Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 156


__ADS_3

3 hari kemudian kebetulan saat itu han dan Sintia pergi bersama menyelesaikan pembuat onar di club black rose. dalam perjalanan pulang Sintia tiba tiba saja memulai pembicaraan.


" kak han. "


" ya Sintia. " han sudah merasakan suasana canggung tapi han masih berusaha untuk menetralkan suasana dengan menjawab sintia.


" kak apa aku boleh membicarakan sesuatu yang penting. "


" ya katakan saja. "


Sintia masih diam tidak segera mengatakan apa apa dia masih ragu untuk mengatakannya.


" Sintia mengapa diam apa sudah tidak jadi mengatakannya. "


" eh itu kak aku...... itu aku suka.... "


" suka..... suka apa sintia....... " jawab han berusaha seperti penasaran han berusaha bersikap senormal mungkin walau sebenarnya jantungnya sudah berdetak kencang.


" aku suaka pada kak han. "


ciiiiiiiiiiiktttttrtrt........ "


" apa yang kau katakan Sintia. "


" iya kak aku suka pada kak han. apa kak ha sudah memiliki kekasih. "


han tidak menjawab han melakukan mobil lagi.


" kak apa aku salah mengatakan ini. "


" kak han jawab mengapa hanya diam. "


" kak aku sudah siap jika kakak menolak ku. "


tiba tiba han menghentikan mobilnya hen kemudian melihat ke arah Sintia.


" maaf Sintia aku tidak bisa menerimamu. bagiku kau sudah aku anggap sebagai adikku tidak lebih. "


sintia merasakan sakit di hatinya walau sudah siap tapi tetap saja hatinya masih sakit matanya mulai nanar dan tanpa terasa air bening keluar dari matanya. karena tidak ingin han melihat Sintia keluar dari mobil kemudian duduk di trotoar di tepi jalan.


han tidak menyusulnya han memberikan waktu untuk Sintia tapi mata han terus menatap Sintia dan tidak lepas.


satu detik satu menit hingga satu jam han pun memutuskan untuk ke luar dari mobil setelah menghubungi iris.


han mendekat kemudian menyandangkan jaketnya di tubuh Sintia. " Sintia apa kau membenciku. "


" eh tidak kak aku saja yang cengeng. " masih menangis.


han kemudian berdiri dan mengulurkan tangannya mengajak Sintia untuk berdiri. Sintia yang melihat itu segera menerima uluran tangan han dan berdiri. tapi tidak di sangka oleh Sintia han memeluknya.


" Sintia maafkan aku jika aku menyakitimu. "


" tak apa kak aku akan tetap kuat. tapi bolehkah aku tau siapa orang yang sudah beruntung mendapatkan hati kak han. " dengan hati yang masih sakit


" erika dia erika dialah yang mendapatkan hatiku. "


" apa..... " ucap Sintia memberontak untuk lepas dari pelukan han kemudian melihat wajah han untuk mencari kebohongan.


han tak ambil pusing menarik kembali Sintia ke dalam pelukannya.


" ya erika sudah mengatakan semuanya tentangmu. dia juga datang padaku ingin mengakhiri hubungan denganku hanya untuk dirimu agar bisa bersamaku. "

__ADS_1


" apa..... mengapa aku begitu bodoh hingga aku harus meng hancurkan hubungan orang lain hanya karena keegoisan ku . aku harus minta maaf pada kak erika. " dadanya kembali plong perasaan sesak yang menekan sudah hilang walau kesedihan itu masih ada tapi kini Sintia bisa menerimanya.


" sekarang kau sudah tau. jadi apa kau bisa menerimanya Sintia. "


" bodoh kak han bodoh. jika aku bisa menerimanya aku tidak akan menangis tapi tenang saja aku akan berusaha untuk kuat. "


" maafkan aku Sintia harus menyakitimu. "


" tidak kak han tidak apa aku akan berusaha untuk baik baik saja. "


" em. ... kita pulang sekarang atau kita pergi kemana. "


" kita pulang saja aku sudah lelah. "


" baik lah ayo. "


han segera membawa pulang mobil ke ke arah jalan pulang tidak ada lagi pembicaraan. Sintia langsung duduk seperti sedang bermeditasi. han mengerti Sintia sedang menenangkan hati dan pikirannya.


tak butuh waktu yang lama han sudah sampai di rumah. Sintia yang sudah tau jika sudah sampai membuka matanya.


