Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 141


__ADS_3

han yang sudah mendapatkan jawaban dari erika sudah merasa cukup dan pus karena saat ini sudah tak ada lagi yang memberatkan langkahnya tapi rasa sakit dan emosi yang mendalam itu masih terasa.


mobil melaju sangat kencang kecepatan susah mencapai titik maksimal dari mobil han juga tidak mengendurkan sama sekali pijakan pada pedal gas malah han merasa ini terlalu pelan.


" han apa semua baik baik saja. " ucap erika biasa saja.


" ya. " singkat padat dan terdengar dingin.


" mengapa kau begitu mengebut. " kembali erika bertanya.


" tidak juga ini sangat pelan. " sangat dingin.


" han kau yakin kau baik baik saja. "


" ya. "


" ya sudah berhati hatilah han. "


" em. "


erika tidak ambil pusing erika segera menutup matanya dan menyandarkan kepalanya. han tidak peduli tatapan yang lurus ke depan.


han yang memang tertinggal sangat jauh, tidak sampai 10 menit sudah menyusul yang lainnya tapi han terus melajukan mobilnya mendahului mereka semua.


" iris apa itu kak han. "


" ya tapi mengapa mereka begitu mengebut. "


" coba hubungi kak han dan tanyakan mungkin terjadi sesuatu. "


" ya baik lah. "


iris segera menghubungi han.


" han apa semuanya baik baik saja. "


" ya. "


" lalu mengapa kau begitu mengebut. "


" aku hanya ingin segera sampai karena hari sudah larut. "


" oh ya sudah. "


panggilan terputus


" apa katanya iris. "

__ADS_1


" tidak ada han hanya ingin segera sampai karena malam semakin larut. "


" eh tidak biasanya. "


" ya kau benar Sintia biasanya han selalu santai dan tidak terburu buru. "


pemikiran terus berlanjut antar keduanya.


" siapa han. "


" iris. "


" ada apa. "


" tidak ada. "


tak lama mobil sudah tiba di posisi han segera keluar untuk menunggu yang lainnya. erika yang melihat han ke luar tidak mengikutinya erika tetap memilih di dalam.


tak lama yang lainnya segera tiba di lokasi han juga erika segera keluar dari mobil setelah itu.


semuanya berkumpul untuk menentukan rencana apa yang akan di ambil dalam misi malam ini.


" jadi bagai mana nona belum tiba apa kita menunggu nona. " ucap iris


" tidak perlu. " ucap han


" nona sudah menghubungi ku tadi tak perlu menunggunya. " erika


" oh ya sudah jika begitu lalu sekarang apa rencana kita malam ini. "


" tidak ada bunuh semua tanpa sisa dan jangan tinggalkan apa pun termasuk jejak. " ucap han yang singkat memberikan instruksi. "


iris mendengar itu melihat ke arah erika. erika memberikan anggukan tanda setuju.


" kalian sudah dengar bunuh semua tanpa ada yang tertinggal. "


" baik" ucap mereka kompak.


seger penyerangan di lakukan han berjalan di depan melihat lima penjaga di pintu segera mengeluarkan pistol yang sudah ada peredam suaranya.


yang lainnya mengikuti han tapi penjaga itu sudah tergeletak semuanya ya han sudah melakukan itu. han terus bergerak maju di ikuti para penggali makam.


" kak erika apa kak han baik baik saja. "


" entah aku tidak tau. dia baik baik saja tadi tapi aku tidak tau mengapa dia berubah seperti sekarang. " jelas erika berbohong karena tidak mungkin menceritakan semua kejadian.


han terus saja membantai tanpa pandang bulu sia pun yang memegang senjata makan han menembak mereka. yang lainnya sama tidak kalah bringas dari han.

__ADS_1


tapi yang lain yang melihat han seperti hewan buas han begitu liar dalam menghabisi musuh musuhnya. erika, iris, dan Sintia yang tidak pernah melihat hal itu sedikit mersa aneh dengan han ada apa sebenarnya.


sampai pada satu waktu salah seorang musuh ada yang melempar sebuah granat han yang melihat itu melihat arah lemparan itu rupanya itu ke arah erika dan Sintia yang sedang berada di tempat yang sama.


han tanpa berpikir panjang segera mengejar ke arah granat yang akan jatuh. sedang erika dan Sintia yang merasakan ada bahaya segera melihat sekitar dan pandangan mereka jatuh pada dua granat yang sudah sangat dekat. Sintia segera bereaksi di ikuti erika juga walau mereka sudah bergerak menghindar tetap saja efek ledakan akan membuat mereka terluka parah.


