam Queen segera melakukan mmanuvere dengan menekuk kakinya kemudian sedikit merebahkan tubuhnya dengan posisi pedang tepat diatasnya tepat di tengah secara vertikal seakan membelah dirinya.
segera saja kedua pedang bergesekan dan memercikkan api. setelah itu terjadi Queen yang sudah melewatinya segera meluruskan satu kakinya dan segera berbalik sehingga kini dia dalam posisi duduk dengan kaki sebelah lurus kesamping dan kaki satu menekuk. tangan yang memegang pedang lurus kebelakang dan tangan satunya menopang tubuhnya dengan menahan di lantai.
__ADS_1
tidak memberi jeda banyak Queen segera melakukan serangan kembali, sedangkan si bos yang memang sudah terluka sulit untuk melakukan serangan kembali karena tidak leluasa dalam bergerak akibat lukanya.
saat serangan dari Queen sudah tiba si bos telat merespon sehingga tebasan pedang dari Queen berhasil melukai punggung si bos dengan telak.
cras........ aaaaaaaaa.........
setelah Queen melakukan serangan dia bersikap seperti biasanya sambil memegang pedang.
" ups maaf pedang ku melukaimu. itu bukan salahku bukanlah dirimu ingin aku mempelajari pedang. " ucap Queen seperti anak kecil yang lucu.
" sial aku di kalahkan ini penghinaan untukku di kalahkan oleh seorang wanita. haaaaaaaaaaa. "
" kau berisik ayo kita mulai lagi. " Queen
" bunuh, bunuh, ayo bunuh, bunuh saja aku, ayo bunuh wanita sialan bunuh........... aku. "
" dasar lemah kau bilang kau ingin mengajari aku bermain pedang. tapi sudah meminta mati dasar sampah. "
" ku mohon bunuh aku bunuh aku kumohon. " sedih si bos meminta untuk di bunuh.
" membunuhmu itu mudah saja. tapi mengapa kau ingin mati aku sudah beberapa kali berhadapan dengan hal seperti ini mereka semua memohon untuk hidup. " tanya Queen bertanya ala anak yang lugu begitu penasaran
" dalam tradisi keluarga dalam bertarung pedang jika kalah makan pemenangnya harus membunuh yang kalah tidak ada istilah yang kalah untuk hidup atau menjadi pelayan. jadi ku mohon bunuh aku sekarang. " bos itu begitu memohon pada Queen untuk mati.
" jika aku tidak ingin bagaimana. "
" tolong lah tolong bunuh aku agar aku bisa menghadap leluhur ku dengan tenang. "
" hah..... ya ya jika kau memaksanya. " Queen berjalan dengan santainya mendekat setelah mendekat Queen mengangkat pedangnya tinggi. tapi hal yang tak di duga dari si bos itu dia berusaha menusukkan pedangnya kearah Queen
Queen yang memang dasarnya di latih untuk selalu siap dan waspada serta cepat dan lincah, dia berhasil menghindar dengan melompat mundur kebelakang.
" ups... hampir saja, trik yang bagus dan licik tapi sayang gerakan mu masih lebih cepat dari mataku. "
...****************...
hehe bagai mana apa di bab ini menarik karena musuhnya kali ini memberi perlawanan dan di bab bab selanjutnya akan lebih seru lagi.
jika kalian suka silahkan like dan komen di bawah ini setelah membacanya.
__ADS_1
tarik sis...... smongko
lanjut mang.......