Gadis Polos Berdarah Dingin

Gadis Polos Berdarah Dingin
BAB 151


__ADS_3

Di pintu keluar rumah sakit tiara sudah akan keluar tapi Ibu danish berhasil menyusulnya dengan menyeret danis. kejadian itu juga berhasil menyedot perhatian semua orang di rumah sakit. kerena mereka semua tau dan kenal sia orang yang sedang di seret dan siapa yang menyeretnya.


" tunggu..... tunggu ku mohon tunggu...... "


tiara pun berhenti begitupun hana dan li mereka melihat pada seorang wanita yang tanpa kesusahan menyeret tubuh seorang laki laki mendekat ke arah mereka.


" Terima kasih sudah mau menunggu. tolong tolonglah aku. sembuhkan ayahku aku akan bayar dengan harga tinggi dan jika aku harus membunuh anakku asalkan nona muda mau menyembuhkan ayah ku aku bersedia. "


" sudah lupakan aku sudah tidak tertarik. " singkat tiara berbalik akan pergi tapi kakinya di tahan oleh Ibu danish.


" tolonglah tolong ayahku kumohon. " menangis memohon


tiara yang tidak menduga dengan kejadian ini sedikit tidak enak karena bagai mana pun dia juga seorang anak dan tidak mungkin tega melihat ibunya harus memohon mohon di kaki orang lain.


" baik lah baik tapi tolong jangan lakukan ini aku tidak ingin di cap sebagai anak yang durhaka. " ucap tiara.


seperti ada angin segar yang menerpanya Ibu danish sangat senang dan bahagia dia segera mengucapkan terimakasih berulang ulang kemudian meminta danish untuk meminta maaf pada tiara.


" maaf kan aku mulai hari ini dan seterusnya aku tidak akan mengulangi hal seperti ini jadi tolong maafkan aku. "


" ya. " singkat tiara


singkatnya tiara sudah ada di ruang ICU sekarang dia memeriksa pasien dengan melihat denyut nadi pasien.


" ini sudah sangat parah dan seharusnya sudah tinggal menunggu waktu saja. " ucap tiara


" nona apa tidak bisa lagi. " panik sangat panik


" aku tidak tau kita lihat apa takdir masih mengijinkannya untuk hidup atau tidak. "


" minta anaknya untuk kesini agar bisa melihat jika kita benar benar berusaha. "


" baik nona. "


ya didalam ruangan itu hanya ada tiara dan dokter li semuanya sedang ada di luar menunggu hasilnya saja


tak lama dokter li kembali dengan membawa Ibu dari danish.


" nona ini dia. " ucap dokter li pada tiara


" em... apa anda anak dari pasien. "


" ya benar. "

__ADS_1


" baik kondisinya sudah sangat parah dan aku hanya akan berusaha sebisaku selebihnya takdir yang akan menentukan. bagai mana apa bisa di Terima. "


" aku Terima nona muda walau harapannya kecil aku masih menerimanya nona. "


" baik lah aku akan memulai pengobatan kuharap kalian jangan membuat keributan yang tak perlu . "


" baik nona. "


tiara mulai mengeluarkan dua set jarum perak dan jarum emas. tiara mulai menusukkan jarum di setiap titik dengan kedalaman dan tekanan yang berbeda. sekitar 30 menit tiara baru selesai menusukkan jarum. maka tiara mulailah dengan mentransfer energi kedalam. tubuh pasien secara perlahan untuk memperbaiki bagian dalam tubuh yang sudah rusak. setelah 30 menit berlalu kembali tiara segera menarik energi itu dan di lepaskan bebas.


