
di lain tempat saat itu hana yang baru saja selesai menyelesaikan tugas dari tiara singgah di sebuah cafe sejenak. tapi baru saja sampai dan baru turun dari mobilnya dia sudah di sambut oleh seorang lelaki yang belakangan ini sangat aktif mengejarnya.
hana yang sudah kesal dengan itu berniat kembali kedadalam mobilnya, tapi lelaki itu malah ikut ke dalam mobil hana. membuat hana tak habis pikir dengan lelaki pantang menyerah satu ini.
hana sudah menggunakan berbagai macam kata kata pedas kasar dan hkan umpatan umpatan kotor dan jorok pada lelaki ini tapi dia masih saja stay tidak mundur.
" kau sialan apa kau mengikutiku. " ucap dingin hana.
" namaku demian. tak bisakah dirimu memanggil nama itu. " ucap demian ramah.
" tidak... " dingin datar dan pendek saja hana menjawab.
" ya sudah tak apa. " pasrah demian
" turun. " ucap hana, kembali dengan suara yang dingin.
" tidak aku ikut dengan mu. " balas demian dengan penuh senyuman.
" turun... " ucap hana
" tidak. "
" turun aku bilang. "
" aku ikut denganmu. " balas demian tidak menyerah.
" kau apa kau begitu bodod kau lelaki apa kau tidah memiliki hargadiri mengapa selalu mengejarku padahal sudah aku maki dan hardik dirimu dengan begitu buruk, mengapa kau tidak pergi saja dan mencari wanita lain. " ucap hana dengan penuh emosi
" aku tidak bodoh aku juga masih memiliki harga diri tapi aku juga masih memiliki harapan dana ini harapan terakhirku ya itu mendapatkanmu. " ucap demian membalas hana dengan kata kata singkat tapi sedikit menusuk.
" turun sekarang. " kembali hana meminta demian untuk turun.
" tidak. "
" bodoh kita lihat harapanmu sampai di mana hari ini.
sekali lagi aku katakan turun. "
" maka sekali lagi aku katakan aku ikut dengan mu. " ucap demian kekeh
" baik jika begitu ikut lah mati. " ucap hana yang sudah kesal
__ADS_1
" tidak masalah setidaknya aku mati denganmu. " ucap demian
" percaya diri sekali. " dingin hana.
" aku sudah bertahun tahun menghadapi hidup dan mati di perbatasan sana jadi hari ini akan berbeda aku akan menghadapi hidup dan mati bersama seseorang yang aku cintaia. " ucap demian begitu tulus.
" baik ayo lihat sebesar apa cinta dan rasa takutmu itu. " ucap hana segera mengemudikan mobil dengan sangat cepat.
" siapa takut. tapi ingat jika cintaku bisa mengalahkan rasa takut ku dirimu harus bersedia menjadi waninitaku. " ucap demian semakin menantang.
" omongkosong. " balas hana.
" ap dirimu takut. " demian semakin menantang.
" rasa cintamu hari ini mengalahkan rasa takutmu aku hana akan membawamu hari ini juga ke balai nikah kita akan menikah lepas itu kita pergi bulan madu dan biarkan aku yang mimimpin permainannya. " ucap hana
" setuju. kuharap jangan kau ingkari satu katapun yang sudah kau ucapkan. " ucap tristan
" setuju. "
hana kembali memacu kecepatan mobilnya memang hari ini hana memilih mobil sport untuk misinya jadi mobil sudah di pastikan sangat cepat.
" hana apa dirimu menakutiku dengan kecepatan ini di jalanan padat ini sama sekali tidak membuatku takut. kau tau setiap harinya aku melewati densingan peluru di perbatasan bahkan bom adalah makananku di sana. " demian semakin mengompori hana
hana juga semakin panas dirinya tidak mau kalah dengan seorang lelaki, dia memacu mobilnya lagi semakin cepat bahkan sudah terhitung hampir lebih dari 3 kali mengalami kecelakaan.
tapi demian masih tenang dia masih dengan ke yakinannya jika hana bukanlah seseorang pengemudi amatiran.
