Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 62


__ADS_3

" baik lah perkenalkan namaku linda. aku bekerja di RS. pusat kota suzan. "


" em. " tiara yang terlihat mulai tenang.


" ayo jika ingin mencari pelayanmu. "


tapi tak lama suara erika memanggil dengan berlari ke arah tiara.


" nona...... nona.... nona maaf aku meninggalkanmu. "


" apa kau erika. " ucap dokter Linda


" benar aku erika. "


" seperti dia mengalami sedikit trauma dimasa lalu yang berhubungan dengan kematian. "


" ya. terimakasih sudah merawat nona ku dengan baik. "


" tidak masalah itu sudah tugasku. "


" boleh kah aku membawa nona ku pulang kurasa dia membutuhkan istirahat. "


" ya boleh lebih baik seperti itu. "


" terimakasih. " ucap erika.


" nona apa ingin pulang sekarang. "


" em. " angguk tiara


" dokter Terima kasih sudah menjagaku. "


" ya... lekas lah membaik. "


" em. " ucap tiara


segera erika dan tiara pergi dari mall itu.


di dalam mall kini polisi tengah sibuk mengumpulkan para perampok.


" lapor seluruh nya ada 28 satu di antaranya merupakan seorang petugas keamanan mall


untuk korban meninggal dari pihak perampok berjumlah 10 orang dari pihak sandera tidak ada. untuk korban hidup dari pihak perampok 18 orang dengan luka parah di derita satu orang. laporan selesai. "


" segera buat laporan kemudian minta keterangan pada para perampok dan para sandera. "


" siap laksanakan. "


tak lama mobil divisi khusus pembunuhan datang dengan di pimpin erick.


" selamat datang tuan erick. mari saya antar ke dalam. " ucap kepala Polisi yang baru saja menerima laporan.


" ya silahkan pimpin jalan. "


" bagai mana ke adaan sekarang. "


" semuanya terkendali tuan. para perampok semua nya berhasil di amankan dan korban hanya ada di pihak perampok berjumlah 10 orang tewas dan 1 orang terluka parah. "


" em apa sudah dapat keterangan siapa yang melakukan ini semua. " membuka kantong myat sejenak kemudian menutup kembail


" timku sedang memintai keterangan pada para sandera dan kawanan perampok tapi dari rekaman CCTV terlihat seorang yang masih remaja mengenakan penutup wajah. "

__ADS_1


" hemm seorang remaja. ayo coba lihat CCTV. "


" baik ayo tuan. "


segera erick mengikuti kepala Polisi ke ruang kontrol untuk melihat rekaman CCTV. setibanya di ruang kontrol erick mulai melihat rekaman CCTV. erick mengulangnya sampai 3 kali.


" hah sepertinya orang ini sangat ahli. "


" benar sekali tuan erick. "


" ya sudah segera bereskan dan mintai keterangan dari para sandera selengkap mungkin. "


" baik tuan erick. "


1 jam sebelum kejadian tepatnya di kantor divisi khusus pembunuhan


" ketua bagai mana. "


" hah atasan memintaku terus bekerja sampai menemukan pengganti yang cocok. "


" sabar lah ke tua.


" ya. "


" ketua jika boleh tau bagai mana ke jadian malam itu. "


" ya tentu. malam itu aku sedang di rumah bersama putri ku, lalu tiba tiba saja aku mendapatkan panggilan untuk segera kekantor, aku yang merasa ini merupakan panggilan tugas segera berangkat hingga tiba di jalan Ks mobilku di tabrak hingga terbalik. dan tak lama orang yang menabrak ku itu keluar, aku mencoba berbicara dengan orang itu hingga dia memanggil anak buahnya kemudian terjadilah pertarungan yang awalnya aku bisa mengimbangi tapi hingga di pertengahan serangan dadakan dari titik buta mengenai ku sebuah pisau. dari sanalah hingga akhirnya aku menjadi bulan bulanan orang orang itu. cukup lama datanglah si Santiago brengsek itu tapi sayang kesadaran ku sudah mulai hilang hingga aku pingsan dan tak tau lagi apa yang terjadi. aku terbangun semuanya sudah mati dan aku hanya melihat seorang gadis yang aku tanyai dan dia hanya mengatakan jika orang orangnya yang telah membantu. jadi begitulah singkatnya. "


" itu berarti gadis itu bukan orang biasa tuan hingga memiliki orang orang yang bisa membunuh dengan kejam. "


" kejam memangnya kenapa. "


" ketua apa dirimu tidak melihat para korban sebelum pergi. "


" mereka mati dengan tumbuh tak utuh dan luka yang mengerikan. "


" benarkah. "


" benar sekali tua. "


" jika begitu dia bukan lah orang biasa yang sembarang orang bisa menyinggungnya. " mulai lah erick berpikir tentang siapa sebenarnya tiara.


