
tiara yang kembali pada tubuh fisiknya sedikit tersentak, kenangan seorang anak kecil yang memanggilnya mama itu membuat hati tiara menjadi kuat.
di lain tempat di pusat markas mafia lilin darah mereka sedang berpesta karena sudah berhasil melenyapkan momok yang sudah lama menghantui mereka.
" hahaha... akhirnya kita sudah berhasil membunuh anak sialan itu. "
" benar selama ini kita benar benar di buat takut oleh nenek sihir itu. "
" ya sudah sejak lama setelah ke jadian itu dia tidak pernah muncul dan sampai anaknya itu mati di tangan kita sekarang dia masih tidak muncul. "
" benar itu menandakan jika wanita sialan itu sudah mati. "
hahahaha... hahaha...... hahaha..........
" akhirnya kita menguasai seluruh negara barat kita bebas sekarang. "
duuuuuuaaaaaaaar....... sebuah pintu yang tertutup rapat kini sudah terbuka lebar dan di depan pintu itu berdiri seorang wanita yang sudah penuh dengan darah.
" siapa kau wanita ******........ "
" kalian berkumpul di sini rupanya pantas aku mendatangi tempat kalian. kalian tidak ada di tempat. "
" ada urusan apa kau mencari kami....? "
" aku menagih hutang. " ucap wanita itu dingin sekali.
" hey wanita gila kami tak pernah berhutang pada mu. "
" benar sekali hutang apa kami padamu dan lagi pula sia dirimu sebenarnya. "
" aku menagih hutang nyawa kepada kalian semua. tentang siapa aku aku adalah pencabut nyawa. " ucap wanita itu kemudian tertawa
hahaha...... hahaha..... hahaha.....
tawa itu di sertai udara dingin yang mana angin tiba tiba saja menerpa empat orang itu. segera keempatnya tergeletak dengan mata melotot menampakkan ke takutan di mata mereka.
" mulai sekarang jiwa kalian akan terperangkap dalam dunia ilusi selamat menikmati neraka di sana. " ucap wanita itu yang tak lain tiara.
di rumah ibu tristan yang juga sedih akan kehilangan tristan masih di tambah memikirkan menantunya dan calon cucunya itu.
" hana ini sudah tiga hari tapi tiara masih belum juga kembali....
ayo kita kembali ke tempat itu untuk menyusul tiara. "
" nyonya ikuti saja apa yang di katakan nona kita tak perlu kesabaran untuk menjemput nona. "
" ya tapi kenapa hana. "
__ADS_1
" nyonya... seperti yang nyonya ketahui nona bukan lah seorang yang biasa saja dia memiliki berbagai misteri jadi tak perlu memikirkan nona. "
" hah.... "
tak lama setelah itu pintu terbuka tampak seorang wanita datang dengan pakaian dan tubuh penuh darah.
" tiara.... "
" nona.... "
" nak apa dirimu baik baik saja apa yang terjadi. "
" aku baik baik saja bu. aku baru saja membantai habis seluruh orang yang sudah ikut dalam perencanaan pembunuhan tristan mereka semua sudah lenyap sekarang. " ucap tiara
" emmmm.... ayo masuk sayang ayo. " ucap Ibu tristan membawa tiara masuk.
setelah tiara duduk ibu tristan menyodorkan minuman untuk tiara minum. Tiara juga tidak menolak tiara menerimanya dan meminumnya.
" tiara ibu tau dirimu sedih nak, begitu pula ibu. tapi sayang jangan sampai dirimu terhanyut dalam kesedihan itu kasihan anakmu. "
" emmmm. aku sudah mengerti bu. "
" ya sudah sekarang kembali lah ke kamar bersihkan dirimu dan istirahatlah nak. "
" em...... "
" tetap di tempatmu hana aku baik baik saja aku bisa sendiri. " ucap tiara tanpa melihat kebelakang.
" baik nona....
maaf kan aku karena ketidak tahuan ku nona. "
tiara tidak menjawab dia terus berjalan ke arah kamarnya. hatinya masih sedih karena kepergian tristan di sisi lain tiara masih mengingat apa yang di ucapkan gadis kecil yang waktu itu.
Di kamar tiara sedang duduk di sudut kamar menangis degan memeluk photo tristan.
