
dua orang maju dengan remeh karena memandang tiara yang seperti anak kecil yang begitu polos.
" Queen aku atau dirimu kali ini. "
" jika dirimu mampu dirimu saja sepertinya aku tak bisa selalu mencampurinya. "
" mengapa beberapa hari ini dirimu begitu aktif untuk bertukar denganku lalu sekarang. "
" aku juga tak mengerti mengapa, seperti ada sesuatu yang menghalangiku, jadi lakukanlah aku akan selalu bersiap untuk menggantikan mu. "
" baik lah Queen mungkin sudah di putuskan oleh takdir. "
Queen tak menjawab tapi salah seorang sudah mendekat kearah tiara dan tangannya sudah hampir menyentuh tiara.
tapi tiara bergerak cepat lalu menangkap tangan orang itu kemudian memelintirnya setelah itu tiara menendang kaki orang itu hingga terduduk tangan tiara beralih pada kepala orang itu lalu suara renyah terdengar.
kkrrrrat...... suara tulang patah
orang itu pun terjatuh dengan tetap membuka mata tak menyangka jika akan mati di tangan gadis kecil. temannya yang melihat terkejut membelalakkan matanya tak percaya temannya mati begitu cepat dan mudah.
kemudian tamannya itu tersadar segera mengurungkan niatnya untuk ke mobil. orang itu segera menghampiri tiara dan melakukan tendangan samping tiara yang melihat itu melakukan sapuan sehingga mengenai kaki yang berpijak untuk keseimbangannya. sapuan itu berhasil membuat orang itu terjatuh.
merasa dirinya kalah orang itu marah lalu bangkit mengambil pisau dari sela bajunya lalu menusukkan pisau itu ke arah tiara. tiara tidak tinggal diam tangannya segera melakukan manuver menangkap tangan orang itu kemudian tangan satunya memukul tulang rusuk orang itu hingga patah, kemudian tangan orang yang sudah tertangkap segera di pelintir oleh tiara dan tiara merebut pisaunya setelah itu tiara pun beralih di belakang orang itu lalu menggoreskan pisau itu di leher orang itu secara pelan.
orang yang di gores lehernya membelalakkan matanya rasa sakit yang sangat sakit sungguh merangsang otaknya untuk berteriak tapi tak bisa dia hanya mengorok. lalu mulai terjatuh ke tanah yang lain yang melihat ingin muntah.
" mengapa kalian yang begitu lemah datang kepadaku apa kalian sudah bosan dengan hidup kalian. "
" kalian semuanya maju bunuh anak itu. "
semua orang berlari ke arah tiara tiara yang melihat terasa tersulut sesuatu hingga Queen yang ada di dalam dirinya kini mulai menguasai tiara
" Queen apa yang terjadi mengapa sekarang dirimu menggantikan ku. "
" aku juga tak tau aku tergerak sendiri ini bukan kemauan ku ini terjadi sama seperti saat pertama kali. "
" oh baiklah lakukan saja Queen. "
tubuh tiara yang sudah berganti Queen kini terasa lebih berenergi dan lincah ditambah dengan kemampuan yang diajarkan kakek membuat nya semakin mudah mengalahkan orang orang yang datang .
__ADS_1
satu persatu mulai tumbang ada yang perutnya sobek hingga mengeluarkan seluruh isi perutnya ada yang lehernya hampir putus dan banyak lagi, sungguh mengerikan bagi siapa saja yang melihatnya.
bos dari orang orang itu sudah kencing di celananya tubuhnya gemetar wajahnya pucat wajahnya penuh dengan keringat. Queen jalan perlahan mendekati bos itu.
" sekarang giliran mu pilih lah kematian seperti apa yang di inginkan oleh mu."
" no no nona am am ampuni aaaa... ku sungguh aku menyesalinya. "
" oh setelah kematian mendekat kau menyesal dan memohon ampun. apa kau sudah melihat malaikat maut jika ya bernegosiasi lah. jika tidak biar aku membantumu melihat. "dengan gerakan cepat pisau di tangan Queen sudah menancap di leher bos itu. akhirnya bos itu pun mati.