." kak han aku duluan ya aku sangat lelah ingin istirahat lebih awal. "


" ya pergilah. "


Sintia segera menghilang dari pandangan han. han segera meraih ponselnya dan menghubungi erika.


" ya han. "


" Sintia sudah mengatakan perasaannya padaku. "


" lalu. "


" seperti yang dirimu tau aku sudah menolaknya secara baik baik dan sepertinya dia masih sangat sedih. "


" ya.... dia juga sudah tau jika kekasihku itu adalah dirimu erika. "


" apa.... bagai mana Sintia setelah tau. "


" dia hanya merutuki dirinya sendiri dengan kata kata bodoh. "


" eh han sudahi dulu ya sepertinya Sintia datang ke kamarku. "


" oh ya baik lah. jangan minta dia untuk tidur di sana. aku ingin tidur denganmu malam ini. "


" han kau ini. "


" hahahaha. "


di depan kama erika kini Sintia tengah mengetuk pintu kamar erika dan memanggil erika.


" kak erika apa dirimu di dalam. "


" eh ya Sintia aku di dalam. "


" apa kak erika sudah tidur. "


" tidak tunggulah aku akan membuka kan pintu. "


erika segera melempar ponselnya sembarangan dan berlari ke arah pintu.


" Sintia. " erika membukakan pintu.

__ADS_1


" kak erika. " Sintia langsung memeluk erika dan menangis.


erika pun membiarkan itu erika hanya memeluk dan membelai lembut rambut panjang Sintia. " tenang lah tenang ayo masuk. " kemudian erika membawa Sintia masuk ke dalam kamarnya.


" duduk lah dan tenangkan dirimu. " ucap erika kemudian mengambilkan segelas air untuk Sintia minum.


" minum kemudian ceritakan padaku. " ucap erika kemudian memulai erika air pada Sintia


" sudah sekarang cerita kan padaku. " ucap erika.


" kak maafkan aku.... aku baru saja akan menghancurkan hubungan kak erika dengan kak han.


" sudah tidak apa aku tidak masalah. "


" aku begitu bodoh kak. "


" sudah lah Sintia jangan begitu sekarang dirimu sudah mengetahui semuanya. sebenarnya aku ingin mengatakannya sejak awal padamu tapi aku tidak memiliki keberanian aku takut kau sakit hati dan membenciku maka aku memutuskan memberi tau han. "


" iya kak maaf. "


" sudah sekarang berbaring laha.ada pepatah mengatakan di balik badai akan selalu ada pelangi yang menyinari. mungkin sekarang kau masih tersakiti tapi sia yang akan tau esok mungkin dirimu akan bersinar kembali. "


" em..... " jawab Sintia


" tidur lah. "


" eh apa aku tidak apa tidur di sini kak. "


" ya tentu saja bukankah kau adik ku jadi tak masalah. " ucap Sintia yang sebenarnya masih memikirkan perkataan han.


" baik lah kak. " Sintia mulai memejamkan matanya.


sekitar 30 menit erika melihat pintu yang masih belum tertutup segera menuju pintu untuk menutup pintu.


tapi tiba tiba ada han yang datang. hal itu membuat erika terkejut.


" han. "


" apa Sintia sudah kembali. "


erika segera mendorong han keluar. " tidak erika tidur di kamarku malam ini. "


" apa bukan kah sudah aku katakan tadi. "


" aku tau tapi apa iya aku mengusirnya dia sedang bersedih. "


" hah ya baik lah. "


" em ya sudah sana kembali ke kamarmu besok dirimu bisa tidur di sini. "


" benarkah. "


" eh tidak tidak. "


tapi han sudah pergi dengan senyuman.


" aduh apa yang aku katakan mengapa aku begitu belepotan berbicara. ini sangat gawat aku takut tak bisa mengontrolnya. apa lagi saat terakhir kali di pantai aku harus berjuang keras untuk bertanggung jawab sampai mulutku sakit rasanya. "


nb : author selesain dulu ya kisah asmara untuk orang orang tiara baru setelah itu kita bahas tiara lagi biar gak campur aduk nanti jadinya.


oke by... see yoo.....

__ADS_1


jangan lupa Like and coment ya...


__ADS_2