Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 22


__ADS_3

tiara tiba di ruang makan iris dan han segera berdiri menyambut tiara, erika segera mendahului tiara dan menggeser kan kursi untuk tiara duduk.


tiara pun duduk di kursinya di susul oleh erika kemudian iris dan han. mereka semua menunggu tiara untuk mempersilahkan makan.


" silahkan makan apa yang kalian tunggu. "


kemudian mereka mulai makan dengan nikmat dan tenang. tiara juga makan ala ala anak polos yang seperti baru pertama kali melihat makanan enak.


tapi tak ada diantara ketiganya yang berpikir macam macam apa lagi han yang melihat bagai mana aksi tiara saat di jalanan tadi dia sungguh tak menyangka dan percaya sampai saat ini.


setelah makan tiara tak segera meninggalkan tempat makan dia masih membicarakan beberapa hal dengan erika iris dan han.


" jadi erika bagai mana pembangunan itu" tanya tiara kepada erika


" sudah berjalan nona dan terlihat baik baik saja. bahkan tiga orang itu terus memantau para pekerja dan selalu memberikan instruksi agar tak terjadi masalah. " jelas erika kepada tiara


" bagus jika seperti itu teruslah lakukan tugasmu yang itu.....


iris bagai mana denganmu apa lukamu sudah sembuh. "


" baik nona. " ucap erika


" aku rasa sudah baik nona walau masih tak leluasa bergerak tapi tak menghambat otakku. "


" bagus, aku suka itu iris. lalu han ambillah kartu ini belilah segala kebutuhanmu. "


" baik terimakasih nona. "


" ya sudah sekarang aku kembali ke kamar kalian terserah mau apa. "


" erika tamu itu mungkin sebentar lagi datang dia sama seperti kalian. tapi dia orang yang melalui hidup dan mati bersamaku. jadi katakan padaku jika dia sudah datang. " tiara kepada erika yang juga di dengar oleh iris dan han


" baik nona aku mengerti. "


setelah itu tiara meninggalkan ruang makan dan hanya menyisakan tiga orang di sana


" erika bolehkah aku bertanya tentang nona. " tanya han setelah melihat tiara sudah benar benar pergi.


" ya silahkan saja. "


" apa kau sudah lama bersama nona dan apa kau tau siapa nona. " penasaran dari han.


" tidak aku baru saja bekerja pada nona. aku di tempatkan di sini oleh nona tara. aku juga tak mengenal siapa nona karena dia baru saja tiba di kota tapi yang pasti nona tara begitu menghormatinya. "


" seperti itu rupanya itu berarti hanya satu orang yang tau siapa nona sebenarnya. " ucap han.


" siapa. " tanya iris


" tentu saja orang yang akan datang sebentar lagi karena nona mengatakan orang itu lah yang melalui hidup dan mati bersamanya. itu menandakan jika dia orang yang pernah dekat dengan nona. " jelas han


" aaa itu benar rupanya otakmu encer juga ya saudara han. " ucap iris.

__ADS_1


" lalu apa kalian berani menanyakan itu kepada orang yang akan datang. " erika


" itu itu masalahnya kita tak mengetahui orang seperti apa orang itu. " han


" salah salah kita bisa membuat sesuatu yang salah dengan menanyakan tentang nona. "


" maka dari itu jangan melakukannya jika kalian benar ingin mengetahuinya maka orang yang tepat untuk di tanyain adalah nona sendiri. " erika


" what... erika kau ingin membuat kami mati. berbicara biasa saja sudah membuatku gugup dan gemetar apa lagi bertanya tentang nona. bisa bisa aku kencing di celana sebelum berbicara. " jelas han seperti ogah-ogahan jika harus bertanya pada tiara


" benar sekali. " iris


" maka dari itu tak perlu tau apa pun tentang nona jika nona tak membicarakannya. cukup kerjakan saja apa yang sudah di katakan. selebihnya kita seperti biasanya saja. " erika


" tampaknya saran itu lebih baik. " iris


" ya tampaknya begitu lebih baik, kita cari aman saja. " han


kemudian tak lama setelah perbincangan hangat mereka tiba tiba pintu rumah di ketuk dari luar. erika yang ada di ruang tamu mendengar suara ketukan segera menuju pintu untuk membukakan pintu


