
tiara benar benar fokus dan sangat fokus karena jika salah sedikit semuanya akan berubah menjadi bencana.
seluruh racun terus di bawa berkumpul di satu titik melawan aliran darah. darah yang bercampur dengan racun terus di saring. dan bagian bagian organ yang sudah terkena racun juga di bersihkan.
hingga tidak terasa sudah 30 menit tiara masih sibuk dan fokus pembersihan racun pada tubuh amelia. sedang di luar ayah dari amelia terus terlihat cemas dan berharap semuanya baik baik saja.
" apa kah masih lama tak bisakah aku masuk kedalam. "
" maafkan aku sesuai perintah nona siapapun dan alasan apapun di larang masuk selama nona tidak mengetuk pintunya. "
" sudah tuan besar Arga tenanglah nona seperti itu pasti sudah memikirkannya dan jangan khawatir dia memiliki kemampuan yang tidak lah rendah sepertiku ini. "
" hah baik lah dokter li kuharap begitu. "
tapi tak lama paman amelia datang bersama anaknya dengan wajah muram dan marah.
" kakak apa maksudmu menahan kami. " ucapnya sedikit tinggi
" tuan maaf kami tidak memiliki kemampuan menahan lebih lama lagi. " ucap orang yang merupakan kepala penjaga di kediaman Arga
" hah ya aku hanya ingin kalian tenang dan tidak ribut lagi. "
" kakak aku hanya berusaha mempermudah mu dengan membawa amel ke rumah sakit dan tidak percaya pada dokter li ini juga..... " melihat sekitar seperti mencari seseorang
" dimana gadis dan wanita bodoh itu..
kakak apa dirimu membiarkan orang itu mengobati amelia.
kakak ada apa denganmu apa kau sudah tidak lagi sayang pada amelia. "
" sudah diam lah, aku sayang amelia untuk saat ini orang itulah harapanku jadi duduk dan tenanglah. "
" tidak bisa aku harus menyelamatkan amelia kakak sudah tak peduli lagi pada amelia biarkan aku saja yang menjaga amelia. "
" tunggu tunggu. adik "
tapi paman amelia dan anaknya itu sudah pergi dengan cepat.
paman amelia itu segera tiba di depan pintu kamar amelia yang saat ini tengah berdiri erika.
" kau kau wanita sialan di mana orang yang bersamamu itu tadi. "
" oh kalian rupanya apa kalian datang untuk mengacau lagi lebih baik kalian pergi dari sini sebelum nasib buruk menimpa kalian untuk yang kedua kalinya karena setelah yang kedua kalian tidak akan pernah mendapatkan yang ketiga kalinya. "
" kau kau wanita sialan apa kau tidak takut menyesali kata katamu itu. " ucap paman dari amelia
" aku takut jika dulu mungkin tapi sekarang bahkan sepuluh keluarga seperti kalian akan ku babat habis dalam semalam. "
" kau berani merendahkan keluarga Arga hah akan ku buat kau menyesalinya. "
__ADS_1
" adik berhentilah apa dirimu masih tidak sadar atau dirimu sudah lupa dengan kejadian yang menimpamu sudah lah jangan bersikap seperti itu mereka tamu kita. "
" kakak itu lah kelemahan mu kau terlalu lembut jadi mudah di manfaatkan orang lain biarkan masalah ini aku yang tangani saja. "
" adik bukan begitu ini juga demi ke kebaikanmu sudah dengarkan aku sekarang. "
" paman semakin lama jika paman seperti ini keluarga kita pasti akan jatuh sudah paman tenang saja masalah ini biarkan ayah saja yang tangani. "
ketika ayah amelia akan menjawab suara ketukan pintu terdengar dari dalam kamar amelia itu menandakan jika tiara sudah selesai. segera saja ayah amelia meminta erika untuk membuka pintu.
...****************...
sebelumnya di dalam kamar tiara yang sedang fokus dan sudah mencapai puncak dari pengobatannya mulai melakukan proses pengeluaran racun dari dalam tubuh amelia.
proses itu di lakukan dengan posisi duduk walau amelia tidak sadar tiara menopang tubuh amelia dengan energinya sehingga bisa duduk.
tak butuh waktu yang lama amelia segera memuntahkan cairan berwarna hitam dari dalam mulutnya cairan itu berasap dan berbau tidak sedap. tapi cairan itu tidak tumpah ke mana mana tiara membungkusnya dengan energi kemudian meletakkannya di dalam gelas.
proses pengobatannya selesai tiara mengembalikan lagi energi yang di pakainya dan keadaan tubuh dari amelia kembali seperti keadaan normal kembali suhunya juga mulai menghangat tidak saat sepeti pertama kalinya yang begitu dingin.
tak lama amelia mulai membuka matanya melihat sekitarnya melihat ke sekeliling dan menemukan tiara yang sedang membelakangi nya. juga amelia mulai menyadari jika saat ini sedang tidak menggunakan pakaian apapun untuk menutupi tubuhnya.
