Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
awal baru (malaikat kecil)


__ADS_3

tiara yang memiliki sedikit energi pada tubuhnya setelah ayah dan ibunya yang berubah menjadi cahaya memasuki tubuhnya.


dikit demi sedikit dan perlahan tiara mencoba untuk menggerakkan tubuhnya. tiara dengan di sertai teriakan kan yang keras berhasil memasuki cahaya itu.


Hingga pada akhirnya tiara yang terbaring tidak sadarkan diri mulai membuka matanya perlahan secara perlahan untuk menyesuaikan cahaya yang menyentuh matanya.


" mama..... " ujar airin dengan penuh senyuman.


" sayang.... " tristan tampak senang dan bersemangat.


" airin... anak mama.....


tristan sayang...... " ujar tiara dengan suara seraknya.


" katakan padaku....


apa ada yang sakit.....


atau mungkin ada yang tidak nyaman pada tubuhmu sayang.... " tanya tristan.


" tolong......


aku sangat haus...... " hanya jawaban itu yang keluar dari mulut tiara. karena memang benar tenggorokannya sangat kering sekali.


" bai tunggu aku akan ambilkan. " ujar tristan segera pergi.


" airin sayang.... " panggil tiara.


" iya ma ada apa. " jawab airin.


" apa orang itu sudah mati sayang... " tanya tiara menanyakan darwin.


" hehehe. sudah ma...


orang itu sudah airin hukum atas perbuatannya.... " jawab airin tampak sangat bahagia dan antusias.


" apa airin yang membunuhnya sayang. " tanya tiara.


" sayang ini airnya. " ujar tristan yang baru saja memasuki kamar lagi.


" em... terimakasih sayang. " ucap tiara yang sudah meneguk airnya setelah tristan memberikannya pada tiara.


" jadi berapa lama aku tidak sadarkan diri. " tanya tiara pada tristan.


" ini hari kedelapan hingga akhirnya kamu sadar kembali sayang. aku sungguh sangat takut kamu pergi meninggalkan ku. " jelas tristan.


" cukup lama juga aku tertidur...


maafkan aku karena sudah membuat mu khawatir sayang. " ucap tiara dengan tersenyum. kemudian mengecup pipi tristan


" mama airin juga khawatir kenapa hanya daddy yang di cium airin juga mau. " ucap airin dengan wajah lucunya.

__ADS_1


" oh airin juga mau...


kemari lah sayang..... " segera tiara mengecup kedua pipi airin.


" daddy sekarang waktunya airin bersama mama.


daddy sudah satu minggu bersama mama jadi airin akan bersama mama. " ujar airin kemudian memeluk tiara. tiara hanya tersenyum dan masih mengucap syukur karena dirinya masih memiliki kesempatan.


" eh... mana bisa begitu daddy yang harus bersama mama. " ujar tristan tidak mau kalah.


" tidak bisa hari ini khusus hari airin bersama mama daddy bisa pergi lakukan hal lain di luar. " tutur airin tegas.


" sayang lihat lah aku juga merindukanmu bagai mana bisa airin melakukan itu. " keluh tristan pada tiara.


" bagai mana lagi....


dia anakmu sayang maka kamu harus bisa memahami nya. " ujar tiara dengan nada ragu dan tidak enak juga untuk menolak.


" sayang...


aiiiihhhh......


dasar anak luknut..... " tristan segera pergi dari kamar.


sedangkan airin dengan wajah penuh kemenangan dan juga memberikan tanda ejekan dengan menjulurkan lidahnya.


malam hari pada saat itu tristan sedang sibuk dengan laptop nya di ruang kerja. malam yang sunyi tristan bisa melihat bayang bayang seseorang sedang berjalan mendekat ke tempatnya dari balik pintu.


perlahan sosok itu mendekat dengan jalan yang menggoda setiap derakannya memikat merah di bibirnya merupakan racun yang bisa membuat siapa saja lupa dunia.


kini sosok itu sedang menari di belakang tristan yang duduk tangannya bergerak lembut meraba bahu, dada leher wajah tristan.


setelah itu sosok itu berpindah ke depan kemudian duduk dalam pangkuan tristan gerakan gerakan erotis yang nakal di mainkan dengan indah.


suara lembut, setahun hembusan nafas yang kian memburu dari sosok itu seperti meminta sesuatu yang lebih. suara wangi musim semi membuat siapa pun akan tenggelam dengan hasrat dan nafsu.