" awas granat. " ucap han berlari kearah granat dengan cepat mengabaikan peluru yang sudah menembus badu dan perutnya.


Sintia dan erika yang melihat han sedikit terkejut mengapa han mendekat padahal mereka sudah secepat mungkin menghindari granat.


saya han sudah dapat menjangkau granat han segera meraih satu granat kemudian melempar kembali granat itu ke arah musuh dan yang satunya karena sudah tidak mungkin di raih karena itu akan segera menyentuh lantai han segera menendangnya.


granat yang memang sudah waktunya meledak segera meledak setelah jaraknya hanya 50 cm dari han. hasil ledakan itu membuat han terlempar menabrak dinding. sedangkan erika dan Sintia sedikit terkenal efek ledakan hanya sedikit berguling tanpa ada cidera.


han yang terkapar membuat yang lainnya panik apa lagi erika dan Sintia. tapi hal tak terduga terjadi han yang tergeletak kini bangkit dan berdiri. menunjukkan sosok han yang berantakan dengan baju yang hancur dan luka tembak di dua tempat yang terus mengeluarkan darah.


han yang sudah dalam posisi berdiri sempurna segera menyingkirkan baju hancurnya dari tubuhnya sehingga han kini bertelanjang dada saja. han menatap tajam ke depan dan berkata.


" kalian semua akan mati. " segera aura berbentuk asap mengitari tubuh han dan udara kini berubah sangat berat di jarak 10 meter dari han.


han sendiri kini melihat lingkungan sekitarnya menjadi sangat lambat di matanya. han yang sudah sangat marah segera hilang dari tempatnya dan mulai membantai musuh.


kecepatan han sangat sulit diikuti boleh manusia biasa sedangkan erika, Sintia dan iris masih bisa melihat tapi itu hanya sekilas saja.


sekitar satu jam han berhasil menjatuhkan semua musuh yang sangat banyak itu. yang lain yang tidak melakukan apa pun segera mendekat ke arah han yang sudah pucat dan kelelahan.


" han apa kau baik baik saja. " ucap iris dan erika sama


" kak han apa dirimu baik baik saja. " sintia


" aku baik. " balas han masih dingin dia berjalan ke depan untuk memasuki sebuah ruangan seperti memang baik baik saja.


yah lai melihat itu di buat tidak percaya han bisa menahan rasa sakit dengan begitu tenang.


di dalam ada seorang tua yang sedang duduk bermeditasi di sana juga ada sekitar sepuluh orang juga sama melakukan hal yang di lakukan si tua itu.


" ho kalian hebat masih bisa masuk ke tempat ini. " ucap si tua kemudian berdiri di ikuti sepuluh orang lainnya.


" kau pikir semut di depan tadi bisa menahan kami untuk membunuhmu. " ucap han pedas karena perasan berat di hatinya sangat ingin ia lepaskan dengan ke marahan


" hahahaha..... ya benar itu benar aku tak berpikir itu, aku juga tidak menyangka masih ada orang kuat di dunia ini. " ucap si tua


" kau terlalu cerewet lebih baik kau persiapkan ke matian mu saja karena malaikat mau sudah berpesan padaku untuk mencabut nyawamu. "


" hahaha.... lalu apa yang di tunggu mengapa kalian tidak datang dan melakukannya.


segera han berlari menuju ke arah si tua itu dan sepuluh orang di belakangnya juga segera bergerak terpecah menjadi tiga melawan erika, Sintia, dan iris. untuk penggali makam mereka tidak masuk mereka di luar mulai berkeliling memeriksa semua tempat di sana.

__ADS_1


segera pertarungan terjadi han dan tua itu bertarung sangat intens keduanya sama sama menggunakan kecepatannya beberapa kalian han di buat mundur akibat pukulan orang tua itu begitu pun sebaliknya.


__ADS_2