Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 135


__ADS_3

" oh tiara sudah datang rupanya. "


" ya kak. " ucap tiara yang baru saja masuk setelah di bukakan pintu oleh kepala penjaga


" wah lihat dirimu benar benar membawakan calon istri untukku tiara dirimu sangat baik. "


" hah. dia orang ku kak namanya hana. " jelas tiara


" hana perkenalkan dirimu. "


" perkenalkan namaku hana. "


" ya... namaku jo-sep panggil saja jo atau terserah dirimu. " ucap jo


" em. " jawab singkat hana.


" kak jo sudah jangan terlalu lama memandangnya dia sangat cantik akut kak jo tidak akan bisa menahan diri lag. "


" eh tiara dirimu menggodaku ya. " ucap jo merasa di ingatkan


" hahaha. kaka aku bisa meminta tolong padamu. "


" ya tentu saja katakanlah. "


" kak aku ingin membuat surat ijin mengemudi untuk hana apa bisa. "


" bisa itu mudah. besok kalian sudah boleh mengambilnya. "


" kak jo memang yang terbaik terimakasih. "


" ya sama. "


" Oh ya kak jo mengapa beberapa hari ini tidak berkunjung lagi ke rumah. "


" hah aku sibuk mengurusi beberapa hal jadi yak sempat untuk berkunjung. "


" oh begitu rupanya. han aku rasa kau jangan bersama kak jo carilah lelaki lain saja, karena lelaki super kaya ini masih harus sibuk. itu tidak baik untukmu nantinya. "


" eh nona. "


" eits jangan salah hana jika dirimu menjadi istriku akun akan lebih sering di rumah bagai mana bisa aku menyia nyiakan istri cantik sepertimu. "


" hahaha.......... hahahaha.......... " tiara dan hana pecah mendengar jo berkata begitu jujur


" hey kenapa aku akan melakukannya sungguh jika hana mau menjadi istriku. "


" hana bagai mana apa dirimu mau. ".


" eh nona mengapa menanyakan itu padaku. "


" apa ada yang salah hana. "


" bukan begitu nona aku tidak tau harus menjawab apa. "


" jawab saja kak jo orang baik dia pasti akan mengerti bukan begitu kak jo. "


" benar sekali tiara. "


" jika begitu maaf aku tidak tertarik sama sekali untuk menikahi jo nona. "


" yah kau di tolak kak jo. "


" tak masalah untukku. aku rasa stok orang mu masih banyak kan tiara. mungkin salah seorang dari mereka masih mau menerimaku. "


" hahaha...... hahaha.... " kali ini ketiganya tertawa bersama.

__ADS_1


kemudian ketiganya lanjut lagi mengobrol kemudian makan siang bersama hana yang memasak nya.


" kak jo aku harus kembali aku masih harus melakukan sesuatu di rumah. "


" em baik aku tidak akan menahan mu lebih lama lagi ayo biar aku anyar. "


" baik terimakasih kak jo. "


di dalam mobil dalam perjalan pulang hana mengemudikan mobil dengan santai.


" hana bagai mana menurutmu kajo. "


" em aku tidak mengerti nona. "


" jelaskan tentang kak jo menurut versi mu hana. "


" oh begitu. tidak ada yang salah nona dia tampan, baik, menyenangkan, dan perhatian. hanya saja hatiku tidak merasakan apa apa padanya atau bisa di sebut hambar nona. "


" oh. bagus aku suka kejujuranmu jadi bukan karena terpaksa karena merasa tidak nyaman terhadapku. "


" terimakasih nona. "


mobil berhenti karena lampu rambu menunjukkan warna merah.


" nona boleh aku bertanya. "


" ya. "


" apa lauren melakukan hal yang sama denganku, aku lihat dia berbeda dari sebelumnya. "


" ya kak ana melakukan hal yang sama denganmu. ada apa hana. "


" itu maafkan aku nona karena aku yang mengatakannya pada lauren untuk datang padamu. "


" terimakasih nona. "


" hana teruslah berkembang jangan pernah puas dengan dirimu. "


" aku mengerti nona. tapi apa aku bisa juga berlatih seperti kak erika dan yang lainnya. "


" bisa saja hanya saja mereka tidak sebanding denganmu mereka semua di bawahmu. tapi jika mereka bergabung mungkin kau akan sangat kesulitan bahkan terluka. "


