
di kantor divisi khusus pembunuhan kini erick duduk di kursinya melihat keluar jendela pikirannya benar benar di perasaan sekarang dengan kasus yang tidak ada jalan terang.
tok.. tok... tok...
" ya masuklah. "
kemudian seorang bawahannya masuk kemudian memberikan hormat. erick yang melihat hanya mengangguk.
" lapor ketua dari hasil penyelidikan CCTV kami menemukan 2 orang gadis yang keluar dari markas organisasi itu. "
erick yang mendengar itu langsung mukanya yang masam kini muncul sinar kecerahan.
" segera tunjukkan padaku sekarang. " ucap erick terburu buru
" siap, silahkan ketua. " bawahan itu menyerahkan video yang di maksud.
segera saja erick menerimanya dan langsung memutar rekaman vidio itu. wajahnya begitu serius melihat rekaman itu keningnya berkerut. setelah selesai erick memutar kembali video itu hingga 5 kali pengulangan.
"siapa dua wanita ini aku rasa mengenal mereka dan pernah bertemu, mengapa aku begitu pelupa. "
" ya sudah kamu bisa pergi dahulu. " ucap erik
" siap pak. " kemudian memberi hormat seperti di awal dia masuk.
setelah kepergian bawahannya itu erick terus berpikir mengingat ngungat siapa kedua wanita itu. juga dia beberapa kali memutar ulang video untuk mengingat.
" hah mengapa sulit sekali mengingat dua wanita itu, aku sudah mengulang ngulang videonya tapi aku masih tak dapat mengingatnya. sepertinya aku memang sudah terlalu tua. "
ya sejak remaja erick sudah bergabung dengan divisi khusus pembunuh erick begitu berbakat dan cekatan dalm memecahkan kasus kasusnya. hingga saat ini entah sudah tak terhitung kasus yang sudah di tangannya. saat ini dia sudah masuk kepala lima tapi dia masih seperti 30an tubuhnya masih tegap dan otot ototnya masih tercetak sempurna. memiliki satu anak perempuan dan sudah di tinggal oleh istrinya sejak 15 tahun lalu.
tapi kali ini dia benar benar di buat frustasi karena tak bisa mengingat dua orang untuk membukakan jalan pada kasus yang saat ini dia tangani.
kemudian erick keluar dari ruangannya untuk membuat kopi. di setiap jalan yang di laluinya semua orang memberikan sikap hormatnya pada erick.
sesampainya di tempat erick mulai menyeduh kopi sembari menunggu erick masih tidak menyerah untuk mengingat dua wanita itu hingga kopi sudah siap erick masih belum juga mengingat.
"mengapa sulit sekali mengingat dua orang di mana kejeniusan ku yang dulu. " mulai meniup kopinya kemudian menyesapnya.
di tengah menyesap kopinya erick mulai mengingat dua wanita itu dia membelalakkan matanya tak percaya. segera saja erick meletakkan kembali kopinya dan berlari ke ruangannya.
" hey cari dan temukan letto agar dia segera menenuiku di ruangan ku segeralah ini mendesak sekali. " kepada seorang yang di jumpainya
" siap ketuap. "
erick kembali melanjutkan larinya ke dalam ruangannya. sesampainya di ruangannya erick segera memutar kembali video itu. ketika melihatnya sudah di pastikan ingatannya benar segera saja erick memasang jaketnya.
tok... tok... tok....
"masuk."
" siap ketua letto datang menghadap. "
" letto cepat cetak foto kedua wanita ini dan segera hubungi pihak bandara untuk menahan kepergiannya dan jika pesawat sudah terbang mintalah untuk kembali cepat dan siapkan orang untuk segera menyusul ku kebandara sekarang apa kau mengerti. "
" siap mengerti ketua."
__ADS_1
" bagus segeralah dan susul aku secepat yang kau bisa. "
" siap laksanakan ketua. "
segera erick meninggalkan ruangannya bersama letto, erick berlari menuju mobilnya untuk segera menuju bandara.
letto juga tak lama di ruangan itu setelah kepergian erick dia juga bergerak cepat sesuai dengan apa yang sudah di perintahkan oleh erick.
......................
sedangkan tiara yang masih sedang makan tiba tiba saja ada suara bell, menandakan jika ada seseorang yang datang.
tiara segera berhenti makan kemudian meletakkan semua alat makannya di ikuti dengan yang lainnya.
" ijinkan aku yang membukakan pintu nona. " erika
" ya silahkan, dan ajak lah dia makan bersama jangan biarkan dia menunggu. " ucap tiara.
" baik nona. " setelah itu rl erika segera pergi untuk membukakan pintu.
sesampainya di pintu erika segera saja membuka kan pintu, ketika pintu terbuka ternyata sesosok wanita cantik sedang berdiri membelakangi pintu.
" ah nona tara selamat datang. "
" oh erika rupanya. apa tiara ada di rumah. "
" ada nona, nona tiara sedang makan, di dalam. "
" oh begitu rupanya baik laha aku akan menunggu saja. "
" ya baik lah ayo. "
" silahkan nona. " setelah tara masuk erika segera menutup kembali pintunya dan mengiringi tara menuju ruang makan
taka lama erika dan tara tiba di ruang makan.