" siapa sebenarnya tiara ini apa mungkin dia anak dari salah satu penguasa di negara ini. siapa lagi yang mampu berbuat seperti itu tanpa takut hukum. " pikiran erick


" ketua.... ketua... ketua.... "


" eh ya maaf maaf aku melamun. "


" lalu bagai mana kasus ini akan berlanjut ketua. "


" biarkan aku saja yang memberi keterangan. "


" tapi masalah ini tidak semudah itu ketu. "


" pasti atasan meminta orang yang menolong ketua datang. "


" jika begitu aku harus berbicara dulu dengan orang itu. "


" karena aku sudah berhutang nyawa kepadanya bahkan dia menganggap ku sebagai keluarga jadi tidak mungkin aku menyulitkannya. "


" wah rupanya ketua bertemu dengan orang yang sangat baik. hingga ketua yang hanya sekedar orang luar yang hanya di tolong sudah di anggap keluarga. "

__ADS_1


" ya itu lah mengapa aku merasa tidak nyaman jika menyulitkan nya dalan kasus ini. "


lama berbincang dan mengobrol tiba tiba seorang datang mengatakan jika terjadi perampokan di mall dan ada korban meninggal.


erick dan letto yang sedang mengobrol segera bergerak berangkat ke lokasi dengan beberapa orang yang sudah profesional dalam hal seperti ini.


kembali dengan tiara yang saat ini sudah dalam perjalanan wajah yang penuh ketakutan itu kini sudah kembali seperti biasanya cantik, imut, lugu, dan polos.


" nona apa semuanya akan baik baik saja dengan membiarkan beberapa orang tetap hidup. "


" mereka yang hidup sedang beruntung karena mereka hanya sedang gelap mata karena tekanan hidup. "


" sedangkan mereka yang mati merupakan kelompok asli dari perampok itu jadi aku rasa aman karena aku selalu mengenakan penutup wajah dan aku tidak pernah melihat ke arah CCTV. "


" baik lab nona jika seperti itu. "


" ayo kita pulang saja percepat lah laju mobilnya. "


" baik nona. "


segera erika menambah kecepatan mobil agar segera tiba di rumah.


tapi tiba tiba saja ponsel milik tiara berdering seseorang tengah menghubunginya.


" halo kak jo ada apa. "


" tiara apa dirimu di rumah sekarang. "


" tidak kak jo aku dalam perjalanan pulang ke rumah. "


" oh bagus aku akan mengunjungimu. kita bertemu di rumah saja. "


" ya baik lah kak jo sampai jumpa. "


panggilan pun terputus setelahnya. "


" erika ayo kita harus segera sampai di rumah ada seseorang yang ingin berkunjung. "


mobil melaju semakin kencang membelah jalanan jarak yang memang tidak jauh dari mall. kini tiara sudah tiba di rumah yang dimana jo- sep belum tiba.


" erika masak lah ajak juga Sintia untuk membantu mu. " ucap tiara sebelum turun dari mobil


" baik aku mengerti nona. "


" dan satu hal lagi segera panggil aku di kamar jika tamu sudah datang


" baik nona. "


setelah itu tiara pergi ke kamarnya meninggalkan erika yang tengah mengemudikan mobilnya ke garasi.


setibanya di dalam erika berpapasan dengan han.


" han sebentar lagi akan ada tamu nona aku akan sibuk di dapur bisakah dirimu untuk menunggu ke datangannya. "


" tamu nona ya tak masalah. sibuk sajalah di dapur biarkan aku saja yang ambil tugas menunggu tamu nona. "


" emm terimakasih jangan lupa untuk segera memberi tau nona jika tamunya sudah datang. "


" siap beres. "


" bagus.... ya sudah aku tinggal ke dapur. "

__ADS_1


" ya. "


" baik nona. "


__ADS_2