Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
berkumpul


__ADS_3

" apa mau kalian jangan coba coba aku bisa melenyapkan kalian dengan mudah jadi lebih baik kalian pergi saja. " ucap orang misterius itu.


" kami berdua ingin menangkap mu..... " ucap seorang peria yang memutus jalan kaburnya.


" benar jadi lebih baik sekarang kamu ikut kami saja untuk menjelaskan apa tujuanmu. " ujar sang wanita


" hahaha.....


kalian berdua lucu kalian memiliki kemampuan apa untuk menangkap ku.


" sayang biarkan aku saja yang melakukannya. " ujar peria.


" ya.... lakukanlah perlahan aku tidak terburu buru. " ucap si wanita.


" hahaha. ....


ayo dari mana kita mulai jika kamu bisa membuatku sampai jatuh saja ke tanah maka kamu bisa pergi kami tidak akan menahan ataupun mengejar mu lagi. " ujar pria itu.


" sombong aku tidak akan hanya membuat mu jatuh tapi aku juga akan membuatmu tidur untuk selamanya. " ucap orang misterius itu.


" hahaha


aku suka pada seorang yang mengatakan sesuatu yang tidak mungkin.


jadi ayo mulai aku yang datang apa kamu yang datang. " ucap pria itu.


" kamu sialan terimalah ini. " ujar orang misterius itu di sertai dengan sebuah serangan berupa tendangan memutar yang mengarah langsung ke arah wajah.


si pria itu tidak menghindar tapi dia malah menahan tendangan itu dengan satu tangannya disertai senyuman lembut yang penuh makna. pria misterius itu terkejut karena tendangannya bisa di tahan tapi dia masih berpikir mungkin karena dirinya tidak full power saat melakukannya.


" apa kamu sedang bermain mengapa tendanganmu seperti nyamuk yang sedang hinggap. " ucap pria itu.


" kamu terlalu meremehkan ku.


Terima ini......" ucap orang misterius itu melakukan tendangan lagi dengan sedikit menambah power pada tendangan itu


kembali dirinya di buat terkejut karena lawannya itu menahan serangannya tanpa ada sedikitpun reaksi. bahkan bergeser dari tempatnya saja tidak.


" apa sudah....


jika masih banyak keluarkan semua dan serius lah... " ucap si peria itu dengan santai


orang misterius yang mendengar apa yang di katakan pria menjadi sangat marah dan kesal. di kemudian menyerang pria itu dengan serangan cepat yang bertubi tubi. orang misterius itu melihat pria musuhnya itu tampak biasa saja dan dengan mudah menahan semua.


" siapa sebenarnya orang ini apa iya ini penjaga dari rumah ini jika benar tuan harus segera tau ini jika tidak rencana penghancurannya bisa gagal..... " ucap orang misterius itu di dalam hatinya.


" jika bertarung jangan memikirkan hal lain karena kamu bisa mati. " ujar pria itu yang berhasil memukul orang misterius itu hingga jatuh.


" akh......


sial.......


cuih....... ( meludahkan darah.) "

__ADS_1


dengan memegangi dadanya yang sakit dan sesal orang misterius itu mencoba berdiri lagi matanya sedikit melihat ke arah wanita yang sejak tadi melihat pertarungannya.


" jika begini terus sepertinya aku tidak akan pernah berhasil kembali musuhku sepertinya memiliki kemampuan. lebih baik aku gunakan cara kotor dulu agar bisa pergi dari sini. " ucap dalam hatinya.


" kau hebat rupanya....


baik lah sudah sampai di sini berhati hati lah aku aka mulai serius. " kata orang misterius itu memasang kuda kuda untuk menyerang.


tapi peria musuhnya itu masih bersikap tenang dan biasa saja. " jika begitu datang lah aku dengan senang hati menerimanya. "


orang misterius itu melesat meluncurkan serangan cepat yang berbobot pada peria itu pria itu juga tidak mau diam saja dia juga beberapa kali melakukan serangan pada orang misterius itu.


stelah cukup lama bertukar serangan tiba tiba peria misterius itu seperti menyiapkan sebuah serangan mematikan pria itu tidak diam dia menyiapkan juga. ketika sudah siap keduanya saling melesat hingga jarak keduanya sudah dekat orang misterius itu membelokkan serangan itu ke arah wanita yang sedari tadi hanya melihat pertarungan itu.