tristan sendiri masih menahannya walau dirinya sudah sangat bergejolak tapi dirinya masih menunggu sampai sosok itu menyelesaikan permainannya.


terlihat sosok itu menatap penuh harap agar tristan memberikannya. tristan hanya tersenyum. " mainkan dulu aku masih belum tertarik. hatiku masih dingin. " ujar tristan.


sosok itu tampak terpancing dengan apa yang di katakan tristan permainan yang awalnya lembut kini berubah semakin panas. bahkan bau wangi musim semi semakin tajam untuk menghilangkan akal sehat.


tristan yang berusaha kuat masih tidak mampu menahannya karena sosok itu sungguh menggoda akan amat teramat sayang jika harus membiarkan terlalu lama.


" apa airin sudah tidur sayang.. "


" emm..... " jawabnya tubuhnya sudah berkeringat matanya sayur mengharapkan sesuatu agar tristan mau segera memberikannya.


" baik lah apa sudah siap. " tanya tristan


" aku milikmu malam ini sayang lakukanlah. " jawab tiara yang benar benar sudah lepas kendali yang mana dirinya sendiri terbuai dengan permainannya sendiri.

__ADS_1


Tristan segera membawa tiara menuju bahtera. dimana di sana keduanya bisa melepaskan semuanya.


" lakukan perlahan dan pelan masih ada malaikat kecil lagi di dalam sini sayang. " ujar tiara.


" benarkah... " ucap tristan terkejut walau dirinya sudah tau.


" emmm. baik lah.... " ucap tristan mulai bermain.


pagi hari lidah datang ke rumah tristan Linda cukup heran karena rumah masih sepi. ya bagai mana tidak sepi di rumah sebesar itu hanya di tinggali tiga orang dan dua pembantu saja. dahulu ada hana tapi semenjak meresmikan hubungannya dengan demian hana ikut tinggal bersama demian.


" airin dimana mama dan dady mu nak. " tanya Linda yang melihat airin baru saja keluar dari kamar sepertinya baru saja bangun dari tidurnya. karena Linda memang datang masih pukul 6.00 pagi.


" nenek.... airin tidak tau semalam mama bersama airin tapi saat airin bangun tadi mama sudah tidak ada. " jawab airin menjawab apa adanya.


" oh ya sudah airin pergi mandi saja dulu nenek akan memasak nanti kita akan sarapan bersama. " ujar Linda.


" emmmm... " jawab airin segera pergi kembali ke kamarnya karena semalam airin memang tidur di kamar tiara dan tristan.


sedangkan di ruang kerja. di ruangan khusus yang memang ada di dalam ruangan kerja kini sedang terjadi perdebatan kecil.


" satu kali lagi sayang setelah itu aku janji kita berhenti. " ujar tristan.


" tidak sayang aku sudah benar benar lelah dirimu membuatku begitu payah. " jawab tiara yang coba meng hindar karena tiara saat ini di kunci tidak bisa bergerak.


" hah... kumohon sayang. " bujuk tristan dengan suara yang tampak penuh permohonan.


" tidak oke. aku merasakan ibu datang dan airin sudah bangun. " ujar tiara. karena merasakan keberadaan ibu, dan airin.


" sayang sekali.....


mereka benar benar ada di waktu yang tidak tepat. " keluh tristan dengan wajah lesu.


" sayang kamu sudah hampir melakukan itu semalaman dan entah sudah berapa kali aku basah di buatnya. tapi dirimu masih mengatakan merka datang di saat yang tidak tepat. aku benar benar tak habis pikir denganmu. " ujar tiara karena tristan benar benar terlalu kuat dalam urusan ranjang.


" hehehe bukankah aku perkasa sayang. " jawab tristan.


" yah sangat perkasa aku akui itu. " jawab tiara segera pergi ke kamar mandi.


" sayang apa kita mandi bersama saja agar lebih cepat. " ujar tristan menawarkan pada tiara.


" tidak....


aku tidak percaya dengan itu....


aku sudah beberapa kali mengalaminya.....


hingga pada akhirnya aku masih harus melakukan lagi dan lagi dengan mu.... " jawab tiara. wajahnya sudah memerah karena bagai mana pun tristan sangat terbuka jika urusan seperti itu.


" tapi dirimu sangat menyukainya kan sayang. " ujar tristan masih berharap tiara membuka pintu karena berubah pikiran.


tiara tidak menjawab tiara segera merendam tubuhnya kata kata tristan benar benar membuatnya panas.

__ADS_1


__ADS_2