Queen mencabut pisau itu membawanya ke mobil lalu melajukan mobil untuk kembali pulang. Queen melihat jika pria yang di buatnya pingsan masih tak sadarkan diri.
lama dalam perjalanan kini tiara sudah tiba di rumah dan dirinya sudah bertukar lagi dengan Queen.
ketika tiara turun dari mobil erika melihatnya, erika segera berlari menghampiri tiara.
" nona apa yang terjadi. "
" aku baik baik saja. tolong orang yang ada di mobil dan bersihkan juga mobil itu satu hal lagi simpan pisau yang ada di dalam mobil setelah di bersihkan. "
" lalu bagai mana denganmu nona apa yang harus kulakukan denganmu. "
" baik baik nona akan ku lakukan. maafkan aku, aku hanya khawatir saja kepadamu nona. "
" ya tak apa aku akan mandi siapkan makan jika dirimu sudah selesai dan panggil aku di kamar. mintalah seseorang atau dirimu memiliki seseorang yang bisa di percaya untuk membantumu ku lihat dirimu begitu kerepotan. "
" akan ku pertimbangkan nona aku harus memutuskannya bersama nona tara. "
" ya, aku pergi dahulu. "
" silahkan nona.
tiara pun meninggalkan erika dia berjalan menuju kamarnya dia sudah ingin segera mandi tubuhnya begitu lengket dengan darah. sesampainya di kamar setelah menutup pintu tiara langsung saja melepaskan pakaiannya dan menaruhnya sembarang dia berjalan dengan tanpa kain kedalam kamar mandi
setelah membersihkan darah dari tubuhnya tiara beralih berendam dengan air hangat.
"hari yang melelahkan setelah bermain kucing dan harimau, ternyata kota suzan lebih parah dari yang terakhir kali saat aku pergi. aku harus bertanya kepada orang itu di mana lokasinya, aku harus memberantas mereka. "
setelah sekian lama berendam di kamar mandi tiara memutuskan untuk menyudahinya karena airnya sudah tak lagi hangat.
__ADS_1
kemudian tiara meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang yang menurutnya bisa membantu.
" halo kak jossep ini aku tiara. "
" oh iya iya tiara rupanya ada apa tiara ada yang bisa ku bantu untukmu. "
" kak jo bisa bantu aku mendapatkan surat mengemudi aku ingin sekali mengemudi.
" bukankah tiara bersama guru. "
" tidak kak aku sudah ada di kota beberapa hari yang lalu. kakek memintaku untuk kembali. "
" wah mengapa tidak menghubungiku tiara. bagai mana kabar guru dan tinggal di mana dirimu sekarang. "
" guru baik baik saja kak jo, aku juga tinggal di pusat kota suzan. aku takut mengganggumu kak jadi aku tak menghubungimu. "
" syukurlah jika guru baik baik saja, dan dirimu sudah ada tempat tinggal. ok untuk surat mengemudi bisa siap besok biarkan aku mengantar ke tempatmu saja. "
" terimakasih kak jo, tapi apa itu tak merepotkan mu, lebih baik aku yang ke sana agar aku tau tempat kak jo. "
" aku tidak repot tiara aku senang bisa membantu mu. tapi baiklah jika dirimu akan datang aku akan menunggumu di tempatku. "
" tentu saja kak, aku akan menghubungimu besok saat aku akan datang."
" ya baik lah. "
" sampai jumpa kak jo
tiara pun memutuskan panggilannya tak lama erika mengetuk pintu kamar dan mengatakan jika makanan sudah siap.
tuk.... tuk... tuk...
" nona masakan sudah siap apa dirimu ingin makan sekarang. "
" ya erika aku akan segera ke sana. "
" baik lah nona.
erika pergi dari sana menuju ruang makan. untuk menunggu tiara.
__ADS_1