" sudah cukup hana tak perlu di lanjutkan ini tidak akan berhasil ayo kita ke balai nikah sekarang lalu bulan madu dan..... "
" diam bangsat.... "
" uh garang kali......
ya baik lah akan kulihat sampai di mana dirimu akan mengujiku. " ucap santai tristan
mobil nelaju lagi tapi tak lama kini mobil memasuki jalanan dengan kontur tanah padat demian sedikit bingung apa sebenarnya yang mau di lakukan hana.
hana kemudian tersenyum.
" di depan tepatnya di ujung jalanan ini adalah jurang yang curam. dan aku sudah pastikan meski memiliki kemampuan tinggi itu tetap akan menyebabkan ke matian. " ucap hana tiba tiba.
__ADS_1
" apa kita akan terjun ke jurang itu. " tanya demian
" ya. ".
" hahahha aku yakin kau tidak akan berani hana dirimu masih memiliki tanggung jawab atas tiara apa dirimu akan bunuh diri. " pancing demian.
tentu hana sedikit kaget jelas sedari tadi dia lupa akan tiara dia hanya fokus untuk mengalahkan demian. tubuhnya menegang dan jantungnya berdetak kencang. pikirannya selalu mengingat kata kata demian tentang mengingat tiara.
" bagai mana hana. aku tulus mencintaimu aku juga tidak mencari ke untungan mengapa harus bertaruh nyawa untuk itu. dirimu cukup menerimaku saja lalu kita bahagia. " kembali tristan berbicara
hana hanya diam saja dia kembali mencoba mengeraskan hati dan tekatnya untuk menakut nakuti demian.
" hahaha..... aku rasa dirimu mulai takut demian. " ucap hana.
" aku..... takut....... mengapa takut....??? apa perlu aku yang mengemudi........!!! aku rasa laju mobil mu sudah berkurang. " demian tidak mau kalah.
" kau..... . " hana men jadi gugup sekarang.
mobil sudah semakin dekat jurang di depan sudah terlihat didepan mata. bagi keduanya yang memiliki kemampuan jarak bukanlah hambatan untuk mata mereka berdua melihat apa yang ada di depan.
tanpa ada pembicaraan keduanya di ambang kebimbangan yang sama hingga di jarak kurang lebih 5 meter dari mulut jurang demian membuka suara.
" berhenti hana aku mengaku kalah, kau menang. " ucap demian.
hana yang juga sudah akan menginjak rem untuk mengalah segera menginjak rem dalam dalam ketika mendengar apa yang di ucapkan demian.
mobil ber hasil berhenti tepat di bibir jurang dan cukup dorongan sedikit saja makan sudah di pastikan itu akan jatuh.
" lihat kan rasa takutmu mengalahkan rasa cintamu padaku... " ucap hana tampak bangga.
" salah.... " jawab demian.
" maksudmu. "
" rasa cintaku lebih besar dari rasa takutku sehingga aku memutuskan untuk tidak membiarkan orang yang aku cintai mati hanya karena keegoisan cintaku. " ucap demian yang berhasil membuat hana mematung.
" mulai hari ini aku tidak akan mengejarmu lagi mungkin benar takdirku memang hanya bisa mencintai tanpa bisa memiliki. jadi aku akan kembali ke perbatasan dan akan menghabiskan sisa hidupku di sana dengan rasa cinta yang tetap akan selalu ada untukmu. " ucap demian bagaikan angin hangat yang menembus kedalam hati hana.
hana sendiri menjadi membatu tanpa kata kata kata demian begidu dalam dan mengenai di hatinya sampai sampai dirinya tak mampu berucap.
demian yang melihat hana hanya diam memutuskan untuk turun dari mobil dan pergi membiarkan hana di sana dengan pikirannya sendiri.
__ADS_1