" tristan........
apa dirimu masih selamat jika ya lekaslah kembali aku sangat kesepian lihat lah aku sudah mengandung anak kita bukanlah dirimu ingin memiliki anak dia datang padaku dia sangat cantik.
tristan......
jika diri mu tidak selamat segeralah bawa aku dan anak kita bersama mu tristan agar aku tidak selalu tersiksa atas kehilanganmu. "
malam itu tiara habiskan dengan hanya menangis saja dan tiara sudah mengeraskan hatinya jika hari selanjutnya dia hanya akan fokus pada anaknya saja walau hatinya masih sangat sedih.
pagi hari ibu tristan yang bermaksud untuk mengajak tiara untuk sarapan di kejutkan dengan keadaan tiara yang meringkuk di lantai. akhirnya ibu tristan memutuskan untuk tidak mengganggu tiara, ibu tristan kembali menutup pintu.
__ADS_1
di ruang makan.
" nyonya di mana nona. "
" dia di kamar keadaannya sangat menyedihkan. sudah untuk sementara biarkan saja dulu yang penting kita selalu awasi saja dia jangan sampai melakukan hal nekat. "
" em aku mengerti nyonya. "
" ayo makan saja nanti kita bawakan saja tiara makan. "
" emmm......... "
di kamar tiara mulai terbangun matanya begitu bengkak karena menangis yang sudah terlalu lama. tiara segera bangkit kemudian meletakkan photo tristan di meja.
" tristan aku akan menjaga anak kita sampai dirimu kembali atau sampai kau menjemput ku. " tiara segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sendiri karena dirinya masih di penuhi dengan darah.
sedangkan di markas lilin darah keempat orang yang jiwanya sedang di tawan dalam dunia ilusi kini sangat memprihatinkan mata mereka kini menangis darah mereka tergeletak seperti mayat hidup tanpa ada suara.
sedangkan dalam ilusi jiwa mereka di siksa dengan cara yang sangat kejam. pihak terkait yang menerima laporan segera tiba di lokasi di buat sangat terkejut tidak ada satupun dari semua mayat yang ada di lantai memiliki tubuh utuh mereka semuanya menjadi mayat yang terpotong potong kepala, tangan, dan usus berserakan di lantai. siapa saja orangnya pasti akan terkena mental melihat ini karena pembunuhan ini terlalu kejam dan tidak manusiawi sekali.
di rumah lebih tepatnya di kamar tiara yang baru saja keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian sudah menemukan makanan di meja. tapi karena tiara masih tidak merasa lapar tiara memutuskan untuk menenggelamkan dirinya dalam latihan.
detik, menit, jam terus berlalu tiara masih saja tenggelam dalam latihannya, beberapa kali ibu tristan dan hana bergantian melihat ke adaan tiara.
di ruang tamu.
" hana sebenarnya siapa tiara yang kamu ketahui. "
" aku tak banyak tau nyonya karena saat itu aku baru saja bergabung dan juga aku tidak terlalu mencari tau siapa nona.
hanya saja kak erika dan kak Sintia mengatakan bahwa kak lauren lah yang tau siapa nona di masa lalunya. "
" em lalu apa yang dirimu tau dari tiara sejak bergabung dengannya. "
" nona adalah orang yang baik suka menolong dan tidak suka di usik. dan suka membersihkan kelompok kejahatan sampai ke akarnya. tapi semenjak menikah dengan tuan tristan nona kini menjadi manusia pada umumnya. jiwa psikopat, dan darah dinginnya tak pernah lagi nampak hanya beberapa kali saat itu para musuh tuan mencoba mencelakai tuan maka nona dengan murka membabat habis musuh tuan. "
" lalu berita di TV itu apa tiara yang melakukannya. "
" ya nyonya karena tidak ada orang yang akan membunuh musuhnya seperti nona. "
" apa kau juga pernah ikut andil dalam hal itu hana. "
" aku dan semuanya ikut andil dalam semua misi yang nona lakukan nyonya. "
" kalian begitu nampak baik dan seperti orang biasa tapi di dalam sangat mengerikan dan kejam. "
" nona pernah mengatakan padaku. berbuatlah kejam pada orang yang kejam sebelum mereka berbuat kejam padamu. "
__ADS_1