" oh kak tara rupanya ayo silahkan duduk kak.
" tiara segera berdiri begitupun di ikuti yang lainnya.
" duduk lah tiara apa yang kamu lakukan dengan berdiri menyambut ku, harusnya aku yang minta maaf karena sudah mengganggu waktu makan mu. " tara merasa tak nyaman karena datang di saat yang tidak tepat
" apa yang kak tara katakan aku tidak terganggu dan kak tara tidak mengganggu sama sekali, ayo duduk lah kak kita makan bersama, setelah itu baru kita bicara kembali. " jelas tiara kepada tara yang merasa tak nyaman pada nya
" baik lah karena tiara yang meminta maka aku tak bisa menolak. "
erika segera menyiapkan kursi untuk tara yang bersebelahan dengan tiara.
setelah itu acara makan pun kembali di lanjutkan erika dengan sangat cekatan membantu segalanya yang di inginkan tara.
setelah lima belas menit acara makan pun selesai tapi semuanya tidak segera meninggalkan tempat mereka semua masih duduk di tempat mereka masing masing.
" kak tara mari ku kenalkan pada mereka semuanya mereka semua telah bekerja padaku sekarang. pertama dia, namanya iris, dia ahli komputer ku. yang ke dua namanya han dia adalah keamanan ku karena dia suka baku hantam, han yang di sebut begitu oleh tiara sedikit malu dan menunduk karena siapa yang tidak mengenal tara. kemudian yang ketiga namanya Sintia dia membantu erika disini. " jelas tiara mengenalkan semua orang orangnya.
" wah baru beberapa hari saja tiara sudah menemukan orang orang yang hebat rupanya aku sungguh tak menyangka.
__ADS_1
ingat untuk kalian jangan pernah menyakiti atau menjadi penghianat. "
" kami tidak berani nona tara. " ucap keempat orang bersamaan menjawab tara
" baik lah sekara ayo kak tara kita lanjutkan di ruang tamu saja, kurasa di sini kurang elok untuk berbicara. " ucap tiara mengajak tara pindah
" ya ayo. " singkat tara mengikuti kepergian tiara di susul oleh erika.
beralih pada erick yang sudah tiba di bandara dia begitu terburu buru untuk segera menemukan dua orang wanita yang dia cari.
tapi ketika sampai di pintu masuk bandara ponselnya berdering.
" ya ada apa letto. "
" ketua aku sudah melakukan semua perintah mu dan pihak bandara mengalami jadwal penundaan untuk penerbangan pesawat jadi kemungkinan besar dua orang yang kita cari masih di bandara. aku juga sudah mengirimkan gambar pada pihak bandara agar menyebarkan pada seluruh kru yang bekerja di bandara. " jelas letto
" bagus segeralah ke sini dan bantu aku bawalah orang dan berikan perintah untuk menjaga setiap pintu serta sebagian mencari. "
" aku mengerti ketua akan segera di laksanakan. "
segera setelah itu panggilan pun terputus dan erick segera mulai memasuki bandara dan mulai menajamkan indra penglihatannya.
sedangkan dua wanita yang kini tengah duduk menunggu penerbangannya mulai gelisah.
" bagai mana ini pesawat di tunda jika tidak segera pergi takutnya orang itu menemukan kita. "
" ya lalu bagai mana. apa sebaiknya kita lewat jalur bawah saja untuk sekarang kita pergi keluar dari dalam kota terlebih dahulu. baru setelah itu kita keluar dari negara ini. "
" kurasa itu ide yang tepat. ayo segera saja. "
" tunggu duduk dan bersikaplah tenang kenakan topi mu. "
" ada apa. "
" petugas yang tadi pagi datang kembali mungkin dia sedang mencari kita. "
" benarkah dimana. "
" diam lah sebentar lagi akan ada kereta yang mengangkut koper kita akan bergerak mengikuti nya kemudian segera keluar. "
" ya aku ikut dirimu saja. "
benar saja tak lama kereta koper itu lewat dan dua wanita itu segera mengikutinya. bertepatan juga erick melihat kearah tempat duduk dua wanita itu tapi sudah tidak ada.
setelah mengikuti kereta yang mengangkut koper dua wanita itu segera keluar dari bandara. ketika sampai di pintu rombongan mobil polisi sudah mulai berdatangan. segera saja mereka berjalan membaur di keramaian dan mulai mencari taksi.
" ketua" panggil letto yang baru datang dan kebetulan melihat erick
" bagus kau sudah datang ayo segera sebar orang. "
" baik ketua. lalu mengapa kita tidak langsung menuju ke pembelian tiket untuk menanyakan dua wanita itu karena aku yakin mereka mebeli tiket. "
" ah ya mengapa tak terpikirkan olehku. ya sudah ayo. "
segera saja keduanya menuju ketempat pembelian tiket kemudian menemui petugas bagian.
__ADS_1