" bagai mana ke adaan mu. " suara tiara tiba tiba
" eh aku baik baik saja. " terkejut segera menutupi bagian tubuhnya dengan tangannya
" si siapa dirimu. "
" aku tidak penting siapa aku, aku datang untuk menyembuhkan mu. dan sekarang kau telah sembuh. "
" te.... terimakasih. "
" ya sekarang katakan apa kau ingat saat terakhir kalinya sebelum kau tidak sadarkan diri. "
" em seingat ku aku bersama paman dan anaknya kemudian aku makan roti pemberian paman dan aku tidak ingat apapun lagi. "
" apa pamanmu ikut memakan roti itu. "
" aku rasa tidak mereka hanya memaksaku untuk memakan roti itu karena rotinya sangat enak menurut mereka. "
" em sudah jelas sekarang pamanmu berniat meracuni mu untuk mati kemudian membuat ayahmu sedih dan sakit kemudian mati dan menguasai keluarga arga ini seutuhnya. "
" ah benarkah. tapi aku rasa itu juga benar beberapa kali aku mendengar paman mengatakan tentang menguasai semuanya. tapi aku tidak terlalu memikirkannya. "
" bagus itu sudah jelas sekarang. "
" eh ada apa di luar mengapa sangat ribut. " amelia
" sebentar biar aku buka kau berbaringlah dan kenakan selimut itu. "
__ADS_1
" em baik lah. "
segera tiara ke pintu untuk mengetuknya agar erika membukakan pintu yang di kunci.
" cepat cepat buka, sepertinya dia sudah selesai. "
erika tanpa menjawab segera membuka pintunya dan tiara segera terlihat setelah pintu dibuka.
" nona bagai mana putriku saat ini....
apa dia baik baik saja..... "
" dia.... "
" dasar gadis tidak tau diri apa kau sudah selesai menipu kami hah. dan kau kakak mengapa kau begitu menghormatinya. dia ini hanya datang menipu dan bekerja sama dengan dokter li ini. " ucap paman amelia memotong pembicaraan tiara
" oh rupanya kau sampah. kau tetap begitu arogan setelah aku pukul apa kau masih mau aku pukul lagi. "
" kau gadis sialan kau begitu kurang ajar akan ku buat kau menyesal karenanya. "
" hah aku malas berbicara dengan mu sampah lebih baik masuk dan lihat saja sendiri." kemudian tiara segera masuk kembali di ikuti yang lainnya.
setelah semuanya masuk kedalam kamar amelia yang melihat lelaki yang sangat ia sayangi setelah kepergian ibunya dia adalah ayahnya dengan mata nanar dia memanggil ayahnya.
" ayah. ayah. "
" putriku amelia sayang kau sudah sembuh nak. " berlari mendekat duduk di tepi tempat tidur amelia dan akan memeluknya.
" berhenti jangan lakukan itu putri mu tidak mengenakan apapun di tubuhnya dan selimut itu terlalu tipis. " ucap tiara menghentikan ayah amelia yang akan memeluk amelia
" eh benarkah sayang. "
amelia yang malu dengan wajah memerah mengangguk mengiyakan pertanyaan ayahnya.
" ah baiklah jika begitu ayah terlalu bersemangat tadi maaf. "
" em tak apa ayah. tapi apa yang terjadi denganmu ayah mengapa kau tampak semakin kurus dan tidak terawat. "
" sudah lah tak perlu pikirkan ayah yang penting dirimu sudah sehat itu dahulu. "
" keponakan ku sudah sehat paman sungguh mengkhawatirkan mu. baguslah jika dirimu sudah sehat . "
" paman. "
" kak amel syukurlah dirimu sudah sehat. "
" em ya terimakasih. "
" ayah mengapa paman dan akan masih ada di sini merekalah yang meracuni amel saat itu mereka secara tiba tiba datang menemui amel membawakan roti kemudian memaksa amel untuk memakan roti itu dengan alasan roti itu enak karena amelia merasa tidak enak dan menghormati paman amelia memakannya tak lama setelah memakan roti itu tiara merasa pusing dan panas di bagian perut dan pandangan tiara menggelap selah itu tiara tidak tau apa apa lagi sampai sadar sekarang ini. " jelas amelia
__ADS_1