" sudah selesai dia sudah baik baik saja tapi bukan berarti sembuh karena aku bukan dewa jadi kesembuhannya membutuhkan proses jadi aku akan berikan resepnya hasilnya akan tampak dalam setahun. jika dalam setahun tidak ada perubahan segera hubungi ku. "


" terimakasih nona muda. nona mudah sungguh hebat dan baik hati. mulai hari ini keluarga alexander berhutang budi pada nona. "


" tak perlu di pikirkan aku hanya melakukan apa yang aku bisa. semua ini karena takdir yang masih memberi kesempatan ya sudah aku harus kembali segera hubungi aku jika terjadi sesuatu. "


" baik nona baik terimakasih. "


" ya..... dan dokter li pasien ini kau yang akan mengontrol kesehatannya dan itu harus dirimu sendiri tidak ada orang lain apa bisa di Terima. *


" ya nona aku mengerti. "


" bagus aku sudah selesai aku akan kembali. "


" baik nona terimakasih maafkan aku karena merepotkan mu. " li suan dengan sopan. "


di dalam mobil


" bagus hana itu reflek yang bagus setidaknya jika dirimu sedikit menggeser tendangan itu sudah pasti dia akan mati.


" aku tidak bermaksud untuk membunuhnya nona aku hanya ingin memberi dia pelajaran saja. "


" ya lain kali memang harus memberi pelajaran pada orang seperti itu. agar mereka tau posisi mereka sehingga tidak semena-mena. "


" ya nona. "


" hana aku lihat peningkatan mu begitu pesat dan juga aura mu cukup untuk membuat lawanmu tidak bergerak. "


" benar sekali nona aku juga memiliki ruang dan waktu untuk berlatih nona. "


" em kau memiliki jiwa kesadaran rupanya. "


" apa itu nona. "

__ADS_1


" tempat untukmu berlatih itu aku menyebutnya jiwa kesadaran. "


" oh seperti itu rupanya aku mengerti nona. "


" em......... "


sedangkan di perusahaan semua orang kini sangat bahagia karena hasil uji coba mengalami keberhasilan dan pasien terus membaik dari hari ke hari.


" kita sudah bekerja keras beberapa hari ini dan waktu peluncuran sudah kurang 3 hari lagi aku sangat berterima kasih pada kalian yang sudah bekerja keras untuk perusahaan ini. "


" itu sadah menjadi ke harusan bagi kami nona. "


" benar sekali nona. "


" aku senang mendengar kalian yang seperti ini baik hari sudah malam mari kita kembali karena keluarga kita mungkin sudah menanti di rumah. "


" baik nona. "


semuanya pum membubarkan diri kini hanya menyisakan lauren dan dona saja di perusahaan.


" dona apa dirimu tidak pulang juga. " tanya lauren yang melihat dona masih setia di belakang lauren.


" kak lauren tak bisakah aku ikut kakak aku sendiri saja sekarang di rumah sejak kakak pindah dan kakak juga tidak mengatakan pindah ke mana. "


" tidak sekarang dona. tapi yang perlu dirimu tau akau ini sebenarnya buka pemilik dari perusahaan ini aku hanya bekerja juga. "


" apa benarkah nona lalu siapa pemilik perusahaan ini jika nona hanya bekerja juga. "


" untuk saat ini dirimu masih belum perlu tau tapi yang pasti suatu hari nanti kau juga akan tau. "


" em baik lah kak. "


" sudah ayo sekarang kembali rumahku yang kau tempati sekarang sudah menjadi milikmu karena aku sudah memberikannya padamu. jadi terserah dirimu ingin seperti apa rumah itu. "


" tapi kak..... "


" jangan membantah dona. "


" baik kak aku menerimanya. "


" bagus aku suka orang yang tidak membantah. sudah ayo kita kembali saja dulu. dan ingat jangan katakan apapun tentang apa yang aku katakan padamu tadi apa kau mengerti dona. "


" aku mengerti nona aku akan menutup rapat rapat tentang apa yang kita bicarakan ini nona. "

__ADS_1


" bagus kau lah satu satunya orang yang saat ini yang aku percaya untuk membantu ku menjalankan perusahaan ini jadi aku minta bekerjalah dengan tulus dan giat agar kita semakin kokoh kedepannya dan tidak mudah di gertak maupun di ancam. "


" baik no kau akan melakukannya dengan maksimal


__ADS_2