" selamat malam aku diana, apakah nona tiara ada. "


" oh nona tiara, ada ada silahkan masuk akan ku panggil di kamarnya. "


" oh terimakasih, " diana pun masuk kedalam dan duduk di kursi, sedangkan erika segeran pergi memberitahu tiara


" aku akan pergi memanggil nona tunggulah sebentar. "


" ya silahkan. "


" nona tamu yang nona katakan sudah tiba apa nona ingin menemuinya. "


" oh ya aku segera datang. " ucap tiara dari dalam yang sedang bermain game di ponselnya


" baiklah nona. " setelah itu erika kembali menuju ruang tamu menemui diana


" tunggulah sebentar nona akan segera datang. aku akan membuat minum terlebih dahulu di dapur. "


" oh baiklah terimakasih maaf merepotkan mu. "


" tentu saja, tidak ini tidak repot. "


setelah itu erika berlalu dari ruang tamu menuju dapur. tapi beberapa saat kemudian tiara datang masih dengan wajah lucu dan polosnya.


" halo kak ana. bagaimana perjalanannya. "


diana yang terkejut segera berdiri dan memberi hormat kepada tiara.


" nona......., ah perjalanan lumayan melelahkan. "


" oh duduk lah kak ana. bagai mana selama sepuluh tahun ini apa kak ana mengalami kesulitan. "

__ADS_1


" tidak terlalu menyulitkan nona, aku bisa mengatasinya. "


" wah kak ana memang hebat ibu tak pernah salah memilih kak ana. "


" nona minumnya" tiba tiba saja erika datang mengantar minumannya.


" oh erika terimakasih. perkenalkan dia adalah asisten ibuku dulu sekarang dia juga bekerja untukku mengurus perusahaan. "


" oh perkenalkan namaku erika aku juga bekerja pada nona muda tiara


" oh ya sama aku juga bekerja pada nona muda tiara nama ku diana


" duduk lah erika. " tiara


" baik nona" erika


" jadi kak ana apa ada yang perlu ku ketahui selama sepuluh tahun ini. "


" oh tidak banyak nona.


- pertama kasus sepuluh tahun itu di tutup karena polisi hanya menemukan jalan buntu. kasus itu akan di buka lagi jika ada yang ingin membukanya dan memiliki bikti


- kedua perusahaan lama kini sudah di pegang oleh paman nona pengadilan memutuskan itu karena status paman nona masih keluarga.


kini perusahaan itu berjalan dengan peraturan yang di buat oleh paman nona. dia juga mengambil hasil dari seluruh penghasilan perusahaan


- yang ketiga aku sudah berhasil membangun perusahaan yang baru, sesuai dengan perintah nona juga kini perusahaan itu merupakan perusahaan terbesar no 5


" hmmm ini menarik dan juga bagus kak ana memang bisa diandalkan. "


" ah tidak nona nyonya lah yang mengajariku dan aku menerapkan apa yang di ajarkan nyonya padaku. "


" tapi itu tetap kerja kerasmu kak ana dan itu patut di apresiasi. "


" ah terimakasih jika seperti itu nona.


nona ini kartu dari uang yang di hasilkan oleh perusahaan semuanya masuk kedalam kartu ini dan itu sudah bersih. dan ini kunci berangkas semua yang sudah di bawa olehku pada malam itu tersimpan di sana. "


" baik aku Terima semua ini juga terimakasih sudah menjaganya. lebih baik kak ana istirahat saja dulu biar erika yang mengantar kak ana ke kamar. "


" baiklah terimakasih nona. jika seperti itu aku permisi. " ucap diana.


" aku juga permisi untuk mengantar diana ke kamarnya nona


" ya silahkan. "


setelah diana dan juga erika pergi tiara masih di ruang tamu duduk sendiri.


" paman sepertinya waktu sepuluh tahunmu sudah usai kau puas atau tidak aku akan datang padamu membuatmu merasakan apa namanya kehilangan hingga memutuskan untuk mati, tunggulah paman. "


" tiara bagai mana kau ingin membalas orang itu. " tanya Queen

__ADS_1


__ADS_2