" tipuan..... " ujar pria itu.


serangan cepat itu dengan cepat mengarah pada si wanita saat itu tiba tiba saja terdengar suara.


buuk..... ( suara tubuh yang terjatuh cukup keras ke tanah).


" kamu salah dengan menargetkan ku lihat sekarang bukanlah keadaan mu memburuk. " ucap wanita itu yang kini satu kakinya sudah menginjak dada dari orang misterius itu yang kini orang misterius itu sudah tidak sadarkan diri setelah memuntahkan darah.


" sayang maaf aku sedikit ceroboh tadi. " ujar si peria.


" lupakan saja...


ayo bawa ini pada nona agar nona saja yang menangani selanjutnya. " ucap si wanita.


" em....


di rumah.


" tante hana....


paman ian..... " ucap vano menyambut kedatangan demian dan hana


" hey....


jagoan wah sudah besar saja dirimu. " ujar demian pada vano.


" uh... tampan sekalian keponakan tante kemari sayang tante ingin menciummu. " ujar hana.


" eh....


apa tidak apa apa tante aku takut paman demian memukuliku. " ujar vano bercanda dengan melirik ngeri ke arah demian.


" jika dia berani memukuli mu biarkan tante yang memberikannya pelajaran. " ujar hana dengan dingin demian yang mendengar itu menjadi ngeri.


" ah aku merasa aman jika begitu. " ujar vano lalu mendekat kearah hana. hana pun mencium kedua pipi vano dengan lembut.


" sayang sudah jangan banyak banyak nanti anak ini ketagihan. " ujar demian menarik hana dalam pelukannya.


" paman demian ini iri saja. bukankah selama ini paman sudah menguasai tante hana sepenuhnya jadi sekarang berbagilah dengan vano.

__ADS_1


hah... tante hana begitu cantik dan wangi vano jadi menyukainya apa lagi jika tante hana mencium vano lagi. " goda vano pada demian sedangkan hana hanya tersenyum lembut saja.


" dasar anak luknut tidak paman tidak ingin membaginya sayang ayo masuk saja tinggalkan anak luknut ini aku takut anak kita juga terpengaruh. " ujar demian.


" wah...


tante hana, apa tante hana sedang hamil. " tanya vano.


" iya sayang...


doakan tante semoga semuanya baik ya.." ujar hana.


" tentu saja tante..


vano juga akan berdoa semoga anak itu mirip vano tampan pintar dan...... "


" enak saja paman ini ayahnya harusnya itu mirip paman yang tampan dan gagah ini. " ujar demian memotong perkataan vano.


" paman ini iri saja dengan vano. "


" sudah ok kita masuk sekarang aku pusing mendengar kalian berdua. " ujar hana merasa tidak tahan melihat dua orang di dekatnya itu adu mulut.


" ayo tante sama vano, vano pastikan akan menjaga tante dengan baik. " ujar vano.


" enak saja sayang kamu kan istriku jadi sudah sepatutnya berjalan dengan ku jangan dengarkan anak ini. " kata demian.


" terserah kalian berdua saja aku jalan sendiri saja. " kata hana.


hana pun meninggal dua lelaki itu yang masih berseteru memperebutkan hana. setibanya dibuang tengah di sana sudah ada tiara dan tristan sedang duduk berdua saja.


" nona....


tuan.... " ucap hana menyapa.


" wah hana.....


duduk duduk di sini. " ujar tiara ramah dan antusias.


" hana. " ujar tristan singkat saja.


" kamu sendiri di mana kak demian. " tanya tiara.


" tiara lihat anak mu yang satu ini berani beraninya dia menggoda istriku. " ucap demian


" kak demian ayo duduk lah...


vano juga ayo duduk. "


keduanya segera berlari berebut untuk duduk di dekat hana.


" lihat nona beginilah keduanya. " ujar hana.


" hah kalian ini masih saja seperti dulu. " tristan.

__ADS_1


" kebetulan sekali kalian berdua datang kak jo dan kak ana juga akan datang hari ini jadi kita bisa berkumpul lagi. " ujar tiara.


mereka terus mengobrol asik tak lama datang lah jo dan lauren di susul juga han dan erika hingga di penghujung hari iris juga datang bersama Sintia dan juga anaknya.


__ADS_2