" benarkah nona. "


" ya. itu karena aku benar benar melatih mereka dari nol tanpa ada sesuatu yang mendukung n perkembangan mereka kecuali berlatih. berbeda denganmu yang mendapatkan keberuntungan mendapatkan kekuatan naga yang mana itu tidak pernah ada dalam sejarah dunia kita ini. "


" aku rasa itu benar juga nona. "


" em. tapi ingat hana jangan pernah tunjukkan apapun tentang kekuatanmu. "


" aku mengerti nona. "


" bagus. aku suka jika dirimu cepat dan tanggap. "


" oh ya bagaimana apa kau siap untuk bertarung hana. "


" kapanpun aku siap nona. "


" bagus buatlah musuhmu menjadi begitu rendah. agar mereka sadar jika di atas langit masih ada langit. dan air yang tenang bukan berarti tidak berbahaya. "


" baik nona aku mengerti. "


" ya sudah ayo jalan. "


"em."

__ADS_1


tapi baru saja hana akan menginjak pedal gas tiba tiba saja dari belakang datang sebuah mobil sport yang berada di samping mobil tepat di sebelah hana.


" hey Gadis cantik berapa yang harus aku bayar agar dirimu mau menemaniku malam ini. " ucap seorang lelaki yang terlihat kacau karena mabuk.


hana tidak menghiraukan jadi hana menambah kecepatan laju mobilnya. untuk memberi jarak dengan mobil itu.


tapi tak seberapa jauh mobil itu kembali lagi berada di samping mobil hana. dan orang di dalamnya mulai berbicara lagi.


" kau berani mengabaikan kan ku aku anak dari mentri di kota ini. "


hana tidak perduli dan tidak menjawab terus saja mengemudikan mobilnya.


" hana mereka tidak akan menyerah jika dirimu hanya diam. "


" aku mengerti nona. "


hana mulai menaikkan kecepatan mobilnya melakukan manuver menyalip mobil lainnya mobil yang tadi mulai tertinggal hana membawa mobil ke jalur khusus yang mana jarang di lewati orang setelah masuk cukup jauh di jalur khusus itu hana menepi. tak lama mobil yang mengejarnya juga tiba. hana segera mengambil pistol yang memang ada di mobil.


hana keluar dari dalam mobil segera mendekat ke arah mobil tangannya di masukkan kedalam saku jaketnya sampai tiba di mobil yang mengejarnya hana tanpa bicara langsung menembaki setiap orang di dalamnya. setelah 7 tembakan hana berhenti dan kembali ke dalam mobil.


" kau membunuhnya han. "


" ya nona. "


" kenapa. "


" agar mereka segera menyerah nona. "


" oh ya sudah terserah dirimu saja. "


tiara kembali memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya. tapi hatinya berbicara.


" *satu lagi monster tercipta. entah ini sebuah keberuntungan atau beban. apa yang sebenarnya di mainkan takdir untukku. "


" kau beruntung tiara dari semua orang yang ikut dengan mu hampir semuanya berbakat dan menjadi mesin pembunuh yang sangat berbahaya. "


" hah ya jika itu keberuntungan. tapi bagai mana jika itu sebuah beban untukku. "


. " aku rasa tidak tiara. aku merasa takdir memang menyiapkan mereka untukmu. "


" ya aku juga sempat berpikir begitu Queen. "


" sudah teruslah buat mereka untuk tetap denganmu. "


" hah ya itu yang aku lakukan setiap hari Queen*. "


Selang beberapa waktu akhirnya hana dan tiara sudah tiba di rumah waktu sudah menunjukan jika sudah memasuki waktu sore hari.


" hana persiapkan dirimu kita akan berangkat pukul 7 karena lokasi sangat jauh dari pusat kota. "


" baik nona. "


tiara setelah mengatakan itu segera kembali ke kamarnya. tapi tiba tiba tiara mengingat sesuatu segera mengambil ponselnya.


" han bawalah para penggali makam nanti malam agar mereka bisa belajar. "


" baik nona. "


" aku tidak butuh keberhasilan jika diantara kalian ada yang meninggal. jadi utamakan keselamatan. katakan itu juga pada yang lainnya apa kau mengerti han. "


" aku mengerti nona. "


" ya sudah. "


tuuuuuutttt....... panggilan pun terputus

__ADS_1


__ADS_2